APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Kesayangan Tuan Mafia

Istri Kesayangan Tuan Mafia

Kepergian mendadak Reynand saat istrinya hamil berujung kepedihan. Setahun kemudian, sang bos mafia kembali dan mendapati kabar bahwa Keisha telah dipersunting oleh mantan kekasihnya. Didorong rasa murka, Reynand bersumpah membalas dendam pada Reza serta Bram, mertuanya sendiri. Di tengah terbongkarnya berbagai konspirasi masa lalu, ia bertekad melindungi sang istri dari ancaman siapa pun, termasuk dari pihak keluarganya sendiri.
Bab
Bagikan

Bab 2

Proyektil melesat tepat pada lengan kiri Reynand, merobek kulit dan meninggalkan rasa panas. Lelaki itu meringis, menatap darah yang mengucur. Keisha gemetar hebat, jantungnya berhenti berdetak untuk sesaat, sebelum akhirnya ia harus menghadang Reynand yang ingin mendekati Bram.

“Tidak, aku mohon. Jangan sakiti papa, Rey.” Keisha memeluk erat, demi membuat ayunan kaki urung dibuat oleh lelaki di depannya.

“Aku mohon ...,” pintanya menatap harap.

Reynand merapatkan gigi dalam mulut tertutup, menyaksikan permohonan Keisha adalah hal paling tak diharapkan. Lelaki itu menyambar tangan perempuan masih mendekapnya, menyeret pergi ke arah mobil berada.

“Lepaskan putriku!” erang Bram dari kejauhan, tubuhnya sudah dibekuk setelah pistol dirampas anak buah Reynand lebih dulu.

Keisha menoleh, tapi ia tak mampu menghentikan langkah. Reynand terus menyeretnya, tanpa memedulikan kesulitan dirinya menyelaraskan kaki.

“Ledakkan hotel ini, sekarang juga!” titah Reynand, mengejutkan perempuan di balik tubuhnya.

“Sesuai perintah, Tuan!” seru para pria berpakaian serba hitam.

Mata Keisha nanap, dia melihat sang papa juga punggung lelaki telah membukakan pintu untuknya. “Kamu sudah gila?! Bagaimana bisa kamu memerintahkan mereka untuk meledakkan tempat ini, Rey?!”

“Masuk!”

“Tidak akan pernah!” tekan Keisha. “Kalau memang kamu ingin menghancurkan tempat ini, biarkan aku menemani mereka di sini!”

Reynand geram, tarikan napas berat diciptakan olehnya, kemudian bersimpuh di samping Keisha. Bukan untuk memohon, lelaki itu merobek ekor gaun dan membuang asal. Tubuh Keisha pun didorong paksa untuk masuk dalam kendaraan, Reynand memutar dan berlabuh ke balik kemudi.

Mobil seketika dijalankan mundur, walau mata cemas Keisha masih tertuju pada papanya. Dia bahkan terus memohon, agar titah ditarik oleh lelaki yang mengemudi dengan kecepatan tinggi sekarang. Namun, sayangnya itu tak dipedulikan, oleh tuan muda di balik kemudi yang terus mengeraskan rahang.

“Jangan lakukan apa pun pada papa, atau aku akan melompat dari sini, Rey!” ancam Keisha serius.

Reynand sekedar melirik, dia begitu acuh dengan ancaman diberikan barusan. Bukan karena tak peduli, tapi karena si pemilik kulit putih itu yakin, bahwa Keisha tak akan bisa membuka pintu dan melancarkan ancaman.

“Rey! Aku serius dengan perkataanku!”

“Lompat dan matilah, kalau kau bahagia melakukan hal itu!”

“Apa?” tak percaya Keisha. “Ka—kamu bilang apa barusan?”

“Melompatlah!” Reynand menoleh, kedua mata dilebarkan sembari menegaskan kalimat.

Keisha membuka mulut lebar-lebar, mata tadi terbelalak berubah sayu. Tetap saja, lelaki berhati keras di sampingnya tak memedulikan. Reynand menekan sebuah alat kecil pada telinga kanan, itu adalah alat komunikasi yang menghubungkan dirinya, dengan semua bodyguard.

“Seret Bram ke hadapanku, bawa juga lainnya! Hotel itu, aku tidak ingin melihatnya berdiri lagi!” perintahnya, menyentak perhatian Keisha sekali lagi.

Mendengar hal itu, hati Keisha semakin tak karuan. Siapa yang tak mengenal bagaimana cara Reynand menghancurkan lawan, terlebih ketika sang penguasa itu telah menjatuhkan titah, agar musuh dibawa ke hadapannya. Ruang bawah tanah tersembunyi, seketika menghampiri benak Keisha. Dia menggoyangkan lengan Reynand, memohon dan merengek layaknya anak kecil.

Nihil. Semua masih diabaikan oleh tuan muda yang kini menekan klakson, menyadarkan pengawal di depan rumah akan kehadiran dirinya. Pagar hitam menjulang tinggi dibukakan segera, Reyanand menyisir halaman luas rumahnya, diiringi oleh tubuh-tubuh membungkuk bodyguard.

Kendaraan dihentikan tepat di depan teras, para pelayan pun telah berbaris menyambut hadir tuan mereka. Reynand turun lebih dulu, membukakan pintu untuk Keisha dan menyeret masuk dalam rumah megah, dipenuhi oleh perabot-perabot berwarna hitam.

Elevator dalam rumah dijadikan jalan pintas oleh Reynand, untuk sampai lantai tiga, di mana ruang pribadinya berada. Genggaman belum dilepaskan dari tangan mungil Keisha, bahkan ketika pintu elevator sudah terbuka di lantai tujuan. Reynand menyisir lantai marmer hitam mengilat, membuka kasar pintu dan membanting kencang.

Tubuh Keisha dihempaskan ke ranjang, hingga perempuan terlihat sangat cantik dalam riasan nude menyegarkan itu, memekik kesakitan dengan memegangi lengan kanan. “Au!” seru Keisha meringis. “Kamu menyakitiku, Rey!”

“Menyakiti?! Apa kau tahu apa itu rasa sakit?!” Reynand bertolak pinggang, alisnya saling bertautan. “Kalau kau mengerti apa itu sakit, kau tidak akan mengkhianatiku seperti hari ini!”

“Aku tidak pernah mengkhianatimu sama sekali, Rey. Aku memiliki alasan, untuk apa yang aku lakukan!”

“Benarkah?! Alasan apa yang membenarkanmu untuk menikah lagi, sementara kau masih memiliki suami?!” teriak Reynand.

“Di depan mataku sendiri, kau bahkan tidak menolak saat dia menyentuhmu!”

“Berapa kali kau sudah tidur dengannya, Keisha? Atau ... kau bahkan sudah mengandung anaknya, sampai kau bersedia menikah dan melupakan pernikahan kita?! Katakan saja, apa itu alasanmu menggugurkan kandunganmu, Kei?!”

“Harusnya, dari awal kau mengatakan kalau tidak ingin mengandung anakku!”

Reynand terus meninggikan suara, tatkala bayang tentang Reza menggenggam tangan Keisha, membayangi ingatan. Napasnya memburu, hati memanas tak karuan, seolah siap untuk terbakar tanpa sisa.

Keisha tak mampu mempercayai apa diucapkan oleh lawan bicaranya, ia menelisik kecewa pada wajah merah padam dari lelaki yang berdiri di dekat ranjang. “Apa aku serendah itu di matamu, Rey? Mungkinkah, aku bisa melakukan hal serendah itu?”

“Harusnya, aku yang bertanya padamu, sudah berapa kali kamu meniduri Anita sampai dia hamil?! Kenapa kamu justru pergi meninggalkanku, hanya demi bisa hidup bersama Anita, Rey?!”

“Sedikit saja, apa kamu tidak berpikir kalau aku sangat terluka? Aku membutuhkanmu, tapi kamu justru meninggalkanku bersama Nabila, untuk membangun kehidupan baru dengan Anita!”

“Di mana hati nuranimu sebenarnya, Rey?! Kamu meninggalkanku dalam kondisi hamil, tanpa sedikit saja penjelasan!”

“Satu tahun, Rey. Satu tahun aku hidup dalam kebodohan, menyalahkan diriku sendiri tentang kenapa kamu bisa meninggalkanku seperti sampah tidak berharga!”

“Kenapa, Rey?! Katakan, kenapa kamu membawa Nabila pergi untuk tinggal bersama Anita?! Apa yang sudah aku lakukan, sampai kamu mencampakkanku seperti sampah?! Kenapa?!”

Keisha menggebu-gebu, teringat seperti apa kehidupan memaksanya menerima kenyataan pahit, kala diri tengah mengandung benih cintanya bersama sang suami.

Reynand mengeraskan rahang, memusatkan perhatian pada wajah terlihat frustrasi di depannya. Kaki kanan di angkat oleh Reynand menekuk di atas ranjang, mencapit wajah Keisha dan langsung menyergap bibirnya.

Tak ada kesempatan bagi Keisha menolak, tubuh terus terdorong sampai terbaring di atas ranjang. Refleks perempuan berambut hitam pekat itu membalas, setiap perlakuan dari lelaki yang sudah menyempurnakan posisi di atas tubuhnya.

Tangan-tangan Reynand mengobrak-abrik gaun pernikahan, membuang ke lantai tanpa menghentikan aksi gilanya. Keisha pun turut membebaskan tubuh kekar Reynand dari jas serta kemeja. Namun, semua terhenti ketika mata indahnya menangkap beberapa luka.

“Rey?” pilu Keisha, menyentuh dada dipenuhi oleh bekas luka.

Reynand menatap pada tubuhnya sendiri, kemudian menarik diri dan meninggalkan tubuh sangat ingin dinikmati. “Pakai pakaianmu, dan istirahatlah!”

“Tidak! Jelaskan padaku, bagaimana bisa kamu terluka seperti itu? Apa yang sebenarnya terjadi, Rey? Di mana Nabila sekarang?”

“Aku ibunya, Rey. Aku berhak tahu di mana putriku, dan apa yang sudah terjadi pada kalian berdua!”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Perawan Kesayangan Tuan-tuan Gigolo
9.6
Jagat raya dikejutkan oleh aksi para gigolo kaya nan rupawan yang memperebutkan kasih sayang seorang gadis desa yang serba kekurangan. Di balik kepolosan wajahnya, perempuan tersebut rupanya seorang pembunuh kejam yang telah melukai mereka. Anehnya, para pria ini malah merasa bangga jika harus tewas di tangan sang gadis. Mengapa mereka justru memuja sosok yang mengancam nyawa tersebut? Inilah kisah cinta penuh laga tentang obsesi luar biasa yang sulit dinalar publik.
Sampul Novel DENDAM MERTUA MAFIA
8.2
Kebencian mendalam membuat Ratih Darmi tega menukar janji masa lalu ayahnya demi melenyapkan cucunya sendiri, Farid Abdullah. Bocah malang itu diculik oleh raja mafia kejam bernama Razzore untuk dieksekusi di dalam istana bawah tanah. Diandra Safaluna, sang ibu yang memiliki masa lalu kelam di dunia mafia, kini harus berjuang di tengah kehancuran jiwanya. Demi menyelamatkan Farid, Luna bersumpah akan menembus sarang monster tersebut walau harus mengorbankan nyawanya sendiri.
Sampul Novel Ikatan Suci
8.8
Mona, janda dari pahlawan negara, terpaksa menuruti kehendak ayahnya, Jenderal Handoko, untuk menikah dengan Galih. Pernikahan ini memicu kontroversi karena status Galih sebagai mantan narapidana kasus narkoba. Di tengah keraguan, Mona bertekad menyelidiki motif asli di balik kesediaan Galih menerimanya. Kini, dua sosok yang sama-sama terluka ini terikat pernikahan, siap berkorban demi mengungkap misteri di balik persatuan mereka.
Sampul Novel INNOMINATUS : THE LOST CHILD
8.8
Seorang ilmuwan ambisius menjatuhkan kutukan kejam pada bocah tanpa nama. Ia memprediksi anak itu akan selamanya terisolasi, tanpa hubungan apa pun, dan dikhianati dunia hingga kehilangan segalanya. Namun, sang bocah justru tersenyum misterius tanpa rasa takut. Ia berani menantang balik ucapan sang profesor, menegaskan bahwa akhir dari takdir ini masih menjadi teka-teki yang belum terjawab oleh siapa pun.
Sampul Novel Mendadak Menjadi Permaisuri ke 6
9.1
Terbangun di tubuh permaisuri abad ke-17 yang diceraikan Pangeran Keenam karena wanita lain, seorang dokter genius masa kini tidak tenggelam dalam kesedihan. Ia memilih fokus merintis karier medis berbekal pengetahuan modern. Keahliannya yang luar biasa sukses memikat hati rakyat hingga sang Kaisar. Meski sempat menutup diri dari cinta, takdir menyeretnya ke dalam dilema emosional antara perasaan terlarang dan sebuah pengorbanan besar yang harus ia putuskan.
Sampul Novel PUISI CINTA DARI TIMUR
8.3
Reinkarnasi maha dewa, Lu Sicheng dan Yang Zhu, harus terpisah akibat kelicikan Raja Iblis Xin Yi yang menghancurkan semesta lewat perang dahsyat. Kini, mereka terlahir kembali di kubu yang saling bermusuhan, yaitu suku dewa dan suku iblis. Dengan ingatan Yang Zhu yang telah dihapus sepenuhnya oleh Xin Yi, Lu Sicheng harus berjuang keras demi menyatukan kembali cinta mereka. Mampukah ia melawan takdir dan muslihat kejam ini dalam Puisi Cinta Dari Timur?