APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel ISTRI GEMOY SUAMI LETOY

ISTRI GEMOY SUAMI LETOY

Lima tahun berumah tangga tanpa buah hati membuat Arman tega merundung fisik Monika yang gemuk. Tak tinggal diam, Monika membalas hinaan itu dengan mempertanyakan keperkasaan suaminya. Situasi kian rumit akibat tekanan mertua dan lingkungan. Puncaknya, Arman berselingkuh dan menikahi wanita langsing secara siri. Terluka oleh pengkhianatan ini, Monika merancang pembalasan dendam dengan mendekati sahabat suaminya, memicu drama perselingkuhan yang sengit.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Ahh, kamu serius Mon!? Mas Arman dan ibunya bisa sejahat itu!?" Sentak Ranty, sepupuku yang bekerja satu kantor dengan mas Arman. Aku mengangguk sendu.

"Tapi aku perhatikan ya Mon, mas Arman itu kalau dikantor kelihatan enggak neko neko lho orangnya. Beliau bekerja sangat rajin dan menjunjung tinggi etos kerja. Makanya kariernya selama ini selalu mulus!" Pungkas Ranty lagi seolah tak percaya dengan apa yang baru saja aku ceritakan padanya.

Aku dan Ranty adalah saudara sepupu. Kami hampir seumuran. Ranty selain cantik dia juga pintar, tak heran jika saat ini kariernya melesat tajam. Di kantor papaku, saat ini Ranty menjabat sebagai manager operasional.

Berbeda dengan diriku yang setelah lulus kuliah langsung menikah dengan mas Arman, lalu fokus menjadi seorang ibu rumah tangga.

"Tapi entah kenapa ya Ran, aku merasa kalo mas Arman itu punya selingkuhan. Walau ini hanya sekedar feelingku saja sebagai seorang istri, tapi aku bisa ngerasain kalau selama ini dia memilih bertahan sama aku cuma buat melindungi kariernya aja. Selebihnya dia enggak ada perasaan apa apa sama aku,"

Ranty tersenyum getir. Dia menyentuh kedua tangan ku yang tergeletak diatas meja.

"Setiap rumah tangga itu pasti ada saja ujiannya Mon. Ujian berumah tangga paling berat adalah ditahun pertama hingga tahun ke lima. Ditahun itu biasanya segala macam sisi buruk pasangan terungkap. Lalu ada saja ujian yang datang misalkan dari segi keuangan, lingkungan, tekanan sosial bahkan ancaman orang ketiga dalam rumah tangga. Aku harap kamu bersabar sampai kamu benar benar mengerti siapa kamu dan suami kamu sebenarnya," ucap Ranty lagi menasehati ku. Aku mengangguk pelan.

Meski belum menikah, ternyata Ranty lebih bersahaja dalam menyikapi konflik konflik berumah tangga.

"Aku harap jangan ada yang kamu sembunyikan dari aku Ran. Kalau mas Arman dikantor ada main atau flirting dengan cewek lain, kamu harus lapor ke aku. Aku enggak mau menyia nyiakan masa mudaku hanya untuk lelaki yang hanya bisa memanfaatkan aku saja. Aku harap kamu mau bantu aku buat jadi mata mata di kantor, oke?" Pintaku pada Ranty. Gadis cantik dengan wajah glowing itu mengangguk.

Kini hatiku sedikit lega setelah mengajak Ranty  ketemuan dan curhat masalah rumah tanggaku padanya. Memang hanya kepada Ranty lah aku percaya dan bisa curhat apapun sampai ke hal hal paling privat sekalipun.

Usai ketemuan dengan Ranty disebuah restoran, akupun lanjut melakukan perawatan diri ke sebuah salon kecantikan. Jika kelak mas Arman ternyata bukan jodohku, toh aku masih akan terlihat cantik.

****

Sore harinya saat aku sedang asik menonton drakor kesukaanku, terdengar suara deru mobil memasuki pelataran rumah.

'mas Arman? Apa mungkin dia? Tapi kok tumben mas Arman pulang cepat. Biasanya dia pulang paling lambat jam delapan malam? batinku, keheranan. Aku segera beranjak menghampiri pintu lalu membukanya.

"Lho mas, tumben kok pulang sore?" Tanyaku dengan alis berkerut. Lelaki itu tersenyum lalu mencium keningku. Aku semakin mengerutkan kening.

"Sekali sekali mas kan juga kepengen pulang cepat kayak karyawan yang lain. Soalnya mas sudah lama enggak makan bareng sama istri tercinta dirumah," balasnya sambil merangkulku masuk.

Aku semakin terheran dengan sikapnya hari ini. Lho, tumben tumbenan lelaki yang biasanya cuek bebek sama istrinya ini mendadak bersikap manis? Dia lagi enggak kesambet jin Begundal 'kan?

"Ayo sayang, mas sudah lapar. Mama masak apa hari ini? Enggak tau kenapa mas tiba tiba kepengen makan berdua sama mamah," ucapnya lagi dengan nada mesra semakin membuatku bingung.

Tapi sebagai istri yang baik aku pun melayani mas Arman dengan segera menyiapkan makanan di meja makan. Aku menata masakan yang sudah tersedia dengan cantik.

Aku juga belajar menjadi istri yang baik dari ibu mertuaku, dengan menyendokkan nasi ke piringnya beserta lauk pauk yang dia sukai.

"Terima kasih mama sayang..." Ucapnya dengan nada manis. Aku berusaha menutupi rasa Heranku dengan tersenyum.

Meski aku terus bertanya tanya dalam hati atas perubahan drastis sikap suamiku, namun aku berusaha untuk bersikap biasa layaknya seorang istri. Aku tak lagi cuek dan acuh tak acuh seperti sebelumnya.

Usai makan sore, mas Arman hendak membersihkan diri. Saat mas Arman mandi, aku sengaja menyiapkan pakaian ganti untuknya dan kutaruh diatas pembaringan agar lelaki itu tak sibuk mencari carinya lagi dalam lemari pakaian.

Usai mandi, masih dengan titik titik air yang membasahi tubuhnya, lelaki itu justru menarikku hingga terhempas ke atas tempat tidur.

"Mas!?" Seruku dengan tatapan penuh tanya. Lelaki yang hanya mengenakan handuk itu tersenyum miring lalu menyergap tubuhku yang gemoy.

"Mas! Kamu kenapa sih, sejak pulang kerja sikapmu jadi aneh!?" Cicitku seraya mendorong tubuh tinggi besarnya dari atas tubuhku.

Sekilas lelaki itu menatapku sendu, lalu mulai mendaratkan kecupan dibibirku. Aku hendak menolak, namun aroma wangi sabun ditubuhnya membuatku terbius.

Kami bercumbu cukup lama. Hal yang sebelumnya bahkan tak pernah mas Arman lakukan padaku. Biasanya jika sedang minta jatah, lelaki itu langsung menghujamkan senjatanya tepat dirahimku lalu cepat cepat ingin segera mengakhirinya.

Tangan nakal mas Arman mulai menggrepe grepe bagian dadaku yang montok dan besar.

"Lepaskan pakaianmu sayang. Aku kebelet sedang ingin bikin baby dengan kamu," ujarnya seraya menarik kasar blouse lengan pendek yang kukenakan.

Aku pun pasrah. Hampir tak pernah mas Arman memperlakukan aku se spesial hari ini. Apa yang terjadi sebenarnya? Apakah dia... Sudah tahu rencanaku? Tapi dari mana dia tahu?

Mas Arman mencucup dua buah pepaya ku yang amat besar dengan kuncup sebesar buah cherry berwarna hitam kemerahan. Lidahnya dengan lincah menari nari menzilati buah cherry milikku, menciptakan gelenyar indah yang belum aku rasakan sebelumnya.

Aku mengerang panjang. Tubuh jumboku menggeliat kekiri dan kekanan. mas Arman terus berada diatas tubuh besarku sembari menggigit gigit kecil pentil Cherryku dengan liar.

Setelah itu cumbuannya mengerah kebagian bawah tubuhku. Aku terhenyak! Selama ini aku lupa mencukur bulu bulu bagian bawah tubuhku karena kesulitan melakukannya sendiri hingga bulu bulu jembutku tumbuh rimbun dibawah sana, seperti semak belukar.

Lelaki itu menyibak rerumputan liar yang tubuh subur menyelimuti gundukan bukit ku yang tembam penuh dengan lemak.

Mas Arman mulai memasukkan dua ujung jarinya kedalam Miss veggie ku hingga membuat tubuhku menegang dahsyat!

"Mas... Pelan pelan. Aku... Aku geli sekali, ouh yeah terus sayang! Nikmat," rengekku saat empat jarinya terbenam dalam gua darba milikku yang hangat dan lembab. Mas Arman mulai mengeluar masukkan empat jemarinya dengan ritme beraturan kedalam rahimku membuat tubuhku tiba tiba meregang sempurna

Sesuatu cairan hendak muncrat dari dalam lorong kenikmatan ku membuatku mencengkram kuat kuat ujung ujung sprei.

Aku menggigit bibir sambil menggelinjang kekanan dan kekiri saat dibawah sana sesuatu meleleh hangat dari dalam goa darba milikku.

Cairan itu bahkan menyembur dan membasahi jari jari mas Arman. Lelaki itu tersenyum tipis. Sementara tubuhku terkulai lemah tak berdaya.

"Maas, cepat masukkan mas, aku udah enggak tahan, please..." rengekku dengan nada sedikit memelas.

Mas Arman menurut. Dengan ganas dihujamkannya rudal ukuran sedang milik mas Arman kedalam lobang Ciput embemku yang tebal, tembem dan menganga lebar.

Aku mendesah tertahan, berharap rudal mas Arman tak cepat cepat keluar seperti biasanya. Apalagi saat ini, libido sedang berada dipuncak kenikmatan. Aku sungguh amat menikmatinya.

Mulutku tak henti hentinya menceracau, menahan puncak kenikmatan yang selama ini hampir tak pernah kurasakan.

Mas Arman terus memacu senjata berbentuk gada satpam itu sedalam yang dia bisa, karena lemak tebal diciput embemku hanya bisa ditembus oleh rudal rudal berukuran panjang dan besar.

Menit berikutnya, mas tubuh mas Arman menegang. Dia memeluk erat tubuh besarku. Kurasakan sesuatu cairan hangat menyembur dari senjata kelelakiannya membasahi lorong rahimku.

Sejenak lelaki itu terdiam menikmati pancaran yang mengalir dari dalam organ vitalnya. Lalu tak berapa lama kemudian, tubuhnya terkulai lemah disamping tubuhku.

Nafas kami sama sama memburu. Kulihat keringat membanjiri tubuhnya yang bidang.

Mas Arman merangkak mendekatiku.

"Terima kasih ya sayang...." Ucapnya lembut seraya mengecup keningku.

Tiba tiba saja aku merasa bak melambung ke angkasa dengan kata kata dan perlakuannya yang amat manis hari ini. Rasanya sangat indah jika aku diperlakukan spesial seperti ini.

"Sama sama mas..." Lirihku seraya tersenyum dengan kedua pipi merona merah.

(Bersambung)

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Yang Tak Pernah Padam
8.3
Dua tahun Nayara terjebak pernikahan tanpa cinta karena paksaan ibu Ravian. Bagi Ravian Aditya Maheswara, bos dingin itu, pernikahan ini cuma kewajiban. Namun, saat Nayara menyerah dan meminta cerai, sikap Ravian justru berubah drastis. Alih-alih melepaskannya, ia malah mempermainkan perasaan sang istri. Ravian menjebaknya dalam teka-teki hati yang membingungkan, tepat di saat Nayara ingin pergi menjauh dari kehidupannya.
Sampul Novel Dicerai Suami, Dipinang Sultan
9.2
Diceraikan oleh Raka, seorang model ternama yang menganggapnya beban karier, membuat hidup Asha hancur seketika. Pernikahan mereka yang berjalan tiga tahun harus kandas begitu saja. Di tengah kepedihan mendalam, Asha dipertemukan dengan Rafael Adiwangsa. Duda kaya raya yang merupakan wali murid di tempatnya mengajar ini hadir membawa ketulusan baru. Kini, Asha yang merasa tidak lagi memiliki apa-apa harus memilih: menutup diri atau membuka hati untuk cinta sang konglomerat.
Sampul Novel Mempelai kedua
9.2
Hari pernikahan Rihanna yang seharusnya bahagia berubah menjadi mimpi buruk saat para tamu telah hadir. Di balik layar, ia menangis histeris setelah melihat postingan media sosial sepupunya. Unggahan tersebut memperlihatkan Vero, tunangannya, tengah tertidur mendekap kerabat dekatnya sendiri. Di tengah luka akibat dikhianati, Rihanna kini dihadapkan pada pilihan sulit: tetap menunggu sang calon suami datang atau membatalkan pernikahan demi harga diri walau mencoreng nama baik keluarganya.
Sampul Novel Ngejar Dari Sekolah
7.9
Airy Julietta tak pernah lelah mengejar Nickolas Edsel Sanders. Walau pemuda jenius itu kerap menolak dengan kalimat tajam, Airy tetap bertahan. Sikap keras kepala ini membuat sang sahabat, Rayna, gemas. Rayna pun berharap Airy membuka hati untuk Mark, siswa baru yang menyukainya dengan tulus. Menjelang kelulusan sekolah, Airy bersiap menyatakan cintanya untuk terakhir kali. Akankah usahanya berbuah manis? Kisah cinta yang penuh lika-liku ini terus bergulir hingga mereka di bangku kuliah.
Sampul Novel Penikmat Sepupu Sendiri
8.7
Bagi miliarder Casanova Ethan Eduardo, wanita hanyalah hiburan di sela bisnis legal dan ilegalnya. Namun, dinginnya hati Ethan mulai terusik oleh ketulusan cinta sang sepupu, Ruby Seraphina Vogue. Hubungan terlarang mereka menghadapi jalan buntu karena restu keluarga tidak berpihak pada mereka. Terlebih, orang tua Ruby telah menyiapkan perjodohan dengan pria lain. Akankah Ethan bersedia membuka diri dan memperjuangkan Ruby di tengah rintangan keluarga?
Sampul Novel Purwoko Family: Selipan Utara
8.8
Pak Purwoko membawa keluarganya pulang kampung setelah bisnisnya bangkrut demi mencari kedamaian. Namun, mereka justru mendapati musuh di balik kejatuhannya ada di sana. Kini, mereka terjebak konflik perebutan usaha giling padi masa lalu antara orang tua Purwoko dan sang rival. Teror menyeramkan pun mulai mengancam keselamatan seisi rumah. Mampukah Pak Purwoko mengatasi bayang masa lalu dan menyelamatkan keluarganya dari pusaran bahaya ini?