APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Kedua Ustadz

Istri Kedua Ustadz

Kehidupan Dina, seorang wanita sederhana penyayang, berubah total setelah dinikahi oleh Ustadz Ahmad. Sebagai tokoh agama yang dihormati, Ahmad sebenarnya telah membina rumah tangga dengan Siti. Namun, karena tidak dapat menghadirkan keturunan, Siti dengan ikhlas meminta sang suami untuk berpoligami. Keputusan besar ini diambil Siti demi mendapatkan buah hati, yang pada akhirnya menuntun Dina menjadi bagian dari kehidupan pernikahan mereka.
Bab
Bagikan

Bab 3

Dengan berjalannya waktu, Dina semakin merasa nyaman dengan kehidupan barunya di rumah Ustadz Ahmad. Namun, tantangan baru muncul ketika dia mulai merasakan ketegangan yang semakin meningkat antara dirinya dan Siti, terutama terkait dengan rutinitas sehari-hari dan dinamika keluarga.

**Kehidupan Sehari-hari**

Dina mulai lebih terlibat dalam kegiatan sehari-hari rumah tangga. Dia membantu Siti dalam menyiapkan makanan, membersihkan rumah, dan menjaga kebersihan. Meski demikian, ketegangan kerap muncul ketika Dina merasa bahwa Siti mulai memperhatikan hal-hal kecil yang dianggapnya tidak memadai.

Suatu pagi, Dina sedang menyiapkan sarapan ketika Siti masuk ke dapur.

“Dina, sarapan apa yang kamu siapkan hari ini?” tanya Siti, suaranya penuh perhatian namun ada nada penilaian di sana.

“Justru roti bakar dan telur. Aku pikir ini sederhana tapi cukup mengenyangkan,” jawab Dina sambil memandang bahan-bahan yang sedang disiapkannya.

Siti mengangguk sambil memeriksa makanan yang sedang dimasak. “Roti bakar ini tampaknya agak gosong. Mungkin lain kali kita bisa mencoba memanggangnya dengan lebih hati-hati.”

Dina merasakan hatinya terbakar sedikit mendengar komentar tersebut, tetapi dia berusaha untuk tetap tenang. “Aku akan memperhatikan lebih baik lain kali.”

Meskipun Dina berusaha sebaik mungkin untuk menyesuaikan diri dengan rutinitas dan harapan Siti, dia merasa terkadang Siti terlalu memperhatikan hal-hal kecil yang membuatnya merasa tidak memadai. Ketegangan ini mulai memengaruhi suasana hati Dina, dan dia merasa semakin tertekan.

**Kesalahpahaman dan Konflik**

Suatu malam, ketegangan ini memuncak ketika Dina dan Siti terlibat dalam pertengkaran kecil. Dina merasa bahwa Siti terlalu kritis terhadap cara dia menjalankan tugas-tugas rumah tangga, sementara Siti merasa bahwa Dina tidak benar-benar memahami perannya.

“Siti, aku sudah berusaha keras untuk menyesuaikan diri dengan rutinitas ini. Aku merasa bahwa semua usaha ini tidak dihargai,” kata Dina dengan nada kesal.

Siti menatap Dina dengan serius. “Dina, aku hanya ingin memastikan bahwa semuanya berjalan dengan baik. Aku tahu kamu berusaha keras, tapi aku juga harus memastikan bahwa semua hal dilakukan dengan benar.”

“Rasa kritismu membuatku merasa tidak nyaman dan tidak diterima di sini,” jawab Dina, emosinya hampir meledak. “Aku hanya ingin merasa diterima dan dihargai.”

Pertengkaran ini meninggalkan luka di hati Dina, dan dia merasa semakin sulit untuk beradaptasi dengan kehidupan barunya. Malam itu, Dina merasa sangat tertekan dan memutuskan untuk pergi ke taman rumah untuk mencari ketenangan.

Ustadz Ahmad, yang melihat ketegangan di antara mereka, merasa perlu untuk campur tangan. Dia mendekati Dina di taman dan duduk di sampingnya.

“Dina, aku melihat ada ketegangan antara kamu dan Siti. Ada yang bisa aku bantu?” tanya Ustadz Ahmad dengan nada penuh perhatian.

Dina menghela napas. “Aku merasa sulit untuk menjalani peran ini. Siti seringkali terlalu kritis dan itu membuatku merasa tidak diterima. Aku berusaha keras untuk menyesuaikan diri, tetapi sepertinya tidak pernah cukup.”

Ustadz Ahmad mengangguk dengan penuh pengertian. “Aku mengerti. Siti mungkin memiliki cara tersendiri dalam mengatur rumah tangga, tetapi aku yakin dia juga ingin melihatmu bahagia. Mungkin kita perlu mencari cara untuk memperbaiki komunikasi di antara kalian.”

Dina mengangguk. “Aku berharap itu bisa membantu. Aku hanya ingin kita semua merasa nyaman dan saling mendukung.”

**Menghadapi Ketidaknyamanan dari Komunitas**

Ketegangan di rumah bukanlah satu-satunya masalah yang dihadapi Dina. Beberapa minggu kemudian, Dina mulai merasakan dampak komentar-komentar negatif dari komunitas. Ketika dia keluar untuk berbelanja atau menghadiri acara sosial, bisikan dan tatapan tidak nyaman dari orang-orang di sekelilingnya sering kali membuatnya merasa tertekan.

Suatu hari, Dina menghadiri acara pertemuan komunitas yang diadakan oleh salah satu tetangga. Ketika dia masuk ke ruangan, dia merasakan beberapa tatapan sinis yang membuatnya merasa tidak nyaman. Ibu Laila, yang sebelumnya memberikan komentar sinis, mendekatinya lagi.

“Dina, bagaimana perasaanmu dengan semua komentar ini? Pasti berat, kan?” tanya Ibu Laila dengan nada yang tidak terlalu simpatik.

Dina mencoba tersenyum meskipun hatinya terasa terbakar. “Saya berusaha untuk tidak memikirkan komentar negatif. Yang penting bagi saya adalah menjaga keluarga dan menjalani peran saya dengan baik.”

Ibu Laila mengangkat alis dan tersenyum sinis. “Semoga kamu bisa terus bertahan. Tidak mudah menjadi istri kedua, apalagi di komunitas ini.”

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Grafiti Dinding Hati
8.4
Masa magang Citta Buwana berjalan penuh tekanan sebagai sekretaris William Rustenburg, atasan tempramental yang selalu menganggapnya tidak kompeten. Situasi kian rumit ketika rencana perjodohan mereka yang dirancang oleh Johan, ayah William, terungkap. Meski William menolak keras dan kerap mempermalukan Citta, Johan tidak goyah dengan keputusannya. Di tengah kebencian dan pernikahan paksa ini, akankah ketulusan serta pengorbanan Citta mampu melunakkan hati William?
Sampul Novel Kebohongan Sang Alfa, Pemberontakan Sang Omega
8.4
Kebahagiaan sang Omega hancur saat memergoki Alpha Baskara bersama wanita lain dan putra rahasianya. Pernikahan mereka ternyata cuma alat politik Baskara dan orang tua angkatnya. Meski dikhianati dan dianggap pajangan, ia tetap tenang saat Baskara pura-pura rindu. Di balik amarahnya, ia menyiapkan pembalasan. Sebuah kristal berisi rahasia busuk mereka siap mengungkap kebenaran di tengah pesta akbar.
Sampul Novel Menikah dengan Cinta Pertama
8.0
Saat menghadiri reuni bersama James, pertanyaan tentang pernikahan mengungkap keretakan hubungan delapan tahun kami. Di hadapan teman-teman, James mengaku belum memikirkannya, sementara aku dengan tegas menyebutkan tanggal sebelas sebagai hari pernikahanku. Sikapku membuat James marah karena selama ini dia selalu menunda komitmen demi menyembunyikan perselingkuhannya dengan wanita yang lebih muda. Namun, kemarahannya sia-sia karena pria yang akan kunikahi nanti bukanlah dirinya.
Sampul Novel Sekretaris Pengkhianat
9.1
Dituduh tidak setia oleh Daniel Lee, Scarlett Chen diusir dalam kondisi mengandung. Sebagai bos besar berdarah dingin dengan latar belakang mafia, Daniel sangat membenci pengkhianatan. Lima tahun kemudian, Scarlett kembali memakai identitas lain demi menuntut keadilan. Akankah momen reuni ini menjadi pembalasan dendam yang sempurna, atau justru menyeret mereka berdua kembali ke dalam pusaran obsesi kelam yang tak berujung?
Sampul Novel Single Mom
7.8
Kehidupan seorang ibu tunggal dipenuhi duka mendalam dan rahasia kelam masa lalu. Di tengah tuduhan kejam sebagai wanita parasit, sebuah misteri besar mengancam kehidupannya. Konflik memuncak saat ia harus menghadapi konfrontasi tajam mengenai asal-usul sang anak. Benarkah ia menggoda ayah seseorang demi uang jutaan rupiah dan menghancurkan keluarga lain? Kini, kebenaran yang lama tersembunyi siap terungkap sepenuhnya.
Sampul Novel Terlambat Menyesal: Mantan Istriku Bersinar Terang
8.8
Empat puluh tahun menjadi istri pajangan John, bos mafia yang kejam, membuatku menyerah ketika selingkuhannya, Angel, makin semena-mena. Saat perceraian bergulir, aku justru mengandung di usia senja, sementara Angel terbukti mandul. Demi melindungi janinku, aku nekat kabur ke desa terpencil di tengah badai salju. John yang didera penyesalan kini mendepak Angel dan memohon ampun hingga berlutut di hadapanku. Namun, semuanya sia-sia. Pintu hatiku telah tertutup rapat bagi masa lalu.