APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Tuan Jhason

Istri Tuan Jhason

Pascapenyelamatan dirinya oleh Jhason, kehidupan Kara berubah sepenuhnya hingga kini mereka bertunangan. Sayangnya, hubungan mereka diterpa banyak ujian berat yang mengancam kebersamaan itu. Keadaan kian pelik ketika mantan pacar Kara mendadak hadir kembali. Pertemuan dengan masa lalunya ini memicu gejolak batin yang hebat pada Kara, memancing keraguan mendalam untuk terus berkomitmen dan setia mendampingi Jhason.
Bab
Bagikan

Bab 3

Sekitar pukul sembilan pagi kedua orang tua Jhason pun menepati janjinya mereka pun sudah datang dan sedang menunggu Jhason. Sambil menikmati secangkir teh hangat, serta pemandangan yang cukup memanjakan mata yaitu ada kolam ikan dan yang lainnya.

Beberapa menit kemudian, Jhason pun melangkahkan kakinya menghampiri kedua orang tuanya. Lalu ia pun duduk dengan santai sedangkan kedua orang tuanya mengedarkan pandangannya seolah mencari calon istri yang sudah di katakan oleh Jhason kemarin malam.

"Dimana dia? Kenapa aku tidak melihatnya?" ucap Nyonya Ervina yang mencari keberadaan calonnya.

"Mama tunggu saja, sebentar lagi dia akan datang." jawab Jhason santai.

Tak lama datanglah seseorang dengan pakaian pelayan dengan langkah gemetar ia pun menghampiri Jhason dan kedua orang tuanya, ia tidak berani menatap kedua orang tua Jhason.

Nyonya Ervina mengerutkan keningnya sedangkan Tuan Albert menatap datar, seseorang itupun membungkukkan badannya. Ia benar-benar takut, jika bukan karena permintaan Jhason mana mungkin ia mau melakukannya. Dia hanya berpikir untuk membalas budi yang telah di lakukan Jhason kepadanya, dan ini tidak akan lama.

"Siapa namamu? Angkat kepalamu, aku ingin melihat wajahmu." ucap Nyonya Ervina yang menyipitkan matanya.

Sungguh detak jantungnya saat ini berpacu dengan cepat serta tubuhnya sedikit gemetar, tetapi ia berusaha untuk tetap tenang sebelum menjawab ia menarik napas dalam lalu menghembuskannya.

Sepersekian detik perlahan-lahan ia pun mengangkat wajahnya dan menatap kedua orang tua Jhason, dengan rasa gugup ia pun tersenyum menatap kedua orang tua Jhason.

"Ha-hallo Tante dan Om, pe-perkenalkan namaku Kara." ucap Kara dengan gugup.

Raut wajah Nyonyan Ervina tersenyum manis berbeda sekali dengan Tuan Albert ia menatap tak suka pada Kara. Tuan Albert pun menghembuskan napas kasarnya, karena selera putranya begitu jauh dari yang ia perdiksikan.

"Jadi maksudnya ini? Seorang pelayan sendiri. Ckck merepotkan." ucap Tuan Albert.

Kara hanya bisa menundukkan kepalanya ia pun tahu diri jika dirinya tidak sebanding dengan Jhason, tetapi tidak di sangka Nyonya Ervina malah membela Kara dan membuat Kara tidak percaya.

"Apa yang kau katakan hah! Pilihan Jhason tepat dan tidak ada yang salah." ucap Nyonya Ervina, menatap sinis ke arah suaminya."Jhason, Mama merestuimu karena Mama yakin jika ia adalah gadis yang baik dan cocok denganmu."ujarnya dengan tersenyum manis.

"Ma, apa Mama sudah tahu latar belakang gadis ini? Kau bahkan belum tahu apapun, dia hanya beruntung di selamatkan oleh Jhason. Jika bukan karena Jhason yang menolongnya mungkin ia sudah jadi simpanan pria lain." ujar Tuan Albert panjang lebar.

Nyonya Ervina menarik napas dalam, ia tahu jika pilihan putranya begitu rendah tetapi naluri keibuannya tidak bisa bohong jika Kara adalah gadis yang baik dan pasti setia kepada Jhason.

"Pa, aku ini seorang ibu dan bisa merasakannya mana yang tulus dan mana pembohong. Aku yakin jika Kara adalah gadis yang baik dan bisa setia dengan Jhason." ucap Nyonya Ervina menjelaskan.

Hingga perdebatan pun cukup hebat tetapi Tuan Albert pun menyetujuianya dan kedua orang tua Jhason pun pulang, kini di ruang kerja Jhason ia pun duduk di kursi kebesarannya dan bersamaan juga ada Kara yang berdiri di hadapan Jhason.

Lalu Jhason menarik laci meja kerjanya dan memberikan map kepada Kara membuat raut wajahnya bingung, ia pun mengambil map itu dan membukanya.

"Perjanjian Pra-Nikah! Jadi kita menikah hanya satu tahun saja." ucap Kara yang sambil membaca perjanjian itu.

"Ya, cukup satu tahun saja, kau akan mendapatkan kompensasi jika pernikahan kita sudah satu tahun. Aku akan memberikanmu uang, rumah, dan mobil untukmu." ujarnya datar.

Kara pun menganggukkan kepalanya, lalu asistennya pun mengambil kembali setelah Kara menandatanganinya. Setelah itu, Jhason pun menyuruh kepala pelayan untuk memindahkan barang- barang milik Kara ke kamarnya.

***

Dan malam harinya seperti biasanya ia pun melakukan tugasnya seperti biasanya kepala pelayan sudah melarangnya tetapi Kara bersikukuh ingin membantunya. Tetapi di sisi lain ada salah satu pelayan yang tidak menyukai Kara, dengan tatapan sinisnya ia menatap Kara dengan raut wajah kesalnya.

Karena kepala pelayan begitu peduli dengan Kara dan tidak memperhatikan dirinya, semenjak Kara datang ia pun seolah terlupakan oleh kepala pelayan Susi karena ia lebih mementingkan Kara.

"Heh! Jangan terlalu percaya diri, lebih baik kau pergi saja dari sini." ujar Mela dengan melipat tangan di dada.

"Maksudnya apa? Kenapa Kak Mela bicara seperti itu." ucap Kara bingung dengan sikap Mela.

Tidak ingin berlama-lama lalu Mela pun menarik pergelangan tangan Kara dan membuat Kara terkejut dengan sikap Mela, yang Kara tahu jika Mela adalah orang yang baik. Mela belum tahu jika Kara adalah tunangan Jhason.

"Kak Mela ada apa denganmu? Lepaskan tanganmu." Kara mencoba menarik tangannya.

"Aku peringatkan sekali lagi, lebih baik kau pergi saja dari rumah ini dan jangan pernah datang lagi." ucap Mela dengan sorot mata tajam.

Berkali-kali Kara menarik tangannya dan akhirnya terlepas juga dan Mela pun terjatuh, saat bersamaan Jhason pun melihatnya tetapi hanya bersikap biasa saja dan tidak ingin orang lain tahu.

Jhason pun melangkahkan kakinya sedangkan Mela memulai aktingnya dengan menangis dan membuat Kara mengerutkan keningnya juga menggelengkan kepalanya, jhason hanya menghampiri Kara yang berdiri di hadapan Mela.

"Ada apa ini?" tanya Jhason datar.

"Eh, Tuan i- itu... Kara mendorongku, ia tidak suka jika aku bekerja di sini." ucapnya dengan raut wajah sedihnya.

Kara yang mendengar hal itu pun segera menggelengkan kepalanya ia benar-benar tidak mengerti dengan ucapan Mela. Jhason sekilas melihat ke arah Kara lalu ia pun menarik napas dalam dan menghembuskannya.

"Baguslah jika Kara tidak suka padamu, jadi aku tidak perlu mengotori tanganku."ucap Jhason datar.

Membuat mata Mela melotot mendengar ucapan dari Jhason, sedangkan Kata hanya bisa menundukkan kepalanya saja lalu. Jhason pun berlalu dari hadapan Kara, sedangkan kepala pelayan Susi malah memarahi Mela karena melakukan hal bodoh seperti itu.

Kepala pelayan Susi pun menarik tangan Mela menuju kamarnya, dan meninggalkan Kara begitu saja lalu setelah selesai pekerjaannya Kara menuju kamarnya di lantai bawah.

Saat membuka pintu kamar Kara baru sadar jika semua barang- barang miliknya sudah berpindah ke lantai atas. Kara hanya bisa menepuk keningnya dan juga merutuki kebodohannya, dengan langkah malas ia pun segera melangkahkan kakinya tetapi sebelum melangkah lebih jauh lagi.

Kara mengedarkan pandangannya ia takut jika Mela melihatnya maka pekerjaan Kara pun akan terancam, setelah memastikan semuanya aman lalu Kara sedikit berlari menuju anak tangan. Dia tidak ingin ada yang melihatnya, karena hanya kepala pelayan saja yang tahu jika Kara adalah tunangan Jhason.

Sampai di depan pintu rasanya ragu sekali ingin mengetuk pintu kamar Jhason, berkali-kali Kara menarik napasnya berkali-kali juga ia mengangkat tangannya ke udara.

Sepersekian detik kemudian, Kara sudah memutuskan pilihannya dan menarik napasnya dalam. Semoga ini keputusan yang benar untuknya, Kara pun mulai mengangkat tangannya dan mengetuk pintu kamar Jhason.

"Ayo Kara pasti kamu bisa."

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Kelahiran Kembali
9.1
Dianggap bodoh dan lemah, nona keempat keluarga Lu tewas tragis di tengah saudara-saudaranya yang berbakat. Namun, takdir berubah saat jiwa pembunuh bayaran abad ke-21 merasuk ke raganya. Terjebak di zaman kuno yang penuh konflik kekaisaran, ia harus bertahan hidup dengan prinsip membunuh atau dibunuh. Di tengah intrik istana yang rumit dan berbahaya ini, sebuah kisah romansa yang sangat unik pun dimulai.
Sampul Novel Marriage Agreement
9.2
Demi melunasi utang besar sang ayah kepada Ruben Manasye, Aileen Benyamin terpaksa menikahi Samuel Manasye. Walau baru sekali berjumpa, mereka sepakat bersandiwara dalam pernikahan dengan rencana hamil palsu, adopsi anak, lalu bercerai. James, kekasih Aileen, merestui siasat ini namun mengajukan syarat yang sangat berat. Mampukah pernikahan pura-pura ini bertahan, atau justru tuntutan sulit dari James yang akan mengacaukan segalanya?
Sampul Novel Menikah dengan Pria Lain Setelah Tunanganku Menunda Pernikahan
9.7
Tiga hari menjelang pernikahan, Eliana dikhianati tunangannya yang beralih menikahi teman masa kecilnya demi alasan penyakit Alzheimer. Sang mantan meminta Eliana menanti hingga wanita itu hilang ingatan. Tanpa menangis, Eliana langsung menghubungi keluarganya untuk menerima perjodohan lama dengan pewaris takhta keluarga Barton yang sangat dingin. Eliana pun memastikan pria kaya raya tersebut akan benar-benar hadir bersamanya di altar pernikahan.
Sampul Novel Suamiku, Nerakaku!
8.8
Tujuh tahun pengabdian cinta kepada Kennedy hancur seketika saat penculikan mengerikan terjadi. Alih-alih menyelamatkan istrinya, Kennedy justru menolak membayar uang tebusan karena terhasut oleh sekretarisnya yang menganggap ini cara terbaik untuk mendisiplinkannya. Setelah melewati siksaan yang bagaikan neraka, sang istri akhirnya tersadar dan memilih melepaskan hubungan ini. Namun, saat dia memutuskan untuk pergi selamanya, Kennedy justru bersujud sambil menangis demi mendapatkan pengampunan.
Sampul Novel The Alpha's Silent Oath
8.7
Pasca-hancurnya desa Selene Moonhart, sang pewaris darah Ratu Serigala yang bisu ini terseret ke konflik klan yang sengit. Beruntung, ia diselamatkan oleh Alpha bernama Darius Blackthorn. Padahal, Darius terikat sumpah kuno untuk tak mencintai pihak luar. Walau kutukan membayangi, ikatan batin keduanya mustahil dibendung. Di bawah ancaman kelicikan Luca Ashford yang haus kuasa, Selene wajib membangkitkan kekuatannya. Bersama Darius, ia kini harus memilih: tunduk pada tradisi atau demi cinta berani bertaruh segalanya.
Sampul Novel Wanita Kedua Tuan Alex
9.1
Demi mencukupi kebutuhan finansial sang ibu yang serakah, Bianca terpaksa bekerja sebagai biduan kafe. Takdir mempertemukannya dengan Alex, seorang pria dari kalangan bangsawan yang sebenarnya telah memiliki istri. Pertemuan itu memicu ketertarikan instan hingga berujung pada malam penuh gairah. Kini, Bianca terjebak dalam pusaran cinta segitiga yang rumit. Ia pun harus berjuang mengatasi dilema batinnya demi merebut posisi utama di hati Alex dari sang istri sah.