APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Manis Tuan Jicko

Istri Manis Tuan Jicko

Demi memenuhi keinginan sang ibu yang mendambakan cucu tanpa ikatan pernikahan, Jicko menolak dijodohkan. Ia memilih jalan pintas dengan menawarkan perjanjian khusus kepada Ameera untuk mengandung anaknya. Jicko percaya kesepakatan ini menguntungkan kedua pihak tanpa melibatkan perasaan. Namun, rencana yang ia kira sederhana itu justru menjadi sangat rumit saat kenyataan hubungan mereka ternyata jauh lebih kompleks dari perkiraan awal.
Bab
Bagikan

Bab 1

Anda berdiri gugup di depan meja kerja sang bos besar, wajahnya sesekali memerhatikan wajah tegang di depannya itu. Pagi ini Anda hendak melaporkan satu hal penting dari Nyonya yang harus segera disampaikan kepada Jicko—bosnya yang merupakan kepala perusahaan Linux Inc.

“Pak, pesan dari Nyonya!” Anda menyodorkan telepon genggamnya ke atas meja.

Jicko menatap melotot, tak senang dengan berita yang datang pagi itu. Masalahnya, pesan yang disampaikan oleh Anda si orang penting dalam pekerjaannya itu sama seperti pesan-pesan yang kemarin. Tak ada bedanya.

“Apalagi kali ini?” tanya Jicko. Nada bicaranya sedikit agak ketus. Seperti biasa, Anda takkan kesal kalau dijawab dengan nada bicara seperti itu. Sebab Jicko memang terbiasa bicara agak dingin dan sedikit kasar.

“Nyonya minta Bapak datang ke acara makan malam di hotel four season bersama Bu Ameera.”

“Cuma itu?” Jicko bertanya lagi. Sang lawan bicara mengangguk.

“Semuanya sudah disiapkan oleh Nyonya. Bapak cuma tinggal datang saja.” Anda menambahkan ucapannya. Sekali Anda menelan ludah tak sedap. Jauh sebelum membicarakan masalah ini, degup jantung sang sekretaris sudah bergetar tergugu resah sejak tadi.

Jicko mengalihkan pandangannya, meninggalkan sejenak pekerjaan menumpuk di atas meja. Mata pria itu menatap Anda, punggungnya bersandar di sandaran kursi kerja. Satu tangannya merenggangkan dasi hitam yang melilit di leher. Pagi itu pukul sepuluh. Cuaca amat cerah. Awan tersingkap. Langit biru berpendar elok di cakrawala kota.

“Katakan pada Mama aku tak akan datang ke sana. Perusahaan sedang sibuk. Jadi tidak ada waktu untuk meladeni pertemuan makan malam yang tidak penting!” Jicko menegaskan. Sekali lagi dia memberitahu Anda untuk melaporkan alasannya itu. Alasan yang serupa yang pernah dikatakannya ketika menolak makan siang bersama anak gadis teman arisan ibunya.

Siapa itu namanya. Jicko lupa. Pekan lalu kalau tidak salah rencana itu dibuat Maria, ibunya. Beliau menyiapkan rencana makan siang bersama gadis anak dari teman arisannya. Dia cantik, kata Anda. Sekretaris nomor duanya ini pernah melihat sekali. Dia tampil di teve. Jadi kontestan Miss Indonesia. Dia lulusan cumlaude di universitas terbaik di Australia.

Peduli amat dengan semua itu. Jicko tidak mau berurusan dengan masalah percintaan. Baginya hal itu hanya membuat kepala pusing saja. Dia juga tidak punya waktu untuk bagian tersebut. Tak ada yang menarik.

“Baik, Pak. Akan segera aku laporkan kepada Nyonya.” Anda mengangguk, sedikit badannya membungkuk, sebelum akhirnya meninggalkan ruangan kerja sang bos besar. Anak eksekutif, petinggi perusahaan.

Pintu ruangan besar Jicko tertutup kembali, kini hanya menyisakan dia sendiri. Seperti biasa, Jicko suka pada keheningan tanpa adanya gangguan dari orang lain. Menyoal apa yang disampaikan oleh Anda barusan, ini bukanlah yang pertama baginya. Tetapi sudah kesekian kalinya.

Maria selalu memaksa Jicko untuk segera memiliki pacar atau calon istri, paling tidaknya begitu. Karena usia Jicko yang sekarang suda dua puluh sembilan tahun, sudah sepatutnya memiliki istri, membangun rumah tangga dan tentu saja memberikan Maria seorang cucu. Namun apa yang Jicko lakukan selama hidup menjadi orang dewasa saat ini? Tidak ada!

Maria, ibunya itu bisa membuat pernyataan rinci, sumbangsih apa yang telah Jicko berikan kepada sang ibu selama ini. Selama Jicko sudah bisa berpikir rasional dan secara luas. Belum ada! Yang bisa Jicko lakukan adalah memberikan kebahagiaan sementara saja. Seperti menjadi kebanggaan tersendiri bagi orang tua dengan berani ambil tanggung jawab mengelola bisnis keluarga.

Atau mentok-mentok, Jicko hanya bisa memberikan kebahagiaan berbentuk perhatian kecil. Patuh dan berbakti kepada orang tua. Itu saja. Tak ada yang lain. Untuk memenuhi keinginan Maria supaya anak itu segera menikah, mohon maaf saja, Jicko tidak akan mempertimbangkannya sama sekali. Menikah baginya hanyalah sebuah jebakan semata. Tidak ada spesialnya sama sekali.

Telepon genggam yang Jicko letakan di atas meja berdering. Jicko meraihnya. Sesaat sebelum menjawab panggilan telepon itu dia sempat terdiam. Ibunya menelpon lagi. Rupanya perintah untuk melaporkan keputusan untuk tidak datang dalam acara yang dibuatnya telah disampaikan oleh Anda.

Baiklah, baiklah. Jicko tak bisa mengelak lagi kali ini. Percuma membuat seribu alasan, karena ujung dari acara menghindari desakan sang ibu malah menjadi debat semata. Jicko paham betul akhir dari drama Maria selama ini.

“Halo, Ma. Ada apa?”

“Alasan apalagi yang kamu buat kali ini, Jicko! Kenapa kamu selalu begitu!” Suara Maria meninggi.

Jicko tersenyum getir. Dia merasakan apa yang hendak diluapkan oleh ibunya. Perasaan kecewa.

“Ma, Maaf!”

“Maaf tidak akan bisa mengobati luka hati seorang ibu, Jicko!” Percakapan terjeda sejenak, “Mama nggak minta muluk-muluk sama kamu. Mama cuma minta kamu cepat menikah, itu saja. Usia kamu sudah 29. Kamu sudah lebih dari dewasa. Di saat teman-teman Mama yang anak-anaknya sudah memberikan mereka cucu, Mama sendiri cuma bisa gigit jari. Nyuruh kamu cepat menikah rasanya susah betul. Demi Tuhan, kamu itu maunya apa, Jicko? Semua perempuan yang Mama kenalin ke kamu, semuanya ditolak.”

“Mama kasih A, kamu tolak. Mama kasih B, kamu tolak juga. Kamu sebenarnya masih normal, kan? Kamu masih bisa kan jadi harapan Mama buat kasih Mama seorang cucu. Kamu bisa melakukan semuanya itu kan, Jicko? Atau kamu sebenarnya mau melihat Mama mati tanpa melihat kamu menikah dan punya anak dulu. Begitu kan yang kamu mau?”

“Ma!” Jicko memotong percakapan panjang ibunya, “Tolong jangan bicara begitu!”

“Terus Mama harus bicara bagaimana? Apa Mama harus bilang, ‘OH ANAKKU, KAMU TAK PERLU TERBURU-BURU MENIKAH. MAMA NGGAK BUTUH CUCU. MAMA CUMA MAU LIHAT KAMU SEHAT SAJA ITU SUDAH CUKUP BUAT MAMA.’ Apa itu yang kamu inginkan keluar dari mulut Mama?”

“Memangnya penting sekali kah cucu bagi Mama?” Jicko merespon, tetapi ucapannya mengalihkan topik pembicaraan.

“Usia Mama sudah 54 tahun, Jicko. Usia seperti ini, Mama sudah lebih dari tua. Umur Mama sudah setengah Abad. Bagi Mama punya cucu itu bukan cuma penting, tapi juga bermakna. Mama cuma mau itu. Mama cuma mau lihat kamu menikah. Membangun rumah tangga. Terus masa tua Mama ada bahagianya dengan melihat kamu menggendong anak kamu, Jicko. Tidak banyak permintaan Mama.”

“Kalau alasan Mama seperti itu, Mama tinggal bilang mau cucu berapa. Aku akan memberikannya untuk Mama!” Nada bicara Jicko mulai santai. Dia tidak akan marah-marah atau meninggikan suaranya kali ini. Dia ingin tahu, sejauh mana ibunya ini punya kemauan.

“Kamu beneran mau mengabulkan permintaan Mama?”

“Selagi aku mampu!” Jicko mengangguk takzim.

“Mama mau dua cucu.” Suara Maria di balik layar gawai terdengar agak riang. Nampaknya Jicko berhasil membuat perempuan itu menurunkan tensi amarahnya yang menggebu-gebu nan membara.

“Cuma segitu?” tanya Jicko. Maria cepat-cepat menyahut.

“Kalau bisa, semampu kamu saja, Nak.”

“Aku akan kabulkan permintaan Mama yang satu ini. Tapi tidak dengan menikah!”

“Apa?!”

TUT!

Jicko menutup panggilan telepon secara sepihak. Maka saat itu, percakapan keduanya berakhir dengan Jicko yang memutuskan bahwa dia akan mengabulkan permohonan Maria untuk memiliki cucu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta tanpa koma
9.2
Bagi Rudi, Rindu adalah cinta pertama dan terakhirnya. Namun, keyakinan itu runtuh saat Jaka, sahabat karibnya sendiri, merebut Rindu. Di tengah kehancuran hatinya, Rudi berusaha ikhlas dan tegar menerima kenyataan pahit tersebut. Meski waktu berlalu dan banyak wanita baru mencoba mendekatinya, kenangan masa kecil bersama Rindu tak pernah pudar dari benaknya. Akankah keteguhan hati dan kesetiaan Rudi berujung pada kebahagiaan? Ikuti kisah perjuangan cintanya yang penuh liku.
Sampul Novel Cinta untuk Yessie
8.6
Yessie Montghomory, guru SMA berusia 25 tahun, harus menghadapi kenyataan pahit setelah mengandung anak dari Austin McDowell. Ternyata, pria yang memikatnya itu hanyalah murid nakal yang berengsek. Demi masa depan sang bayi, mereka terpaksa menikah dan tinggal bersama di apartemen Atlantic Ave. Sayangnya, Austin tidak berubah; ia tetap bandel dan diam-diam masih menemui Erica. Di tengah pernikahan dingin tanpa cinta ini, Yessie menuangkan segala rasa sakitnya ke dalam sebuah novel tanpa judul.
Sampul Novel Find Me In Your Memory
8.6
Sessil pernah melewati kisah cinta singkat yang membara bersama Andrew di resort, hingga pria itu pergi tanpa kabar. Setahun berlalu, Andrew tiba-tiba kembali sebagai tunangan sepupu Sessil dan berpura-pura asing dengannya. Namun, sebuah insiden kematian mendadak mengubah segalanya saat Andrew justru memilih menikahi Sessil. Sanggupkah Sessil bertahan dalam ikatan pernikahan paksa dengan pria yang dahulu mencampakkannya?
Sampul Novel Membalas Perselingkuhan Suamiku
7.8
Dikhianati Mark karena masalah fisik dan keturunan, Leona hancur. Di tengah keputusasaan, West Taylor datang menawarkan bantuan untuk membalas dendam. Melalui transformasi fisik drastis dan identitas baru sebagai Tatiana Clark, rencana matang untuk menjatuhkan suaminya pun dimulai. Mark sama sekali tidak menyadari bahwa wanita mempesona di hadapannya adalah istri yang ia campakkan demi perempuan lain. Akankah pembalasan dendam ini berjalan tuntas?
Sampul Novel SUAMIKU SAINGANKU
8.7
Kehidupan Rila jungkir balik usai dijodohkan dengan Arga, rival terberat sekaligus Ketua OSIS yang bersikap dingin di sekolahnya. Di balik ketampanannya, Arga menyimpan dendam misterius pada Rila. Kini, Rila terpaksa tinggal serumah dengan cowok yang selalu berambisi mengalahkannya itu. Di tengah sengitnya persaingan akademis dan misteri masa lalu, sanggupkah Rila bertahan? Akankah kebencian di antara mereka perlahan luluh menjadi cinta manis di tengah badai konflik?
Sampul Novel Terjerat Pesona Sang Casanova
9.5
Bagi Regan, keputusan telah bulat dan penolakan bukanlah akhir dari segalanya. Ia justru tertantang untuk terus mengikat wanita yang sangat dipujanya. Walau perasaannya bertepuk sebelah tangan dan sang wanita berulang kali mencoba kabur, Regan takkan membiarkannya lolos. Obsesinya begitu kuat untuk menahan wanita itu di sisinya selamanya. Tak peduli seberapa keras ia ditolak dan dihindari, Regan bersumpah akan terus mengejar dan menjadikannya milik pribadi.