APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Lusuhku Jadi CEO, Setelah Aku Ceraikan

Istri Lusuhku Jadi CEO, Setelah Aku Ceraikan

Setelah perceraian yang menyakitkan, Surya tega mengusir Anaya dan mengabaikan anak kandungnya sendiri. Selama tiga belas tahun, ia menghilang tanpa memberi nafkah atau mencari tahu kabar mereka. Namun, sebuah desakan hidup yang mendesak akhirnya memaksa Surya untuk melacak keberadaan anak-anaknya kembali. Ketika pencariannya berhasil, ia justru dihadapkan pada kenyataan mengejutkan bahwa nasib mantan istri dan buah hatinya kini telah berubah drastis di luar perkiraannya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Suara gaduh terdengar saat kakiku menginjak lantai keramik teras rumah. Berkas penting yang tertinggal di ruangan kerja, membuat aku harus memutar balik arah mobil. Jam masih menunjukkan pukul 08.15.

Apa yang terjadi? Mbok Narsih berlari turun dari lantai dua. Wajahnya pusat pasi. Dasternya basah kuyup.

"Tolong. Tolong. Tuan! Non Melisa, Tuan," tubuh wanita paruh baya itu gemetar.

"Ada apa dengan Melisa?"

"Non Melisa pingsan di kamar mandinya. Tangannya berdarah-darah. Saya takut Tuan." Wajah pucat itu di penuhi air mata.

Mbok Narsih memang sangat menyayangi Melisa, putri sulungku. Karena sejak balita, Mbok Narsih yang mengasuh Melisa.

Aku berlari ke lantai dua, letak kamar Melisa ada di pojok setelah kamar utama. Aku terkejut bukan main, saat melihat lantai kamar mandi yang sudah penuh dengan darah. Tubuh Melisa pun bersimbah darah.

Ada darah keluar dari balik dressnya, dan darah di pergelangan tangannya.

Tanpa pikir panjang, aku menggendong tubuh semok Melisa. Membawanya ke mobil. Mbok Narsih masih mengikutiku dari belakang.

"Mbok. Tolong bangunin Nyonya. Suruh menyusul saya ke rumah sakit!"

"Baik Tuan!"

Aku memacu mobil dengan kencang. Mencari rumah sakit terdekat dari perumahan elit yang kami tinggali. Sesampainya di sana, dengan sigap aku masuk ke dalam lobi rumah sakit berteriak dengan kencang memanggil bantuan.

Dengan sigap, seorang dokter muda, mendorong brangkar, mendekatiku dan berkata,

"Mana pasiennya Pak?" matanya menatapku penuh.

Seketika sekujur tubuhku bergetar. Wajah ini? Wajah milik seseorang yang begitu aku kenal. Selama belasan tahun terakhir, aku berusaha mencari sosok dengan wajah ini.

"Pak! Gimana?" suaranya yang sedikit menghentak, berhasil mengembalikan kesadaranku.

"Ma-maaf. Itu. Di mobil saya Dok." Aku menunjuk keluar.

Dokter muda dan dua orang perawat berlari cepat keluar pintu. Aku membuka pintu mobil, dan membantu para perawat itu menurunkan tubuh Melisa.

Melihat keadaan Melisa, brangkar kemudian di dorong sambil berlari oleh para tenaga medis itu, masuk ke ruangan UGD.

"Bapak tunggu sebentar di luar yah. Saya akan kabari keadaan pasien." Dengan senyum ramah dan tenang, dokter muda itu memintaku menunggu, saat tubuhku hampir masuk ke dalam ruangan itu.

Aku mengangguk patuh. Berjalan mondar mandir di depan pintu ruangan. Bagaimana Melisa bisa berdarah seperti itu? Apakah selama ini keadaannya tidak baik-baik saja? Talita. Dia harus menjelaskan semua ini.

Yang aku tau, darah yang mengalir dari kedua paha Melisa, menandakan bahwa anak itu mengalami pendarahan. Di tambah lagi dengan sayatan di pergelangan tangannya.

Akh! Kepalaku pusing. Mana istri dolarku itu?Belum juga muncul. Pertanyaan demi pertanyaan mengerubungi kepalaku.

Ponsel di saku jas berdering.

"Ya. Saya terlambat. Anak saya masuk rumah sakit."

...

"Ia ... Dia kecelakaan. Tolong urus meetingnya Jo. Ambil berkas di rumah sakit ARTAMA. Saya tidak bisa meninggalkan Melisa sendiri. Jika istri saya sudah tiba di sini, saya akan usahakan segera ke sana."

Aku menyugar rambutku. Ini adalah meeting yang penting. Jika investor itu gagal mengulurkan bantuan dana untuk perusahaanku, aku pastikan perusahaan keluargaku akan kolaps.

Astaga. Talita. Lama sekali.

Apa dia tidak mengkuatirkan keadaan anaknya?

Waktu semakin beranjak. Sementara aku berkutat dengan ponsel untuk menghubungi Talita, dokter muda tadi keluar dengan dua orang perawat.

"Maaf Pak. Pasien mengalami pendarahan hebat akibat keguguran. Kami butuh persetujuan anda untuk melakukan tindakan operasi pengangkatan rahim. Jika tindakan ini tidak dilakukan dengan segera, kami takut, nyawa pasien dalam bahaya,"

Aku terkesiap. Apa tadi? Pengangkatan rahim?

"Maaf Dok. Tapi anak saya masih gadis. Dia belum menikah!" suaraku tercekat di tenggorokanku.

Dokter dan perawat itu saling pandang. Dia berbalik dan tersenyum dengan ramah.

"Pasien sudah mengalami keguguran berkali-kali Pak. Tindakan ini adalah langkah terakhir yang bisa kami sarankan kepada keluarga pasien. Jika Bapak setuju, tolong tanda tangani berkas ini, dan segera urus admistrasinya. Kami berjanji akan bekerja dengan maksimal untuk kesembuhan pasien."

Duniaku seakan runtuh, mendengar penjelasan dokter ini. Melisa. Anak yang selalu aku banggakan. Ternyata, sudah mengalami keguguran beberapa kali? Dengan siapa dia hamil? Apa yang aku lewatkan dalam keluarga ini?

"Baiklah Dokter. Lakukan saja yang terbaik. Saya akan menandatangani surat persetujuan ini," dengan tangan gemetar, aku menyambut berkas di tangan suster di samping dokter tersebut.

Setelah menandatanganinya, mereka masuk kembali. Lima menit kemudian, brangkar dengan tubuh Melisa yang terbaring lemah, keluar dari ruang UGD, masuk ke ruangan operasi.

Aku menggapai ponsel di saku. Kembali menelpon Talita. Pada dering ke tiga, panggilanku di jawab.

"Apa Mas?" suara Talita terdengar malas, dari seberang sana.

"Ke rumah sakit sekarang Talita. Melisa akan melakukan operasi pengangkatan rahim. Jika dalam tiga puluh menit kau belum tiba di sini, aku pastikan, akan mencabut semua fasilitas untukmu, anakmu dan keluargamu!"

Klik. Kuusap kasar layar ponsel. Mematikan panggilan sepihak. Lihat saja. Aku tidak main-main dengan ancamanku. Jika Talita tidak datang dalam kurun waktu setengah jam, aku akan melakukan apa yang aku katakan padanya tadi.

Apa yang paling ditakuti istri dolarku itu, selain dari berkurangnya jaminan hidup bagi dia dan keluarganya? Dia bahkan akan tiba di sini, lima menit lagi setelah ponsel aku kembalikan ke dalam saku.

"Mas!" suara Talita memanggilku. Dia berlari di lorong ruangan. Celana jeans, kaos oblong, dan sandal. Tanpa make up, tanpa perhiasan.

Aku menarik nafas. Aku yakin mbok Narsih sudah memberitahukannya tentang Melisa, tapi dia masih enggan menyusulku. Giliran diancam akan mengambil fasilitas, dia langsung datang dengan keadaan berantakan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel IMPERFECT BOSS
8.1
Elgar dikenal sebagai bos yang sempurna, namun semua itu hanyalah kedok belaka. Hidupnya yang tenang seketika terusik saat Lea, salah satu pegawainya, berhasil mengungkap rahasia gelap yang selama ini ia simpan rapat. Demi melindungi reputasinya, Elgar mencoba menekan Lea agar bungkam. Namun, tindakan itu malah memicu rasa bersalah dalam dirinya. Perlahan, kebencian Elgar terkikis dan berubah menjadi benih cinta yang mulai tumbuh di hatinya yang dingin.
Sampul Novel Liang Hangat Sang Penari
8.7
Kehidupan Lisnawati, janda muda berumur 16 tahun, hancur setelah suaminya, Komar, tewas dibegal. Demi bertahan hidup, biduan dangdut keliling yang berparas menawan ini direkrut Tante Shinta ke dunia malam. Lisna pun menjadi primadona dan memikat Budi Hendrajit, pengusaha kaya raya. Hubungan benci tapi cinta pun terjalin di antara mereka. Meski Budi sangat terobsesi untuk menikahi Lisna, rencana tersebut terhalang oleh restu ibunya yang menolak keras latar belakang sang biduan.
Sampul Novel Madu Untuk Suamiku
8.4
Fransiska Damayanti dan Arya Praptama adalah pasangan kaya raya yang tampak sempurna di mata publik. Namun di balik kemewahan itu, sepuluh tahun pernikahan mereka belum juga dikaruniai seorang anak. Merasa tertekan dan ingin menyelamatkan rumah tangganya, Siska mengambil keputusan yang tak terduga: ia menjodohkan suaminya sendiri dengan Dinda Kinara, seorang gadis yatim piatu berusia 17 tahun yang hidup sederhana di desa bersama nenek dan adik lelakinya. Sejak usia sepuluh tahun, Dinda telah kehilangan kedua orang tuanya. Kini ia harus terjebak dalam perjanjian pernikahan yang rumit dengan pria yang jauh lebih tua darinya—sebuah pengorbanan yang akan mengubah hidup mereka bertiga selamanya.
Sampul Novel Suami CEO-ku yang Suka Memerintah
8.2
Rosalynn lelah diabaikan oleh Brian, suaminya yang dingin dan kerap digosipkan dengan selebritas. Ia pun mantap meminta cerai. Pascaperceraian, Brian justru terpikat oleh kecerdasan seorang desainer anonim di perusahaannya sendiri. Saat Brian begitu terobsesi mengungkap sosok misterius tersebut, ia tidak menyadari bahwa kebenaran di balik identitas wanita itu akan menghancurkannya dengan penyesalan masa lalu yang sangat mendalam.
Sampul Novel Terlilit Hutang : Dinikahi Pewaris Kejam Nan Tampan
8.2
Alin, janda satu anak, terpuruk akibat utang pinjol dan kehancuran bisnisnya. Di tengah kesulitan, ia bertemu Sky Yuan lewat donor darah, yang kemudian menawarkan pernikahan kontrak sebagai solusi pelunasan utang. Namun, Seiji Matsuyama, sang mantan suami, kembali hadir demi menebus kesalahan masa lalu. Situasi kian rumit saat Sky hilang dalam kecelakaan helikopter. Dalam kondisi hamil anak Sky, Alin didampingi Seiji yang setia. Akankah ia memilih Sky yang hilang ingatan atau kembali pada Seiji?
Sampul Novel WINGLESS ANGEL
8.2
Helsa memilih pergi menjauhi Akmal demi melindungi janin di kandungannya. Dalam pelarian itu, takdir membawanya ke dalam pernikahan tak terduga dengan Adryan Van Brawijaya, seorang dokter residen spesialis. Namun, kedamaian runtuh saat rahasia besar terungkap bahwa Helsa mengandung anak dari mantan kekasihnya. Penyesalan mendalam Helsa dan kebencian sang ibu mertua yang merasa dikhianati kini mengubah kebahagiaan mereka menjadi kepedihan yang penuh air mata.