APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Rahasia Sang CEO

Istri Rahasia Sang CEO

Demi kesembuhan ibunya, Arana Salingga dihadapkan pada tawaran tak terduga dari pengusaha kaya, Danendra Danu Atmaja. Danendra bersedia melunasi seluruh biaya medis tersebut, asalkan Arana mau menjadi istrinya. Tawaran ini membuat Arana bimbang setengah mati. Selain sudah mempunyai kekasih, ia juga heran mengapa CEO sukses itu bersikeras menikahi gadis biasa dari kelas sosial yang jauh berbeda. Rahasia apa yang sebenarnya disembunyikan Danendra?
Bab
Bagikan

Bab 1

"Ibu ... Ibu kenapa?" Wajah Arana seketika panik saat Arana menyalakan lampu kamar ibunya. Kedua matanya seketika membulat tatkala indra penglihatannya menangkap sosok tubuh yang dari tadi dia cari. Tubuh Ibu Arana tergeletak tidak bergerak di samping tempat tidur.

Arana pun segera bersimpuh dan menahan kepala sang ibu dengan pahanya. Dia mencoba memanggil-panggil nama ibunya, tapi wanita paruh baya yang memiliki wajah lembut itu sama sekali tidak merespon panggilan Arana.

Seketika air mata Arana mengalir deras, dia bingung dan seketika di dalam hatinya sudah diliputi oleh hal yang dia sama sekali tidak menginginkannya.

Arana memberikan bantal untuk kepala ibunya dan berlari keluar. Pertama yang dia datangi adalah rumah sahabatnya yang berada tepat di depan rumahnya. Tanpa memberi salam dia langsung menyelonong masuk dengan wajah paniknya.

"Arana, kamu kenapa?" Seorang wanita paruh baya dengan rambut digelung rapi bertanya dengan wajah kaget.

"Tante, tolong Ibu aku, Tante."

"Ibu kamu kenapa?"

"Ibu aku pingsan dan aku tidak tau kenapa?"

"Ibu kamu pingsan? Sekarang di mana?"

"Ada di kamarnya." Arana benar-benar terlihat sangat panik saat ini.

"Tapi Om Arya belum pulang, kita hubungi saja ambulans agar secepatnya datang ke sini dan bisa membawa ibumu."

"Di mana ibumu? Biar aku yang membawanya ke rumah sakit," timpal seorang pria yang memang dari tadi juga ada di sana, tapi karena saking paniknya, Arana sampai tidak sadar ada orang lain di rumah sahabatnya itu.

"Pak Dane, nggak usah repot-repot, biar saya panggilkan ambulans saja untuk menolong Ibu Arana."

"Sudah tidak apa-apa, biar aku saja yang membawanya, aku takut jika terlalu lama, kondisinya bisa semakin memburuk."

Arana pun melihat ke arah pria itu dengan wajah datar, tapi terkesan dingin. "Tolong Ibu aku!” Arana menatap pria bernama Dane sambil memohon dan tidak sadar mencengkeram lengan tangan pria itu.

Dane melihat wajah Arana yang sangat berharap agar ibunya ditolong segera beranjak dari tempat duduknya. Dane kemudian berlari ke arah rumah Arana, diikuti Arana dan ibu dari sahabatnya segera menuju kamar di mana ibu Arana pingsan.

Dane langsung membopong ibu Arana dan membawanya masuk ke dalam mobil. Arana mengikuti dengan duduk di belakang, kepala ibunya diletakkan di atas paha, dan sambil menangis Arana mengusap-usap lembut pipi ibunya. Air matanya tidak berhenti mengalir karena rasa takut akan kehilangan sosok yang dia cintai itu terbayang jelas di depannya. Arana baru saja kehilangan ayahnya–orang yang juga sangat dicintainya karena sakit yang terlambat terdeteksi dan sekarang dia melihat ibunya juga seperti sekarang ini.

"Ken, cepat ke rumah sakit Elena!" Dane memerintah pada laki-laki di sampingnya yang terlihat usianya lebih muda dari Dane.

"Iya, Pak," jawab singkat laki-laki bernama Ken. Dia dengan cepat melajukan mobilnya.

Di perjalanan, tak henti-hentinya Dane menoleh ke belakang mencoba menenangkan Arana.

"Kamu tenang saja dan yakinlah Ibu kamu pasti baik-baik saja!”

Ken yang melihat tampak terkejut karena dia baru pertama kali melihat atasannya sampai begitu peduli pada seseorang.

***

Setibanya di rumah sakit, Ibu Arana segera dibawa oleh petugas medis di sana. Dane segera berjalan ke sebuah ruangan yang ada di lobi untuk menemui Elena–temannya yang bertugas di sana.

"Elena."

"Halo, Tampan! Eh, kapan kamu datang ke Indonesia?" tanya wanita dengan rambut pirangnya. Dia juga terkejut melihat temannya itu tiba -tiba ada di sana.

"Nanti saja kita bicaranya. Aku ke sini ingin kamu menangani pasien yang baru aku bawa."

"Who is it?"

"Dia wanita berumur yang jatuh pingsan di rumahnya. Cepat, Elena!"

"Okay-okay!" Wanita itu langsung menyambar stetoskop yang ada di atas mejanya dan berjalan menuju ruangan di mana Ibu Arana sudah dipasangi beberapa alat untuk memeriksa kondisinya.

Elena yang sudah sampai di sana langsung meminta Dane dan Arana keluar dari ruangan agar Elena bisa mulai menjalankan pemeriksaan.

"Dane, ibuku akan baik -baik saja, kan? Aku takut, Dane." Tanpa sadar Arana mencengkeram kedua lengan Dane dengan air mata yang sejak tadi tidak berhenti menetes.

"Kamu harus tenang, Arana! Semua akan baik-baik saja. Ibumu sudah ditangani dokter terbaik di sini, dia temanku."

"Aku takut, Dane, aku sudah tidak memiliki siapa pun di sini. Aku cuma punya ibuku." Arana kembali menangis. Kali ini tangisannya terdengar keras dan begitu perih.

Mendengar itu, entah kenapa Dane jadi ikut merasa cemas. Hatinya bergetar. Tidak tega melihat Arana. Tangan Dane pun tiba-tiba terangkat dan mendekap Arana dalam pelukannya. Arana yang memang sedang diliputi kesedihan pun tidak sadar membalas pelukan Dane. Saat ini, dia hanya membutuhkan bahu seseorang untuk menuangkan rasa yang membuatnya sesak. Rasa trauma akan kehilangan orang yang dia cintai kembali muncul saat melihat keadaan ibunya tadi.

Ken yang sejak tadi berdiri di sana semakin kaget melihat sikap atasannya yang seperti itu, padahal sebelumnya Dane sama sekali tidak pernah mau tahu dengan keadaan orang lain, terlebih seorang wanita.

***

Beberapa menit kemudian, Elena keluar dari ruangan. Dokter berambut pirang itu berjalan ke arah Dane dan Arana. Dane yang melihat temannya itu langsung melepaskan pelukannya. Arana yang baru sadar apa yang dia lakukan jadi merasa tidak enak akan hal itu.

Dia menatap Dane sebentar. "Maaf, Dane." Dia kemudian menundukkan pandangannya.

"Tidak apa-apa."

Arana mengalihkan pandangannya, melihat kedatangan Elena yang tiba di hadapannya.

"Dokter, bagaimana keadaaan Ibu saya?" tanya Arana panik melihat Elena.

"Untuk saat ini keadaan Ibu kamu belum bisa dikatakan stabil, kita harus melakukan beberapa pemeriksaan lanjutan untuk memastikan bahwa tidak ada hal lain yang mengkhawatirkan karena tekanan darah pasien sangat tinggi sekali. Jadi, lebih baik pasien dirawat di sini dan besok akan kita lakukan pemeriksaan lanjutan."

"Ya sudah, kalau begitu kamu atur saja semua, Elena. Tangani Ibu Arana dengan baik, aku percayakan semua perawatannya sama kamu," terang Dane.

"Ya sudah kalau begitu suster akan menyiapkan kamar dan pasien akan dipindahkan ke sana. Kalau begitu kamu dan Arana langsung ke ruangan di sana untuk menyelesaikan administrasinya." Elena menunjukkan sebuah ruangan dengan pintu kaca besar. Elena juga berpamitan sebentar untuk kembali ke ruangannya.

"Dane, apa ibuku tidak bisa dirujuk ke rumah sakit lainnya, ya?" Arana tampak mendekat dan berbicara terbata-bata kepada Dane.

"Kenapa tidak di sini saja?" Wajah Dane tampak bingung.

"Ini rumah sakit besar, Dane. Di sini biayanya pasti mahal, aku …." Arana bingung mau melanjutkan perkataannya.

"Maksudnya, soal biayanya kamu tidak punya uang?" Dane menatap penasaran.

Arana mengangguk perlahan. "Aku hanya karyawan kecil di sebuah kantor majalah dan gajiku tidak akan mencukupi jika harus membiayai ibuku di rumah sakit yang besar ini, tapi bukan berarti aku tidak mau ibuku sembuh. Aku ingin memastikan ibuku baik-baik saja karena hanya dia yang aku miliki sekarang, " ucap Arana lirih.

Seketika di dalam hati Dane, muncul suatu ide saat melihat kebingungan Arana, “Mungkin aku bisa memanfaatkan keadaan Arana. Aku yakin dia tidak akan mungkin bisa menolaknya.”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel GADIS MALANG
8.2
Demi menempuh pendidikan, Rinda rela merantau ke luar daerah. Sayangnya, kehidupan di tanah rantau justru memberi luka batin yang begitu hebat. Komitmen cinta yang ia jaga dengan tulus malah dibalas dengan pengkhianatan hingga membuatnya depresi berat. Sembari menangis pilu, Rinda menumpahkan segala kepedihan kepada orang yang telah mematahkan hatinya. Kini, ia berada di persimpangan jalan, bimbang untuk terus berjuang atau menyerah pada nasib buruk yang menimpanya.
Sampul Novel Gadis Penghibur Tuan CEO
8.5
Nasib malang menimpa Ajeng Kirei Aswari yang dijual ayahnya ke dunia malam sejak usia delapan belas tahun. Satu dekade berlalu, hidupnya bergantung pada sosok CEO sukses, Reynold Bill Timur. Hubungan mereka terhalang restu keluarga Bill yang menuntut pernikahan setara. Meski terpaksa menikahi wanita pilihan keluarga, Bill enggan melepas Ajeng dan menyeretnya ke pusaran skandal. Kini, Ajeng terjebak dalam dilema moral antara bertahan atau menyakiti istri sah Bill.
Sampul Novel GODAAN BIRAHI
9.0
Alex Spencer, pengangguran yang hidupnya disokong sang istri, Tracy, menaruh obsesi gelap pada Tessa. Tessa adalah istri Leo Willborwn, seorang kapten pasukan elit yang nyaris sempurna namun kerap mengabaikannya karena tugas negara. Kesepian Tessa menjadi celah bagi Alex untuk menjebaknya dalam jerat gairah terlarang yang berbahaya. Di tengah dinginnya pernikahan, mampukah Tessa mempertahankan kesetiaannya dari godaan birahi Alex?
Sampul Novel Hasrat Terlarang Dalam Keluarga
9.1
Dalam kehangatan ikatan keluarga, tumbuh benih perasaan yang melanggar batas norma. Kisah romansa modern ini menyoroti pergulatan batin para tokoh saat menghadapi emosi terlarang yang menantang nurani. Terjebak di antara keinginan hati dan moralitas, mereka harus siap menghadapi segala konsekuensi dari cinta yang hadir di situasi yang tidak tepat. Sebuah narasi mendalam tentang konflik moral dan batas-batas perasaan manusia.
Sampul Novel Penderitaan yang Dipaksa Tersenyum
9.0
Hidup Liana hancur setelah Revan, suaminya, menjual dirinya kepada bos mafia Eropa yang kejam, Dominic Valente, demi melunasi utang judi. Di balik sifat dinginnya, Dominic justru terpikat oleh ketulusan Liana hingga malam kebersamaan mereka menghasilkan sebuah kehamilan. Namun, sebelum Dominic sempat menolongnya, Revan kembali menyeret Liana untuk disiksa sebagai budak. Di saat Dominic mengerahkan segalanya untuk mencari Liana, wanita itu berjuang bertahan hidup demi bayi di kandungannya.
Sampul Novel Terjerat Birahi Direktur Dingin
8.2
Dikhianati sang tunangan hingga tewas tertabrak truk, Raisa Anastasya bangkit kembali dalam tubuh baru beridentitas sama. Berbekal paras menawannya, ia bertekad melakukan balas dendam. Namun, takdir berubah rumit ketika Zefan, direktur dingin yang mabuk, merenggut kesuciannya akibat salah orang. Terjerat dalam gairah malam yang adiktif dengan bosnya, Raisa kini dihadapkan pada pilihan sulit: menuntaskan dendamnya atau menyerah pada takdir baru.