APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri yang Tak Kau Percaya Ternyata Kaya Raya

Istri yang Tak Kau Percaya Ternyata Kaya Raya

Dituduh tidak suci dan dihina karena latar belakangnya, pernikahan Analea dengan Hamid dipenuhi kebekuan. Puncak keretakan terjadi saat Analea memergoki suaminya berselingkuh. Bertekad menuntut cerai, ia menyusun strategi hukum hingga berhasil bekerja di Eternal Group dengan gaji fantastis. Namun, kehidupan barunya dipenuhi kejanggalan. Mengapa Kaisar, sang presdir, selalu melindunginya? Apa hubungan Ibu Maira dengan masa lalunya? Di tengah misteri itu, Fabian, pengusaha matang rekan Kaisar, menawarkan bantuan dengan syarat yang tak biasa.
Bab
Bagikan

Bab 2

. Tuduhan Kebohongan dan Pengkhianatan

"Padahal saat menikah denganku, kamu sudah tidak perawan!”

DEG!

Sepasang mata Analea membelalak. Mendengar tuduhan sang suami, hati wanita itu seperti tertusuk ratusan belati.

"Astaghfirullah, Mas. kenapa Kamu berpikir seperti itu?!” Analea mengelus dadanya yang terasa nyeri. Ia tidak menduga Hamid akan mengatakan menuduhnya seperti itu. “Demi Tuhan, Mas. Aku masih suci! Kamu adalah satu-satunya pria yang mendapatkan kesucianku secara sah.”

Ia berusaha meyakinkan suaminya.

"Tidak perlu bawa-bawa nama Tuhan di hadapanku!” bentak Hamid. “Buktinya, malam itu tidak ada bercak darah di ranjang kita!"

Kedua tangan Analea makin menekan dada, menahan rasa nyeri yang luar biasa.. Lagi-lagi ia tak menduga suaminya mengatakan dia tidak perawan karena tidak ada bercak darah di ranjang mereka.

Padahal, ia tidak pernah berhubungan badan dengan siapa pun sebelum menikah dengan Hamid.

Namun, kini, semua tampak masuk akal. Sejak malam itu, Hamid berubah dingin padanya. Suaminya tersebut tidak pernah mengatakan apa pun dan justru selalu menghindar darinya.

"Mas Hamid adalah satu-satunya pria yang pernah melakukan hal itu denganku." Analea mencoba kembali meyakinkan suaminya dengan suara bergetar menahan tangis. Sekuat mungkin Analea mencoba untuk tidak menangis di depan suaminya.

Namun, suaminya tersebut hanya menatapnya dengan pandangan menghakimi, seakan-akan Analea adalah wanita paling kotor di dunia.

“Mas,” Dada Analea makin terasa sesak karena tidak dipercayai oleh pria yang baru saja menjadi suaminya sendiri. “Demi Tu–”

"Kamu nggak pantas bawa-bawa nama Tuhan, Analea!”

Analea menoleh ke arah suara nyaring yang tiba-tiba muncul dari arah ruang tamu. Ibu mertuanya menatapnya dengan wajah memerah marah, sama sekali tidak tergerak meskipun Analea sudah berurai air mata.

“Ibu …,” panggil Analea saat melihat ibu mertuanya, Irma, di depan Hamid.

Irma menatap nyalang menantunya itu. “Aku sudah menduga sejak awal kalau kamu memang bukan wanita baik-baik!” sergah wanita itu sembari menudingkan jarinya ke wajah Analea. “Ternyata memang benar pergaulanmu liar, sama seperti ibumu!”

“Astaga, Ibu.” Analea terbelalak mendengar hujatan dari mertuanya, ibu pria yang ia cintai. Meskipun ia baru sebentar menjadi menantu Irma, tetapi Analea sudah menganggap wanita itu sebagai orang tuanya sendiri. Namun, wanita ini pulalah yang menghujat asal usul dan ibu yang telah membesarkannya tanpa pamrih. “Ibu saya memang tinggal di area lokalisasi, tetapi beliau wanita baik-baik. Beliau telah merawat saya–”

“Halah!” Bu Irma mengibaskan tangannya. “Omong kosong. Memang ya, buah itu tidak jatuh jauh dari pohonnya. Kalau sudah begini, kasihan anakku, nikah sama penipu.”

Wanita tua itu kemudian mendengus kasar. Dengan nada ketus, ia melanjutkan, “Benar kata para tetangga, sudah benar anakku nggak mau lagi tidur sama kamu.”

Analea tersentak mendengar ungkapan ibu mertuanya.

Para tetangga …?

Sepasang mata Analea membulat ketika secara otomatis teringat obrolan ibu-ibu tetangga tadi pagi.

Apakah … ibu mertuanya ini adalah orang yang telah menyebarkan informasi bahwa ia dan Hamid sudah tidak tidur satu kamar?

"Maaf, Bu. Apa ibu mengatakan pada tetangga bahwa kami,” Analea menunjuk dadanya dan kemudian suaminya yang sejak tadi diam, tak bergerak sedikit pun dengan wajah keruh, “tidak tidur satu kamar?"

Seketika, Bu Irma tampak gugup. Wanita itu sekilas melirik ke arah Hamid, sebelum kemudian kembali membentak Analea.

"Dasar menantu kurang ajar! Berani-beraninya kamu menuduhku yang tidak-tidak!"

Analea menghapus bekas-bekas air mata di pipinya terlebih dahulu sebelum dengan sopan menyahut, "Bukan begitu maksudku, Bu–”

"Pintar ngomong kamu sekarang? Dasar anak pelacur!" bentak Bu Irma sekali lagi. Lalu, pada Hamid, ia berkata, “Lihat istri yang tadinya kamu banggakan itu, Nak. Padahal sudah menipu kamu sampai begini, sekarang malah menuduh ibu yang tidak-tidak.”

Bu Irma mengadu pada sang putra, menambahkan bahan bakar ke dalam api.

“Bu, bukan begitu,” ucap Analea kemudian. Nada suaranya melembut menghadapi ibu mertuanya yang marah-marah. “Aku tidak menuduh ataupun menyalahkan Ibu. Hanya saja, baiknya hal-hal tersebut disimpan–”

“Dengar itu, Hamid!” sergah Bu Irma sembari menunjuk ke wajah Analea. Satu lengannya merangkul lengan Hamid, seakan-akan meneguhkan putranya tersebut atas kelakuan sang istri. “Istrimu–”

"Analea!" Teriakan Hamid menghentikan ucapan Bu Irma.

Spontan saja Analea menoleh pada suaminya. Ia berharap Hamid akan membelanya.

Namun, harapannya hanyalah harapan kosong belaka.

"Dengar, Analea! Jangan coba-coba kamu melemparkan kesalahan pada ibuku. Apalagi menuduh beliau yang telah membesarkanku seperti itu! Seharusnya kamu sadar dengan dosa yang telah kamu perbuat, bukan malah melemparkannya pada orang lain."

Analea terhenyak mendengar ucapan suaminya. Tanpa mampu bicara lagi, wanita itu hanya terpaku meiihat Hamid meraih jaketnya dengan kasar, lalu berjalan menuju pintu keluar. Tatapannya nanar melihat punggung suaminya menghilang di balik pintu.

Sementara itu, diam-diam tanpa dilihat siapa pun, Bu Irma tersenyum penuh kemenangan sesaat, sebelum kembali menyalahkan Analea.

"Nah, kan. Gara-gara kamu, sih! Hamid pergi lagi, tuh!” ucap Bu Irma. “Mau bagaimana lagi, di rumah dibuat tidak betah sama istri sendiri. Yah, semoga saja di luar sana Hamid menemukan wanita baik-baik yang akan mendampinginya nanti."

Usai mengatakan itu, Bu Irma pergi meninggalkan Analea begitu saja sementara wanita muda itu tidak punya tenaga untuk sekadar membalas ucapan mertuanya, pun mengejar suaminya yang entah ke mana. Analea hanya sanggup berjalan masuk ke kamar dan menangis sendirian.

Entah berapa lama Analea menangis, terdengar nada ponsel Analea, menandakan ada pesan masuk. Wanita cantik itu kemudian menggeliat. Entah pukul berapa ia tertidur setelah semalaman menangis.

Area di sampingnya dingin–sama seperti malam-malam sebelumnya karena Hamid enggan tidur bersamanya.

Perlahan Analea meraih ponsel di atas meja rias, lalu membuka sebuah pesan dari nomor yang tak dikenal.

Seketika napasnya terhenti saat melihat sebuah foto yang dikirim seseorang entah siapa itu padanya.

"Astaga, Mas Hamid!"

Air mata Analea lolos begitu saja melihat foto Hamid bersama seorang wanita cantik memasuki sebuah rumah. Saat itu juga tubuh Analea terasa lemas, apalagi saat membaca pesan yang ia terima bersamaan dengan foto tersebut.

[Suamimu menghabiskan malam panas dengan perempuan lain. Jika tidak percaya, kamu bisa pergi ke sini.]

Tak berselang lama, sebuah pesan kembali masuk dari nomor yang sama. Mata Analea melebar saat sebuah alamat tertera pada layar ponselnya. Jantungnya berdetak lebih cepat. Napasnya naik turun.

Seketika itu juga Analea merapikan penampilannya dan bergegas memesan ojek online untuk membuktikan kebenaran pesan-pesan dari nomor asing tersebut.

Ternyata alamat yang ia tuju tidak begitu jauh dari rumahnya. Dalam waktu 15 menit ia sudah sampai di depan sebuah rumah yang persis seperti di foto tadi. Ia terhenyak melihat sepatu suaminya berada di teras rumah bercat biru itu.

Seketika darah Analea mendidih.

Ia jelas mengenali sepatu itu, sepatu yang Analea berikan saat mereka merayakan ulang tahun sang suami sebelum mereka menikah dan sepatu itu pulalah yang justru mengantarkan suaminya ke rumah perempuan lain dan bermalam di sana.

Analea kemudian melangkah ke sebuah jendela yang tirainya tidak tertutup.

Betapa terkejutnya ia ketika melihat pemandangan di depan matanya. Pria yang baru tiga minggu ini menjadi suaminya kini tengah tidur berangkulan dengan seorang wanita lain!

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BAYAR dengan Tubuhmu
9.6
Celina menghadapi kehancuran hidup setelah dikhianati oleh tunangannya. Selain difitnah, ia dijadikan jaminan utang untuk melindungi saudaranya. Kini, ia terpaksa menyerahkan diri kepada Mikhael, pria berkuasa yang sangat dingin. Saat datang dengan duka mendalam, Celina justru menerima cemoohan kejam dari Mikhael yang menghina kondisinya. Di tengah tekanan ini, ia harus bertahan melayani pria yang terus merendahkannya.
Sampul Novel Belenggu Cinta
7.9
Saat mengetahui kehamilannya, sang protagonis justru mendapati suaminya, Yohan Suharso, mendampingi Maudy Hutomo memeriksakan kandungan. Menghadapi sikap dingin Yohan yang memilih tidak pulang, ia memutuskan untuk menggugurkan kandungannya. Selama ini, semua orang mengira ia tidak akan pernah pergi karena sangat mencintai Yohan. Padahal, pengorbanannya bertahan selama sepuluh tahun murni demi membalas utang budi. Kini, saatnya ia mengakhiri pernikahan sepihak ini dan melangkah pergi.
Sampul Novel Hasrat Agak Laen
9.7
Nikmati kisah romantis modern yang memadukan kenyataan dan fiksi secara apik. Lebih dari setengah jalan cerita dalam novel ini ditulis berdasarkan kejadian nyata. Walau ada beberapa penyesuaian serta tambahan bumbu imajinasi sebagai variasi, keaslian kisahnya tetap terjaga. Anda akan dibawa masuk ke dalam rangkaian peristiwa luar biasa yang terdengar mustahil, namun benar-benar terjadi di dunia nyata. Saksikan sendiri keunikan jalinan asmaranya.
Sampul Novel Rahasia
8.8
Leanna, manajer 27 tahun, merasa terganggu oleh Elver, wakil barunya yang berusia lebih muda dan bertingkah ganjil. Hubungan mereka kian tegang setelah Elver membongkar rahasia Leanna sebagai Nona D di situs dewasa. Di balik konflik tersebut, benih asmara justru tumbuh. Elver mulai jatuh hati pada Leanna, tetapi ia didera ketakutan. Elver menyimpan trauma masa lalu yang kelam dan mematikan, serta cemas Leanna akan pergi menjauh jika rahasia gelapnya itu terungkap.
Sampul Novel Saat Cinta Menyerah
9.2
Pernikahan yang telah berjalan selama tiga tahun seharusnya menjadi momen bahagia. Namun, tepat di hari jadi pernikahan mereka yang ketiga, kenyataan pahit harus diterima. Zayn Evander, sang suami miliarder, secara terang-terangan mencintai wanita lain bernama Selena Vireya. Kini, wanita itu bahkan tanpa ragu memamerkan kemesraan mereka di media sosial, menghancurkan hati sang istri yang selama ini bertahan dalam bayang-bayang pernikahan dingin tanpa cinta.
Sampul Novel Ternyata Suamiku Miliarder
9.7
Dikhianati tunangan dan adiknya, Celine Maira nekat menikahi pria yang dikira gigolo bar. Suami barunya ini sangat tampan dan bermarga Jayadi. Celine percaya klaim sang suami bahwa kemiripannya dengan Tuan Muda Ketiga Keluarga Jayadi hanyalah kebetulan. Namun, rahasia terbongkar saat Celine melihat wajah asli sang tuan muda yang sama persis dengan suaminya. Saat rumor beredar bahwa kepala keluarga Jayadi mencintai wanita bersuami, sang miliarder langsung menegaskan bahwa wanita itu adalah istrinya.