APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri yang Tak Kau Percaya Ternyata Kaya Raya

Istri yang Tak Kau Percaya Ternyata Kaya Raya

Dituduh tidak suci dan dihina karena latar belakangnya, pernikahan Analea dengan Hamid dipenuhi kebekuan. Puncak keretakan terjadi saat Analea memergoki suaminya berselingkuh. Bertekad menuntut cerai, ia menyusun strategi hukum hingga berhasil bekerja di Eternal Group dengan gaji fantastis. Namun, kehidupan barunya dipenuhi kejanggalan. Mengapa Kaisar, sang presdir, selalu melindunginya? Apa hubungan Ibu Maira dengan masa lalunya? Di tengah misteri itu, Fabian, pengusaha matang rekan Kaisar, menawarkan bantuan dengan syarat yang tak biasa.
Bab
Bagikan

Bab 4

. Sebuah Penyesalan

"Memang dasar perempuan nggak benar!”

Analea terdiam saat mendapatkan sorotan tajam dan sinis dari ibu mertuanya. Namun, ia mencoba untuk tetap sopan meskipun sama sekali tidak mendapatkan respons baik dari Bu Irma.

"Ibu ... asalamualaikum!" Analea berucap lirih.

Ia terpaksa menunda untuk masuk ke kamarnya. Padahal ia sangat ingin merebahkan tubuhnya sejenak.

Tubuh Analea terasa lelah setelah menghadapi serentetan kejadian tadi, dan kini, ia pun harus menghadapi bentakan sekaligus tuduhan dari sang ibu mertua.

"Ternyata benar apa yang digunjing orang-orang tentang ka–”

"Bu ... Aku baru saja melabrak Mas Hamid.” Analea segera menyanggah ucapan Bu Irma yang tampaknya selalu ingin memojokkannya. “Dia semalam tidur dengan perempuan lain, Bu."

Meskipun Bu Irma selalu terkesan tidak menyukainya, Analea berpikir bahwa saat wanita paruh baya itu mendengar kelakuan anaknya di luar sana, Bu Irma akan terkejut dan bersimpati pada Analea.

Namun, ibu mertuanya itu malah tersenyum sinis– dan Analea lah yang terkejut dengan apa yang diucapkan wanita itu setelahnya.

"Ya, jelas saja putraku itu mencari wanita lain. Semua ini juga gara-gara kamu.”

Analea terkejut. “Ibu tahu?”

“Tahu atau enggak, Ibu paham kenapa Hamid begitu,” sahut Bu Irma. “Lagi pula, Hamid pasti tidak puas dan kecewa sama kamu yang sudah tidak gadis lagi ketika dia nikahi. Belum lagi masa lalumu yang kotor itu.”

Analea menghela napas, terdengar lelah. Sudah berkali-kali ia membela diri, tetapi tidak ada yang percaya padanya. Meskipun, ya, ia tahu bahwa ia sempat tinggal di area lokalisasi dan itu akan mempengaruhi pandangan orang-orang terhadap dirinya, ia tidak menyangka semua akan jadi seperti ini.

Apalagi karena suaminya dulu tidak mempermasalahkan masa lalunya tersebut.

Kini usai serentetan kejadian yang ia alami, Analea merasa terlampau lelah dan tidak sanggup lagi berusaha meyakinkan orang-orang tentang dirinya.

Ia bahkan tidak tahu entah sampai kapan ia akan menerima semua tuduhan dan hinaan ini, kapan mereka akan bosan menudingnya dengan kabar-kabar yang tidak benar.

Karena itu, akhirnya Analea berkata:

"Ya Bu. Aku akan mengajukan cerai pada Mas–”

"Siapa bilang aku akan menceraikanmu!?"

Ucapan Analea barusan tiba-tiba mendapat sanggahan dari arah pintu masuk. Hamid muncul dan langsung berdiri di hadapan Analea.

Bu Irma yang sempat senang saat mendengar kata cerai dari bibir Analea, seketika cemberut mendengar bantahan dari Hamid. Wanita paruh baya itu mendekat dan berdiri di sebelah putranya.

"Kenapa, Hamid? Memangnya kamu nggak malu mendengar omongan tetangga?" Bu Irma berusaha mengompori putranya.

"Tidak, Bu,” sahut Hamid tegas. “Aku tidak mau bercerai dengan Ana.”

Analea memandang sang suami yang tengah menatapnya. Sesaat kemudian Hamid melanjutkan ucapannya, "Setelah apa yang ia perbuat, aku tidak akan melepaskannya begitu saja, Bu."

Ucapan Hamid yang penuh penekanan membuat sepasang mata Analea terbelalak. Tubuh wanita itu melemas seketika.

"Mas." Analea merasa sudah lelah menghadapi sikap Hamid padanya. Pria itu sungguh sangat berbeda dengan sosok yang dikenalnya sebelum menikah. "Mas Hamid, kalau Mas memang nggak percaya sama aku, apa gunanya pernikahan ini kita lanjutkan?"

Sekuat mungkin Analea menahan jatuhnya air mata yang telah menggantung di kedua sudut matanya.

Hamid menoleh pada Analea dan menatap istrinya itu dengan tajam.

"Dengar, Ana. Ini bukan masalah kepercayaan.” ucap Hamid. Tatapan matanya menggelap. “Tapi, kamu tidak akan mendapatkan apa yang kamu mau dengan mudah. Setelah membuatku menikahimu, tentu saja aku tidak akan melepaskanmu begitu saja. Aku akan terus menahanmu agar tetap bersamaku!"

Sudah tidak ada air mata di wajah Analea, meskipun sepasang matanya tampak sembab. Yang tersisa adalah raut wajah lelah dan kekecewaan di sana–serta benih kemarahan karena diperlakukan secara semena-mena.

“Kalau aku masih istrimu, kamu tidak bisa menemui wanita tadi dengan bebas,” ucap Analea. “Aku bahkan bisa saja menyebarkan perselingkuhan Mas dan wanita itu, hingga ke kantor jika aku mau."

Mendengar ancaman Analea, Hamid spontan mendengus.

"Coba saja kalau bisa. Lagian memangnya Kamu punya bukti? Nggak, kan?" Hamid membalas.

Analea terdiam. Ia memang tidak mengambil potret saat suaminya tidur dengan wanita itu–ataupun saat ia mendapati mereka tidak berpakaian pantas di kediaman si wanita. Yang Analea punya hanyalah foto saat keduanya memasuki rumah, yang ia dapatkan dari nomor tidak dikenal tadi.

Bukti itu tentunya tidak kuat dan bisa dibantah begitu saja oleh semua pihak.

"Lagian siapa yang bakal percaya dengan omongan kamu?” lanjut Hamid, terdengar meremehkan di telinga Analea.

Benar. Apa yang dikatakan oleh Hamid semuanya benar.

Jika Analea menyebarkan perselingkuhan suaminya sekalipun, semua orang sudah pasti berpihak pada Hamid, mengingat tidak ada siapa pun yang percaya dia di sini.

Namun, Analea tidak mengiyakan ataupun memberikan konfirmasi bahwa ia setuju dengan kata-kata suaminya. Ia hanya diam dan memasang ekspresi tidak terbaca, membuat senyum di wajah Hamid perlahan menghilang dan meragukan ucapannya sendiri.

Sebelum Analea akhirnya masuk ke kamarnya, ia berucap pelan, “Terserah Mas. Keputusanku sudah bulat untuk bercerai.”

“Ana! Jangan keras kepala!” bentak Hamid. Namun, Analea tidak lagi menoleh ke suaminya hingga pria itu menjatuhkan diri di atas sofa ruang tamu. Hamid mengusap wajahnya yang tampak lelah. Dalam hati, ia bergumam, “Sial, kenapa pernikahan kita jadi seperti ini, Ana?”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel A Love Betrayal
8.9
Kehidupan rumah tanggaku hancur dalam sekejap setelah menyaksikan suamiku bermesraan dengan seorang wanita asing. Perempuan berambut panjang nan jelita itu merangkul lengannya begitu erat. Keduanya saling melempar tawa bahagia, layaknya pengantin baru yang sedang kasmaran. Siapa sebenarnya sosok wanita misterius tersebut? Rahasia besar apa yang mereka sembunyikan dariku? Inilah kisah penuh misteri tentang kepedihan dan pengkhianatan cinta.
Sampul Novel Gadis Kereta Api
8.2
Perjalanan pulang saat libur nasional menuntun seorang wanita naik ke kereta api malam dengan ranjang standar. Suasana sunyi berubah menegangkan saat pandangannya tertuju pada siluet tubuh kekar di dekatnya, memicu gejolak hasrat yang tak terbendung. Di balik selimut, ia menyerah pada sensasi fisik hingga tubuhnya gemetar dan napasnya memburu. Namun, di balik kegelapan gerbong yang sunyi, tindakan rahasia itu ternyata tidak luput dari sepasang mata tajam yang terus mengawasinya diam-diam.
Sampul Novel Kenapa Kalian Membuang Ibu?
8.2
Kehidupan damai Minah bersama Eliza dan Agung seketika sirna setelah putri bungsunya itu pergi merantau. Terpaksa menumpang di kediaman putra sulungnya, Edo, Minah justru harus menghadapi siksaan batin akibat kekejaman sang menantu. Hari tua yang malang membawa Minah ke sebuah panti jompo, tempat ia menghabiskan sisa hidupnya. Hingga ajal menjemput, ia meninggal dalam kesepian yang mendalam, tanpa didampingi oleh anak-anak kandungnya.
Sampul Novel Pilihan Terakhir
7.9
Demi mengejar takhta karier dan kekuasaan, Bella mengabaikan tugasnya sebagai istri. Padahal, Aris selalu memberikan kebebasan penuh sejak awal pernikahan mereka. Sikap dingin Bella lambat laun memicu kejenuhan mendalam di hati Aris. Di titik terendah rasa lelahnya, Aris mulai mempertanyakan masa depan pernikahan mereka. Apakah salah jika ia berpaling pada Ana untuk menggantikan Bella? Sebuah dilema rumah tangga yang sarat akan luka emosional.
Sampul Novel Setelah Amnesia, Aku Selamanya Berada di Luar Jangkauannya
9.1
Pasca-koma, Leonard Stone pulih dari amnesia dan mengingat wanita impiannya. Ia pun segera mencampakkan Grace Miller karena merasa hubungan mereka bukanlah kehendak sadarnya. Tanpa berniat mempertahankan hubungan itu, Grace mengambil langkah ekstrem. Ia sukarela menjadi subjek uji klinis obat baru demi menghapus seluruh memorinya tentang Leonard secara permanen. Kini, Grace siap melupakannya selamanya.
Sampul Novel Terjebak Pernikahan Dengan Duda Kaya
8.4
Kehidupan Alina berbalik total setelah dinikahi Arjuna, duda kaya yang sangat dingin. Meski bergelimang kemewahan, ia justru hidup dalam kesepian dan terus ditolak oleh anak-anak tirinya. Di pernikahan tanpa cinta ini, Alina hanya diperlakukan layaknya seorang pengasuh. Saat kepedihan hatinya kian tak tertahankan, sebuah kejadian besar terjadi, memaksa Alina mengambil keputusan sulit: tetap bertahan dalam kepalsuan atau pergi menjauh demi kebebasannya.