APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jalan Hidup Kita

Jalan Hidup Kita

Kebahagiaan adalah hak semua orang, tetapi jalannya kerap berliku. Mia Malva Elard, wanita yang lelah berjuang mencari kedamaian jiwa, menjadi sinis pada cinta akibat rentetan kehilangan yang perih. Saat ia nyaris menyerah, Grayson Adelard datang menawarkan pernikahan tak terduga. Di tengah luka masa lalu masing-masing, mampukah keduanya meraih kebahagiaan sejati? Kini, Mia harus memulai babak baru demi menemukan jawaban di dalam ikatan pernikahan tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 3

Makan malam yang seharusnya dipenuhi canda tawa terlihat suram, suasana tegang terasa di meja makan Kediaman Adelard. Meski ada anak perempuan yang berceloteh tidak bisa mencairkan suasana tegang disana.

"Aku dengar siang ini kalian ke Rumah Sakit? Apa ada kabar baik?" Ibu dari Raymond dan Grayson ; Gretta Adelard menatap intens menantunya, Amayra.

Amayra gugup tidak tahu harus menjawab apa, saat itu punggung tangannya terasa hangat, Gray meremas telapak tangannya dengan erat. Berusaha menenangkan istrinya.

Gray menjawab pertanyaan Ibunya, "Hanya pemeriksaan rutin, Ma. Dokter mengatakan kepada kami kalau kami masih harus berusaha. Benar 'kan Amayra?"

Amayra mengangguk dengan cepat.

Gretta menghela nafas terlihat tidak puas dengan jawaban Gray, "Aku harus menunggu berapa lama lagi, sudah 4 tahun kalian menikah tapi kau tidak memberi apapun pada Keluarga Adelard, Amayra. Kapan kau akan memberi kami pewaris?!"

Amayra tidak bisa bertahan lama menyembunyikan emosinya, air mata luruh dari mata tanpa disadarinya.

"Apa yang Mama katakan? Mama sudah memiliki cucu yang imut seperti Nana 'kan? Dia bisa membantu menyiram taman bunga milik Mama!" Ray berusaha melunakkan suasana yang penuh ketegangan, dia mencubit pipi putrinya. Putri kecilnya itu tampak sibuk mengunyah makanan yang disuapkan oleh Ibunya—Daniela.

"Tapi anak perempuan tidak bisa membantu Kakek dan Ayahnya, Ray. Keluarga kita membutuhkan pewaris—seorang anak laki-laki dan ini seharusnya menjadi kewajiban Amayra Lenora Adelard setelah dia tahu istri dari kakak iparnya sudah tidak memungkinkan untuk mengandung lagi."

"Sudah cukup Mam!"

Gray memutus ucapan Ibunya itu dengan keras, karena setiap ucapan yang keluar sangat menyakitkan.

"Pah, katakan sesuatu?!" Gray mengalihkan pandangannya ke arah Ayahnya yang sejak tadi hanya diam. Gray berharap William Adelard, sang Ayah akan mendukungnya dan Amayra.

"Papamu tidak akan mengatakan apapun mulai dari sekarang, karena dia sudah banyak bicara selama 4 tahun ini. Apa kau ingat, demi kebahagiaanmu dan Amayra dia membatalkan perjodohan dengan gadis pilihan yang sudah disepakati. Sekarang saat kami berharap banyak Amayra tidak bisa memberikan pewaris untuk Keluarga Adelard. Aku tidak bisa bersabar lagi!"

"Mam … Itu sudah berlalu, kau sudah mulai menyukai wanita pilihanku tapi kenapa sekarang kau bersikap egois?"

"Saat kau menolak dijodohkan dan memilih Amayra, apa kau juga tidak bersikap egois? Tapi pada akhirnya kalian menikah, kalau anakku bahagia aku juga akan bahagia. Aku hanya menuntutnya memberikan seorang anak untukmu, Gray!"

Tubuh Amayra gemetar, rasa sakit dan malu secara bersamaan dirasakannya. Amayra ingin lari dari tempat itu.

"Suatu saat nanti ketika rambutku mulai memutih aku mungkin akan merasa kesepian tanpa seorang anak. Tapi aku sangat yakin hanya dengan Amayra hidupku akan bahagia. Tidak apa-apa, meski hanya kami berdua melewati hari tua bersama." Gray tersenyum menatap istrinya, namun ucapannya hanya ditujukan untuk meyakinkan Ibunya.

Amayra menatap Gray dengan tatapan haru, dia sangat beruntung karena memiliki Gray di sisinya. Dia wanita yang paling beruntung di dunia ini 'kan?

"Begitu? Jadi ini keputusanmu. Aku mempunyai syarat untuk keputusanmu itu." Gretta menatap putra keduanya, di wajahnya terlihat ada kekecewaan karena penolakan Gray.

Semua orang yang ada di meja makan tampak serius menunggu ucapan sang Nyonya Besar.

"Aku akan memberi kalian waktu satu tahun lagi untuk memberi Keluarga Adelard pewaris. Jika dalam satu tahun itu kalian tidak bisa memenuhinya. Kalian harus berpisah! Itu syaratnya agar kau bisa melewati hari tua bersamanya, Gray!"

Malam itu serangan tak kasat mata sudah menghancurkan hati Amayra. Dia pergi dari tempat itu, dadanya terasa sesak, mengabaikan teriakan Gray yang memanggilnya. Amayra menangis keras bersamaan dengan air hujan yang mulai membasahi sekujur tubuhnya.

*

Di langit yang tampak gelap, kilat dan petir bersahutan. Hujan semakin deras. Di Kediaman Adelard, Gray berdiri di ruang tamu terus mencoba menghubungi seseorang dengan ponselnya. Saat Amayra meninggalkan meja makan sambil menangis, Gray menyesal tidak mengejarnya tadinya dia ingin memberikan waktu pada istrinya untuk menenangkan diri tapi Amayra tidak kunjung kembali ke rumah dan hari bertepatan hujan deras semakin membuat pria itu cemas.

"Dia tidak mengangkatnya! Amayra dimana kau!?"

"Tenanglah Gray, mungkin dia sudah pulang ke rumah kalian." Daniela mencoba menenangkan adik iparnya, dia juga mencemaskan Amayra karena Amayra adalah sahabatnya.

"Amayra pasti sudah pulang dan tidur dengan nyenyaknya. Sangat tidak sopan, seharusnya dia berpamitan kepada kita." Gretta menghela nafas.

Setiap pasang mata langsung menatap Gretta dengan berbagai macam reaksi. Gray tidak pernah mengira Ibunya sendiri bisa mengatakan perkataan setajam seperti itu tentang istrinya. Dia meninggalkan rumah tanpa mengucapkan apapun.

"Kalian lihat sendiri, putra kesayanganku yang dulu sangat manja kini sudah tidak menyayangiku. Dia sudah dipengaruhi Amayra!" Setelah mengucapkan kalimat itu Gretta pergi dari hadapan suami, anak dan menantunya.

William, sang kepala Rumah Tangga hanya bisa menghela nafas melihat perilaku istrinya. Sejak dulu Gretta memang tidak menyukai Amayra, perempuan itu berasal dari kalangan bawah yang tidak jelas asal usulnya karena Amayra berasal dari Panti Asuhan.

*

Di bawah rinai hujan deras, mobil Gray melaju dengan kecepatan sedang, kedua matanya fokus melihat sekitar mencari sosok sang istri. Dia takut terjadi hal buruk pada Amayra.

"Amayra, dimana kau?!"

Sementara itu seorang gadis berlari menyusuri jalan yang tampak lengang. Sepulang dari Rumah Sakit, Mia bermaksud pergi ke tempat kerjanya yang lain. Cuaca buruk menghambat perjalanannya ke tempat kerja. Dia mengabaikan dirinya yang basah kuyup.

Hujan semakin deras, pandangan mata pun juga mulai terbatas. Saat gadis itu menyeberangi jalan bertepatan sebuah mobil melaju kearahnya dan kecelakaan tidak terhindar lagi. Meski hanya kecelakaan kecil namun cukup mengejutkan Gray. Pria itu keluar dari mobil, dia melihat gadis yang ditabraknya berlutut sambil memegang kakinya.

"Maafkan saya. Apa kamu terluka?!"

Mia meringis kesakitan, dia memijat kakinya perlahan, “Aakh, sakit sekali!”

"Kakimu terkilir, masuk ke mobil saya akan memberimu obat!"

"Tidak perlu, saya harus ke tempat kerja, saya sudah sangat terlambat!"

"Jangan keras kepala! Cepatlah, saya juga terburu-buru sekarang!"

Dengan susah payah Mia berdiri, Gray membukakan pintu mobil untuknya. Mia merasa tidak enak hati karena akan membuat tempat duduk mobil itu basah.

"Tapi saya akan mengotori mobilmu kalau saya masuk ke dalam."

"Jangan membuang waktu lagi, atau kamu ingin saya mendorongmu untuk masuk ke mobil?!"

"Baik, saya masuk!" Mia yang ketakutan langsung masuk ke dalam mobil, setelah itu Gray ikut masuk dari pintu yang lain.

Gray mengambil kotak obat yang sudah tersedia disana. Saat pandangan mata saling bertemu, untuk sesaat Mia melupakan rasa sakit pada kakinya. Mia mengenal paras pria disampingnya karena derasnya hujan tadi di luar membuat hampir tidak bisa mengenali wajah orang didepannya.

Seperti Mia, Gray juga merasakan itu.

Gray mengenal gadis di depannya, gadis pilihan keluarganya, gadis kesayangan Ibunya. Meskipun Gray menyayangi keluarganya tapi cintanya pada Amayra tidak bisa diabaikan. Bukan karena kecantikan dan hartanya. Mia memang berasal dari bibit, bebet, bobot yang baik dan dia juga gadis yang cantik. Gray, pria normal yang tertarik dengan keindahan itu tapi hanya saja hati sudah ditempati oleh Amayra.

Pria itu juga tidak pernah menyalahkan kehadiran Mia. Bisa dikatakan, Gray sangat menghargainya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ah! Enak Mas Dokter
9.1
Ketidakpuasan dalam kehidupan pernikahan membawa Febby Fiolla menemui dokter kandungan rekomendasi mertuanya. Tak disangka, dokter tersebut adalah Dirga, cinta pertama Febby di masa lalu. Pertemuan medis ini justru menyalakan kembali api asmara yang lama padam hingga berujung pada hubungan gelap. Terjebak dalam status pernikahan masing-masing, Dirga mendesak Febby untuk bercerai, sementara Febby menuntut komitmen serupa. Akankah mereka berani meninggalkan pasangan sah demi cinta lama ini?
Sampul Novel Bidadari di dalam Rumahku
7.9
Kebahagiaan Kinan runtuh seketika saat suaminya meminta izin berpoligami. Alasan sang suami sangat melukainya; ia mendambakan istri salehah penuntun spiritual, menyindir Kinan secara tidak langsung. Di tengah rasa dikhianati dan luka batin yang teramat dalam, Kinan dipaksa menerima kenyataan pahit berbagi cinta. Kini, mampukah ia bertahan hidup satu atap dengan madunya di rumah sendiri?
Sampul Novel Berhantu: Pengejaran Tanpa Henti dari Kekasihnya yang Kejam
8.8
Tujuh tahun lamanya Claudia tulus mencintai Eddie, tetapi pengorbanan itu berakhir sia-sia. Setelah hubungan mereka kandas, Claudia memilih pergi dengan damai tanpa meminta imbalan apa pun. Namun, saat Claudia hendak memulai hidup baru di hari pernikahannya dengan lelaki lain, Eddie tiba-tiba datang membawa murka. Dengan sorot mata penuh obsesi yang liar, ia memprovokasi calon suami Claudia dan dengan angkuh menegaskan bahwa dialah pria pertama yang memiliki Claudia.
Sampul Novel Oh My Beebu
7.9
Masa dewasa muda Angela yang tenang seketika terusik oleh kehadiran tiga pria berinisial R. Mereka adalah Randy sang mantan pacar yang sulit dilupakan, Raffa si adik kelas yang kerap memberi kejutan, serta Revin, mantan kakak kelasnya dahulu. Interaksi dengan ketiga lelaki ini menghadirkan berbagai cerita berbeda yang rumit, membingungkan, sekaligus menguras emosi. Angela kini harus menghadapi dinamika hubungan pelik dalam kisah romansa remaja yang penuh liku ini.
Sampul Novel Penipuan Lima Tahun, Pembalasan Seumur Hidup
9.4
Alina Wijaya mengira hidupnya sangat bahagia bersama suami, Bram, dan keluarganya. Namun, sebuah rahasia kelam terbongkar tepat di hari ulang tahunnya. Bram ternyata menjalani kehidupan ganda selama lima tahun dengan musuh bebuyutan Alina, Kiara. Lebih menyakitkan lagi, cinta orang tua Alina sendiri hanyalah kepalsuan demi menyokong finansial Bram. Menyadari dirinya dikhianati dan dijadikan alat, Alina yang dianggap tak berdaya kini bangkit untuk menuntut balas pada mereka semua.
Sampul Novel Pernikahan Sebatas Status
8.0
Demi mempertahankan rumah peninggalan orang tuanya, Jingga menyetujui sebuah kesepakatan rumit. Ia bersedia menjadi istri kontrak bagi Ganendra, seorang miliarder yang butuh perlindungan dari kejaran wanita pemburu harta. Pernikahan formalitas ini awalnya dilakukan demi keuntungan pribadi masing-masing. Namun, seiring berjalannya waktu, sandiwara tersebut justru menumbuhkan perasaan tulus. Hubungan tanpa rasa kini bersemi menjadi cinta yang nyata dan mendalam di antara keduanya.