APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Nomor Dua

Istri Nomor Dua

Menjadi istri kedua di usia muda demi bakti adalah takdir pahit yang terpaksa kujalani. Aku harus masuk ke pernikahan pasangan yang sudah kuanggap seperti kakak sendiri. Kini, aku hanya bisa meratapi nasib karena terus diabaikan oleh suamiku. Di tengah situasi yang rumit ini, aku dihadapkan pada pilihan sulit. Haruskah aku tetap bertahan dalam penderitaan ini, atau memilih pergi demi mengejar kebahagiaan sejatiku?
Bab
Bagikan

Bab 3

Langkahku sontak terhenti, kala melihat pemandangan pagi itu di dapur. Pasalnya, aku sudah berusaha pergi sepagi mungkin dari rumah ini. Siapa sangka, aku akan melihat pemandangan ini? Belum cukupkah air mataku semalam, yang hanya bisa melihat kebahagiaan mereka di resepsi lewat jendela kamar.

Seperti apa yang kubilang dari awal? Mereka memang tak akan mencariku. Bahkan semalam mereka kelihatan sangat bahagia sekali. Seakan dunia hanya milik mereka berdua.

Ah, ya. Seharusnya memang itulah yang terjadi. Seharusnya memang kisah ini hanya milik mereka berdua. Karena aku memang hanya pemeran figuran saja di sini.

Namun, Seakan belum cukup kenyataan menamparku semalam akan posisiku sebenarnya. Kini aku harus kembali menerima rasa sakit itu, kala melihat Kak Sean sedang mencumbu Kak Audy dengan sangat panas di sana. Rasanya seperti diremas ribuan tangan tak kasat mata. Sakit sekali!

Kak Audy terlihat duduk di meja bar, dengan kemeja putih kebesaran di tubuhnya, yang kuyakin pasti milik Kak Sean. Sementara Kak Sean sendiri ada di hadapannya, menumpukan satu tangannya di belakang tubuh Kak Audy, sedang tangan yang satunya lagi menekan tengkuk Kak Audy untuk memperdalam ciuman mereka.

Bibir mereka saling bertautan dan saling mencecap dengan panas. Membuat aku ingin sekali berbalik kembali ke dalam kamar saking tidak sanggupnya melihat semua itu. Mereka benar-benar melupakan keberadaanku di Rumah itu.

Ah, lupakan saja. Aku tak ingin menangisi diriku lagi. Sudah kubilang kan, aku harus tau diri di sini. Karena aku memang hanya orang ketiga di antara mereka.

Sebenarnya, aku bukannya tak suka atau benci melihat pemandangan itu. Aku juga bukan gak mau melihat kebahagiaan mereka. Kalau boleh jujur, justru aku malah sangat bahagia melihat kebahagiaan mereka. Setidaknya dalam situasi ini, ada yang bisa berbahagia di antara kami bertiga.

Tak usah pikirkan, bagaimana perasaanku di sini? Karena aku memang tak punya hak apapun, sekalipun untuk cemburu sekalipun. Ingat. Aku cuma pemeran figuran saja di sini. Mereka yang punya kisah.

“Eh, Astaga! Rara!” seru Kak Audy, orang yang pertama menyadari kehadiranku. “Sorry, sorry, kami gak bermaksud—”

“It’s oke, Kak. I’m Fine,” selaku cepat. Mencoba bersikap sesantai mungkin, demi membuat kami tidak canggung.

Sekalipun hatiku saat ini bergemuruh hebat dan mataku sangat panas. Aku tetap memaksakan senyum selebar mungkin, saat menghampiri mereka. Kak Audy menyambutku dengan senyum tak kalah lebar. Sementara Kak Sean? Jangan tanya bagaimana dinginnya dia padaku?

Pria itu bahkan langsung memalingkan wajah dengan kesal. Kala Kak Audy memanggil namaku. Seakan memang kehadiranku hanyalah sebuah benalu di hidup mereka. Ah, aku memang benalu.

“Maaf kalo aku ganggu kalian. Aku gak tau kalau kalian ... udah bangun,” kataku tak enak hati, sambil mencuri lirik ke arah Kak Sean yang masih tak mau menatapku sedikit pun. Sebenci itukah dia padaku?

“Ih, apaan sih kamu, Ra. Kita kan udah jadi keluarga sekarang. Kamu udah jadi adikku sejak kemarin. Jadi gak usah gak enak gitu,” jawab Kak Audy dengan riang.

Terlihat sekali kalau dia memang benar-benar bahagia dengan pernikahan ini. Dia bahkan sampai memelukku erat sekali pagi ini.

“Oh, ya. Aku dengar kamu semalam gak enak badan ya, kata Mama? Sorry, ya, Belum sempat nengokin. Abis tamu banyak banget semalam. Btw ... Kamu sakit apa? Kok, gak kasih tau aku sama Sean?” tanya Kak Audy lagi. Membuatku menautkan alis dengan bingung

Sakit? Aku gak pernah bilang gitu? Ah, apa itu alasan yang Mama buat biar mereka tak menanyakanku?

“Ah, iya. Semalam aku memang kurang enak badan. Biasa lah, Kak. Jetlag,” bohongku memaksa senyum tulusku. Sepertinya, mulai sekarang aku akan sering berbohong di depan mereka.

“Oh, gitu. Terus sekarang, gimana keadaan kamu? Sudah sehat, kan? Aku bener-bener minta maaf ya, kalau semalam aku gak bisa nengok kamu. Soalnya tamunya gak ada hentinya. Aku aja sampe migrain kemaren karena kebanyakan berdiri. Untung ada Sean yang mau mijitin semalem. Ya ... walaupun pijitannya jadi plus-plus. Eh!”

Kak Audi berceloteh dengan riang sepanjang cerita. lalu menutup mulutnya di akhir kalimat. Karena menyadari sudah keceplosan.

Entah itu beneran keceplosan atau sengaja. Tapi dari rona wajahnya, sepertinya tak benar-benar menyesal atas ucapannya. Wajahnya merona merah, khas sekali seperti orang yang sedang jatuh cinta.

“Eh, maaf ya, Ra. Aku gak maksud apa-apa, kok. Aku beneran cuma—”

“Gak papa, Kak. Aku ngerti, kok,” selaku cepat. Dengan senyum yang sekuat tenaga masih coba ku pertahankan.

“Beneran?” goda Kak Audi.

“Iya.”

“Ah, kamu memang adikku yang paling baik, Rara!” Kak Audy memelukku sekali lagi dengan riang.

“Kamu tenang aja. Nanti malam Sean bakal jadi milik kamu seutuhnya, kok. Karena sudah seharusnya kita bergantian memilikinya. Dan Aku janji, aku gak bakal ganggu kalian,” lanjut Kak Audi, seraya melepaskan pelukannya. Membuat aku langsung membeku seketika di tempatku.

Aku bukannya gak ngerti akan maksud Kak Audy barusan. Tapi ... jika melihat bagaimana sikap acuh Kak Sean. Aku tau pasti kalau dia sebenarnya gak setuju ide itu. Terlebih, aku belum siap dia makin dibenci lebih lanjut oleh pria itu.

“Wah, sayang banget kalau gitu. Kayaknya malam ini Kak Sean masih harus tetap jadi milik Kakak, Deh,” balasku seriang mungkin.

“Loh, kenapa?” tanya Kak Audi bingung.

Entah sadar atau tidak. Aku melihat Kak Sean menoleh cepat ke arahku, dengan tatapan sama bingungnya dengan istri pertamanya.

“Aku baru aja di telpon Selly. Katanya cabang yang ada di Bandung sedang ada masalah. Jadi ... mungkin aku akan—”

“Selly tidak menelpon saya?” sela Kak Sean dengan cepat.

Akhirnya, setelah beberapa hari ini dia seakan bungkam terhadapku. Tepatnya sejak di Rumah sakit saat kematian Papi. Hari ini Kak Sean mau membuka mulutnya dan melihat aku.

Thanks, God! Aku pun tak dapat menahan senyumku sambil menjawabnya.

“Mungkin Selly tau kalau Kakak sedang tak bisa diganggu,” jawabku singkat. Bahkan hanya segini saja, hatiku sudah sangat bahagia.

“Loh, gak bisa kaya gitulah! Sean kan Wakil Dirut di sana. Sean berhak tau apa yang terjadi sama perusahaan. Sayang, pokoknya kamu nanti harus tegur Selly. Apa-apaan itu sikapnya. Kaya gak hargai kamu aja!” protes Kak Audy menggebu-gebu.

Aku hanya terdiam mendengarnya. Bukannya aku bohong soal pernyataanku tadi. Tapi, aku cuma gak mau memperparah keadaan dengan jawabanku nanti.

“Selly gak salah. Kenapa harus ditegur?”

Entah sejak kapan, Mama Sulis sudah berada di sampingku.

“Loh, tapi kan, Mah—”

“Selly memberi tahu orang yang tepat. Langsung ke Dirutnya, bahkan pemilik sah perusahaan. Jadi, salahnya di mana?” sela Mama cepat. Membungkam Kak Audy dengan telak.

“Oh, iya. Aku lupa kalo kamu udah menggantikan paman Theo,” lirih Kak Audy kemudian.

Sudah kubilang kan, ini tak akan bagus jika dilanjutkan. Aku melirik Kak Sean sebentar. Karena Ingin tau bagaimana reaksinya mendengar ucapan Mamanya?

Benar saja. Kak Sean terlihat mengalihkan pandangan lagi, dengan rahang mengeras kesal. Lalu tak lama setelahnya, pria itu pun beranjak pergi tanpa kata. Aku salah lagi, ya?

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bermandikan Api: Kisah Reinkarnasi Seorang Putri
8.0
Putri Yun Shang terlahir kembali ke masa lalu saat dirinya masih berumur delapan tahun. Di balik raga kecilnya, ia memikul memori pahit dari masa depan tentang pengkhianatan sang suami, hilangnya buah hati tercinta, serta kekejaman kakak perempuannya. Berbekal kepedihan dan ingatan masa lalu, Yun Shang bertekad mengubah takdirnya. Ia menolak menjadi sosok lemah dan bersiap membalas dendam kepada semua orang yang dahulu menghancurkan hidupnya.
Sampul Novel Cintanya Bersinar Dalam Kegelapan
9.4
Julian dulu terabaikan dalam hidup Sienna, meski dialah pencuri ciuman pertama gadis itu saat gelap. Ketika takdir meruntuhkan dunia Sienna dan memaksanya menikahi pria lain, Julian kembali. Namun, ia tidak lagi lemah. Kini sebagai pria berkuasa, Julian hadir di titik terendah Sienna untuk melindunginya. Lewat lamaran pernikahan yang penuh keyakinan, ia siap membuktikan bahwa cinta tulusnya tiada tanding.
Sampul Novel Di Jual Suamiku
7.9
Bagaimana jadinya jika pernikahan impian yang Anda dambakan justru berubah menjadi realitas yang penuh kerumitan? Novel ini menyoroti perjuangan emosional seorang istri yang harus mengarungi pasang surut kehidupan rumah tangga yang tak terduga. Bukannya meraih kebahagiaan yang dinanti, ia malah terperangkap dalam kondisi sulit yang menguji batas kesabaran serta kesetiaannya di tengah gempuran berbagai konflik yang datang melanda.
Sampul Novel Jodoh Serigala Putih yang Ditolak Sang Alpha
8.2
Pameran seni perdanaku hancur saat Baskara, Alpha pasanganku, melindungi wanita lain di media. Demi aliansi baru, dia mengabaikan ikatan kami, meremehkan karyaku, dan mencuri ide bisnis triliunanku. Setelah empat tahun dihina sebagai Omega penurut, kesabaranku habis. Melalui dokumen palsu yang dikira pengalihan hak seni, aku menjebaknya untuk menandatangani Ritual Penolakan. Kesombongan sang Alpha akan menjadi senjata yang menghancurkan dirinya sendiri.
Sampul Novel Nostalgia
8.4
Misa Almira tak mampu lepas dari ingatan masa kecil bersama sahabat yang sangat ia sayangi. Akibat sebuah kekeliruan fatal di masa lalu, sosok berharga itu tiba-tiba lenyap tanpa jejak. Ketika fakta sebenarnya terkuak, Misa didera penyesalan yang teramat besar. Walau kini ia telah tumbuh dewasa dan fokus membangun kariernya, bayang-bayang kesalahan masa lalu dan memori manis bersamanya tetap melekat erat dalam hidup Misa.
Sampul Novel Preman Cantik dan Sang Penguasa
9.7
Jiwa seorang preman cantik terbangun di tubuh Mira Roselin, putri konglomerat manja yang dahulu tewas. Sebelumnya, Mira selalu mengemis cinta dari tunangannya yang berkuasa dan dingin. Kini, dengan jiwa baru yang tangguh, ia menolak tunduk dan tidak akan lagi mengejar cinta pria tersebut. Perubahan drastis ini justru berbalik membuat sang tunangan penguasa yang kini harus berlutut demi mendapatkan perhatiannya.