APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel ISTRI GEMOY SUAMI LETOY

ISTRI GEMOY SUAMI LETOY

Lima tahun berumah tangga tanpa buah hati membuat Arman tega merundung fisik Monika yang gemuk. Tak tinggal diam, Monika membalas hinaan itu dengan mempertanyakan keperkasaan suaminya. Situasi kian rumit akibat tekanan mertua dan lingkungan. Puncaknya, Arman berselingkuh dan menikahi wanita langsing secara siri. Terluka oleh pengkhianatan ini, Monika merancang pembalasan dendam dengan mendekati sahabat suaminya, memicu drama perselingkuhan yang sengit.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Cuma segitu doang mas!?" protesku, merasa tak puas dengan hubungan suami istri yang baru saja aku lakukan bersama mas Arman, suamiku.

"Ya memang seperti itu. Mau bagaimana lagi?" balas mas Arman acuh tak acuh seraya beranjak ke kamar mandi lalu membuang air seni-nya disana.

Selang berapa lama, terdengar suara guyuran air beberapa kali menandakan lelaki itu sekalian mandi membersihkan diri.

Aku mendengus nafas kasar seraya memijat pelan pelipisku. Tubuh gemoyku yang membusung penuh dengan lipatan lemak disana sini, ku biarkan saja terlentang di atas pembaringan.

Hasrat seksual yang baru saja terbakar dan menggebu gebu, mendadak padam karena mas Arman dengan cepat mengakhiri permainan yang dengan susah payah ku hidupkan moodnya.

Sesuatu yang berkedut kedut dibagian bawah tubuhku menuntut pelampiasan lebih! Namun apalah daya, mas Arman sama sekali tak peduli pada hasrat libidoku.

Pintu kamar mandi terbuka.

Sosok lelaki tegap itu muncul dengan handuk melingkari pinggangnya. Titik Titik air tampak membasahi rambut dan sekujur tubuhnya, menandakan jika dia baru selesai mandi.

"Mon, kamu enggak bersih bersih? Udah sana cepetan mandi! Jangan rebahan terus! Sudah kayak babi saja kamu!" Ketusnya tanpa merasa bersalah sedikitpun. Padahal ucapannya barusan, layaknya sepucuk belati yang menghujam hingga kejantungku. Sakit tapi tak berdarah.

Dengan susah payah aku bangkit dari tidurku, melangkah berat menyeret tubuh besarku yang penuh dengan lemak dan dalam keadaan polos tanpa selembar benang menuju kamar mandi.

Sejenak aku melirik ke arah mas Arman. Lelaki itu sedang sibuk mencari cari celana dalamnya dilemari pakaian. Aku memutar kedua bola mataku malas.

'Dasar suami enggak pengertian!' umpatku dalam hati, seraya masuk kedalam kamar mandi.

Kunyalakan shower. Aku terlalu malas untuk mengguyur tubuh besarku dengan gayung.

Namaku Monik, usiaku kini 26 tahun. Lima tahun menikah dengan mas Arman, tapi hingga saat ini, belum ada tanda tanda aku bakalan hamil.

Aku dan mas Arman pernah memeriksakan kesuburan, namun semuanya normal. Tak ada tanda tanda salah satu diantara kami mengalami kemandulan.

Lima tahun berumah tangga tanpa dikaruniai seorang buah hati, membuat mas Arman menyalahkan bentuk badanku yang kelewat bongsor.

"Kamu diet dong Monik!? Kalau badanmu saja sudah  sebesar gajah begini, mana bisa kamu hamil!? Kamu enggak hamil saja perutmu sudah membusung? Apalagi nanti kalau kamu hamil? Bisa sesak nafas nanti bayi kita didalam sana!" Begitulah mas Arman yang selalu mengolok olok ku karena bentuk badanku yang bisa dikatakan terlalu gemoy ini.

Sudah berbagai obat pelangsing aku minum, olah raga ketat, menjaga pola makan, namun tetap saja gumpalan gumpalan lemak ditubuh ini ogah berpindah tempat.

Tinggi 165 cm dengan bobot tubuh lebih  seratus kilo membuatku cukup kesulitan melakukan aktivitas dan bergerak. Terlebih saat permainan di ranjang, mas Arman melarangku untuk bermain di atas tubuhnya. Takut sesak dan penyet katanya ditindih gajah duduk sepertiku! Huwwh, menyebalkan!

Usai melakukan ritual keramas, aku segera keluar dari kamar mandi dan mendapati mas Arman sudah tertidur pulas. Bahkan lelaki itu mendengkur pelan saking nyenyaknya.

Ku perhatikan wajah tampan lelaki yang sudah menemani hidupku selama lima tahun ini.

Ada rasa sayang, kesal, benci, juga gemas. Bagaimana tidak, mas Arman meski memiliki postur tubuh bagus karena rajin gym, tapi saat melakukan hubungan suami istri denganku terkesan ogah ogahan dan mau enaknya sendiri. Jika dia sudah crot duluan, lelaki itu sudah tak peduli lagi dengan nasib pasangannya.

Mas Arman tak pernah bertanya, apakah aku puas atau tidak. Aku crot atau tidak. Memang menyebalkan sekali lelaki satu ini! Ingin sekali rasanya ku tindih tubuhnya, lalu ku bekap wajahnya dengan bantal sampai tewas!

Huwh, amit amit, kenapa pikiran pikiran sikopet seperti itu yang bermunculan dikepalaku? Astaghfirullah...

Meski hasrat birahiku terasa tak tuntas, aku ikut berbaring disamping mas Arman, karena malam sudah larut.

****

Siang ini aku kedatangan tamu spesial. Siapa lagi kalau bukan ibu mertuaku yang paling baik sedunia. Bu Leli sagita.

Hampir setiap weekend ibu mertuaku ini mengunjungiku. Biasanya beliau akan diantar oleh Dimas, adik iparku, lalu merekapun menginap bersama di rumah mungil kami ini.

"Bagaimana Monika, apa kamu sudah garis dua?"

Pertanyaan yang sama.

Setiap kali ibu mertuaku tercinta datang, pastilah hal pertama yang beliau tanyakan terlebih dahulu adalah garis dua.

"Hemm, belum Bu. Mungkin masih nyangkut di pucuk pucuk daun singkong atau bulir bulir padi disawah sana..." Selorohku dengan nada berchyandaa....

"Hush, kamu ini. Kamu mbok ya lebih berusaha gitu lho, minum jamu, makan kurma muda juga diet, supaya peranakanmu itu  subur dan gampang di semainya! Jauhi makan makanan berlemak dan tidak sehat. Perbanyak makan buah dan sayuran, Olahraga yang rutin supaya si Jabang bayi mau bersemayam dirahim kamu Monik!" Nasihat sang ibu mertuaku yang paling baik, seperti biasa memberi wejangan panjang kali lebar.

Huu.. gimana mau disemai? Sel sel kecebong milik mas Arman saja tak kuat melewati lorong rahimku!?

Kebanyakan para kecebong itu mati sebelum sel telurku menyembul keluar untuk dibuahi, batinku.

Aku hanya mengangguk saja mendengar celoteh sang ibu mertua yang paling baik di dunia. Maklum, beliau adalah sosok wanita  single parent yang mampu membesarkan dan mendidik kedua putranya hingga menjadi sukses seperti sekarang.

Mas Arman Maulani adalah seorang sarjana lulusan tehnik kimia yang kini bekerja di proyek pertambangan batu bara diperusahaan X yang CEOnya adalah ayahku sendiri.  Sementara adiknya, Dimas Anggoro adalah lulusan sarjana hukum dan sekarang berhasil menjadi PNS dan mengajar disalah satu es-em-A favorit.

Sedangkan aku? Aku adalah anak tunggal seorang CEO disebuah perusahaan dimana mas arman bekerja.

"Monikkk!" Seru mama mertuaku dari arah dapur. Aku yang sedang bersantai bermain gadget buru buru datang menghampirinya.

"Iya ada apa ma?" Tanyaku panik.

"Lihat nih, isi kulkas kamu. Isinya makanan instan semua! Mama kan sudah bilang berkali kali sama kamu Monik, kamu harus diet! Makan makanan instan kayak gini enggak bagus lho buat kesuburan kamu! Harusnya kamu stok lebih banyak buah buahan dan sayur sayuran didalam kulkas! Ini lagi nih, cemil cemilan berbumbu micin begini, pokoknya minggu depan mama enggak mau lihat lagi ada makanan makanan enggak sehat begini dirumah kamu!" Semprotnya seraya mengeluarkan makanan kaleng, mie instan, makanan ringan, baso, sosis, cookies dan banyak lagi makan makanan olahan lainnya yang beliau keluarkan dari dalam kulkasku.

Aku hanya bisa terdiam. Rasanya tak rela jika harus berpisah dengan makanan dan cemilan favoritku itu semua.

"Sekarang kamu temani ibu belanja ke pasar, ayo siap siap!" Titahnya lagi. Terpaksa aku m3ngikuti kemauan beliau yang gemar sekali berbelanja di pasar tradisional.

Padahal aku sudah bilang jika aku paling anti pergi ke pasar tradisional yang terkesan kumuh, bau dan jorok, kebersihannya juga tak terjamin.

"Lebih bagus belanja kebutuhan dipasar tradisional Monik. Semua kebutuhan nutrisi ada disana. Harganya juga lebih murah, juga bisa tawar menawar dengan para pedagang!" Begitu alasan ibu mertuaku yang paling baik itu jika aku kurang setuju untuk pergi menemaninya.

"Kamu tahu, dua orang anak ibu juga tumbuh sukses karena ibu sering memberi mereka makanan baik dan bernutrisi yang ibu beli dari pasar tradisional. Semua sayur mayur fresh tanpa bahan pengawet. Itu membuat kami lebih sehat!" Lanjutnya lagi. Aku hanya bisa diam dan mengiyakan saja, meski dalam hati ini merasa jengkel luar biasa.

Alhasil, akupun menuruti permintaan beliau. Dengan mengendarai sebuah bajai butut, kami berdua meluncur ke pasar tradisional yang hanya berjarak sekitar sepuluh menit dari rumahku.

Sesampainya dipasar. Yang pertama kali dicari ibu mertuaku adalah jamu. Beliau membeli satu botol penuh 'jamu penyubur ovarium'

"Nah, ini buat diminum selama tiga hari. Kamu harus menaruhnya dikulkas. Jangan lupa kamu habiskan ya Monik!" Perintah Bu Leli sagita lagi. Aku hanya diam. Padahal aku sama sekali tak menyukai jamu karena rasa dan aromanya yang bikin mual.

Ibu mertuaku juga memborong aneka buah buahan beserta sayur mayur. Aku hanya mengintili dari belakang sembari membawa barang belanjaan yang lumayan berat.

Huuh,, rasanya aku ini seperti kuli angkut saja! Peluh mulai membanjiri dahi dan juga leherku, namun ibu mertua tetap berjalan santai sambil memilah milih daging dan ikan sambil sesekali melakukan tawar menawar dengan para penjual.

Indra penciumanku sudah tak bisa di kompromi lagi karena bau busuk yang menyengat dari luapan air got yang meleluber hingga ke jalan.

Akupun mual mual.

"Huwekkk... Huwekkk!"

Ibu mertuaku langsung panik sembari menghampiriku.

"Nah kan, apa ibu bilang. Belanja di pasar tradisional itu terbukti bisa bikin kamu cepat hamil!" Serunya dengan wajah berbinar.

Aku tak berminat menanggapi celotehannya yang ta masuk akal.  Kepalaku mulai pusing dan mual mual semakin hebat menyerang.

"Bu, sebaiknya kita pulang aja. Monik udah enggak tahan. Rasanya Monik sudah mau pingsan!" Keluhku dengan nafas terengah engah.

"Iya iya. Kita enggak usah langsung pulang monik. Kita mampir dulu ke bidan atau dokter kandungan yah?" Tukasnya, cepat.

Aku menghela nafas kasar. Ingin rasanya saat itu juga aku merebahkan diri ditengah tengah pasar yang bau dan becek itu, supaya ibu mertuaku ini kerepotan memapahku.

(Bersambung)

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Yang Tak Pernah Padam
8.3
Dua tahun Nayara terjebak pernikahan tanpa cinta karena paksaan ibu Ravian. Bagi Ravian Aditya Maheswara, bos dingin itu, pernikahan ini cuma kewajiban. Namun, saat Nayara menyerah dan meminta cerai, sikap Ravian justru berubah drastis. Alih-alih melepaskannya, ia malah mempermainkan perasaan sang istri. Ravian menjebaknya dalam teka-teki hati yang membingungkan, tepat di saat Nayara ingin pergi menjauh dari kehidupannya.
Sampul Novel Dicerai Suami, Dipinang Sultan
9.2
Diceraikan oleh Raka, seorang model ternama yang menganggapnya beban karier, membuat hidup Asha hancur seketika. Pernikahan mereka yang berjalan tiga tahun harus kandas begitu saja. Di tengah kepedihan mendalam, Asha dipertemukan dengan Rafael Adiwangsa. Duda kaya raya yang merupakan wali murid di tempatnya mengajar ini hadir membawa ketulusan baru. Kini, Asha yang merasa tidak lagi memiliki apa-apa harus memilih: menutup diri atau membuka hati untuk cinta sang konglomerat.
Sampul Novel Mempelai kedua
9.2
Hari pernikahan Rihanna yang seharusnya bahagia berubah menjadi mimpi buruk saat para tamu telah hadir. Di balik layar, ia menangis histeris setelah melihat postingan media sosial sepupunya. Unggahan tersebut memperlihatkan Vero, tunangannya, tengah tertidur mendekap kerabat dekatnya sendiri. Di tengah luka akibat dikhianati, Rihanna kini dihadapkan pada pilihan sulit: tetap menunggu sang calon suami datang atau membatalkan pernikahan demi harga diri walau mencoreng nama baik keluarganya.
Sampul Novel Ngejar Dari Sekolah
7.9
Airy Julietta tak pernah lelah mengejar Nickolas Edsel Sanders. Walau pemuda jenius itu kerap menolak dengan kalimat tajam, Airy tetap bertahan. Sikap keras kepala ini membuat sang sahabat, Rayna, gemas. Rayna pun berharap Airy membuka hati untuk Mark, siswa baru yang menyukainya dengan tulus. Menjelang kelulusan sekolah, Airy bersiap menyatakan cintanya untuk terakhir kali. Akankah usahanya berbuah manis? Kisah cinta yang penuh lika-liku ini terus bergulir hingga mereka di bangku kuliah.
Sampul Novel Penikmat Sepupu Sendiri
8.7
Bagi miliarder Casanova Ethan Eduardo, wanita hanyalah hiburan di sela bisnis legal dan ilegalnya. Namun, dinginnya hati Ethan mulai terusik oleh ketulusan cinta sang sepupu, Ruby Seraphina Vogue. Hubungan terlarang mereka menghadapi jalan buntu karena restu keluarga tidak berpihak pada mereka. Terlebih, orang tua Ruby telah menyiapkan perjodohan dengan pria lain. Akankah Ethan bersedia membuka diri dan memperjuangkan Ruby di tengah rintangan keluarga?
Sampul Novel Purwoko Family: Selipan Utara
8.8
Pak Purwoko membawa keluarganya pulang kampung setelah bisnisnya bangkrut demi mencari kedamaian. Namun, mereka justru mendapati musuh di balik kejatuhannya ada di sana. Kini, mereka terjebak konflik perebutan usaha giling padi masa lalu antara orang tua Purwoko dan sang rival. Teror menyeramkan pun mulai mengancam keselamatan seisi rumah. Mampukah Pak Purwoko mengatasi bayang masa lalu dan menyelamatkan keluarganya dari pusaran bahaya ini?