APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istriku Kuyang

Istriku Kuyang

Yusuf, pemuda perantau asal Jawa, jatuh cinta pada gadis jelita di Kalimantan. Namun, kisah cinta manis ini berubah menjadi malapetaka mengerikan setelah rahasia besar sang kekasih terbongkar. Perempuan yang sangat dicintainya itu ternyata adalah kuyang, siluman berkepala terbang dengan organ dalam yang bergelantungan. Yusuf kini terjebak dalam dilema batin yang hebat antara rasa cinta dan ketakutan mendalam. Bagaimana ia akan menghadapi kenyataan pahit ini?
Bab
Bagikan

Bab 2

Bismillah 

       "Istriku Kuyang"

# part_2

#by: Ratna Dewi Lestari.

     Bulu kudukku seketika merinding, kutatap toilet yang berjarak sekitar lima puluh meter dari tempatku berdiri. Suasana malam yang gelap, hanya ada lampu lima watt di belakang dan toilet. Ingin rasanya aku pipis di tempat saja. Rasa takut kian menyergap. 

    Aku belum terbiasa berada di tempat sesunyi ini. Apalagi di sekitar tumbuh pohon-pohon tinggi menjulang. Kelebatan kelelawar malam seolah menambah suasana mencekam. Angin malam yang dingin membuatku bertambah enggan beranjak dari tempatku berdiri.

    Beruntung malam ini bulan bersinar amat terang. Cahayanya berpendar sangat indah. Ku beranikan diri melangkah dengan melipat tangan di dada. Dingin. Sambil mataku menatap sekeliling.

     Krekkkkk!

    Dengan segera kubuka pintu toilet. Sudah sangat sesak. Dan lega.

    Byurrrrr!

    Bukkkkk!

   " Astaga, apa itu!" tak sengaja bibirku terucap mendengar sesuatu jatuh menghantam atap rumah. Aku segera menyelesaikan kegiatanku dan berjalan keluar dari toilet.

    Mataku menatap sekeliling. Tak ada apapun. Ku kira buah yang di bawa kelelawar jatuh menimpa rumah, tetapi tak ada nampak satu buahpun terjatuh di sana. Sedang asyik mataku mencari sambil menunduk, tiba-tiba ...

    Plukkkk!

    Sesuatu menepuk pundakku. Aku langsung berdiri dengan kaki gemetar. Dengan pelan kubalikkan tubuhku dan kulihat seseorang berdiri di belakangku.

   "Arini?" ucapku lirih.

   "Ya, Bang, ini aku, Abang ngapain di sini?" ucapnya.

    "Abang habis dari toilet. Kamu dari mana saja? Abang cari-cari dari tadi!" sungutku sedikit merajuk.

   "Aku tadi di ruang tamu, Bang. Abang aja yang ga lihat aku di sana!" jawab Arini cuek. Ia membalikkan badan dan masuk ke dalam rumah.

   Akupun mengikutinya dari belakang. Aneh, perasaan tadi tak ada siapapun di ruang tamu. Apa aku ngelindur?

   Kakiku terasa beku ketika ku angkat naik ke peraduan. Arini menatapku sekilas dengan senyuman teramat manis untukku. Entah kenapa aku merasa ada misteri di balik senyum Arini untukku. Bibirnya kulihat merah merona. Tapi, ada sesuatu yang terlihat mangganjal di situ. Ada setitik noda di dekat bibirnya. Makan apa dia malam-malam begini?

     "Dek, sini!" panggilku menyuruhnya datang mendekat.

     "Apa, Bang?" ia pun mendekat.

     Kuseka noda di bibirnya. Kuperhatikan secara seksama. Noda itu lengket dan berbau anyir. Darah?

     "Darah apa ini, Dek?" selidikku.

     "Da--darah?" ucapnya tergagap.

      "Ah, sudahlah, Bang! Adek tak tau juga itu kenapa bisa di bibir Adek," jawabnya sekenanya. Ia langsung membalikkan badan dan membiarkanku terdiam dalam sejuta pertanyaan di benakku. Ya, akupun malas berdebat. Tubuhku sudah lelah karena seharian bekerja. Aku memutuskan untuk kembali beristirahat dan membiarkan pertanyaan itu menguap begitu saja.

***

    Matahari baru saja menampakkan sinarnya ketika aku selesai menjalankan kewajibanku menunaikan solat subuh. Anehnya Arini enggan bila ku ajak solat bersama. Ia selalu menolak. Jikapun solat, ia pasti mengunci pintu dengan rapat. Semakin ke sini semakin banyak keanehan di diri Arini.

     "Bang? sarapan dulu sini!" Arini melambaikan tangan mengajakku duduk bersama dengannya. Hanya kami berdua . Adiknya sudah berangkat sekolah. Kedua orang tuanya sudah berangkat ke ladang.

     Ku tatap Arini dengan seksama. Ia tampak sangat cantik. Wajahnya tambah bersinar padahal belum memakai make up. Yang kutahu ia tak memakai skincare mahal. Hanya memakai viva. Itu yang sempat ku baca.

    "Dek, semakin hari kamu tampak semakin cantik," pujiku tulus.

     "Terimakasih Bang, mungkin karena terlalu bahagia menjadi istrimu," jawabnya sembari mengecup tanganku . Genggamannya erat. 

    Seharusnya aku bahagia dengan ucapannya. Namun, entah mengapa aku merasa Arini menyembunyikan sebuah kebohongan. Ku ulas sedikit senyum agar ia tak curiga .

    Jam delapan tepat aku dan Arini sudah berada di dalam mobil yang berjalan dengan kecepatan sedang. 

      "Bang--Bang, berhenti dulu! cepat!" Arini tiba-tiba menyuruhku berhenti di depan sebuah warung sayur yang penuh dengan ibu-ibu.

    "Tunggu sebentar, Bang . Ada yang mau aku beli," ucapnya tergesa seraya turun dari mobil. 

    Dari jauh kulihat ia mengobrol dengan asik. Ia sangat ramah. Aku pun memutuskan untuk turun dan menjemputnya. Aku takut terlambat bekerja.

    Kulihat Arini sedang asik berbincang dengan seorang ibu hamil. Yang kudengar dari percakapan mereka jika ia sedang hamil sembilan bulan. Tinggal menunggu lahiran.

  Sekilas kutatap wajah Arini sangat bahagia berbincang dengan si ibu. Ia pun sempat mengelus perut si ibu hamil. Apa Arini sudah tak sabar ingin punya anak?

    Ia pun sempat enggan ketika ku ajak kembali ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan. Kulihat ia sempat cemberut ketika berpamitan.

***

    Seperti biasa, malam ini kami lembur kembali. Pulang kerumah keadaan sudah sepi. Aku memutuskan untuk segera istirahat tanpa mandi. Begitupun Arini. Kami sama-sama terlelap karena sangat kelelahan.

     Krekkkkk!

     Entah berapa lama aku tertidur . Tak sengaja terbangun karena mendengar pintu belakang seperti terbuka. Ya, sedari kecil aku memang gampang bangun jika mendengar sesuatu.

    Ku balikkan badan, Arini masih terlelap. Aku penasaran siapa gerangan yang membuka pintu belakang? Ah, mungkin itu ibu atau ayah Arini yang ingin ke toilet.

     Shhhhh! Shhhhh!

     Sekilas ku dengar seperti desisan ular di balik jendela. Rasa penasaran menyergap hatiku. Apa benar malam-malam begini ular berkeliaran mendekati kamarku?

     Aku pun turun dari peraduan menuju jendela kamar. Perlahan kusibak gorden jendela.

      "Astagaaaaa!" segera ku tutup mulutku begitu melihat sosok di balik jendela . Sosok bermata merah itu tajam melihatku. Sempat beberapa detik kami bertatapan hingga akhirnya aku pingsan tak sadarkan diri. Sebelum akhirnya ...

Bang, Abang!" suara Arini terdengar nyaring di telingaku. Kurasa tetesan air jatuh di pipiku. Perlahan kubuka mataku, samar-samar kulihat Arini sedang terduduk mendekap tubuhku. Ia kemudian mengangkat kepala dan menatapku dengan pipi yang sudah basah. Mata nya bengkak.

    "Abang--Abang Yusuf tak apa-apa, kan?" isaknya. Tangannya yang terasa dingin mengusap pipiku lembut.

    "Abang, ga kenapa-kenapa, Dek," ucapku berbohong. Masih teringat jelas sosok menyeramkan yang menatapku tajam di balik jendela.

    Sosok bermuka keriput dengan rambut acak-acakan, menyeringai seperti ingin menyantapku. Lidahnya panjang terkilir keluar. Benar-benar menakutkan.

"Abang kenapa bisa di sini?" tanya Arini khawatir.

    "Mungkin Abang ngelindur, Dek," ucapku sekenanya.

    "Abang hari ini di rumah aja, ya Dek. Badan Abang ga enak, kayaknya demam," lanjutku.

   Ia mengangguk cepat. " Adek pergi naek ojek bang Salim tetangga kita aja ya, Bang. Abang baik-baik di rumah," ucap Arini seraya mengecup keningku. Ia pun membantuku beranjak dari lantai dan berbaring di peraduan.

Aku merebahkan diri di atas ranjang. Kepalaku masih sangat pusing, tapi rasa penasaranku kian membuncah. Perutku keroncongan. Sakit. Namun semua kutahan, dan ketika Arini pergi...

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendamku: Menikahi Bos Mantan Suamiku
9.3
Demi cinta, Vyora Arabelle rela melepas mimpinya. Namun, pernikahan tanpa restu itu hancur karena sang suami tega berkhianat demi harta setelah dihasut keluarganya. Di tengah keterpurukan dan luka akibat dihina, seorang pria misterius datang menawarkan bantuan untuk membalas dendam kepada sang mantan. Vyora pun menerima tawaran tersebut. Akankah rencana balas dendam ini menumbuhkan cinta baru yang tulus bagi Vyora, atau ia justru akan selamanya terjebak dalam bayang-bayang masa lalu?
Sampul Novel GADIS MALANG
8.2
Demi menempuh pendidikan, Rinda rela merantau ke luar daerah. Sayangnya, kehidupan di tanah rantau justru memberi luka batin yang begitu hebat. Komitmen cinta yang ia jaga dengan tulus malah dibalas dengan pengkhianatan hingga membuatnya depresi berat. Sembari menangis pilu, Rinda menumpahkan segala kepedihan kepada orang yang telah mematahkan hatinya. Kini, ia berada di persimpangan jalan, bimbang untuk terus berjuang atau menyerah pada nasib buruk yang menimpanya.
Sampul Novel HILDA PERAWAN TUA
7.9
Karier Hilda melesat berkat kecerdasannya, tetapi kehidupan asmaranya hancur total karena ulah sang ibu. Akibat sikap ibunya yang materialistis dan terlalu pemilih, Hilda kini dicap sebagai perawan tua. Penderitaannya kian bertambah karena sang ibu selalu pilih kasih dan lebih memprioritaskan adiknya yang mengidap penyakit jantung bawaan. Di tengah ketidakadilan dan badai konflik keluarga yang mengancam hidupnya, mampukah Hilda meraih kebahagiaan sejati?
Sampul Novel Jatuh Cinta Pada Luka
7.9
Pascapengkhianatan perebutan wilayah yang nyaris merenggut nyawanya, bos mafia kejam Damian Verano hanyut di sungai selama tiga hari. Ia diselamatkan oleh Alira, gadis desa sederhana berusia delapan belas tahun. Walau bayang-bayang Sierra masih menghantui Damian, kepolosan Alira justru menumbuhkan benih cinta baru di hatinya. Mampukah sang penguasa dunia bawah tanah bersatu dengan gadis polos yang tidak tahu apa-apa tentang masa lalu kelamnya?
Sampul Novel My Soulmate From My Heart (Series 2)
9.5
Demi menghindari perjodohan dengan Cheryl yang sudah dianggapnya adik sendiri, Arland nekat menjalin hubungan palsu dengan Kiran. Rencana yang semula hanya sandiwara ini perlahan berubah menjadi cinta yang sungguh-sungguh. Namun, saat Arland mulai benar-benar menyayangi Kiran, hubungan mereka justru dihadapkan pada ujian berat. Sang mama menentang keras kedekatan mereka dan menolak memberikan restu.
Sampul Novel Suddenly Got Married
8.6
Dara Anastasya tak pernah menyangka takdir akan membawanya ke dalam pernikahan mendadak dengan Randy Wijaya, seorang pria yang sama sekali tidak ia kenal. Hubungan mereka pun terasa canggung dan tidak berjalan normal. Di tengah situasi sulit ini, Randy yang berhati lembut, sabar, dan penuh tanggung jawab enggan menyerah. Ia bertekad memperjuangkan hati sang istri dan mengubah ikatan tak terduga tersebut menjadi kisah cinta sejati yang tulus.