APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Kedua Om Tampan

Istri Kedua Om Tampan

Kehidupan Annabelle sebagai biduan orgen tunggal dan penari striptis memicu rasa penasaran Samuel. Demi kestabilan finansial, Annabelle sempat ditawari pekerjaan tetap di sebuah karaoke mewah. Namun, ia menolaknya karena tidak menyukai jadwal yang mengikat dan lebih memilih kebebasan bekerja sesekali. Ketertarikan Samuel kian mendalam hingga ia menanyakan tarif layanan Annabelle, lalu mengajukan penawaran khusus untuk menyewanya selama dua belas jam penuh.
Bab
Bagikan

Bab 2

Cengkeramannya semakin kencang di rambut Annabelle. Pria itu mengerang beriringan dengan gerakan tubuh yang semakin intens. Sesekali Samuel meracau dan mengumpat—seolah tak bisa menahan nikmatnya penyatuan mereka.

Annabelle tak memperdulikan hal itu, hasratnya kini sama-sama terbakar saat Samuel mencium lehernya dengan penuh gairah.

Untuk pertama kalinya Annabelle begitu hanyut oleh sentuhan pria yang harus dilayani. Bahkan, saat pertama kali Samuel mengecup bibirnya ketika mereka tiba di penginapan dua puluh menit lalu, Annabelle benar-benar bergetar oleh permainan bibir Samuel.

Memang, Annabelle bukan wanita yang menyukai pria yang mengonsumsi alkohol. Namun, entah mengapa aroma anggur yang berpadu dengan lumatan lembut bibir Samuel membuat Annabelle benar-benar seperti orang mabuk.

Kepalanya terasa melayang saat Samuel menyentuh lehernya ketika memperdalam pagutan bibir mereka. Awalnya Annabelle berpikir Samuel akan langsung melakukan permainan ranjang tanpa foreplay, seperti para pria yang selama ini selalu dilayani.

Namun, ketika Samuel memperlakukan Annabelle penuh pemujaan, mengecup setiap inci kulit dengan gerakan lembut dan sensual, hal itu berhasil membuat darah Annabelle berdesir. Kini saat Samuel memacu tubuhnya di atas tubuh Annabelle, wanita itu menyentuh bahu kokoh Samuel.

Annabelle menyentuh kulit hangat Samuel yang mendayu-dayu dengan irama primitif. Merasakan otot liat yang tampak tak ingin mengakhiri permainan mereka. Seolah penasaran ingin melihat ekspresi wajah Samuel saat berkali-kali mengerang menyebut namanya, Annabelle memaksa diri untuk membuka mata, hal yang tak pernah dia lakukan sebelumnya.

Dia sedikit terkejut saat menyadari pupil mata hitam Samuel begitu lembut menatapnya. Annabelle harus mengontrol debaran jantungnya ketika Samuel tersenyum melihat dia membuka mata.

Gerakan pria itu berhenti sesaat, dia menunduk dan mendaratkan kecupan di pipi Annabelle sambil berbisik serak, "Kirain nggak akan buka mata sampe beres."

Mendapati dirinya diperlakukan dengan lembut, mau tak mau Annabelle melingkarkan kedua tangan di leher Samuel. Janggut kasar Samuel menggesek rahang Annabelle yang berkulit sensitif.

"Sakit nggak?" tanya Samuel, mengatur nafas yang terengah-engah saat mencium telinga Annabelle.

Embusan napas hangat Samuel membuat Annabelle mengeratkan pelukannya di leher pria itu. Annabelle tahu maksud Samuel menanyakan hal tersebut, mungkin karena miliknya yang terlalu ….

"Nggak." Pipi Annabelle terasa panas setelah mengatakan itu, perutnya sedikit tegang ketika Samuel kembali bergerak dengan irama lembut.

Lenguhan dan erangan kepuasan memenuhi isi kamar saat mereka mencapai puncak kenikmatan bersama-sama. Samuel berguling ke samping Annabelle dan menarik pinggang ramping wanita itu ke dalam pelukan.

Annabelle bisa merasakan jelas napas Samuel yang terengah-engah di belakang kepalanya. Tak berbeda dengan pria itu, napas Annabelle pun tersengal-sengal. Bahkan dia tak berdaya untuk menarik selimut di ujung ranjang, berniat ingin menutupi tubuh polosnya.

Menyadari kaki Annabelle bergerak dan berupaya turun dari ranjang, Samuel melonggarkan pelukannya di pinggang Annabelle—meski sebenarnya dia masih ingin mengecup punggung wanita itu.

"Beneran mau pulang?" tanya Samuel ketika melihat Annabelle memungut pakaiannya yang berserakan di atas karpet.

Annabelle hanya mengangguk sambil memasang pengait bra di belakang punggungnya. Lalu meloloskan kaos merah muda dari atas kepala. Dia tak menyadari bagaimana Samuel tak berkedip menatapnya.

Gerakan feminim yang tak asing dilihat Samuel, tetapi apa yang kini dilakukan Annabelle berhasil membuat Samuel tak ingin mengalihkan perhatian dari memandangnya.

"Kenapa buru-buru amat, sih?" Samuel memaksa diri untuk bangkit dari tempat tidur, lalu menyambar kaos hitam dan boxer yang disodorkan Annabelle. "Nginep aja, ya? Pasti dibayar per—"

"Nggak bisa," tukas Annabelle buru-buru.

Dia menyambar handuk putih yang tersedia di atas meja, berdampingan dengan satu botol air mineral dan kotak tisu, juga asbak keramik berbentuk kura-kura. Annabelle melilitkan handuk di pinggangnya sambil berderap ke kamar mandi.

Annabelle membasuh bagian bawah tubuhnya yang terasa lengket—menghilangkan jejak-jejak pria yang baru saja membawanya terbang menggapai kenikmatan. Tiba-tiba pintu kamar mandi dari PVC berwarna krem itu terbuka, Annabelle otomatis mendongak dan mendapati Samuel berdiri di ambang pintu.

"Kamu masih KB?" tanya Samuel sambil mengencangkan ikat pinggang.

"Hah?" Annabelle terkejut hingga tak menyadari sabun sirih cair yang dituangkan di telapak tangannya meluber terlalu banyak. "Apaan maksudnya?"

"Kalau nggak KB, kalau itu jadi, biarin aja," kata Samuel sambil tertawa kecil dan berbalik.

Dengan pintu kamar mandi yang kini terbuka lebar, Annabelle bisa melihat Samuel menyambar jaket kulit dan topinya di atas tempat tidur. Dia masih belum menyadari apa maksud ucapan pria itu.

Annabelle terburu-buru membersihkan diri, lalu keluar kamar mandi dan segera meraih jeans yang diletakkan di atas tempat tidur. Ketika Annabelle menyadari banyaknya uang seratus ribuan tergeletak di atas selimut, dia langsung melirik Samuel yang tengah duduk dan menikmati sebatang rokok.

"Itu buat aku, Om?" tanya Annabelle sambil mengenakan celana, lalu menyambar jaket jeans pudar dan terburu-buru memakainya.

"Kenapa? Kurang, ya?" Suara Samuel tenang.

"Engga, bukan." Annabelle meraih lembaran uang itu, lalu mengambil beberapa lembar dan memberikan sisanya pada Samuel. "Ini kelebihan, aku kan cuma sejam nemeninnya."

Samuel melirik tangan Annabelle, sedikit tak senang saat berpikir Annabelle pantas mendapatkan lebih dari harga yang sudah mereka tetapkan.

"Besok kita ketemu lagi," kata Samuel tanpa mempedulikan tangan Annabelle yang melayang di udara. Dia meraih kunci motor di atas meja, lalu melangkah menuju pintu. "Udah mau jam dua, buruan pake sepatutnya. Katanya tadi nggak bisa lama-lama."

"Mau nganterin?" Suara Annabelle tampak ragu. "Aku bisa pake angkot, kok."

Sambil membuka pintu dan melangkah keluar, Samuel mendengkus jengkel. Apa wanita itu sekali lagi ingin menolak niat baiknya?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 30 Days With Mr. Vague
8.1
Rose tak menyangka bahwa penculiknya adalah Louton Vague, seorang pewaris takhta kaya raya yang terkenal berwibawa. Di balik ketampanannya, Louton menyimpan kekejaman dan misteri besar. Namun, kebersamaan mereka selama penyekapan justru mengungkap luka batin mendalam yang menyiksa pria itu. Rasa iba pun tumbuh di hati Rose, memicu hasrat untuk menyembuhkan sisi gelap sang miliarder. Kini, ia didera dilema hebat: melaporkan kejahatannya atau mengikuti kata hati untuk menolongnya.
Sampul Novel Aku Tidak Akan Memaafkanmu
9.1
Sejak kecil, Alea dibesarkan oleh pasangan kaya, Reynald dan Marina. Namun saat beranjak dewasa, ketenteraman hidupnya hancur ketika ayah angkatnya, Reynald, mulai terobsesi dan menyimpan rasa cinta terlarang padanya. Di sisi lain, Marina yang sibuk dengan terapinya sama sekali tidak menyadari situasi ini. Konflik memuncak saat sebuah rekaman rahasia terbongkar dan mengancam kehancuran keluarga mereka. Kini, Alea terjebak dalam dilema antara mengungkap kebenaran atau bungkam demi balas budi.
Sampul Novel Kenikmatan Di Kelas Bisnis
9.3
Setiap bulan, sahabatku selalu bepergian ke berbagai kota dengan penerbangan kelas bisnis dan kembali dengan wajah yang berseri-seri penuh kebahagiaan. Rasa penasaran membuatku bertanya-tanya tentang keistimewaan yang tersembunyi di balik tirai mewah pesawat tersebut. Sambil tersenyum penuh arti, ia pun membocorkan rahasianya. Mulai dari mahasiswa lugu, bos besar yang dingin dan berkuasa, hingga pria asing yang menawan, semua pengalaman romantis yang tak terbayangkan telah ia rasakan di sana.
Sampul Novel Luka Cinta Dari Suami Obsesif
8.6
Demi menyelamatkan kakeknya, seorang wanita terpaksa menikahi Simon Adijaya yang telah mengurungnya selama sepuluh tahun. Naas, dia justru disiksa Virginia hingga wajahnya hancur, lalu dibuang Simon ke sungai es dalam kondisi sekarat. Di ambang kematian, ia mengetahui sang kakek telah wafat. Simon telah merenggut orang tua, kebebasan, dan harapannya. Kini, dengan dendam yang membara, wanita itu bersumpah akan bangkit untuk menghancurkan hidup Simon sepenuhnya.
Sampul Novel PERNIKAHAN DIATAS KERTAS
8.3
Jarvis, pengusaha kaya, menjodohkan putranya, Nathan, dengan Nindy yang sederhana. Pernikahan dipercepat demi ayah Nindy, Slamet, yang kemudian wafat. Namun, Nathan diam-diam menikahi Jovanka, kekasihnya. Setahun berlalu, Jarvis meninggal. Atas desakan ibunya, Nathan menceraikan Nindy, terlebih Jovanka sedang hamil. Segalanya berubah saat pengacara mengungkap wasiat Jarvis; seluruh aset justru diwariskan kepada Nindy. Akankah Nathan menyesali keputusannya?
Sampul Novel PRESDIR LUMPUH & GADIS MISKIN
9.2
Alex, seorang rektor sekaligus miliarder yang lumpuh akibat polio, memiliki sifat dingin karena enggan dikasihani. Hidupnya yang kaku berubah setelah mengenal Claire, mahasiswi miskin berlatar belakang kelam. Kehadiran Claire membawa kehangatan baru hingga Alex rela memberikan segalanya demi gadis itu. Namun, saat benih cinta tumbuh, Claire justru pergi demi mengejar impiannya dan membiarkan Alex menunggu dalam ketidakpastian. Akankah takdir menyatukan mereka kembali?