APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Dekilku Anak Sultan

Istri Dekilku Anak Sultan

Penyesalan mendalam menghampiri Alif setelah menceraikan Shinta, perempuan yang dahulu ia anggap tidak menarik. Ia terkejut saat mengetahui mantan istrinya tersebut adalah pewaris tunggal konglomerat sekaligus pemilik baru perusahaan tempatnya bekerja. Di tengah konflik perebutan kekuasaan yang membahayakan nyawanya, Shinta harus berjuang mempertahankan diri dari musuh-musuhnya. Beruntung, ada Raka yang selalu siap melindungi Shinta, menumbuhkan harapan akan hadirnya cinta sejati di antara mereka.
Bab
Bagikan

Bab 6

. Kepergok Warga

Mataku membelalak ketika melihat kertas kecil dalam genggamanku bertuliskan 'call me'. Kertas yang ternyata sebuah kartu nama itu juga tertera jabatan Raka Adipratama sebagai CEO PT Ramajaya, serta nomor ponsel laki-laki itu.

Apa maksudnya? Untuk apa Raka memintaku untuk menghubunginya? Siapa dia sebenarnya?

Aku terus berpikir keras berusaha mengingat-ingat. Tapi sama sekali tak ada titik terang di pikranku.

Aku tidak boleh gegabah. Bisa saja Raka adalah salah satu musuh orang tuaku yang ingin menyingkirkanku. Sebaiknya aku tetap waspada sambil mencari informasi.

Namun bagaimana caranya? Siapa yang harus aku hubungi? Siapa yang bisa aku percaya saat ini?

Untuk sementara nomor ponsel Raka aku simpan di kontak ponselku. Sewaktu-waktu mungkin aku akan memerlukannya.

Sambil menunggu Mas Alif, aku mencoba lagi mengingat-ingat, di mana aku pernah bertemu Raka. Rasanya wajah itu tak asing bagiku. Tapi sungguh aku tak ingat siapa dia sebenarnya.

Dari sikapnya, Raka sepertinya orang baik. Semoga saja dia datang sebagai dewa penolong untukku. Walau demikian, aku tetap harus waspada.

Hingga larut malam Mas Alif belum juga pulang. Ibu, Imah dan Kak May sepertinya sudah tidur. Jam dinding menunjukkan pukul dua belas malam. Apa mungkin Mas Alif masih di rumah perempuan itu? Sungguh hati ini tidak tenang.

Aku berusaha untuk memejamkan mata. Tapi tak bisa. Selama ini Mas Alif belum pernah pulang selarut ini. Apa yang dia lakukan bersama perempuan itu? Berbagai dugaan buruk mulai terlintas di benakku.

Kenapa ibu tenang-tenang saja? Apa Mas Alif sudah menghubunginya? Tapi kenapa suamiku itu tidak memberi kabar padaku?

Tiba-tiba aku bangkit saat mendengar suara-suara dari luar rumah.

"Assalamualaikum, Bu Minah ...! Cepat buka pintunya, Bu ...!"

"Bu Minah ...! Buka pintunya ...!"

Terdengar dari luar beberapa orang berteriak-teriak memanggil nama Ibu. Mereka sambil menggedor-gedor pintu depan.

Aku yang belum tertidur segera keluar dan mengintip dari jendela.

Astagfirullah ... Ada apa malam-malam begini Pak RT dan beberapa warga datang dengan wajah emosi? Apakah ada sesuatu yang terjadi pada Mas Alif?

Segera aku berlari menuju kamar Ibu dan Kak May yang letaknya bersebelahan. Kemudian gegas membangunkan ibu dan Kak May.

"Bu ... Bu ... Kak May ...! Ada Pak RT ...." Teriakku sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar ibu dan Kak May.

"Ada apa, sih? Berisik banget!" ketus Kakak iparku yang muncul di balik pintu.

"Kenapa, sih? malam-malam ribut aja!" Ibu membuka pintu dan melotot padaku

"Ada beberapa warga dan Pak RT di depan, Bu," sahutku.

"Apaa?" teriak keduanya.

Suara gedoran pintu dan teriakan warga makin keras terdengar. Dengan wajah panik ibu segera berlari keluar diikuti Kak May dan Imah.

"Ada apa ini Bapak-Bapak?" Kami tercengang melihat warga yang sudah banyak di depan rumah.

"Kalian semua harus ikut ke pos RW, karena warga telah memergoki saudara Alif dan Mela telah berzina di rumahnya."

Apaa?? Mas Alif ... Astagfirullahaladzim.

Keterangan dari Pak RT membuat kami semua terkejut. Apalagi aku. Bagai disambar petir , tubuhku bergetar mendengar kabar itu. Kakiku terasa lemas seketika. Rasanya tak sanggup lagi untuk menopang tubuh ini. Seketika aku menyandarkan tubuhku pada dinding.

Ibu dan Kak May langsung ke dalam bersiap untuk pergi.

"Bu ..., A-aku ikk ...." tenggorokanku rasanya tercekat

"Sudah kamu dirumah saja, Shinta! Biar ibu dan May yang kesana! Dasar Alif bikin malu keluarga saja," sanggah Ibu dengan wajah memerah penuh emosi.

Aku tak berani membantah. Mungkin memang sebaiknya aku di rumah saja. Pasti tak akan sanggup melihat Mas Alif berdua dengan perempuan itu di sana.

Kemudian Ibu dan Kak May mengikuti Pak RT, bergegas pergi menuju pos RW yang berada di dekat rumah perempuan itu. Sementara Imah kembali masuk ke kamarnya seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Aku terduduk di teras rumah. Tak kuhiraukan angin malam yang menusuk tulang. Entah bagaimana nasib rumah tanggaku nanti. Apa Mas Alif akan menceraikanku? Jika itu terjadi, ke mana aku harus pergi? Tanpa terasa air mataku sudah mengalir deras.

Hampir tengah malam Ibu dan Kak May tidak kunjung pulang. Beberapa pesan yang aku kirim untuk Mas Alif, satupun tak ada yang dibaca.

Aku putuskan untuk masuk kamar dan melaksanakan salat sunah, memohon petunjuk pada Yang Maha Kuasa. Hingga malam hampir pagi, akhirnya aku terlelap.

-------

Saat subuh aku terjaga, terdengar ada yang mengetuk pintu kamarku.

"Shinta, Shinta, bangun kamu!"

Perlahan aku bangkit dari tempat tidur dan kemudian membuka pintu.

Nampak wajah kak May dari balik pintu kamar. Sepertinya kakak iparku itu belum tidur sama sekali. Raut kelelahan jelas terlihat dari wajahnya.

"A-ada apa, Kak? Kak May baru pulang?" sahutku.

"Buruan kamu masak yang banyak! Kita akan ada tamu pagi ini!"

"Tamu siapa, Kak? Bagaimana Mas Alif?" tanyaku bingung. Sungguh aku penasaran dan tak tenang belum mendapat kabar tentang Mas Alif.

"Sudah nggak usah banyak tanya! Buruan kerjakan aja!" bentaknya, kemudian berlalu ke kamarnya.

Segera aku mandi dan salat subuh, kemudian memasak bahan-bahan makanan yang ada di kulkas. Sesekali kulihat ponsel, pesanku masih belum dibaca oleh Mas Alif.

"Shinta, tolong ambilkan jas hitam milik Alif di lemari! Cepat!" Entah dari mana tiba-tiba ibu datang menghampiriku ke dapur.

"Astaghfirullahaladzim ..., untuk apa Mas Alif memakai jas, Bu?" tanyaku gemetar.

"Banyak tanya kamu! Nanti juga kamu akan tahu sendiri!" protes ibu dengan nada ketus.

Dengan langkah gontai aku beranjak ke kamar mengambil jas hitam yang terakhir kali di pakai Mas Alif saat menikahiku. Apakah kali ini juga dipakai untuk ...ah.

"Ini jasnya, Bu ..." Aku menghampiri Ibu ke kamar. Ternyata ibu sedang sibuk merias diri.

"Taruh saja di situ," sahutnya seraya menunjuk tempat tidurnya.

Kak May dan Imah juga terlihat rapi dan cantik. Ya Allah, apakah dugaanku ini benar? Tolong kuatkan hati hamba ...

"Assalamualaikum ..."

"Waalaikumsalam ..."

Aku menjawab salam beberapa tamu yang baru saja datang. Entah siapa mereka. Seorang laki-laki setengah tua membawa sebuah map. Dua orang lainnya seperti sepasang suami istri , nampak seumuran dengan Ibu. Sepertinya mereka bukan tetangga di sini. Wajah keduanya seperti sedang marah. Siapa mereka sebenarnya?

"Bapak dan Ibu mau ketemu siapa?" tanyaku ramah.

Sepasang suami istri itu tak menjawab. Wajah merekapun tak bersahabat.

"Kami di minta ke sini, karena akad nikahnya akan dilangsungkan di sini.," jawab laki-laki paruh baya yang membawa map.

Sontak aku terlonjak. Jantungku berdegup kencang.

Akad nikah? Siapa yang akan menikah?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DI ATAS RANJANG MAFIA
9.7
Michele Lazzaro Riciteli, bos mafia Roma yang bengis, mengidap kondisi medis langka. Tubuhnya mati rasa terhadap rasa sakit fisik, sekaligus tidak bisa merasakan kepuasan seksual. Namun, takdirnya berubah total usai malam intim bersama Meghan Crafson, satu-satunya wanita yang mampu memulihkan disfungsinya. Enggan kehilangan kenikmatan itu, Michele pun nekat menculik Meghan. Rahasia besar apa yang sebenarnya disembunyikan oleh wanita tersebut?
Sampul Novel Dipaksa Open BO
8.7
Kehidupan Amira, gadis remaja berusia tujuh belas tahun, hancur seketika akibat kekejaman ayah tirinya. Demi mengejar materi, pria tersebut tega memaksa dan mengeksploitasi Amira menjadi pemuas nafsu. Terjebak dalam tekanan fisik serta mental yang begitu hebat, Amira harus berjuang keras di tengah situasi yang menyiksa ini. Mampukah ia melepaskan diri dari lingkaran setan tersebut? Ikuti kisah perjuangan hidup Amira yang penuh rintangan dalam menghadapi nasib kelamnya.
Sampul Novel Disangka miskin diperantauan
8.4
Sisil dan keluarganya selalu direndahkan dan disisihkan dari lingkaran keluarga besar hanya karena kondisi ekonomi mereka. Bahkan, ia dilarang ikut campur dalam segala urusan keluarga. Menolak terus dihina, Sisil bertekad membuktikan kesuksesannya demi mengangkat martabat orang tuanya. Langkah besar pun ia ambil untuk membalas rasa sakit hati sekaligus membungkam mereka yang dulu meremehkannya. Perjuangan Sisil demi harga diri dimulai.
Sampul Novel GADIS PENURUT TUAN MAFIA
7.9
Calvin memimpin kartel mafia kejam yang berbisnis ganja hingga senjata ilegal tanpa terendus polisi. Anggota keluarganya bahkan sangat sadis terhadap musuh. Namun, kekejaman Calvin goyah saat ia bertemu gadis jelita yang sangat penurut seperti robot. Meski memiliki masa lalu yang kelam, ketulusan senyum gadis itu perlahan meluluhkan hati sang bos mafia. Mampukah jalinan asmara unik ini bertahan di tengah kejamnya dunia kriminal mereka?
Sampul Novel Guru Untuk Nona Muda Nakal
8.2
Demi meloloskan diri dari kejaran sosok misterius, Dihan terpaksa bersembunyi. Di waktu yang sama, keluarga Rahadian tengah pusing mencari guru privat untuk mendidik dua putri mereka yang terkenal sangat nakal dan enggan belajar. Dihan akhirnya mengambil kesempatan itu walau harus menghadapi tantangan berat. Sanggupkah ia mengatasi kebandelan dua nona muda tersebut? Sementara itu, di balik kekacauan ini, misteri masa lalu Dihan perlahan mulai membayangi langkahnya kembali.
Sampul Novel Ibu Tiri yang Buta Hati
9.1
Kiara kehilangan satu mata demi melindungi ayahnya, Ditya Danaraja, dari serangan perampok yang menewaskan ibunya. Sejak itu, sang ayah yang bipolar melindunginya secara ekstrem dari siapa pun yang mengusik Kiara. Setelah menjalani operasi pemulihan mata di luar negeri, Kiara pulang untuk menyambut pernikahan baru ayahnya. Namun, ibu tiri yang diklaim lembut justru menculik Kiara ke pabrik kosong. Menuduhnya ingin merebut suami orang dan mencuri perhiasan mendiang istri pertama, sang ibu tiri kini mengancam akan mengulitinya hidup-hidup.