APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel ISTRI YANG TERSISIHKAN

ISTRI YANG TERSISIHKAN

Demi bersanding dengan Andre, Aisyah Zuhaira rela mengabaikan restu orang tuanya. Namun, impian indahnya hancur saat sang suami dan mertua mulai memperlakukannya dengan sangat kejam tanpa alasan yang jelas. Di tengah siksaan batin tersebut, sebuah rahasia kelam yang selama ini tersembunyi akhirnya mulai terkuak. Kini, Aisyah dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan dalam penderitaan atau melangkah pergi meninggalkan pernikahan ini.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Nasi uduk! Nasi uduk!" teriak seorang wanita berjilbab, menjajakan jualannya sambil mendorong sepeda butut miliknya.

"Mbak! Nasi uduknya masih ada?" teriak seorang ibu-ibu sambil melambaikan tangannya.

"Masih Bu," jawab penjual itu yang bernama Aisyah.

"Saya mau 5 ya!"

Aisyah menganggukkan kepalanya, kemudian dia membungkus 5 nasi uduk. Setelah selesai ibu-ibu tersebut pun membayarnya.

"Alhamdulillah, akhirnya daganganku habis juga. Sebaiknya aku pulang sekarang, nanti siang kan mas Andre pulang, kasihan dia kalau belum ada makanan," gumam Aisyah.

Wanita itu pun pulang dengan hati yang senang, karena jualannya laris manis setiap hari. Dia bernama Aisyah Zuhaira, berusia 25 tahun. Dia memiliki paras yang cantik, hidung mancung, mata bulat, bibir mungil dengan kulit yang putih.

Setiap hari Aisyah selalu menjajakan dagangannya, berkeliling menggunakan sepeda, karena suaminya hanya seorang tukang ojek pangkalan. Dan dia terpaksa membantu perekonomian suaminya untuk membiayai kehidupan mereka sehari-hari.

"Assalamualaikum," ucap Aisyah sambil memarkirkan sepedanya.

Namun, saat wanita itu masuk ke dalam rumah, tiba-tiba saja dia disambut oleh sebuah tamparan yang cukup keras mendarat di pipinya, sehingga meninggalkan bekas kemerahan.

PLAK!

"Bagus ya, jam segini baru pulang. Kamu nggak lihat ini jam berapa, hah!" bentak seorang wanita, yang tak lain adalah mertuanya, sambil menunjuk jam yang berada di dinding.

"Maaf Bu, tadi jualannya agak sepi, jadi Aisyah berkeliling ke satu Desa lagi," jawab wanita berjilbab tersebut.

"Halah! Nggak usah banyak omong deh. Sekarang lebih baik kamu masuk ke dalam, dan buat makan siang! Kamu 'kan tahu, sebentar lagi Andre mau pulang. Istri macam apa kamu, pulang siang-siang, belum ada makanan, cucian juga numpuk. Seharusnya sebelum jualan itu, kamu cuci piring dulu! Masak dulu buat mertua dan suamimu, paham!" bentak wanita tersebut yang bernama Ibu Lisa, mertuanya Aisyah.

Dia mendorong tubuh Aisyah, hingga membuat wanita itu tersungkur ke lantai.

"Iya Bu, Aisyah masak sekarang." Aisyah bangkit dari duduknya, kemudian dia berjalan melenggang masuk ke dalam dapur.

Bulir bening tanpa bisa dicegah jatuh membasahi pipi mulus wanita tersebut. Kulit putihnya yang tadinya bersih cerah bagaikan rembulan, kini sudah terlihat sedikit kusam.

'Ya Allah, sampai kapan ibu akan selalu memperlakukanku seperti ini? Dulu sebelum aku menikah dengan mas Andre, ibu sangat menyayangiku. Tapi kenapa berubah setelah kami menikah? Kenapa ya Allah?' batin Aisyah bertanya-tanya tentang perubahan sikap ibu mertuanya.

Dahulu saat dia menjalin hubungan bersama dengan Andre sebelum menikah, Ibu Lisa begitu sangat menyayanginya, bahkan sikapnya begitu lembut seperti ibu kandung. Namun, ternyata setelah menikah sikapnya 180 derajat berbeda.

Setiap hari, Aisyah selalu dimarahi, dibentak, bahkan tak jarang dirinya dipukul jika tidak menuruti ucapannya. Entah Aisyah pun tidak tahu, kenapa ibu mertuanya begitu jahat kepada dirinya? Karena dia sama sekali tidak mengerti, kesalahan apa yang telah diperbuatnya, sehingga membuat Ibu Lisa begitu membenci dirinya.

"Aisyah! Buatkan saya teh!" teriak Ibu Lisa dari ruang tv.

Aisyah yang mendengar itu pun seketika langsung menghapus air matanya, kemudian dia membuatkan teh pesanan Ibu mertuanya dengan cepat, karena takut jika nanti dimarahi lagi.

"Ini Bu, tehnya," ucap Aisyah sambil menaruh teh tersebut di atas meja.

"Lelet banget sih kerjanya. Kalau kerja itu yang cepat, jadi wanita kok lelet banget!" Bu Lisa berkata dengan nada yang ketus.

Sedangkan Aisyah hanya diam saja, sebab nada bicara seperti itu sudah setiap hari menjadi makanan dirinya. Kemudian dia kembali ke dapur untuk melanjutkan masaknya.

Setelah makanan jadi, Aisyah tersenyum karena di atas meja sudah terhidang sayur asem, tempe dan tahu goreng serta sambal terasi.

"Alhamdulillah, akhirnya kelar juga. Sekarang aku tinggal nyuci piring lalu nyuci baju," gumam Aisyah dengan lirih, sambil menyeka keringatnya yang membasahi jilbab.

Ibu Lisa masuk ke dapur, dan dia melihat makanan di atas meja yang sudah matang. Bahkan asapnya masih sedikit mengepul dari sayur asem buatan Aisyah.

"Ini Bu, Aisyah sudah masak. Silakan dimakan," ucap Aisyah dengan nada yang lembut.

BRAK!

"Apa ini? Apa kau ingin meracuni ku, hah! Apa tidak ada makanan yang lebih enak? Setiap hari tempe dan tahu saja. Sesekali kau belikan aku ayam!" bentak bu Lisa sambil menggebrak meja.

Aisyah terjingkat kaget, dia mengusap dadanya, "Maaf Bu, tapi hanya ini yang Aisyah bisa beli. Kita harus berhemat, karena Aisyah juga belum bayar listrik bulan ini, jadi---"

"Halah! Enggak usah banyak omong deh kamu! Cuma bayar listrik aja yang nggak seberapa, kamu hitung-hitungan. Pokoknya saya nggak mau tahu ya, kamu belikan saya ayam!" Bu Lisa memotong ucapan Aisyah.

"Baik Bu, nanti akan Aisyah---"

"Sekarang! Saya mau makan!" bentak bu Lisa sambil menghempaskan piring yang berisi tempe dan tahu yang baru saja digoreng oleh Aisyah, hingga berceceran di lantai.

Setelah itu dia pun pergi meninggalkan meja makan, sementara Aisyah memunguti makanan tersebut.

Air mata kembali menetes. Sejujurnya dia sangat sakit hati karena bu Lisa tidak pernah menghargai setiap usahanya, padahal bayar listrik saja sebulan bisa sampai 300.000, belum lagi dengan cicilan AC milik ibu mertuanya.

Bisa dibilang, semua kebutuhan di rumah itu 90% Aisyah yang menanggungnya. Sementara pendapatan Andre tidak seberapa dari ngojek, kadang pria itu tidak memberikan jatahnya, dan paling banyak hanya Rp20.000 saja. Itu kenapa, Aisyah sampai harus berjualan nasi uduk.

Setelah membereskan makanan tersebut, Aisyah pun keluar untuk membeli ayam goreng di warteg yang tak jauh dari rumahnya.

Namun, baru saja ia keluar, tiba-tiba Andre sudah pulang. Wanita itu pun mencium tangan Andre, tapi seketika ditepis kasar oleh pria tersebut.

"Apa-apaan ini? Apakah kamu tidak bisa berdandan sedikit, hah! Setiap suami pulang, yang ada bau asam, pakaian kucel dan tidak enak dipandang. Sesekali sambutlah suamimu dengan dandanan yang cantik dan baju seksi. Mana masih bau bawang!" gerutu Andre sambil melenggang masuk ke dalam rumah.

Aisyah mengikuti langkah suaminya, kemudian dia berjalan ke dapur dan membuatkan teh hangat. "Ini Mas, diminum dulu tehnya," ucap Aisyah dengan nada yang lembut.

"Aku lapar, mau makan." Andre berkata dengan nada yang sedikit ketus.

"Aku sudah masak Mas," jawab Aisyah.

Kemudian Andre membuka tudung saji yang ada di atas meja makan, dan seketika matanya membulat dengan tajam, lalu dia mencengkram lengan Aisyah dengan kuat sampai membuat wanita itu meringis kesakitan.

"Apa ini, hah! Apa kau sengaja Ingin membuatku makan makanan seperti ini setiap hari? Tidakkah kau bisa sesekali memberikanku ikan atau ayam? Kau ini bisa becus gak sih jadi istri!" bentak Andre sambil mendorong tubuh Aisyah hingga menabrak tembok.

"Aawh!" ringis wanita itu sambil memegangi lengannya

Ibu Lisa yang mendengar suara anaknya, kemudian dia keluar dari kamar, dan melihat Aisyah masih ada di sana, itu membuatnya sangat kesal.

"Hei wanita tak tahu diri! Kenapa kau masih ada di sini? Aku kan memintamu untuk membeli ayam? Apa kau Ingin membuatku kelaparan, hah! Cepat pergi sekarang!" bentak Ibu Lisa sambil mendorong tubuh Aisyah.

"Belikan aku juga!" teriak Andre sambil duduk di kursi, lalu meminum teh buatan dari Aisyah.

Wanita itu keluar dari rumah sambil menangis dalam diam. Rasa sakit di dalam hatinya begitu dalam, luka semakin hari semakin melebar dari perlakuan ibu mertua dan juga suaminya.

Setiap hari Aisyah selalu saja disiksa, dicaci dan dimaki. Semua yang ia kerjakan selalu salah di mata kedua orang itu, entah sampai kapan penderitaan Aisyah akan berlanjut.

'Sampai kapan kamu akan terus menyiksa dan menyakitiku, mas? Ke mana mas Andre ku yang dulu? Yang mempunyai hati lembut dan juga sikap yang penuh kasih sayang,' batin Aisyah sambil berjalan dengan sedikit gontai.

BERSAMBUNG....

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Di Jual Suamiku
7.9
Bagaimana jadinya jika pernikahan impian yang Anda dambakan justru berubah menjadi realitas yang penuh kerumitan? Novel ini menyoroti perjuangan emosional seorang istri yang harus mengarungi pasang surut kehidupan rumah tangga yang tak terduga. Bukannya meraih kebahagiaan yang dinanti, ia malah terperangkap dalam kondisi sulit yang menguji batas kesabaran serta kesetiaannya di tengah gempuran berbagai konflik yang datang melanda.
Sampul Novel KARMA_Memeluk Cinta Yang Terluka/ Penyesalan Mantan Suami
9.1
Kirani harus menghadapi kenyataan pahit setelah dikhianati oleh Danu demi kesenangan sesaat. Namun, tindakan curang tersebut justru menjadi bumerang yang merusak kehidupan Danu sendiri, menyisakan kepedihan mendalam yang terus menghantuinya. Waktu terus berjalan, tetapi konsekuensi dari kesalahan masa lalu kini kembali menuntut keadilan. Akankah Danu mampu bertahan saat karma buruk mulai menghampiri dan membalas semua luka yang pernah ia goreskan pada Kirani?
Sampul Novel Pemuas Ibu tiri KEMBAR
8.7
Kehidupan tenang pemuda berusia dua puluh tahun bernama Rey terusik sejak sang ayah menikah lagi. Kehadiran dua ibu tiri kembar yang berparas sangat cantik dan bertubuh memikat langsung membangkitkan gairah terpendam dalam dirinya. Terpikat oleh pesona luar biasa mereka, Rey tidak tinggal diam. Ia mulai menyusun rencana matang dan mencari berbagai kesempatan tersembunyi di dalam rumah demi bisa mendekati kedua wanita itu untuk menyalurkan hasratnya.
Sampul Novel Putri Yang Ditukar
8.8
Dibuang sejak kecil ke panti asuhan, Syaqilla harus menghadapi kenyataan pahit saat ibu kandungnya kembali. Alih-alih kasih sayang, kepulangan sang ibu justru membawa penderitaan baru. Dua tahun kemudian, ia bahkan tega menjual Syaqilla kepada rentenir demi melunasi tumpukan utangnya. Mengapa sang ibu begitu membencinya hingga merusak masa depannya? Kini, Syaqilla terjebak dalam dilema batin antara bakti anak dan kepedihan yang mendalam.
Sampul Novel Terjebak nafsu Mertua dan Ipar
8.2
Kehilangan pekerjaan membuat hidup Adam terguncang. Karena masalah finansial, ia terpaksa mengajak sang istri, Ayu, tinggal di rumah orang tuanya. Walau diselimuti keraguan hingga sempat menawarkan Ayu untuk pergi, Adam justru menyaksikan kesetiaan luar biasa dari istrinya. Ayu menegaskan komitmennya untuk tetap mendampingi sang suami melewati masa-masa sulit ini. Keteguhan sikap Ayu tersebut menyentuh hati Adam dengan sangat mendalam.
Sampul Novel Untuk Diriku yang Pernah Mencintaimu
9.2
Dilatih keras sejak kecil untuk menjadi pelindung sekaligus istri pewaris sindikat mafia Valerio, sang protagonis akhirnya menikah dengan Axel Valerio setelah rivalnya, Estella, tewas. Namun, setelah mengorbankan nyawa demi melindungi Axel dari tembakan, ia mendengar kenyataan pahit bahwa tempat di sisi Axel hanya untuk mendiang Estella. Saat terbangun dari kematiannya, ia secara misterius kembali ke masa lalu, tepat di hari penobatan Axel sebagai kepala keluarga baru, siap mengubah takdirnya.