APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel ISTRI LUMPUH TUAN NATHAN

ISTRI LUMPUH TUAN NATHAN

Pernikahan Violetta dan Nathan diselimuti keheningan yang menyakitkan. Meski Violetta telah menyerahkan seluruh jiwa dan raganya demi sang suami, ia harus menghadapi kenyataan pahit bahwa cintanya bertepuk sebelah tangan. Nathan terus membangun dinding pemisah yang tebal, memperlakukan Violetta layaknya orang asing di hidupnya. Harapan Violetta untuk bersatu seutuhnya kini pupus, menyisakan kepedihan mendalam akibat sikap dingin dan pengabaian Nathan yang tak berujung.
Bab
Bagikan

Bab 3

Nathan berbalik, namun langkah terhenti saat mendengar gumaman Violetta-istrinya, Nathan berbalik dan melihat mata itu masih tertutup, artinya Violet mengigau.

“Nathan … kau jahat hiks.” Nathan yang namanya disebutkan lantas mematung karena melihat mata tertutup itu mengalirkan air di sudut matanya.

Hampir setengah jam Nathan berdiri disana mendengar semua apa yang Violet katakan untuknya. Nathan mencoba tidak peduli tetapi kenapa rasanya dia enggan beranjak, seolah memang dia ingin mendengar semua yang Violet keluhkan.

“Nathan … aku mencintaimu.” Setelah mengatakan itu Violet kembali memejamkan mata dan tidak terdengar lagi ocehan selain deru napas yang teratur. Nathan tidak bereaksi apapun. Wajahnya tetap datar dan dingin.

Lama berdiri disana, Nathan kembali membalikkan badan dan naik ke lantai atas di kamarnya, semalaman dia berdiri di balkon, niatnya yang ingin tidur rupanya tidak terjadi.

Sepanjang malam dia hanya berdiri memandang pekatnya malam. Ponselnya yang sejak tadi berdering tidak juga di hiraukan.

Dia mengingat kembali kenangan setahun yang lalu dimana dia yang di selamatkan oleh seorang gadis yang entah dimana keberadaannya saat ini. Menghela napas panjang Nathan kembali masuk ke dalam kamarnya karena udara sudah berubah sangat dingin.

“Gadis itu benar-benar membuatku kesal.” Nathan yang tidak bisa memejamkan mata karena mengingat Violet yang tertidur di sofa membuatnya kesal. Dia turun kelantai bawah dimana kamar mereka berada, ingin tidur sendiri nyata dia tidak bisa.

Di hadapan Violet yang sudah tertidur, Nathan mencoba mengangkat tubuh kecil itu dengan perlahan agar tidak membangunkannya, dan meletakkannya di atas kasur.

“Kau tahu. Kau membuat hidupku hancur.”

Nathan berdecak tetapi tetap membaringkan tubuhnya di sebelah Violet. Dan ajaibnya sebelumnya dia yang tidak bisa tertidur kini sudah memejamkan mata dengan mudahnya.

Pagi harinya, Violet yang sudah terbangun lebih dulu merasa ada sesuatu yang menindih perutnya, dia membuka mata dan melihat tangan kekar sudah melingkar disana.

Violet mengakat wajahnya perlahan dengan jantungnya berdetak kencang. Otaknya tidak biasa berpikir dengan baik karena pemandangan yang baru saja di lihatnya. Pria yang telah menguasai seluruh hatinya tengah tertidur dengan lelapnya dengan memeluk pinggangnya.

Violetta yang menantikan pemandangan ini sejak lama, sudah menyimpan dengan baik apa yang tersuguhkan di depan mata. Bibir tebal, hidung mancung dan bulu mata panjang. Bibirnya tersungging karena sosok bak malaikat ini sudah berada tepat di hadapannya.

“Apakah aku bermimpi?” ucapnya dalam hati.

Lama memandang wajah rupawan itu, Violet dengan cepat memejamkan mata kembali saat menyadari bulu mata Nathan bergerak. Dia berdoa semoga Nathan-suaminya tidak menyadari bahwa dia sudah lancang.

Nathan yang sangat terkejut karena mendapati dirinya yang memeluk Violet segera dengan sangat hati-hati menarik tangannya jangan sampai Violetta menyadari perbuatannya.

“Astaga, semoga saja Vio tidak menyadari.” Nathan menarik diri dengan pelan dan menghilang dari kamar sebelum Violetta menyadarinya. Di lantai atas Nathan berulang kali berdoa semoga Vio tidak tahu tindakan memalukan itu.

Setelah membersihkan diri Nathan turun ke lantai bawah karena mendengar suara yang tidak asing baginya, “Hai, selamat pagi Tuan muda Nathan.” Andara membungkuk sedikit dan tersenyum ramah pada tuan rumah.

“Ada apa? Apa aku memangilmu?” Nathan mengancing kancing lengan kemejanya, dia mendekati Andara, dia benar-benar lupa sesuatu.

“Sepertinya anda melupakan sesuatu.” Ucap Andara sudah duduk karena arahan dari Nathan.

Baru saja Andara akan mengingatkan kembali, Violetta muncul dengan penampilan sangat anggun. Dress sepanjang betis dengan warna mocca menamabah cantik penampilan Violetta yang memang memiliki karakter lembut.

“Selamat pagi, Dokter.”

“Selamat pagi, Nyonya, anda siap?” tanya Andara. Mengabaikan tatapan tidak ramah Nathan yang sudah mengingat apa yang sebenarnya terjadi.

Nathan berdehem membuat keduanya menghentikan perbincangan mereka. Violetta menghembuskan napas panjang lalu duduk sesuai arahan suaminya-Nathan. Andara memperhatikan Vioetta yang memakan sarapannya dalam diam, lalu melirik Nathan yang tidak terlihat senang sama sekali.

Selesai sarapan, Andara meminta izin pada Nathan karena harus membawa Violetta untuk melakukan pemeriksaan. Nathan yang suasana hatinya berubah mengabaikan ucapan andara dan berlalu begitu saja membawa mobilnya.

“Jangan hiraukan dia. Nathan pasti memiliki banyak pekerjaan yang menumpuk.” Andara mencoba meyakinkan, dia semakin iba pada Violet karena Nathan benar-benar tidak menghiraukan keberadaan istrinya.

“Apakah dia marah padaku.” Tanya Vio.

“Sudah ku katakan. Jangan hiraukan dia untuk sementara, fokus pada kesembuhanmu dan buktikan kalau kau bisa membahagiakan manusia aneh itu.” Violet mengerucutkan bibir karena suaminya di hina dengan kata aneh.

Andara tergelak, tidak menunggu lama dia membawa Violet ke rumah sakit, sebagai dokter jelas dia ingin pasiennya mendapatkan perawatan yang terbaik. Melihat kesungguhan Violet, dia semakin yakin bahwa kesembuhan akan terjadi dengan mudah atas takdir Tuhan.

Sampai dirumah sakit, Andara membawa Violet ke dokter saraf. Jantung Violet berdegup ini bukan pertama kali tetapi tetap saja rasanya tetap mendebarkan.

“Selamat pagi, Nona.” sapa sang Dokter yang Violet lihat namanya Diana.

“Selamat pagi juga Dokter, saya Violetta, bisa dipanggil Vio.”

Sang dokter menjelaskan apa saja yang harus dilakukan, semalam Dokter Andara sdah memberitahukan semuanya, jadi sekarang hanya pemeriksaan kemudian melanjutkan langkah-langkah apa yang harus Vio lakukan.

Ditempat yang berbeda, Nathan yang sudah sampai di kantor terlihat sangat gelisah, Cindy yang melihat itu lantas memeluk tuan sekaligus kekasihnya dari belakang. Cindy adalah sekertaris pribadi Nathan juga sebagai kekasihnya.

“Kau masih marah karena semalam?” tanya Cindy.

“Bukan karena itu. Bagaimana tidurmu nyenyak?” tanya Nathan basa-basi.

Cindy berdecak karena semalam dia tidak nyenyak sama sekali, “Bagaimana bisa aku tidur nyenyak, kau tidak memelukku seperti biasa.” Murung Cindy

Sebelum menikah Nathan memang sering menginap di apartemen Cindy, tidur bersama walaupun tidak melaukan hal lebih, selama setahun menjalin kasih, mereka hanya melakukan ciuman itupun sangat jarang karena terkadang Nathan menolaknya.

“Belajarlah mulai sekarang karena aku tida –,”

“Jangan katakan kalau kau tidak ingin lagi tidur dengan memelukku? Sebagai sepasang kekasih hanya itu yang bisa ku dapatkan darimu dan sekarang kau mencabutnya.” Protesnya.

“Sayang ….”

“Nathan. Aku kekasihmu. Kita saling mencintai, banyak orang yang sudah tidur bersama tanpa ikatan, dan kenapa kita tidak melakukannya?”

Nathan membeku dengan apa yang baru saja di dengarnya. Bagaimana mungkin Cindy menginginkan hal tersebut sementara Nathan mencoba menjaganya selama ini.

“Cindy … aku tidak akan melakukan hal tersebut tanpa ikatan.” Kata Nathan. Mendiang Mamanya mengajarinya menjadi pria sejati bagaimana bisa dia menghianati kepercaan sang ibu.

“Kalau begitu nikahi aku.” putus Cindy.

“Kau gila? Bagaimana bisa kita menikah, aku sudah menjadi suami orang lain.”

“Aku tidak peduli. Nikahi aku atau kita berpisah.”

Cindy meninggalkan ruangan Nathan dengan perasaan kesal. Dia hanya ingin bersama Nathan selamanya tetapi kenapa harus ada drama menikah dengan perempuan lumpuh.

“Nathan. Bagaimanapun caranya aku akan memaksamu menikahiku.”

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Foto Bayi di Ponsel Suamiku
9.1
Kepercayaan Monalisa sebagai istri runtuh seketika saat menemukan foto bayi misterius di ponsel Bayu, suaminya. Alibi Bayu bahwa foto itu hanya dari internet tidak membuat Mona percaya. Penyelidikannya justru mengungkap fakta menyakitkan: sang suami telah memiliki anak dari perselingkuhan. Enggan tenggelam dalam duka akibat pengkhianatan ini, Mona memilih bangkit. Ia merancang pembalasan dendam yang rapi untuk menghancurkan hidup Bayu dan wanita simpanannya dengan rasa sakit yang setimpal.
Sampul Novel Hamili saya, tuan !
8.3
Chereena Kayona Albern adalah putri kesayangan Bobby Albern yang tumbuh dalam pengawasan ketat sejak ibunya tiada. Meski hidupnya sangat dilindungi, ia berhasil menjadi gadis cerdas yang dikagumi banyak orang. Namun, sebuah langkah tak terduga diambil oleh Chereena. Tanpa diduga, ia justru mendekati seorang CEO asal Rusia bernama Chaiden Barnard dan memintanya untuk menghamilinya. Apa sebenarnya alasan di balik keputusan nekat gadis pintar ini?
Sampul Novel Kembalinya Istriku
8.0
Demi menyelamatkan keluarganya dari krisis keuangan dan musibah sang suami, Maharani rela bekerja keras sebagai TKW di negeri orang. Malang, pengorbanan tulus itu justru dikhianati oleh Rudi yang tega menipunya. Luka hati Rani kian menganga saat putra tunggalnya wafat akibat kelalaian keluarga suaminya. Kini, berbekal kepedihan yang mendalam, Rani bersiap menuntut balas kepada setiap orang yang telah menghancurkan hidup dan masa depannya.
Sampul Novel Mas, aku lelah
9.0
Demi menggantikan Kalisa yang melarikan diri, Kayara Adeluwis terpaksa menikahi Steven Alexander. Dua tahun berlalu tanpa cinta, dan Kayara mulai lelah menghadapi sikap dingin sang suami. Namun, Steven enggan berpisah sebelum Kalisa ditemukan. Terjebak dalam pernikahan penuh konflik dan gairah, mampukah Kayara membebaskan diri dari cengkeraman Steven, atau justru selamanya terperangkap dalam hubungan yang menyiksa ini?
Sampul Novel Merebut Hati Mantan Istri Kembali
8.1
Pernikahan bisnis dua keluarga besar ini terjalin dengan kebebasan sang pria memilih pasangan. Meski hatinya terpikat pada sang wanita sejak awal, sikap dingin sang istri justru membuat hubungan mereka kandas. Begitu surat cerai ditandatangani, terungkap bahwa sang wanita hanya memanfaatkannya demi tujuan pribadi. Namun, perpisahan ini bukan akhir dari segalanya, melainkan awal dari permainan cinta baru yang jauh lebih rumit.
Sampul Novel Nostalgia
8.4
Misa Almira tak mampu lepas dari ingatan masa kecil bersama sahabat yang sangat ia sayangi. Akibat sebuah kekeliruan fatal di masa lalu, sosok berharga itu tiba-tiba lenyap tanpa jejak. Ketika fakta sebenarnya terkuak, Misa didera penyesalan yang teramat besar. Walau kini ia telah tumbuh dewasa dan fokus membangun kariernya, bayang-bayang kesalahan masa lalu dan memori manis bersamanya tetap melekat erat dalam hidup Misa.