APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Tuan Noah

Istri Tuan Noah

Clara terpaksa menggantikan saudara kembarnya yang kabur untuk menikahi pria bernama Noah. Kejadian tak terduga itu membuatnya harus merawat seorang bayi sendirian. Kini, Clara menjalani peran ganda sebagai istri sekaligus ibu pengganti demi anak tersebut. Di tengah rumitnya pernikahan tanpa dasar cinta ini, akankah perasaan tulus perlahan tumbuh di antara Clara dan Noah seiring berjalannya waktu?
Bab
Bagikan

Bab 3

Bab 3

Pernikahan sudah tidak terhindarkan. Di sebuah kamar, Clara sedang dihias secantik mungkin seperti seorang pengantin pada umumnya. Clara duduk di depan cermin, menatapi pantulan wajahnya sembari meremas-remas jemarinya sendiri. Di sampingnya, ada seorang penata rias yang begitu telaten merias wajahnya.

Meski nampak cantik, semburat wajah sendu dan pias tidak bisa terelakkan. Clara gugup, takut, panik dan juga ingin berlari. Namun, dia seperti sudah diikat dengan tali yang begitu kuat.

"Nona sangat cantik," puji penata rias pada Clara.

Clara kembali menatap dirinya dari pantulan cermin dan sedikit melengkungkan senyum. Ingin menangis, huh! Itu sungguh tidaklah mungkin. Martabat dan kondisi keluarga yang dipertaruhkan di sini.

Sementara di ruangan lain, Noah sudah siap dengan setelan jas berwarna putih yang senada. Wajahnya yang gagah rupawan, akan segera memukau para tamu undangan. Bukan sekedar karena pria tampan yang mereka kagumi, akan tetapi sosok Noah yang tertutuplah yang membuat para tamu tidak sabar menunggu di luar sana.

"Cih! Aku akan menikah." Noah melengos dari hadapan cermin persegi panjang. Ia menarik jasnya lebih erat, kemudian berjalan keluar.

"Anda sudah siap?" tanya Daniel selaku asisten pribadi Noah.

Noah hanya memberi anggukan kemudian kembali melangkah. Tak jauh di hadapannya, wanita berparas cantik dengan dress mocca tengah mendekat.

"Wah! Wah!" Angela menggelengkan kepala sambil menahan senyum. Kedua tangannya tak lupa bertepuk tangan. "Sungguh gagah calon pengantin di hadapanku."

"Sialan kau!" sembur Noah.

"Pengantinmu sudah siap," kata Angela kemudian.

Noah tidak menjawab melainkan kembali berjalan menuju ruangan yang sudah disiapkan.

Sampai di tempat yang akan digunakan untuk mengucapkan janji suci, Noah sudah berdiri di samping sang pendeta. Tidak jauh darinya, berdiri kedua orang tuanya yang melengkungkan senyum. Sementara di sepanjang red carpet, sedang melangkah seorang wanita bergaun putih dengan ditutup kain tutu di bagian wajah. Dia berjalan dengan elegan di gandeng sang ayah.

Setiap pasang mata yang menghadiri acara pernikahan ini, nampak terkagum-kagum melihat betapa cantiknya rupa Clara meski masih samar-samar tertutup kain tutu. Mereka sangatlah penasaran seperti apa jika kain itu terbuka. Pastilah sangat cantik dan luar biasa.

"Apakah wajahnya sungguh seperti Chloe?" batin Noah sembari terus mengamati langkah Clara yang kian mendekat.

Dan detik berikutnya, Bill melepaskan sang putri saat sudah sampai di hadapan sang pendeta dan calon suami. Sudah berdiri di hadapan Noah sambil memegang buket bunga, Clara mulai gemetaran. Keringat dingin mulai terasa di sela-sela jarinya.

"Diakah pria bernama Noah?" batin Clara. "Tampan. Em, tapi dia terlihat garang. Alasan apa sampai Chloe meninggalkannya? Benarkah hanya sekedar ingin menggapai mimpi?" Clara masih saja membatin sampai tidak mendengar panggilan dari sang pendeta.

"Apa Nona sudah siap?" tanya pendeta.

Clara nampak gelagapan. "I-iya, aku siap."

"Sangat mirip, sungguh mirip. Dia mengingatkanku pada Chloe." Kini Noah yang membatin.

Pengucapan janji suci pun segera dilaksanakan. Sang pendeta dengan khidmat mempersatukan dua insan hingga menjadi sepasang suami istri yang sah.

"Sudahkah?" batin Clara usai cincin berlian melingkar di jari manisnya. "Sudahkah aku sah menjadi suaminya?" sambungnya lagi.

Ya, semua sudah terjadi. Clara milik Noah, pun sebaliknya. Sebuah pernikahan yang sama sekali tidak mereka berdua sangka-sangka.

Riuh tepuk tangan pun kini terdengar nyaring di telinga mereka berdua. Dan di saat sesi sang pendeta mempersilahkan pengantin pria untuk mencium pengantin wanita, di saat itulah semua terasa terhenti. Jantung berdegup kencang, panik dan bingung dirasakan Clara.

Sementara di hadapan Clara, dengan santainya Noah sudah membuka kain tipis yang menutupi wajah dan siap mrmberi sebuah ciuman untuk Clara.

"Astaga! Ini terlalu dekat!" batin Rania sambil menggigit bibir.

Begitu wajah Noah semakin dekat, dan tinggal menunggu detik hingga bibir itu saling bersentuhan, tiba-tiba Rania mundur.

"Lakuan saja saat hanya berdua."

Sontak semua tamu tertawa dengan perkataan Clara. Tidak terasa kedua pipi Clara pun memerah menahan rasa malu. Sementara Noah, dia diam-diam mengamati raut wajah Clara.

"Dia berbeda, sungguh beda," kata Noah dalam hati.

Kini beralih pada para tamu undangan bergiliran mengucapkan kata selamat pada sepasang pengantin baru. Mau tidak mau, mereka berdua harus melengkungkan bibir membentuk senyuman.

Setelah acara selesai dan para tamu undangan sudah pergi, keluarga dari kedua mempelai mengantar putra putri mereka di halaman rumah untuk menuju rumah baru yang akan mereka tinggali.

"Selamat ya, sayang." Lily mencium kedua pipi Clara bergantian. "Selamat menempuh hidup baru."

Clara yang gugup hanya mengangguk dan tersenyum.

"Semoga kalian bahagia," imbuh Josh sambil menepuk pundak Noah.

Sudah berpamitan, mereka berdua pun masuk ke dalam mobil yang sudah dipersiapkan. Satu mobil dengan hiasan bunga besar di bagian punggung dan pita-pita cantik yang mengitarinya.

Di dalam perjalan, tentu saja tidak ada sebuah percakapan. Entah Noah maupun Clara, mereka sama-sama diam. Begitu mobil memasuki area halaman rumah mewah nan megah, Clara sedikit menundukkan kepala ke arah jendela kaca mobil.

"Inikah rumahnya?" batin Clara penuh rasa kagum. "Besar sekali?"

Dalam keadaan terkagum-kagum, beberapa orang yang berpakaian sama datang berlari mendekat ke arah mobil. Mulanya Clara nampak bingung dan takut, tapi setelah menyadari siapa mereka, Clara pun semakin terkagum.

"Selamat datang, Tuan Noah dan Nona Clara?" Mereka bersamaan menyambut kedatangan Noah dan Clara.

Clara yang heran hanya tersenyum tipis. Sungguh keluarga Noah sangatlah kaya raya. Bisa Clara hitung, kemungkinan ada lima lelayan wanita dan empat pelayan pria.

"Pst! Apa mereka semua ini pelayanmu?" Clara menarik baju lengan Noan dan berbisik.

Noah hanya menoleh dan memberi tatapan aneh. Clara yang sadar sudah ceroboh karena bertanya, akhirnya mendecih dan buang muka.

"Dia sungguh mengerikan!"

"Apa dia baru saja menjelekkanku?" batin Noah sembari melirik Clara yang berjalan di sampingnya. "Kau bahkan jauh lebih pendek dari Chloe! Cih! Sungguh bukan wanita idaman."

Oh astaga! Clara kembali terkagum-kagum begitu sampai di dalam rumah tersebut. Saking bagusnya, Clara tidak akan bisa menjelaskan apa yang ia lihat saat ini.

Noah yang cuek kini berjalan menaiki tangga menuju lantai dua tanpa mengajak Clara. Clara yang memang enggan ikut malah hanya diam saja dan masih menyapu pandangan pada setiap dekorasi di dalam rumah ini.

"Mari saya antar, Nona." Salah satu melayan mengajak Clara ikut menaiki tangga.

"Em, aku di sini saja."

"Tapi kamar Nona ada di atas," ujar pelayan tersebut.

Clara terdiam sebentar memandangi punggung Noah yang sudah jauh di atas sana.

"Apa aku sekaram dengannya?"

"Tentu saja, Nona."

"Eh!" Clara segera menepuk bibirnya yang ternyata berkata terlalu keras.

"Mari, Nona." Pelayan itu kembali mempersilahkan Clara segera menyusul Noah.

"I-iya, baiklah."

***

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Seroja
8.2
Seroja Wijaya, putri petani yang jelita asal tanah Sunda, selalu menolak lamaran banyak pria demi menunda pernikahan. Namun, sang abah akhirnya menjodohkannya dengan juragan sayur dari desa tetangga. Pernikahan itu gagal dan berakhir dengan perceraian yang meninggalkan luka serta kekecewaan bagi Seroja. Di masa sulitnya, ia kembali bertemu Alzidan, sahabat masa kecilnya yang dulu pindah ke kota. Pertemuan tak terduga ini menuntun mereka ke pelaminan dan hidup bahagia bersama.
Sampul Novel Dendam seorang Janda
9.5
Kehidupan Mutia hancur setelah suaminya tewas dalam kecelakaan. Alih-alih mendapat simpati, ia malah difitnah menggoda pria beristri oleh keluarga mendiang suaminya, lalu diusir hingga mengalami insiden tragis yang merusak wajahnya. Lewat operasi rekonstruksi wajah, Mutia terlahir kembali dengan identitas baru. Kini, ia siap menuntut keadilan dan membalaskan dendamnya kepada setiap orang yang telah merusak hidupnya. Simak aksi berani Mutia dalam membalas rasa sakitnya.
Sampul Novel Dipaksa Menjadi Istri Pengganti
9.5
Liburan semester seorang gadis hancur saat dipaksa Sabda Ahmad dan istrinya menjadi pengantin pengganti. Kakaknya, Asma, mendadak kabur misterius menjelang pernikahan. Tanpa pilihan, ia harus menikahi Adam Kusuma Wardana, cucu tunggal dari Juragan Zein. Di tengah ketidakpastian dan tanda tanya besar mengenai alasan hilangnya sang kakak, sanggupkah ia menjalani pernikahan yang diawali keterpaksaan ini?
Sampul Novel Dokter Ajaib Primadona Desa
9.4
Kehidupan Tirta Hadiraja berubah drastis setelah ia tidak sengaja memakan seekor ular putih. Masalah impotensi yang dideritanya lenyap, digantikan dengan keperkasaan luar biasa, kemampuan mata tembus pandang, serta daya ingat super. Sebagai pemilik klinik, Tirta memanfaatkan keahlian baru ini untuk mengembangkan kemampuannya ke tingkat yang luar biasa. Di saat kejayaannya mulai menanjak, ia justru dihadapkan pada perebutan hati dari seorang janda, primadona desa, hingga putri konglomerat yang bersaing ketat untuk menjadi istrinya.
Sampul Novel Gairah Perempuan Bergaun Merah
8.8
Ruby, wanita paruh tiga puluhan bertubuh molek dengan segudang pengalaman cinta, kini terjerat obsesi yang membutakan nurani. Logika dan kewarasannya runtuh demi mengejar sosok terlarang. Ia nekat menerjang segala batasan tabu demi meraih cinta yang seharusnya tidak pernah ia miliki.
Sampul Novel Pernikahan kontrak dengan ayah kekasih
9.4
Demi mengatasi krisis keuangan, seorang gadis terpaksa mengambil keputusan ekstrem. Ia menerima tawaran dari seorang wanita sekarat untuk menikahi suaminya yang sangat berkuasa. Kejutan pahit menantinya saat mengetahui calon suaminya, pria kaya yang jauh lebih tua, merupakan ayah kandung dari kekasihnya sendiri. Demi uang, ia rela merelakan cintanya dan terjebak dalam pernikahan kontrak yang rumit serta penuh dilema moral.