APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Dadakan Tuan Kejam

Istri Dadakan Tuan Kejam

Kematian tragis calon istrinya mengubah pria ini menjadi sosok kejam yang haus dendam. Ia bertekad menghancurkan hidup orang yang dianggap bersalah atas tragedi tersebut. Sebagai bagian dari rencana balas dendam, ia memutuskan menikahi seorang wanita. Namun, pernikahan yang awalnya dirancang untuk menghancurkan justru berjalan di luar kendali. Kedekatan dengan istri barunya perlahan menggoyahkan tekadnya dan membuka kembali sisi kemanusiaan yang telah lama ia kunci rapat.
Bab
Bagikan

Bab 2

Suasana di ruang pengadilan sudah mulai memanas. Ruangan yang memang sudah di lengkapi dengan alat pendingin, sama sekali tidak bisa membuat siapapun orang yang berada di dalamnya merasa nyaman dan tenang. Merasa sebagai korban yang telah kehilangan, Gery terus saja mendesak pelaku supaya benar-bebar mengakui kesalahannya.

Amora Atmaja, atau biasa dipanggil Amora. Dia berdiri tegak memberi kesaksian bahwa dirinya tetap menyangkal tidak terlibat dalam kecelaan tersebut. Amora beserta ayahnya yang saat itu tengah mengendarai mobil, tiba-tiba saja diserempet oleh mobil lain dan kemudian mobil dirinyalah yang pada akhirnya menabrak mobil si korban yang telah meninggal. Korban yang tak lain adalah kekasih Gery.

Amora berkata dengan lantang tanpa takut untuk membela dirinya dan sang ayah. Meski kesempatan menang sangat sedikit, Amora tetap mencoba demi mempertahankan kebenaran.

“Bukti apa yang bisa kau tunjukkan pada kami, ha?” Gery menyalak. Di belakangnya, Dion berkedip—memberi kode supaya tetap tenang.

Sudah sekitar satu jam persidangan berlangsung, pada akhirnya hakim ketua pun memutuskan. Seperti apa yang terjadi pada setiap drama sebuah pertelevisian, sebagai orang yang hidup di bawah rata-rata pada akhirnya akan kalah. Persidangan dimenangkan oleh pihak Gery. Bukan seratus persen dimenangkan, melainkan ayah Amora tetap ditahan, akan tetapi Amora diberi kesempatan untuk mencari bukti.

Nampaknya bukti dari Gery pun tidak terlalu cukup kuat untuk menjebloslan ayah Amora ke dalam pernjara selamanya.

“Tuan!” panggil Amora pada Gery yang hendak masuk ke dalam mobil. Amora berlari mengejarnya. “Boleh aku bicara?”

Gery mendecih sambil melirik ke arah Amora yang tampilannya begitu sangat sederhana. “Mau bicara apa kamu? Jangan pikir aku berubah pikiran untuk mengeluarkan ayahmu!”

Amora lantas memejamkan mata dan menarik napas panjang sebelum bicara kembali. “Berikan waktu aku untuk bicara, Tuan”

Gery yang awalnya acuh, mendadak risih melihat kedua mata Amora yang berkaca-kaca. Wanita itu perlahan membuat Gery merasa iba.

“Bicara saja seperlunya,” kata Gery kemudian.

Mereka bertiga berbicara di dalam sebuah kafe. Duduk saling berdekatan, tentunya dengan tatapan aneh masing-masing.

Baru juga mulai berbicara, Amora tiba-tiba menangis dan menangkupkan kedua tangan di depan dada. “Aku mohon, Tuan. Bebaskan ayahku? Dia sama sekali tidak bersalah.”

Amora sedang memohon sambil menangis. Gery dan Dion yang terkejut dengan apa yang dilakukan Amora, sempat saling pandang sebelum kemudian menoleh ke beberapa pengungunjung lain.

“Hei! Kau ini apa-apaan! Kenapa malah menagis!” hardik Gery.

“Tolong, Tuan. Ayahku sama sekali tidak bersalah. Biarkan dia bebas.” Amora tetap memohon.

Tiba-tiba, Amora mengusap air matanya dan duduk tertegak. “Atau Tuan bisa melakukan apapun padaku, asalkan ayahku bebas.”

Gery diam sejenak. Ia mengusap dagu seolah sedang memikirkan sesuatu hal yang lebih menarik. Dion yang mungkin sedikut paham dengan isi dari kepala tuannya itu, terlihat menggelengkan kepala saat saling tatap. Dion berharap Gery tidak melalukan apapun yang saat ini tengah mendarat di kepalanya.

Seperti tak mempedulikan cegahan dari Dion, Gery menyeringai ke arah Amora. Kelima jemarinya mendarat di atas meja, kemudian mengetuk meja bergantian.

“Siapa namamu?” tanya Gery acuh.

“A-Amora. Amora, Tuan,” jawab Amora gugup.

“Berikan aku nomor ponselmu!”

Buru-buru, Amora merogoh ponse di dalam tas. Setelah berada di genggaman, Amora segera menulis beberapa digit nomornya. Kemudian meletakkannya di atas meja. Mendorong ponsel tersebut mendekat ke arah Gery.

Dion segera mencatat nomor tersebut lalu coba menghubungi. Setelah nomor tersebut membuat ponsel Amora berdering, seringaian penuh arti itu terlihat lagi di wajah Gery.

“Temui aku di kantorku!” Gery meletakkam sebuah kartu nama di atas meja. “Kalau kau tidak datang, kesempatan ayahmu bebas sangatlah sempit.”

Amora meraih kartu nama tersebut dengan cepat dan buru-buru ikut berdiri. “Baik, Tuan.” Amora menunduk dan mengangguk beberapa kali.

Di dalam perjalanan pulang, Dion yang sangat penasaran dengan rencana Gery pun bertanya.

“Sebenarnya apa yang kau rencanakan?” tanya Dion

Gery menangkup kedua telapak tangan di depan dada, kemudian menggerak-gerakan jemarinya bergantian seperti kaki ubur-ubur. “Memenjarakan orang sepertinya nggak menarik, Ion.”

Dion yang bingung menoleh sekilas. “Maksud mu?”

Gery tertawa setengah menyeringai. Bisa dikatakan wajah Gery saat ini terlihat mengerikan.

“Aku memikirkan sebuah rencana. Ya … mungkin saja rencana ini justru bisa menghukum mereka dengan sepadan.”

Dion mulai mengerti dengan jalan pikiran Gery, tapi dia kurang paham dengan rencananya. Membebaskan orang dari Sel tahanan dalam keadaan hati mendendam, pastilah ada rencana dibaliknya.

Sampai di rumah, Dion tetap tidak mendapatkan jawaban dari Gery. Gery hanya tersenyum dan menyeringai membuat Dion sangat penasaran.

“Kamu pulang saja, istirahat. Besok datang ke kantor lebih awal,” kata Gery pada Dion saat turun dari mobil.

Setelah itu, Gery pun masuk ke dalam rumah. Sampai di atas teras, Gery melirik ke arah samping kiri. Di sana ada sebuah mobil berwarna merah yang terparkir.

“Lina di sini?” gumam Gery.

Penasaran, Gery pun masuk ke dalam rumah. Dan benar saja, di ruang tamu ada Lina dan mama yang sedang mengobrol.

“Tuh, orangnya sudah datang,” kata Wenda sambil menunjuk kearah Gery dengan pandangan mata.

“Halo, Gery,” sapa Lina. “Aku mampir buat menemuimu.”

“Ngobrol saja dikamarku.” Gery berlalu setelah berkata demikian.

“Aku permisi, Bibi.” Lina berdiri dan menyusul Gery yang melangkah begitu cepat.

“Pelankan langkahmu!” decak Lina. “Temanmu datang, tapi kau malah merengut begitu.”

Gery tetap diam hingga sampai di kamar. Merasa gerah, Gery melepas kemejanya kemudian melempar ke sembarang tempat. Di belakang Gery, Lina hanya menghela napas lalu memungut kemeja yang tergeletak di atas lantai.

“Masih mikirin Tania?” tanya Lina. Kemeja yang ia pegang dilempar ke keranjang di dekat kamar mandi.

Gery membantingkan tubuhnya di atas ranjang. “Tentu saja. Aku tidak mungkin jika tidak memikirkan Tania. Kau tahukan aku cinta mati sama dia.”

Lina mendengus pelan. Wajahnya terlihat datar dan menunjukkan rasa ketidaksukaan dengan kalimat Gery.

“Aku tahu …” Lina duduk di tepi ranjang sambil menyentuh kaki Gery yang masih terbalut celana jeans. “Tapi tidak baik kalau kau berlarut-larut dalam kesedihan.”

“Kau pikir ini mudah?” salak Gery dan duduk tertegak. “Aku masih belum siap kehilangan!”

“Siapa bilang kalau ini mudah?” kata Lina. “Tapi … kau hanya membuat Tania menderita dengan kesedihanmu.”

Gery terdiam. Ia kemudian merobohkan lagi badannya di atas ranjang. “Lalu aku harus bagaimana?”

“Lepaskan dia. Tania Tidak mau kau seperti ini. Kalau kau memang sayang dengan Tania, kau harusnya bisa berpikir ke depan. Jalani hidup seperti biasanya. Berhentilah merenung nggak jelas.”

Suara kamar mendadak hening.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Call Girl [21+]
8.0
Nasib buruk menjerumuskan Yumira ke dalam dunia kelam sebagai wanita panggilan. Di tengah keputusasaan karena selalu dimanfaatkan oleh para pria, ia mendambakan cinta sejati. Harapan itu muncul saat Kai Dipraja hadir menawarkan ketulusan yang selama ini ia impikan. Walau dunia menentang keras hubungan mereka, Yumira bertekad kuat menjaga rasa ini. Mampukah mereka bersatu selamanya? Akankah Kai benar-benar menerima identitas dan masa lalu Yumira apa adanya?
Sampul Novel Desah Di Kamar Sebelah
8.2
Seorang istri mendadak terbangun dari tidurnya setelah menenggak jamu dari sang adik ipar. Ia terkejut mendapati suaminya tidak ada lagi di sampingnya. Di tengah malam yang sepi itu, kecurigaannya merebak saat mendengar suara desahan asing dari balik kamar adik iparnya. Berbagai pertanyaan mulai menghantuinya. Ke mana suaminya pergi? Misteri apa yang disembunyikan di dalam kamar sebelah? Sebuah rahasia gelap kini mengancam keutuhan rumah tangga mereka.
Sampul Novel Pernikahan Si Mungil
7.9
Hiram, seorang CEO tampan yang dingin, berencana menceraikan Rachel dalam waktu sebulan setelah dipaksa menjalani perjodohan kuno dari kakek mereka. Ia menganggap Rachel sebagai wanita yang kasar. Di sisi lain, Hiram memiliki masalah gairah terhadap lawan jenis, sementara Rachel selalu dituduh membawa kesialan bagi setiap pria dekatnya. Meski awalnya saling menolak karena perbedaan sifat yang kontras, takdir perlahan menyatukan mereka dalam pernikahan tak terduga.
Sampul Novel Raja Naga Meninggalkan Gunung
9.7
Mengusung genre aksi dan romance, webnovel Raja Naga Meninggalkan Gunung berfokus pada sosok pemuda luar biasa. Di balik penampilannya yang bersahaja saat kembali ke kota, ia sebenarnya adalah Raja Naga yang disegani penguasa dunia sekaligus Dewa Medis yang misterius. Sayangnya, kerendahan hatinya justru membuat Keluarga Lianto memandangnya sebelah mata. Konflik besar pun dimulai ketika sang tunangan memutuskan untuk membatalkan hubungan pernikahan mereka secara sepihak.
Sampul Novel Sekalipun Kembali, Hatiku Tetap Pergi
9.6
Saat menonton konser sendirian, seorang istri terkejut melihat Martin Sutanto, suaminya yang mengaku sedang dinas luar kota, muncul di layar lebar bersama cinta pertamanya, Desi Maulanda. Di depan ribuan penonton, Martin meminta lagu "Kembali ke Masa Lalu" agar mereka tidak pernah berpisah tiga tahun lalu. Di tengah sorak penonton dan air mata yang mengalir, sang istri terpilih di sesi berikutnya. Melalui lagu yang sama, ia menyatakan penyesalan terdalamnya karena telah menerima lamaran pernikahan Martin.
Sampul Novel Short Story
8.5
Kumpulan cerita pendek ini menyajikan beragam kisah cinta modern yang dikurasi khusus bagi pembaca dewasa berusia 21 tahun ke atas. Setiap narasi dalam antologi ini mengupas tuntas dinamika hubungan asmara kontemporer serta kedalaman interaksi antarmanusia. Dirancang penuh emosi dan intensitas, buku ini mengajak Anda menyelami berbagai fragmen kehidupan percintaan yang penuh warna lewat format cerita singkat yang sangat memikat.