APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istriku Disiksa Sampai Gila

Istriku Disiksa Sampai Gila

Kepulanganku dari Taiwan ke kampung halaman yang semula kuharapkan membawa kebahagiaan, justru berubah menjadi mimpi buruk. Aku mendapati istri tercinta telah kehilangan kewarasan, sementara anak kami dikabarkan telah meninggal dunia. Di tengah kepedihan mendalam ini, muncul keraguan besar atas apa yang sebenarnya terjadi. Benarkah kesaksian keluargaku sendiri jujur? Kini, aku harus bergerak mencari kebenaran dan mengungkap misteri gelap di balik tragedi memilukan ini.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Kok mendadak banget San? Gak niat perpanjang aja kontraknya?" tanya Mas Danu, orang yang selama ini banyak membantuku selama di Taiwan.

"Enggak, Mas, saya emang udah niat mau pulang sih, mau kasih kejutan ke anak istri saya," jawabku yakin.

"Oh ya udah kalau itu udah jadi keputusan kamu."

Aku pun keluar dari ruangan itu, lalu berjalan tergesa menuju mess untuk segera membereskan baju-bajuku.

5 tahun merantau menjadi TKI di Taiwan tanpa pernah pulang sehari pun membuatku sangat merindukan anak dan istriku, makanya sekarang aku memilih tidak memperpanjang kontrak kerja karena aku rasa usahaku mencari pundi-pundi rupiah selama ini sudah cukup, aku ingin membuka usaha saja di kampung halaman agar bisa menghabiskan banyak waktu juga bersama Lusi dan Yassir.

"Lusi dan Yassir pasti seneng aku pulang tanpa memberi mereka kabar, ini bakal jadi kejutan buat mereka."

Aku tersenyum seraya memandangi mainan mobil-mobilan yang kemarin baru saja kubeli itu.

Selesai memberskan baju, kuraih ponselku. Sudah seminggu ini entah kenapa nomor Lusi tidak bisa dihubungi, padahal aku ingin menanyakan kabar Yassir karena mungkin tahun ini anakku akan masuk TK, tapi ya sudah biarkanlah, mungkin hp Lusi rusak.

_______

Pukul 3 sore aku sudah mendarat di bandara Soekarno-Hatta, rasa rindu yang membuncah membuatku tak banyak menghabiskan waktu lagi ke mana-mana, dari bandara aku langsung melaju menuju rumahku.

Ibu dan kedua kakakku serta adik bungsuku juga pasti kaget dengan kedatanganku, mereka akan sangat senang sekali pastinya karena selama aku merantau merekalah yang banyak membantuku menjaga anak dan istriku.

Sambil menenteng tas baju, kedua kakiku langsung menuju teras rumah saat bang ojek sampai di pekarangan rumahku.

Rumah tampak sepi dari luar, entah kemana mereka semua pergi.

"Assalamu-."

Brak. Belum selesai aku mengucap salam tiba-tiba terdengar suara gaduh dari dalam.

Cepat kutengok kaca rumah dan betapa terkejutnya aku saat melihat Lusi tengah dijambak oleh Kak Tuti di dekat bufet tv.

"Nih balasan buat kamu yang banyak ngeyel!" sengit Kak Tuti.

"Ampun Kak, ampun." Lusi istriku meringis kesakitan sambil terisak-isak.

Tak lama datang ibuku membawa segayung air namun kulihat air itu mengepulkan uap panas.

"Mandi nih pake air panas biar kamu tahu rasa kalau ayam itu mahal harganya, kamu malah bikin gosong begitu."

"Jangan Bu, jangan!" Lusi makin histeris memohon dan bersujud di kaki ibuku.

Hatiku nyeri, kaget dan tentunya tak terima, kenapa istriku diperlakukan begitu? Apa kesalahan Lusi sampai ibuku segitu marahnya? Tanpa menunggu lagi cepat kutendang pintu rumah hingga pintu itu terbuka lebar.

Darrr.

Ibu dan kak Tuti langsung terkesiap, mereka tampak terkejut saat melihatku datang, mata mereka sampai tak berkedip barang sebentar.

"Bang Sandi," isak Lusi seraya menatapku dengan mata yang berkaca-kaca.

Kulihat wajah istriku yang dekil dan kumal, matanya bengkak dan sembab. Refleks kulemparkan tas baju yang masih kupegang itu ke atas sofa, lalu setengah berlari ke arah istriku.

"Lusi, ayo bangun! Ada apa ini ya ampun." Kuraih bobot istriku yang kurus kering bahkan nyaris seperti hanya tersisa tinggal tulang belulang saja.

Seperti sangat ketakutan, Lusi dengan cepat memeluk tubuhku dari belakang, ia bersembunyi di balik punggungku.

"Lusi Lusi tenanglah, ada Abang di sini," ucapku.

"San--di?" Ibuku tergagap. Pun dengan wajah kak Tuti yang kulihat tiba-tiba sudah berubah pias.

"Iya ini Sandi, kenapa? Ibu kaget? Ada apa ini? Apa yang terjadi dengan istriku? Kenapa kalian memperlakukan istriku begini?" cecarku.

Ibu menelan salivanya, mulutnya terlihat sulit untuk bicara.

"Itu loh anu-tadi-lagi ada kesalahpahaman antara kita," sahut Kak Tuti kemudian.

"Kesalahpahaman apa? Apa perlu kalian perlakukan istriku begini? Dan apa ini? Air panas buat apa, Bu?"

Mulut mereka terkatup-katup.

"Itu tadi-air ini-."

Tak mau buang-buang waktu mendengarkan alasan mereka, kubawa saja istriku ke dalam kamar. Niat hati ingin menenangkannya dulu di kamar tapi kenyataan yang kulihat justru membuatku lebih terkejut.

"Astagfirullah, apa ini?"

Kulihat kamarku sangat berantakan, piring, gelas plastik, nasi kering dan baju-baju semuanya tercecer di lantai.

Tak ada ranjang atau pun kasur, kulihat di sana hanya ada rantai besi dan sebilah bambu.

Saat aku mencoba masuk bau menyengat langsung menguar ke hidungku, bau apek, pesing dan segala macamnya. Kulihat kamarku juga sudah sangat berdebu dan kotor sekali.

Entah apa yang sudah terjadi, ibu jadikan apa kamarku ini? Kenapa berubah seperti kandang bebek begini?

"Takut, Bang, takut." Lusi di punggungku semakin gemetar dan ketakutan.

"Ada apa ini Lusi? Tenanglah tenanglah, ada Abang di sini." Aku berusaha terus meyakinkan Lusi sambil memeluknya. Tapi yang membuatku heran Lusi justru semakin menangis ketakutan.

"Ibu ... Kak Tuti ...!" Aku pun berteriak.

Ibu dan kak Tuti langsung berjalan mendekati kami, wajah mereka tampak cemas dan semakin pias.

"Apa ini, Bu? Apa yang udah terjadi? Kenapa kamarku jadi berantakan begini? Kenapa ada rante dan bambu juga di dalam?" Aku mencecar mereka.

"Katakan ada apa ini? Dan kenapa Lusi istriku seperti sangat ketakutan begini?"

"Kamar ini-kami jadikan tempat buat memasung istrimu San," sahut Kak Tuti.

Terkejut bukan main, aku segera menatap istriku dan kamar itu secara bergantian.

"Dipasung? Buat apa? Emangnya istriku kenapa?"

"Istrimu gila San."

"Kak Tuti!" Aku berteriak tak terima.

Bagaimana bisa istriku gila? Sebelum aku berangkat semuanya baik-baik saja, bahkan beberapa minggu terakhir aku masih meneleponnya dan omongannya masih nyambung.

Tapi kenapa tiba-tiba mereka bilang istriku gila? Ada apa ini? Apa yang sebenarnya terjadi? Dan apa yang sebenarnya mereka sembunyikan?

"Nyatanya istri kamu sekarang gila Sandi, makanya kami kurung dia di kamar ini, dari pada dia merusak rumah warga?" ucap Kak Tuti lagi.

Di belakangku Lusi menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Apa? Gila? Kalian bilang istriku gila? Kenapa istriku bisa gila? Terus kenapa kalian gak kabari Sandi soal ini?" cecarku lagi.

Aku yakin sekali pasti ada yang udah gak beres di rumah ini, kalau enggak, kenapa istriku tampak sangat ketakutan? Dan kenapa wajah ibu dan kak Tuti juga seperti sedang berbohong menyembunyikan sesuatu?

"Ceritanya panjang Sandi, nanti Ibu ceritain. Tapi ini kenapa kamu pulang gak bilang-bilang?" Ibu malah balik bertanya, seperti ingin mengalihkan topik pembicaraan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Back To School
9.7
Geng Prit..Prit..Can yang beranggotakan Diwi, Tari, Lani, dan Emily adalah detektif hiperaktif di SMA Siliwangi yang gemar mengusut kejanggalan. Mereka memiliki janji bersama untuk tidak jatuh cinta pada kakak kelas. Namun, komitmen tersebut mulai goyah saat perasaan cinta tumbuh dan memicu konflik besar. Keadaan menjadi kian rumit ketika mereka menyadari telah menyukai cowok yang sama. Kini, persahabatan erat serta perasaan mereka dipertaruhkan dalam pilihan yang sulit.
Sampul Novel Drive Back To December
8.4
Tiga tahun bercerai, Gayatri Rumi Rahardjo tak menduga akan menikah lagi dengan William Alansyah. Demi rasa hormat pada mantan ibu mertuanya, ia bersedia membangun kembali rumah tangga bersama mantan suaminya tersebut. Namun, pernikahan kedua mereka langsung diuji oleh tuntutan memiliki anak. Di tengah situasi sulit ini, Gayatri mulai mengendus sebuah rahasia besar yang ditutupi oleh William. Akankah kebenaran pahit itu mendorong mereka ke jurang perceraian untuk kedua kalinya?
Sampul Novel JEJAK CINTA DI SISIKU
9.2
Anindita kebingungan mencari Zack, kekasihnya yang lenyap secara misterius. Saat mencari, ia bertemu Dirgantara, sosok pelindung yang masih berduka atas kematian tragis istrinya. Ketika Anindita mulai jatuh hati pada Dirgantara, Zack mendadak kembali membawa rahasia besar. Takdir pun perlahan membongkar hubungan kelam masa lalu Zack, Dirgantara, dan mendiang istrinya. Siapakah yang akhirnya akan dipilih oleh Anindita?
Sampul Novel REVEAL
9.6
Demi menemukan sahabat kecilnya, Rasen memutuskan kuliah. Di sana, ia malah bertemu Eleena, gadis unik yang terus mendekatinya hingga mereka bersahabat erat. Namun, hubungan manis ini goyah ketika sesosok hantu wanita hadir dan mengklaim sebagai sosok yang dicari Rasen. Perubahan sikap Rasen yang drastis pun membuat Eleena cemas. Mampukah Eleena membawa Rasen kembali, atau sang hantu justru sukses menjauhkan mereka demi membongkar rahasia kelam masa lalu?
Sampul Novel Setelah hamil, Cinta Sejati Suami Ingin Membakarku
9.4
Mengalami reinkarnasi tepat di tengah kebakaran maut, sang protagonis bertekad mengubah takdir tragisnya dalam novel 'Setelah hamil, Cinta Sejati Suami Ingin Membakarku'. Pada kehidupan sebelumnya, aksi nekat selingkuhan suaminya berujung fatal, memicu dendam terselubung sang suami yang akhirnya tega membunuh anak mereka yang baru lahir. Kini, setelah terbangun kembali di masa lalu saat api berkobar, ia memilih tidak berteriak. Fokusnya kini adalah menyelamatkan ibu mertuanya yang pingsan dan berjuang bertahan hidup.
Sampul Novel The Last Trace
9.7
Demi membalas kematian saudara angkatnya, Lee Zin mengincar nyawa Carlos De Baule, bos mafia yang sangat kejam. Namun, setelah berhasil membunuh putra Carlos, Zin tertangkap lalu disiksa hingga hilang ingatan. Di tengah situasi kritis tersebut, Suster Evalingsta yang ditugaskan mengawasinya justru memilih berkhianat. Eva membantu Zin lolos demi menjalankan misi rahasia mereka untuk menghancurkan kekuasaan Carlos bersama-sama.