APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel ISTRI LUMPUH TUAN NATHAN

ISTRI LUMPUH TUAN NATHAN

Pernikahan Violetta dan Nathan diselimuti keheningan yang menyakitkan. Meski Violetta telah menyerahkan seluruh jiwa dan raganya demi sang suami, ia harus menghadapi kenyataan pahit bahwa cintanya bertepuk sebelah tangan. Nathan terus membangun dinding pemisah yang tebal, memperlakukan Violetta layaknya orang asing di hidupnya. Harapan Violetta untuk bersatu seutuhnya kini pupus, menyisakan kepedihan mendalam akibat sikap dingin dan pengabaian Nathan yang tak berujung.
Bab
Bagikan

Bab 2

“Jangan terlalu keras padanya?” saran Andara, tetapi pria yang baru saja menikah itu seolah tidak mendengar apapun. Nathan masih sibuk dengan layar ponselnya. Dia mendengar tanpa minat semua yang Andara katakan padanya.

“Kalau kau memang peduli padanya, kau saja yang mengurusnya.” Putus Nathan dia sudah berdiri dan meninggalkan Andara sendiri.

“Yakin? Kau tidak akan menyesal karena dia akan lebih bergantung padaku?”

Nathan hanya mengibaskan tangannya tanda tidak peduli sama sekali. Dia meninggalkan Andara ke kamarnya karena dia harus bertemu dengan Cindy. Nathan naik ke lantai atas, mengabaikan Violetta yag ternyata mendengar semua yang mereka bicarakan.

“Seharusnya setelah ini kau menyerah Vio. Kita tidak ditakdirkan bersama. Sialnya aku tidak bisa menceraikanmu,” Gumamnya.

Nathan yang sudah menggunakan kemeja berwana navy pekat sudah berlari turun, sudah terlambat beberapa menit dan dia harus segera pergi. Di ruang tamu dia melihat Violetta dengan Andara yang berbicara dengan akrabnya.

Sesekali Vio tampak berbinar karena Andara memberikan semangat yang memang sangat dibutuhkan oleh penderita lumpuh sepertinya.

“Dasar wanita murahan!” kesal sekali Nathan karena meliha Violet yang begitu mudahnya tertawa pada pria asing.

“Andara … kau pulanglah! Besok kau kembali kalau memang berniat membawanya kerumah sakit.”

Keduanya berbalik. Violetta tahu kalau suaminya akan pergi menemui wanita yang tadi datang memeluk dan menciumnya. Hatinya sakit tentu saja, tetapi dia bisa apa? Jika mencegah sama saja akan mengantar nyawa. Selangi mereka tidak melakukan hubungan lebih Vio akan mencoba menerima. Menahan sakit sendiri asalkan suaminya bahagia.

Bodoh!

Dia memang bodoh sampai merelakan dirinya untuk mengganti nyawanya. Setahun yang lalu, dia yang akan kembali pulang dari kampusnya melihat pemuda yang selama ini mengisi hatinya hampir saja mengalami kecelakaan.

Violetta yang melihatnya tentu saja terkejut dan dengan bodohnya dia yang menumbalkan diri, mendorong jauh Nathan dan merelakan kakinya lumpuh. Sudah melakukan terapi tetapi terhenti saat biaya pamannya menipis dan berakhir melakukan kerjasama dengan orang tua Nathan yang katanya kerjasama bisnis.

Entahlah Violetta terlalu senang sampai melupakan bahwa dia tidak pernah di inginkan.

“Vio kau dengar! Masuk kamarmu!”

Violet menekan tombol kursi rodanya, “Dokter terima kasih.” Setelah mengatakan itu Violetta masuk kamar, menunduk karena tidak berani dengan tatapan tajam suaminya.

Andara bangkit dari duduknya dan menatap kasihan Violetta, Nathan menangkap tatapan itu langsung berdecak, “Jaga pandanganmu. Dia sudah bersuami.”

Andara hanya mengedikan bahu, “Kau beruntung mendapatkannya. Dia sangat cantik dan sangat ceria, aku menyuka –,”

“Tutup mulutmu atau kau tidak akan bisa bagun besok pagi.” Andara hanya berdecak. Dia menepuk pelan pundak temannya beberapa kali, “Besok aku akan kembali.”

“Sialah kau!!”

Nathan keluar dari rumah dengan perasaan kesal setengah mati. Kehidupannya berubah saat ayahnya tiba-tiba saja menjodohkanya dengan alasan tidak masuk akal. Sepanjang perjalanan menuju apareman miliki Cindy wajahnya tetap saja muram karena membayangkan kembali bagaimana Andara dan Violetta terlihat sangat menikmati kebersamaan.

“Sayang … kau kenapa?” tanya Cindy yang sudah mengalungkan tangan di leher kekasihnya.

“Tidak ada apa-apa.” Nathan memindahkan tangan Cindy dan duduk di sofa. Cindy yang tidak terima dengan penolakan Nathan langsung saja duduk di pangkuan kekasihnya dan kembali mengelunglan tangannya.

“Aku merindukanmu.” Bisiknya

Dia sudah mencium rahang Nathan dan tangannya sudah membuka satu persatu kancing baju sang kekasih. Nathan membiarkannya saja karena dia sudah sangat merindukan sentuhan.

Cindy mengalihkan ciumannya pada hidung mancung milik Nathan, turun lebih bawah hingga mencapai bibir sang kekasih. Nathan menyambutnya dengan senang hati, tentu saja, mereka saling mencintai tetapi gagal bersama karena pernikahan konyol yang ayahnya lakukan.

Nathan terjebak dengan pernikahan yang membosankan karena wanita yang menjadi istrinya lumpuh.

Semakin lama ciuman mereka semaki panas begitu pula gelombang hasrat keduanya, hingga pada akhirnya Cindy melepaskan pelukannya, baju yang Nathan pakai juga sudah terbuka- entah sejak kapan.

Pakaian tipis yang Cindy kenakan pun sudah tidak berbentuk lagi. “Sayang … aku ingin.” Cindy mengatakannya dengan tatapan sayu, dia malu tetapi juga tidak bisa menahannya.

Nathan adalah pria normal, di sugukan dengan hidangan pembuka yang menggiurkan sudah pasti membuatnya betah dan ingin menghabisi semuanya. Pria tampan dengan bentuk tubuh yang sempurna itu kembali mencium rakus kekasihnya, mengangkatnya dan akan membawanya ke kamar yang biasa mereka tempati.

Jantung Cindy sudah berdegup pencang, dia memikirkan apakah mereka akan melakukannya kali ini, dia merasakan Nathan sudah meletakkanya dengan hati-hati diatas ranjang meski matanya tertutup karena malu.

Sebentar lagi, dia akan merasakan keindahan itu. Mereka akan menyatu dan tidak akan ada lagi yang bisa memisahkan meskipun pria itu sudah memiliki istri sekalipun.

“Sayang … kenapa berhenti?” tanya Cindy dia sudah melihat Nathan yang berdiri dan mundur selangkah.

“Tidak. Kita tidak bisa melakukannya.” Nathan berbalik dan meninggalkan Cindy. Namun bukan Cindy namanya jika tidak mendapatkan apa yang dia mau. Ini sudah setahun mereka menjalin kekasih tetapi mereka hanya melakukan ciuman tidak lebih.

“Sayang … kenapa kau selalu saja menghindariku?” Cindy sudah memeluk Nathan dari belakang.

Nathan melepas pelukan Cindy dan berbalik, “Aku harus kembali. Kau istirahat saja.” Nathan melewati Cindy. Pria itu memungut kemejanya yang sudah berserakan dilantai, gerakan tangannya terhenti saat Cindy menyebut nama Violet.

Nathan yang sudah kesal sejak awal karena wanita yang sudah menjadi istrinya itu berani tertawa bersama pria lain kini semakin kesal karena Cindy yang tidak tahu apapun menjelekkannya.

“Apa karena istri lumpuhmu itu kau menolakku?”

“Apa maksudmu. Kenapa membawa orang lain?” kata Nathan tidak terima Violetta dikatakan lumpuh walau benar adanya.

“Kenyataannya. Dia memang lumpuh. Aku tidak habis pikir kau mau menikahinya.”

Nathan memejamkan mata, dia tidak menyukai pembahasan ini. Menghela napas pelan dan memeluk Cindy, “Sayang … istirahatlah! Maafkan aku karena tidak bisa melakukannya, heum.”

“Kenapa? Kau tidak mencintaiku?”

Nathan hanya diam membuat Cindy yang sudah kesal mendorong tubuh kekasihnya menjauh.

“Pulanglah! Dia menunggumu.”

Nathan yang tidak bisa membujuk Cindy akhirnya meningalkan apertemen dengan perasaan kacau. Kepalanya di penuhi oleh tawa Violetta yang terlihat bahagia bersama Andara.

“Perempuan lumpuh sialan!!” sepanjang jalan Nathan mengumpat karena sangat kesal.

Sampai di rumah dia yang akan naik ke lantai atas mengurungkan diri kala melihat pintu kamar Violetta yang tidak tertutup.

“Apa dia sengaja memancing pria lain masuk ke kamarnya?"

Nathan melangkah pelan ke kamar istrinya, di dalam kamar dia melihat Violet yang tertidur di sofa lagi, wajah cantik tanpa riasan tidak membuat keindahan itu pudar melainkan semakin terlihat bersinar.

“Kau senang karena merusak kesenanganku?” tanya nya pelan pada wanita yang setia memajamkan mata.

“Jangan berharap kau akan bisa mengambil hatiku.”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Foto Bayi di Ponsel Suamiku
9.1
Kepercayaan Monalisa sebagai istri runtuh seketika saat menemukan foto bayi misterius di ponsel Bayu, suaminya. Alibi Bayu bahwa foto itu hanya dari internet tidak membuat Mona percaya. Penyelidikannya justru mengungkap fakta menyakitkan: sang suami telah memiliki anak dari perselingkuhan. Enggan tenggelam dalam duka akibat pengkhianatan ini, Mona memilih bangkit. Ia merancang pembalasan dendam yang rapi untuk menghancurkan hidup Bayu dan wanita simpanannya dengan rasa sakit yang setimpal.
Sampul Novel Hamili saya, tuan !
8.3
Chereena Kayona Albern adalah putri kesayangan Bobby Albern yang tumbuh dalam pengawasan ketat sejak ibunya tiada. Meski hidupnya sangat dilindungi, ia berhasil menjadi gadis cerdas yang dikagumi banyak orang. Namun, sebuah langkah tak terduga diambil oleh Chereena. Tanpa diduga, ia justru mendekati seorang CEO asal Rusia bernama Chaiden Barnard dan memintanya untuk menghamilinya. Apa sebenarnya alasan di balik keputusan nekat gadis pintar ini?
Sampul Novel Kembalinya Istriku
8.0
Demi menyelamatkan keluarganya dari krisis keuangan dan musibah sang suami, Maharani rela bekerja keras sebagai TKW di negeri orang. Malang, pengorbanan tulus itu justru dikhianati oleh Rudi yang tega menipunya. Luka hati Rani kian menganga saat putra tunggalnya wafat akibat kelalaian keluarga suaminya. Kini, berbekal kepedihan yang mendalam, Rani bersiap menuntut balas kepada setiap orang yang telah menghancurkan hidup dan masa depannya.
Sampul Novel Mas, aku lelah
9.0
Demi menggantikan Kalisa yang melarikan diri, Kayara Adeluwis terpaksa menikahi Steven Alexander. Dua tahun berlalu tanpa cinta, dan Kayara mulai lelah menghadapi sikap dingin sang suami. Namun, Steven enggan berpisah sebelum Kalisa ditemukan. Terjebak dalam pernikahan penuh konflik dan gairah, mampukah Kayara membebaskan diri dari cengkeraman Steven, atau justru selamanya terperangkap dalam hubungan yang menyiksa ini?
Sampul Novel Merebut Hati Mantan Istri Kembali
8.1
Pernikahan bisnis dua keluarga besar ini terjalin dengan kebebasan sang pria memilih pasangan. Meski hatinya terpikat pada sang wanita sejak awal, sikap dingin sang istri justru membuat hubungan mereka kandas. Begitu surat cerai ditandatangani, terungkap bahwa sang wanita hanya memanfaatkannya demi tujuan pribadi. Namun, perpisahan ini bukan akhir dari segalanya, melainkan awal dari permainan cinta baru yang jauh lebih rumit.
Sampul Novel Nostalgia
8.4
Misa Almira tak mampu lepas dari ingatan masa kecil bersama sahabat yang sangat ia sayangi. Akibat sebuah kekeliruan fatal di masa lalu, sosok berharga itu tiba-tiba lenyap tanpa jejak. Ketika fakta sebenarnya terkuak, Misa didera penyesalan yang teramat besar. Walau kini ia telah tumbuh dewasa dan fokus membangun kariernya, bayang-bayang kesalahan masa lalu dan memori manis bersamanya tetap melekat erat dalam hidup Misa.