APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Dadakan CEO Tampan!

Istri Dadakan CEO Tampan!

Kehidupan Aska Pradipta, CEO menawan yang digilai banyak wanita, mendadak gempar setelah menemukan bayi dari masa lalunya di depan rumah. Dalam situasi panik, ia meminta bantuan sekretarisnya, Naura, untuk merawat bayi itu. Namun, kehadiran ibu Aska memicu kesalahpahaman besar. Demi mengatasi keadaan, Aska akhirnya menawarkan pernikahan kontrak bernilai fantastis kepada Naura. Akankah kesepakatan sandiwara ini menumbuhkan cinta sejati di antara mereka?
Bab
Bagikan

Bab 3

Di kamar,

Naura baru saja keluar dari kamar mandinya dengan sebuah bathrobe yang melekat di tubuhnya. Ia disambut oleh beberapa maid yang sudah siap dengan beberapa dress casual yang tergantung di sana.

"Mari Nyonya," senyum salah seorang maid yang langsung menuntun Naura.

Hana kemudian mencocokkan pakaian yang pantas untuk Naura satu demi satu, sampai pilihannya jatuh pada sebuah dress berwarna biru muda yang begitu simple.

"Silahkan untuk mencobanya," pinta Hana yang juga memberikan satu set dalaman yang sebelumnya Naura pesan.

"Baik," angguk Naura yang kemudian berjalan ke arah walk in closet milik Aska.

Naura cukup kagum ketika melihat ruang ganti tersebut, yang penuh dengan berbagai jenis jas dan pakaian branded milik bosnya itu.

"Astaga! Aku hampir lupa untuk mengganti pakaianku," seru Naura yang langsung mengenakan pakaiannya.

Tampak pas dan anggun ketika Naura memakainya, setelah selesai Naura pun keluar dan menghampiri Hana.

"Anda terlihat sangat cantik Nyonya," puji Hana.

"Terimakasih Hana."

"Nona Sela, sekarang bagian anda."

Gadis cantik itu mengangguk dan menghampiri Naura serta menuntunnya untuk duduk di sofa, dimana ia sudah siap dengan alat make up nya.

Bersamaan dengan itu Aska berjalan memasuki kamarnya untuk mengajak Naura sarapan.

"Naura-" perkataan Aska terhenti ketika ia melihat betapa cantiknya Naura.

Ia terlihat anggun dengan make up naturalnya, Aska terpeson karena biasanya Naura jarang sekali dandan saat bekerja. Walaupun begitu Naura tetap cantik dengan wajah polosnya yang alami, namun ia tak mengira jika sekretarisnya itu bisa terlihat menawan.

"Iya Pak, ada apa?" tanya Naura, yang rupanya sudah selesai untuk di poles.

Aska memasuki kamar dengan Hana yang meminta para maid dan jasa riasnya untuk keluar meninggalkan mereka berdua.

"E Mami suruh saya panggil kamu untuk sarapan," sahut Aska ketika ia sudah berada di hadapannya.

Melihat tatapan Aska yang begitu dalam tentu saja membuat Naura merasa aneh, dan canggung.

"Bapak kenapa liatin saya segitunya? Aneh ya, Pak? Atau terlalu menor?" tanya Naura yang hendak mengambil tisu untuk menghapus riasannya.

"Kamu cantik!"

Naura urung mengambil tisu yang ada di depannya, "Iya tapi saya sedikit risih karena tak biasa."

"Mulai sekarang kamu harus membiasakannya, kamu terlihat menawan! Saya tidak menyangka bahwa itik buruk rupa sepertimu bisa berubah menjadi seekor angsa," goda Aska dengan tawanya.

Sedangkan Naura tampak mendengus kesal.

"Saya bercanda, ayo turun!" Ajak Aska padanya.

Mereka kemudian berjalan beriringan menuju meja makan, dimana Bu Mega sudah menunggu kedatangan mereka berdua.

"Liat Mama dan Papamu, mereka tampak serasi!" Puji Bu Mega seraya berbisik pada cucunya.

"Silahkan duduk," dengan gentlemannya Aska menarik kursi untuk Naura.

Sedangkan Naura tampak canggung ketika ia mendapati bosnga itu bersikap lembut, tidak cerewet dan semena-mena seperti biasanya.

"Makasih Pak," angguk Naura yang kemudian duduk di kursi tersebut.

"Kok kamu manggil Aska dengan sebutan Pak?" Heran Bu Mega yang membuat Naura gelagapan.

"E Naura itu sekretarisnya Aska Mi, dia udah terbiasa panggil Aska dengan sebutan Bapak. Tapi biasanya Naura manggil Aska dengan sayang kok, iya kan honey?" lirik Aska dengan senyuman yang penuh isyarat.

"Iya sayang," angguk Naura yang merasa awkward.

"Oh jadi Naura itu sekretaris kamu? Kok Mami baru tau. Bukannya sekertaris kamu itu Fara? Sepupu kamu?"

"Fara resign Mi beberapa bulan yang lalu dan penggantinya Naura, sampai sekarang."

"Sampe sekarang?! Kamu ngebiarin perempuan hamil buat kerja?" omel Bu Mega.

Dimana Aska keceplosan soal pekerjaan Naura yang menjabat sebagai sekretarisnya di beberpa bulan ini.

"Soalnya Naura bosan di rumah Mi, makanya Naura bantu Aska di kantor. Lagian pekerjaannya gak berat kok," lanjut Naura.

"Setelah melahirkan apa kamu langsung kembali bekerja? Lalu Vio bagaimana?"

Sialnya Naura lupa kalo disini ia berpura-pura menjadi ibu kandungnya Vio.

"Kalau sekarang Naura di rumah jaga Vio."

Bu Mega mengangguk, "Vio umurnya berapa bulan?"

"2 bulan Mi," jawab Aska yang untungnya ia menemukan sebuah surat keterangan yang menjelaskan bahwa Viola lahir di dua bulan yang lalu.

"Jadi kamu gak punya sekertaris donk?"

"Masih bisa handle kok Mi."

"No! Secepatnya kamu harus cari sekertaris baru. Mami gak mau jadwal kamu berantakan karena gak ada yang ngatur," ujar Bu Mega dengan tegas.

"Oke Mi."

Naura menatap nanar ke arah Aska, dimana ia sangat mencintai pekerjaannya itu.

"Hari ini Mami ada janji buat ketemu sama dokter, kalian lanjut aja sarapannya."

"Mami ngapain ketemu sama dokter?" Sahut Aska yang kemudian meminta Hana untuk menggendong bayinya.

"Akhir-akhir ini sendi Mami suka sakit, kayaknya Mami kena reumatik."

"Semoga cepet sembuh ya Mi," lirih Naura.

"Iya sayang, kalo gitu Mami pergi dulu ya? Dan soal pernikahan biar Mami yang urus, kalian fokus saja sama Vio dan pekerjaan."

"Iya Mi," angguk mereka berdua.

Setelah itu Bu Mega keluar dari rumah, tampak kelegaan muncul di hati mereka berdua.

"Saya deg-degan Pak," ungkap Naura sembari menoleh ke arah Aska.

"Apalagi saya."

"Terus pekerjaan saya gimana Pak?" lanjut Naura yang sebenarnya tidak ingin sampai kehilangan pekerjaannya.

"Terpaksa kamu harus resign, selama kita menikah kamu tidak boleh bekerja."

Naura terduduk lesu, "Baiklah."

"Ayo makan makananmu! Nanti keburu dingin," titah Aska kemudian.

Naura menyuapkan nasi goreng ke dalam mulutnya, sampai akhirnya ia membulatkan matanya.

"Nasi gorengnya enak!" ucap Naura yang mungkin tengah kelaparan.

"Tentu saja, karena ada koki khusus memasak di rumah ini."

"Pantas saja," bersamaan dengan itu Naura kembali melanjutkan sarapan paginya.

"Sepertinya kita harus mencari baby sitter agar kamu tidak kesusahan merawat Vio," tandas Aska yang juga tengah menikmati sarapannya.

"Boleh," angguk Naura setuju.

Karena pastinya ia membutuhkan seseorang yang ahli, apalagi ia juga tidak banyak berpengalaman tentang mengurus bayi.

Setelah sarapan, Naura hendak menyusun piring kotor yang baru saja mereka pakai.

"Itu pekerjaan para maid, jadi kamu tidak perlu bersusah payah melakukan apapun di rumah ini. Cukup duduk santai dan jaga putri kecilku," jelas Aska yang membuat Naura menaruh piringnya kembali.

"Iya Pak."

"Ingat! Di depan Mami kamu harus memanggil saya dengan sebutan sayang."

"Iya Pak…"

"Sekarang kamu pergi ke kamar Vio, karena saya sudah menyiapkan satu kamar untukmu dan Vio di atas."

"Dimana?" tanya Naura, yang tak tau jelas dimana lokasinya.

"Tepat di samping kanan kamar saya."

Naura menganggukkan kepalanya, "Baik Pak! Kalau begitu saya ke kamar dulu karena harus memandikan Vio."

"Hari ini saya ambil libur… Kalau kamu sudah selesai memandikan Vio, kita pergi ke supermarket untuk membeli barang-barang kebutuhannya."

"Iya Pak."

Saat itu juga Naura berjalan menuju kamarnya, untuk memandikan si bayi mungil itu.

Dimana disana sudah ada Hana dan seorang maid yang siap membantunya untuk bersiap.

"Nyonya, perkenalkan ini Laras asisten pribadi anda. Dia yang akan membantu anda untuk menyiapkan segala kebutuhan anda," pungkas Hana yang memperkenalkan Laras padanya.

"Terimakasih Hana."

"Kalau begitu saya permisi, jika anda perlu sesuatu anda bisa meminta tolong pada Laras atau memanggil saya."

"Iya Hana."

Selepas itu Hana berlalu pergi, dengan meninggalkan mereka berdua.

"Laras, tolong bantu aku memandikan Vio. Apa bisa?" lirik Naura padanya.

"Tentu saja Nyonya."

Naura kemudian membawa Vio ke dalam kamar mandi, dengan Laras yang menyiapkan air hangat. Tidak ada bak bayi, tapi Naura bersyukur karena ada sebuah bak kecil yang bisa digunakan sebagai bak mandi Vio.

"Dia sangat cantik! Sepertinya dia mengambil semua gen ayahnya," puji Laras yang merasa bahwa Naura dan Vio tidak mirip.

"Iya memang benar!" angguk Naura yang kemudian bergumam dalam hati, "Tentu saja Vio mirip dengan ayahnya karena mustahil jika Vio mirip denganku karena aku bukanlah ibu kandungnya."

Naura dengan luwes memandikan Vio, walaupun sebenarnya Naura merasa was-was dan hati-hati ketika memegang tubuh kecilnya, yang sedikit licin karena sabun.

Bersambung,

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alisha: Wanita yang Kau Sia-siakan
9.1
Dunia Alisha runtuh akibat perselingkuhan Rama, suaminya, dengan seorang aktris terkenal. Tanpa ada penyesalan dari Rama, Alisha memilih pergi dan bekerja sebagai pengasuh anak seorang CEO muda bernama Damar. Kelembutan hati Alisha perlahan memikat sang bos. Namun, saat hubungan mereka mulai dekat, Rama mendadak kembali dan memohon untuk rujuk. Alisha kini terjebak dalam dilema antara ketulusan Damar atau penyesalan mantan suaminya.
Sampul Novel Dijebak Dipelaminan
8.2
Niat hati hanya menjadi tamu undangan, Adeline Vyantara justru berakhir di altar. Ia terpaksa menggantikan posisi mempelai wanita untuk Alaric Mahendra, sang pewaris kaya yang merasa dijebak oleh keluarganya sendiri. Alaric awalnya berniat membatalkan pernikahan ini, namun keberanian Adeline dalam melindungi kehormatan keluarga membuatnya urung. Kini, keduanya harus menjalani pernikahan dingin yang dipenuhi aturan ketat. Di balik benci dan misteri masa lalu, perasaan cinta perlahan tumbuh.
Sampul Novel Dinodai CEO Kejam
8.3
Sena Monela mengalami nasib buruk hanya karena mengenakan gaun sang kakak di hari ulang tahun kekasihnya. Ia diculik oleh Alexander Sagala, seorang pria berkuasa yang ingin membalas dendam demi adiknya yang depresi akibat ditinggalkan oleh Giana, kakak Sena. Meski menyadari telah salah menangkap orang, Xander menolak melepaskan Sena dan justru menjadikannya tawanan pribadi. Kisah penuh misteri dan penderitaan Sena dimulai saat ia terperangkap dalam kemarahan sang CEO kejam.
Sampul Novel Identitas Ganda Suamiku
8.0
Demi segera menikah, Nadine memutuskan memilih pria yang diyakini telah bangkrut. Ia bahkan sudah bersiap bekerja keras demi menopang hidup mereka. Namun, serangkaian keajaiban aneh justru mulai berdatangan. Saat berniat membeli mobil murah, ia malah membawa pulang Porsche, disusul kepemilikan sebuah vila megah. Keberuntungan tiada henti ini rupanya bersumber dari suaminya yang penuh rahasia. Nadine pun tersadar bahwa suaminya adalah miliarder yang menyamar.
Sampul Novel KEKASIH HALALKU
9.3
Kehidupan manja putri seorang pengusaha kaya seketika berubah drastis akibat takdir yang tak terduga. Ia terpaksa menerima kenyataan pahit untuk menjadi istri muda dari pria yang usianya terpaut sangat jauh. Kini, di tengah perbedaan umur yang membentang lebar, wanita muda tersebut harus berjuang keras menjalani peran barunya. Ia harus bertahan dalam ikatan pernikahan yang sama sekali tidak pernah ia harapkan terjadi dalam hidupnya.
Sampul Novel Melarikan Diri dari Pernikahan
9.7
Cathy sangat bahagia saat Andika Senjaya tiba-tiba melamarnya setelah kehamilan yang tak diduga, meski pria itu dikenal selalu menghindari pernikahan. Namun, kebahagiaan itu hancur di hari pernikahan mereka. Cathy tidak sengaja mendengar Andika mengaku kepada temannya bahwa pernikahan ini hanyalah siasat. Demi menuruti ibunya yang menolak latar belakang Nancy, Andika memanfaatkan Cathy agar anaknya bersama Nancy bisa hidup di keluarga baik-baik. Andika bahkan menghina Cathy sangat membosankan.