APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Jaminan Sang Laksamana

Istri Jaminan Sang Laksamana

Demi mengamankan data rahasia negara yang krusial, Admiral Shawn Miller, Jenderal bintang satu termuda di AS, terpaksa menyetujui kesepakatan gelap dengan gembong mafia Yousef Kanishka. Ia harus menikahi putri Yousef, Kiran, sebagai jaminan dengan syarat mutlak tidak boleh menyentuhnya. Namun, Shawn sangat terkejut saat mengetahui bahwa jaksa cantik di pengadilan militer yang belum pernah ia temui sebelumnya ternyata adalah wanita yang kini sah menjadi istrinya.
Bab
Bagikan

Bab 1

All engine head fire!" (maju sekarang!) perintah sang komandan armada, kapal John Paul Jones, Shawn Miller.

All engine's ahead, aye, Sir!" teriak anak buahnya dan menekan pedal maju untuk kapal penghancur yang sedang dipimpinnya.

Shawn Miller, Laksamana Muda bintang satu atau biasa disebut Komodor dalam kepangkatan angkatan laut militer di negara lain, sedang memimpin kapal penghancur dan beberapa kapal lainnya dalam latihan RIMPAC (the Rim of the Pacific Exercise). Latihan RIMPAC adalah latihan yang digelar rutin setiap dua tahun sekali di pertengahan tahun antara bulan juni dan juli.

Seluruh armada perang dari sekitar 25 negara akan berkumpul dan melakukan latihan perang bersama. Dan Shawn Miller menajdi salah satu Laksamana muda yang memimpin Navy (angkatan laut) US untuk latihan tahun ini di perairan Hawaii.

“Bidik!” perintah Shawn lagi pada salah satu perwira yang kemudian mengarahkan moncong meriam penghancur pada sebuah kapal.

“Kunci!”

“Aye, Sir!” (baik pak) perwira itu kemudian mengunci target sesuai perintah Shawn dan perintah dari sambungan radar menyatakan jika kapal tersebut sudah dihancurkan. Sesuai dengan syarat latihan, jika salah satu kapal penghancur sudah mengunci dianggap lawannya telah berhasil.

“Lepaskan... kita kembali!”

“Baik Pak!”

Shawn menarik napas pendek dengan wajah dingin tanpa senyuman, ia terkenal bukan perwira tinggi yang ramah. Jangan sampai berada di bawah tim-nya maka dipastikan pelaut itu hanya kan akan jadi bulan-bulanannya Shawn.

Ia dijuluki Komodor berdarah dingin. Oleh karena pangkatnya sama dengan Komodor, Shawn dijuluki seperti itu. Belum sempat Shawn berbalik hendak masuk ke kabinnya, seorang perwira memanggilnya.

Pak... ada sambungan telepon dari Admiral Stone,” uajr perwira itu lalu memberikan telepon pada Shawn.

Admiral... ada misi untukmu. Bawa kapalmu ke dekat teluk di Oahu, ada penculikan yang melibatkan warga sipil. Bisakah kamu membantu penjaga pantai untuk mengatasinya?” perintah Laksamana bintang empat yang merupakan atasan Shawn.

“Apa tak ada polisi?”

“Mereka meminta bantuan kita. Ada anak Menteri Pertahanan yang berada di kapal itu!” Shawn mendengus kesal dan terpaksa mengangguk.

“Baik... aku akan kesana, Pak!”

“Perintah selesai!” Shawn kemudian menuntup dan berbalik pada pelaut yang memegang kendali kemudi kapal.

“Kita berbalik ke teluk Oahu!”

“Baik Pak!”

Shawn terpaksa berdiri lagi di posisinya seragam biru loreng kebesarannya dan topi pet Admiral bintang satu, kapal penghancur John Paul Jones membelah lautan menuju ke sebuah teluk. Shawn lantas keluar menuju haluan kapal dan mengambil binocular (teropong) untuk melihat sebuah Yacth yang menjadi targetnya.

Terdengar dan terlihat bunyi senjata api yang membuat seluruh penumpang kapal jadi berteriak ketakutan.

“Admiral, mereka bersenjata!” tegur salah satu perwira yang menyusul Shawn.

“Ambilkan senjataku!”

“Baik, Pak!” perwira itu pun masuk kembali ke dalam lalu berjalan ke salah satu kabin amunisi untuk mengambil senjata laras panjang milik Shawn. Senjata penembak jarak jauh itu adalah salah satu kesayangan Shawn dan sering ia gunakan.

“Bunyikan tanda peringatannya!” perintah Shawn pada perwira lain dan melihat lagi melalui teropongnya. Dari sudutnya ia bisa melihat seorang wanita berambut pirang yang ditarik keluar dek depan yatch itu lalu berteriak dan mulai mulai melawan.

HONK... HONK!- kapal yang dipimpin oleh Shawn membunyikan tanda peringatan yang biasa digunakan untuk memperingati musuh.

“Pak ini senjatamu!” Shawn mengambil senjata tersebut dan melihat lagi lewat teropongnya. Pria yang dianggap sebagai penculik itu menarik wanita berambut pirang tersebut dan mengancamnya dengan senjata.

Tak ada suara yang bisa didengar oleh Shawn karena jarak mereka tapi kapal itu makin mendekat ke Yacth. Seorang perwira lantas mengambil sebuah pengeras suara dan memberi peringatan dengan suara.

“SELURUH AWAK YANG BERADA DI SANA, ANGKAT TANGAN KALIAN SEMUA!” terdengar salah satu perwira memberikan perintah lewat pengeras suara dan terdengar sampai ke kapal di depannya.

Para gadis-gadis yang menjadi tawanan bahkan sudah mengangkat tangannya tapi pria-pria yang memegang senjata itu tidak. Mereka bahkan mengancam akan menembak si sandera.

Shawn menghela napas kesal dan mengangkat senjatanya lalu memberikan teropong yang tengah ia pegang.

“Peringati sekali lagi!”

“Baik, Pak!”

“BERIKAN PERINGATAN!” perwira yang bertugas memegang pengeras suara lalu mengatakan perintah mundur yang sama.

“PERINGATAN TERAKHIR, ANGKAT TANGAN KALIAN DAN BUANG SENJATA!”

Kapal mulai berhenti dan semakin tenang, sementara Shawn mulai mengarahkan senjatanya ke arah pria yang sedang mengancam wanita berambut pirang di atas haluan dek kapal yang menjadi sasarannya.

Napasnya tenang dan membidik dengan tepat. Dan ketika moncong senjata pria itu sudah menekan kening si wanita, Shawn melepaskan tembakannya. Peluru tepat mengenai pergelangan tangan dan senjata itu pun terlepas.

Belum sempat menolong temannya, Shawn melepaskan sekali lagi tembakannya dan menggores bahu salah satu penjahat lainnya. Wanita yang dijadikan sandera itu bahkan ikut menendang pria yang menodongkan moncong pistol padanya.

Petugas penjaga pantai langsung mengamankan situasi dan yacth itu lantas diamankan. Shawn hanya bisa menarik napas dan menurunkan senjatanya. Wanita yang disandera tadi kemudian melambaikan tangannya pada Shawn dan tak dibalasnya sama sekali.

Shawn memberi kode pada pelautnya untuk maju lebih dekat ke arah yacth tersebut. Seluruh penjahat dan penculik yang tadi mengancam kini telah diamankan.

Shawn lalu berjalan ke arah sek samping kapal dan matanya masih memandang pada wanita yang baru saja ia tolong. Wanita berambut pirang dan menyengir dengan santai dan menaikkan alisnya pada Shawn. Ia menegadah dan mengajak Admiral itu untuk turun.

“Hai Shawn... aku tidak tau kamu ada disini, hehehe!” sapa wanita itu dengan santainya. Shawn hanya mendengus kesal dan mengernyitkan keningnya.

Dia paling kesal jika harus bertemu dengan Amelia Baker. Tapi gadis itu malah sebaliknya. Ia selalu menyengir lebar dan suka sekali menggoda Shawn jika melihatnya. Terlebih jika Shawn menemui Ayahnya Christopher Baker, Menteri Pertahanan Amerika Serikat.

“Apa tidak bisa sehari saja tidak mencari masalah denganku!” rutuk Shawn pada Amy panggilan akrab Amelia. Amy menaikkan bahunya dengan gampang.

“Bukan salahku, mereka datang dan merusak pestaku!” sahut Amy tak mau kalah. Ia sama saja judesnya dengan Shawn, bedanya ekspresi Shawn dingin seperti es.

“Kamu merusak latihanku!” tunjuk Shawn benar-benar kesal.

“Ayolah, Shawn... apa salahnya menolongku, huh!” Shawn berdecak dan berkacak pinggang.

“Sekarang pergi dari sini. Urusanku sudah selesai!” Shawn hendak berbalik tapi suara Amelia yang memanggil nama kecil Shawn membuatnya berhenti.

“TERIMA KASIH, SHOOKY!” Shawn langsung berhenti dan mendengus kesal. Mia meneriakkan nama itu dan beberapa perwira mendengarnya. Ia mendelik dan berbalik pada Amy yang menyengir di deknya lalu melambaikan tangan. Ia pun berbalik dan masuk ke dalam kabinnya kembali bersama teman-teman wanitanya yang sama seksi dan cantik seperti dirinya.

Hidung Shawn kembang kempis mendengar nama itu diteriakkan Amy di depan semua perwira yang menjadi bawahannya. Shawn sampai mendelik pada perwira yang menjadi asitennya dan perwira itu langsung menyengir.

“Permisi, Pak!” Perwira itu langsung pergi dan meninggalkan Shawn di depan pintu. Shawn menoleh pada Yacth yang perlaha menjauh dari kapalnya dan menggeram kesal.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bali, Awal Baru Ibu Melindungi
8.2
Hidup Anggita runtuh seketika saat Farhan, sang ayah, tega mencoretnya dari daftar ahli waris demi Dahlia. Akibat tuduhan keji asisten tersebut, ia didepak dari rumah dan dicap mandul. Di tengah kehancuran, Anggita justru mendapati dirinya sedang hamil anak Sagara. Demi menyelamatkan sang bayi dari kekejaman keluarganya, ia menyamar lalu kabur ke Bali. Di pulau itu, ia bertekad menata hidup baru dan selamanya menutup lembaran masa lalu.
Sampul Novel Cahaya Pelangi dari Surga
8.0
Penderitaan Rubby akibat kekejaman ibu tirinya mulai terobati sejak kehadiran Rain, sahabat setia yang mencintainya dengan tulus. Namun, saat perasaan mereka mulai berkembang, Rubby justru dipaksa menikahi Halilintar yang berniat buruk padanya. Di tengah ancaman tersebut, pesona Halilintar tetap berhasil memikat hati Rubby. Kini ia terjebak dilema besar, harus memilih antara kesetiaan Rain atau daya tarik Halilintar untuk sisa hidupnya.
Sampul Novel I Love You Daddy
8.4
Michy memutuskan melarikan diri demi menolak kehadiran Bianca, ibu kandung yang dahulu membuangnya. Sang ayah, Agam, sempat salah paham dan mengira putrinya kabur karena enggan dijodohkan dengan Dilan. Padahal, keputusan tersebut didasari masalah pelik yang akhirnya menguak rahasia asal-usul Michy, wasiat keluarga, serta perasaan terlarang yang tersembunyi. Di tengah ancaman penculikan dan perebutan warisan, mereka harus mempertahankan hubungan demi masa depan.
Sampul Novel Pengantin Wanita yang Dicemoohnya Ternyata Legendaris
8.4
Fernanda kerap dihina sebagai gadis desa yang kasar semenjak kembali ke keluarganya, tetapi ia tak peduli. Keadaan berubah saat Cristian, pria yang sangat rasional, digosipkan hilang akal karena mencintainya. Tak rela sang kekasih difitnah, Fernanda mulai bertindak. Satu demi satu identitas aslinya terkuak, mulai dari desainer hebat, gamer genius, pelukis ternama, hingga pengusaha sukses. Ternyata, dialah yang selama ini membodohi mereka semua.
Sampul Novel Suara Hati Sang CEO
8.3
Raihana Calistya Zianisa dikaruniai kemampuan membaca pikiran melalui tatapan mata, sebuah bakat yang justru membuatnya sulit menemukan cinta sejati karena banyak pria hanya memanfaatkan kariernya. Namun, takdir mempertemukannya dengan seorang lelaki sederhana berhati tulus. Siapa sangka, pria tersebut sebenarnya adalah CEO di perusahaannya yang sedang menyamar demi mencari ketulusan. Akankah pertemuan dua insan yang jenuh dengan kepalsuan ini mampu melahirkan cinta yang tulus?
Sampul Novel The Front Line
9.4
Cinta sanggup mengubah seseorang menjadi monster atau melembutkan jiwa yang beku. Bagi Randy, detektif yang biasa menghadapi kejamnya dunia kriminal, asmara justru menjadi bumerang yang merusak logika serta stabilitas mentalnya. Terperangkap dalam pusaran emosi mendalam akibat orang yang dicintainya, Randy kini harus berjuang keras menjaga kewarasan di tengah konflik mematikan yang mengancam nyawa. Mampukah ia bertahan?