APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Keempat Sang Tuan Tanah

Istri Keempat Sang Tuan Tanah

Demi melunasi utang, Lila terpaksa menikah dan menjadi istri keempat Tuan Thakur, tuan tanah kaya yang sangat dominan. Pria itu menegaskan bahwa pernikahan mereka bukanlah drama televisi yang mudah diakhiri. Tanpa ada kata cerai, Lila terjebak dalam komitmen seumur hidup, kecuali maut memisahkan atau suaminya sendiri yang melepaskannya. Kini, Lila harus menghadapi kenyataan pahit dalam pernikahan penuh intimidasi ini. Sanggupkah ia bertahan hidup bersamanya?
Bab
Bagikan

Bab 3

Kedatanganku ke rumah besar Tuan Thakur itu disambut dengan wajah tak suka seorang anak remaja yang mungkin usianya sekitar 14 tahunan. Mungkinkah anak perempuan cantik itu adalah anak dari Tuan Thakur?

"Mau bertemu dengan siapa?" tanya anak perempuan itu.

"Aku mau bertemu dengan ...."

Sampai di situ aku bingung, apakah aku harus menyebut Tuan Thakur? Atau Bapak Thakur? Arghhhh!!! Siapa sih nama aslinya?? gerutuku dalam hati.

"Dengan siapa?" tanya gadis itu dengan nada frontal.

Terlihat benci di matanya seolah aku datang ingin merebut sesuatu miliknya yang berharga.

"Dengan bapak, bapak ada?" tanyaku.

"Bapak? Bapak siapa?" tanyanya dengan nada mengejek.

"Bapak Tuan Thakur," jawabku akhirnya.

Ah, masa bodolah. Hanya jawaban itu yang terbersit di otakku.

"Bapak Tuan Thakur? Hahaha .... Bapaknya Tuan Thakur itu, kakekku. Kamu mau bertemu kakek?"

Aku merasa tak perlu menjawab. Karena rasanya itu lebih mirip olokan, ejekan atau pun sejenisnya. Itu bahkan tidak mirip pertanyaan.

"Cindy ...." panggilan lembut nan bersahaja itu terdengar memanggil nama anak itu.

Jadi anak ini namanya Cindy? pikirku.

"Iya, Bun ...." sahut anak itu cepat.

Seorang wanita dengan kursi roda datang menghampiri kami. Wanita itu terlihat tidak begitu sehat.

"Kamu Delilah?" tanyanya lembut padaku.

Aku mengangguk.

"Ingin bertemu dengan Mas Salman?"

"Nggg ...."

Sungguh sekarang aku pun jadi ikut bingung. Mas Salman siapa?

"Anu Bu .... aku ingin bertemu Bapak Thakur ...." kataku dengan suara semakin lirih. Aku takut salah lagi.

"Ayah lagi tidur!" sahut anak perempuan itu jutek.

"Cindy ..." tegur sang bunda. "Kamu masuk ke kamar dulu sana!"

Gadis itu menghentakkan kakinya tanda protes, namun akhirnya tak punya pilihan lain selain menuruti kemauan sang Bunda.

"Kamu jangan mengambil hati kata- kata Cindy ya. Dia masih kecil," kata wanita itu.

Aku hanya mengangguk meski aku tak setuju. Gadis itu terlihat hanya beberapa tahun usianya di bawahku, apanya yang kecil?

"Jadi Bapaknya ada, Bu?" tanyaku sekali lagi ingin memastikan.

"Mas Salman ada. Ayo masuk!" ajaknya ramah.

Lalu wanita itu pun membawaku masuk ke dalam rumah besar semi modern itu. Dengan menjalankan sendiri kursi rodanya beliau membawaku masuk melewati ruang tamu, lebih kedalam lagi melewati ruang- ruang dan kamar- kamar yang aku tidak tahu ruangan apa itu. Satu yang kusimpulkan pemilik rumah ini pastilah memiliki kekayaan yang tidak main- main jumlahnya. Itu semua bahkan bisa dilihat dari interior dan perabotan yang berada di rumah ini.

"Nama saya Lastri. Kamu bisa memanggil saya mbak Lastri," katanya.

Sebenarnya walaupun wanita ini cantk, tidakkah aku terlalu muda jika menjadi adiknya. Aku bahkan cocok menjadi kakak dari anaknya yang bernama Cindy tadi.

"Hmmm ... baiklah, Mbak," jawabku meski canggung.

Setelah menyusuri lorong dan melewati beberapa ruangan di rumah itu, akhirnya kami tiba di suatu ruangan. Ini seperti ruangan baca yang tenang.

"Kamu tunggu di sini, aku panggilkan Mas Salman dulu," katanya.

Aku mengangguk. Dalam hatiku aku membatin, ternyata nama asli Tuan Thakur itu Salman? Hahahaha bahkan namanya aslinya terdengar seperti nama aktor Bollywood.

Rasanya telah lebih dari 10 menit aku menunggu, saat aku mendengar suara langkah kaki Tuan Thakur di koridor semakin mendekat, mendekat, dan akhirnya berada di ambang pintu.

"Lila?" sapanya terdengar akrab dengan suara barithon itu.

Deg!!! Jantungku berdebar kencang menghadapinya. Ini pastinya bukan debaran jatuh cinta, melainkan debaran karena takut. Apa yang aku katakan? Apa yang harus ucapkan padanya? Seketika otakku terasa blank begitu saja. Kata- kata yang telah kupersiapkan tadi seakan hilang menguap entah kemana.

"Pak, eh Mas ... bukan maksudku Tuan ...."

Tolong aku Tuhan, aku bahkan tidak tau bagaimana cara memanggilnya dengan benar.

"Langsung saja, katakan maksud kedatanganmu kemari!" perintahnya seakan mengerti kesulitanku.

Kami kini duduk berhadapan. Dan aku rasanya tidak sanggup menatap wajahnya itu.

"Aku ... saya ... eh ...."

Aku menunduk dan menggigit bibirku takut. Tanganku juga rasanya gemetar.

"Hmmm ....?"

Aku memberanikan mengangkat wajahku, menatap wajah kharismatik itu.

"Pak! Tolong aku .... tolong bantu ibuku! Tolong keluarkan ibu dari kantor polisi, Pak! Ibu mencuri uang bossnya demi bisa membayar hutang kami pada bapak. Saya tidak tahu harus meminta tolong pada siapa pun lagi," kataku memohon.

Kini air mataku jatuh tanpa kuminta.

"Atas dasar apa aku harus menolongmu?Hutang kalian saja masih cukup banyak dan baru dibayar 50 juta oleh ibumu? Sekarang kamu ingin aku mengembalikan uang 50 juta ini agar ibumu bisa dibebaskan oleh bosnya?" tanyanya sinis.

"Pak Tolong! Bantu aku keluarkan ibu dari sana, dia sudah cukup tua untuk berada di sana. Kalau mau biar saya aja yang menggantikan dia disana nggak apa- apa, pak!" kataku sedih.

"Saya bingung harus menjawab apa. Walaupun uang 50 juta ini dikembalikan, anggaplah ibumu keluar. Lalu hutang dengan pihak saya bagaimana? Kami pun ada perjanjian hukum sebelumnya. Toh, kalau beliau tak bisa bayar, pihak kami juga akan menuntutnya juga. Saya rasa kamu datang pada orang yang salah," kataya.

Tak punya senjata apa pun membujuknya akhirnya aku beringsut, turun dari kursiku dan bersimpuh di hadapannya.

"Tolong kami, Pak! Aku akan menikah dengan bapak. Tapi tolong, keluarkan Ibuku dulu dari sana, Pak! Aku nggak mau ibu di penjara, Paaaak....!" ratapku.

"178 juta, hutang ibumu sebanyak itu. Kau menganggap dirimu semahal itu? Sampai kau berani menolakku?" Nada suaranya terdengar mengintimidasi sekarang.

Tersirat rasa tersinggung dan harga diri yang terluka berada pada kata- kata itu.

"Ma- maafkan a- aku, Pak. Itu tidak akan terjadi lagi ...." janjiku. "A- aku bersedia jadi istri Bapak."

Pandangan pria itu meragukanku, seakan tak percaya pada omongan bocah labil sepertiku.

"Ada banyak wanita yang bisa kunikahi dan sukarela menjadi istriku, kenapa aku harus memilihmu?" tanyanya menyepelekan.

"Karena istri pertama bapak menyukaiku. Begitu kan, Bapak bilang?" jawabku polos.

Lelaki itu menghela napas panjang.

"Aku sangat mencintai istri pertamaku, Lastri. Dan aku akan menuruti apa pun yang dia mau. Tetapi pernikahan ini tetap saja yang menjalaninya adalah aku bukan dia. Jadi menurutmu kenapa aku harus menikahi remaja labil sepertimu? Yang hari ini akan berkata A, besok bisa saja B?"

Masih dalam posisi duduk bersimpuh, aku menggeleng putus asa.

"Tidak. Aku tidak akan berubah. Aku akan menikah dengan Bapak, setia dengan Bapak. Sampai salah satu dari kita akan mati. Tidak ada perceraian. Dan ... dan aku .... akan memberikan bapak seorang putra. Aku janji Pak! Percaya padaku. Huuuuuuu huuuu ...." Air mataku berderai lagi.

Tuan Thakur atau Salman itu melihatku agak lama. Menimbang- nimbang baik dan buruknya jika menikahiku mungkin. Lalu kedua tangan itu mengangkat daguku dan menghapus air mata di pipiku.

"Baiklah, berdiri dan hapus air matamu itu. Aku tidak suka dianggap sebagai seorang pemaksa."

Aku mengangguk dan sambil berdiri aku menghapus air mataku.

"Aku harap kau memegang janjimu," tuntutnya.

Dan aku hanya bisa mengangguk dalam derasnya rinai hujan di dalam hatiku.

***

Biasakan tinggalin jejak setelah baca ya ....

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Hello Wife The Tyran CEO!
8.5
Ellina meregang nyawa secara tragis akibat dikhianati keluarganya dan kekejaman sang suami. Saat terbangun, ia mendapati dirinya kembali ke masa lalu sebelum pertunangan terjadi. Bertekad mengubah nasib, Ellina memutuskan hubungan dengan keluarga angkatnya dan berusaha menjauhi pria kejam tersebut. Namun, sang CEO tirani justru menjadi sangat terobsesi padanya. Meski Ellina mencoba kabur, pria itu siap melakukan apa pun untuk mengurung dan mengikatnya selamanya.
Sampul Novel Istri Palsu Miliarder
8.7
Setelah berselingkuh, Vivienne mencoba menghabisi Soren Blackwood. Namun, anak buah sang miliarder justru salah menculik Kira, kembaran identik Vivienne. Kira terpaksa berpura-pura menjadi istri dari CEO kejam yang kini lumpuh tersebut. Di tengah dendam membara, Soren perlahan jatuh cinta pada Kira yang bersikap sangat berbeda. Bisakah rahasia ini terus tersimpan rapat? Bahaya mengintai saat Vivienne yang asli bersiap kembali merebut posisinya.
Sampul Novel Jadilah Milikku, Nona Sekretaris
8.9
CEO tampan dan kaya, Julian Evans, harus menghadapi penolakan dari sekretarisnya, Mia Sanders. Walau saling mencintai, status Mia sebagai anak pelayan di keluarga Evans membuatnya memendam perasaan demi membalas budi. Mia merasa perbedaan sosial membuat hubungan mereka mustahil. Namun, Julian tidak tinggal diam. Ia bertekad menantang keraguan Mia demi membuktikan ketulusannya. Sanggupkah perjuangan gigih Julian meyakinkan Mia bahwa cinta mereka pantas dipertahankan?
Sampul Novel Mama Polos Dan Bayi Jenius
9.2
Kehidupan seorang wanita berubah total setelah insiden salah kamar enam tahun lalu. Tanpa mengetahui identitas pria malam itu, ia memilih kabur demi membesarkan anaknya seorang diri. Kini, takdir mempertemukan mereka kembali di dunia kerja, di mana ia menjadi sekretaris dari pria tersebut. Meski sang bos tidak mengenali dirinya, ketertarikan kuat mulai tumbuh di antara mereka. Di tengah situasi ini, rahasia masa lalu membayangi ketenangan hidupnya.
Sampul Novel Pemuas Nafsu Sang Casanova
8.6
Nasib malang menimpa Aletta Casandra. Gadis berparas menawan ini dijadikan alat bayar utang oleh pamannya sendiri. Kebebasannya direnggut paksa ketika ia diserahkan kepada Leonardo Pradungganegara. Leonardo adalah konglomerat muda yang sangat kejam dan berkuasa. Kini, kehidupan masa muda Aletta hancur sepenuhnya. Ia terjebak dalam lingkaran hitam, dipaksa menjadi pemuas hasrat bagi pria berdarah ningrat tersebut tanpa bisa melarikan diri.
Sampul Novel Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin
9.2
Clayden Ardhanesa, dahulu dikenal sebagai Bradford, rela melepas kejayaannya di puncak dunia demi menikahi wanita yang dicintai. Ia memilih melindungi sang istri dari balik layar hingga wanita itu sukses. Namun setelah berhasil, sang istri justru menganggap Clayden tidak berguna dan meminta cerai. Saat nama Clayden kembali bergema di panggung dunia, sang mantan hanya bisa bersimpuh menyesali keputusannya sambil menangis tanpa henti.