APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Dadakan CEO Tampan!

Istri Dadakan CEO Tampan!

Kehidupan Aska Pradipta, CEO menawan yang digilai banyak wanita, mendadak gempar setelah menemukan bayi dari masa lalunya di depan rumah. Dalam situasi panik, ia meminta bantuan sekretarisnya, Naura, untuk merawat bayi itu. Namun, kehadiran ibu Aska memicu kesalahpahaman besar. Demi mengatasi keadaan, Aska akhirnya menawarkan pernikahan kontrak bernilai fantastis kepada Naura. Akankah kesepakatan sandiwara ini menumbuhkan cinta sejati di antara mereka?
Bab
Bagikan

Bab 1

Tring

Seorang wanita tampak menggeliatkan tubuhnya ketika ia merasa terganggu dengan deringan ponselnya, karena seseorang yang terus menelpon sampai akhirnya Naura pun menjawab panggilan tersebut dengan mata yang sayu.

“Hallo, ini siapa ya?” Lirih Naura pada lawan bicaranya.

“Buka mata kamu dan lihat nama siapa yang tertera di layar ponselmu.”

Naura menurut dan bergumam, “Burung Beo.”

Aska mengusap wajahnya dengan kasar, “JADI KAMU MENAMAKAN KONTAK SAYA BURUNG BEO!!”

Mata Naura membulat ketika ia mulai mengenali siapa pemilik suara ini, “Eh Pak Aska…”

“KE RUMAH SAYA SEKARANG JUGA!!”

Karena suara Aska yang begitu menggelegar, tanpa sengaja membuat bayinya kembali menangis.

“Astaga pak… diluar lagi hujan deras.”

“Saya gak peduli!”

Samar-samar Naura pun mendengar suara tangisan bayi yang semakin kencang, “Itu suara bayi siapa?”

“Bayi say-“

“APA!?” seru Naura yang begitu shock.

Lain halnya dengan Aska yang kini menjauhkan ponselnya dari telinga, akibat suara Naura yang begitu kencang.

"Pelankan suaramu Naura."

"Em maaf Pak... Tapi Bapak kan belum menikah, kok Bapak bisa punya anak sih?"

"Susah buat dijelasin, anak saya sekarang lagi nangis dan kamu tolong kesini sekarang."

"Kenapa harus saya Pak? Kenapa gak mamanya aja?" Heran Naura.

"Kalau dia ada disini sudah pasti saya akan menyuruhnya dan tidak akan menelpon kamu. Kamu kesini sekarang dan bantu saya untuk menjaga bayi ini, jangan lupa untuk membelikan popok dan susu karena sepertinya saya tidak memiliki itu semua. Pastikan bahwa semua barang-barang itu yang termahal dan bermerk," pesan Aska yang tidak ingin anaknya mengenakan barang-barang yang biasa.

"Tapi saya gak punya uang sebanyak itu pak."

"Saya akan transfer, bersiaplah kemari dengan membawa barang-barang yang sudah saya pesan tadi."

"Nggak nunggu reda dulu-"

Tiba-tiba saja sambungan teleponnya ditutup secara sepihak, dan hal itu membuat Naura geram.

"DASAR BOS NYEBELIN!! BISA-BISANYA DIA MENGGANGGU WAKTU ISTIRAHATKU," seru Naura yang dengan terpaksa keluar rumah dengan tubuh yang mengenakan sebuah jas hujan.

Perlahan rasa dingin mulai melingkupinya, apalagi dia mengendarai sebuah motor sehingga angin pun dengan bebas menerpanya. Sedangkan di sisi lain Aska tengah mencoba untuk menenangkan bayinya yang terus menangis.

"Bisa gawat kalo Mami sampai tau kalo aku udah punya anak," gumam Aska yang begitu berat untuk menerima bayi ini.

Setelah hampir 1 lebih jam Aska menunggu, akhirnya Naura pun tiba di depan rumahnya dengan kondisi yang begitu mengenaskan karena jas hujan yang dikenakan olehnya telah sobek sehingga membuat pakaiannya basah, belum lagi kedua tangannya yang sudah penuh membawa barang-barang pesanan Aska.

"Lama banget kamu nyampenya!? Saya nunggu kamu hampir satu jam lebih lho," omel Aska yang membuat Naura darah tinggi.

"DI LUAR HUJAN PAK! BAPAK GAK LIAT SAYA SUDAH BASAH KUYUP, BELUM LAGI PESANAN BAPAK YANG GAK SEDIKIT. BAPAK SUDAH MEREPOTKAN SAYA DAN SEKARANG BAPAK MALAH MENYALAHKAN SAYA! TAU GINI SAYA GAK MAU BANTU BAPAK LAGI," bersamaan dengan itu Naura menyerahkan barang belanjaannya pada Aska.

Aska segera meletakkannya di lantai dan berlari mengejar Naura untuk meminta maaf.

"Maafkan saya Ra, tapi saya mohon kamu jangan pergi dulu ya? Anak saya masih menangis dan mungkin dia sudah tidak nyaman lagi dengan popoknya," tahan Aska pada lengan Naura.

"Saya gak peduli! Saya mau pulang saja."

"Saya mohon Ra, memangnya kamu tidak kasihan sama bayinya? Dia sudah ditinggalkan oleh ibunya sedangkan saya belum pernah merawat seorang bayi," tatap Aska dengan mata yang menyedihkan.

Karena merasa iba akhirnya Naura pun mau untuk membantunya, dan dengan senang hati Aska membawa Naura ke kamarnya.

"Pakaian kamu basah, lebih baik kamu gunakan ini..." bersamaan dengan itu Aska menyodorkan sebuah hoodie dan celana panjangnya.

Naura tak menolak dan berjalan menuju kamar mandi untuk mengenakan pakaian tersebut karena ia juga merasa kedinginan, sedangkan pakaian yang ia kenakan sebelumnya tengah dikeringkan.

"Ya ampun popoknya penuh," lirih Naura yang kemudian membersihkan bayi tersebut dan menyodorkan popok bekas tersebut pada Aska.

Aska tampak mual dan menolaknya, "Kenapa kamu kasih popoknya ke saya? Kamu gak tau apa kalo popoknya bau banget?"

"Kalau begitu bapak yang mengganti popoknya dan saya yang membuang ini, masa semuanya saya yang ngerjain."

Dengan terpaksa Aska pun menerima popok bekas tersebut dan membuangnya ke tempat sampah yang berada di dekatnya, sedangkan Naura tampak tersenyum senang karena untuk pertama kalinya ia bisa menyuruh bosnya yang super bossy.

Bayi itu mulai merasa tenang ketika popoknya sudah di ganti dan kini ia tengah menikmati susunya.

"Ingat ya Pak, bayi itu harus di kasih susu minimal 2 jam sekali. Bayi itu mudah lapar apalagi bayi cuma minum susu doank," ujar Naura yang mengingatkan bosnya.

Karena kebetulan ia pernah merawat keponakannya sehingga ia pun tau sedikit cara mengurus bayi.

"Iya Ra, kalau kamu mau kamu bisa bermalam disini untuk menjaga bayi saya."

Seketika itu juga Naura menoleh ke arahnya dengan tatapan tajam, "Maksud bapak apa ngomong seperti itu!?"

"Jangan salah paham dulu Ra! Saya hanya ingin kamu menemani bayi saya untuk satu malam ini saja, karena saya takut jika kamu pulang nanti bayi saya akan kembali menangis."

Dengan penuh pertimbangan akhirnya Naura pun setuju, "Oke! Tapi hanya untuk satu malam saja."

"Iya Naura."

"Tapi bagaimana bisa bayi ini sampai disini?"

Kemudian Aska menjawab, "Jadi ceritanya..."

Flashback on

Malam ini hujan turun dengan begitu derasnya, Aska yang kebetulan terbangun dari tidurnya lantas keluar dari kamarnya untuk mengisi tekonya. Sampai akhirnya Aska terdiam ketika samar-samar ia mendengar suara tangisan bayi.

“Suaranya terdengar begitu dekat, apa mungkin tangisan bayi tetangga terdengar sampai sini?” Pikir Aska yang rasanya tidak mungkin, karena jarak dari rumahnya ke sebelah sangatlah jauh.

Karena penasaran akhirnya Aska melangkahkan kakinya menuju teras rumah, dan betapa terkejutnya ia ketika mendapati seorang bayi tengah menangis disana, lengkap dengan sebuah tas yang berisi pakaian sang bayi.

“Bayi siapa ini!?” Seru Aska yang kemudian membawanya masuk, karena tak mungkin ia meninggalkan bayi ini di luar dengan keadaan hujan yang begitu lebat.

Aska menoleh ke sekitarnya untuk mengecek situasi dan ketika ia merasa aman, ia pun membawa bayi itu ke dalam kamarnya.

Menempatkan bayi itu di tempat tidurnya, yang perlahan tangisannya mulai mereda karena merasa aman dan hangat.

“Orang tua macam apa mereka!? Meninggalkan anaknya dalam keadaan hujan seperti ini. Setidaknya kalau tidak menginginkan bayi, seharusnya mereka tak pernah membuatnya.”

Di saat dirinya tengah menggerutu tiba-tiba saja mata Aska menangkap sepucuk surat, dengan segera ia pun mengambilnya dan kemudian membaca surat tersebut.

“Mungkin kamu akan merasa terkejut mendapati seorang bayi di depan rumahmu, tapi percayalah bahwa dia adalah putrimu. Jangan pernah mencariku dan urus saja dia karena dia adalah tanggung jawabmu dari Saskia,” Aska merasa terkejut sampai akhirnya surat itu jatuh dari tangannya.

“Bagaimana mungkin?”

Aska Dirgantara, merupakan seorang CEO muda yang cukup terkenal di kotanya. Selain itu ia pun memiliki paras yang tampan sehingga tak heran jika banyak wanita yang mengantri untuk menjadi kekasih atau bahkan teman tidurnya, kehidupannya yang begitu royal membuat Aska bertingkah semaunya sampai akhirnya ia menghamili mantan kekasihnya.

Aska menoleh ke arah bayi itu, dan kemudian menyambar ponsel yang berada di dekatnya untuk menghubungi Saskia. Sayangnya sambungan telepon itu tidak tersambung, besar kemungkinan bahwa Saskia memang benar-benar lepas tanggung jawab.

Aska merasa frustasi dan namanya pasti akan buruk jika ia memiliki seorang anak, sedangkan ia belum pernah menikah.

“Naura…” tiba-tiba saja nama itu terlintas dalam pikirannya, dan dengan segera ia pun menelpon sang sekretaris.

Flashback off

"Jadi begitu ceritanya," jelas Aska dengan mata yang sayu karena ia sudah mengantuk.

Sedangkan Naura hanya menganggukkan kepalanya, "Oh begitu..."

"Em sekali lagi saya ucapkan terimakasih karena kamu mau membantu saya Naura, Saya berjanji kalau saya akan membalas semua kebaikan kamu. Kebetulan ini sudah malam dan lebih baik kamu tidur sekarang, saya pamit..." Ucap Aska yang kemudian berlalu pergi dari kamarnya menuju kamar yang ada di sebelahnya.

***

Keesokan harinya,

Naura terbangun dari tidurnya dan langsung membuatkan susu untuk sang bayi, sampai akhirnya ia dikejutkan dengan sosok wanita paruh baya yang membuka pintu kamar tersebut.

Bu Mega tampak shock ketika melihat seorang wanita yang tengah bersama dengan seorang bayi di kamar putranya, belum lagi Naura mengenakan pakain Aska sehingga membuat Bu Mega mengira bahwa Naura itu adalah kekasih sekaligus ibu dari bayinya.

"ASKA...!!!!" Teriak Bu Mega yang membuat Aska panik dan berlari ke arah kamarnya.

"Mami..."

Bersambung,

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Beautiful Pain
9.2
Cinta Audrey kepada Xander begitu kuat, meski pria dingin itu terus mengabaikan dan menolaknya dengan kejam. Tanpa lelah, ia selalu berjuang demi perasaannya. Namun, pertahanan Audrey akhirnya hancur saat mengetahui fakta bahwa ada wanita lain yang dicintai Xander. Di tengah rasa sakit hati dan kekecewaan yang teramat sangat, ia kini berada di titik terendah dalam hidupnya. Sanggupkah Audrey bertahan menghadapi hubungan yang penuh kepedihan ini?
Sampul Novel Enam Bulan Dinikahi, Enam Kali Dikhianati
8.5
Pernikahan perjodohan selama enam bulan menjadi neraka bagiku. Dito, suamiku, terang-terangan berselingkuh dengan mantan kekasihnya, Luna. Kehadiranku diabaikan, ia enggan menyentuhku dan selalu muak. Saat pengkhianatannya kian menjadi, kesabaranku habis. Karena ia tidak bisa adil, aku memutuskan mundur. Di tengah rasa sakit, takdir mempertemukanku dengan Arya Pratama, pria yang sangat dingin.
Sampul Novel Mantanku, Kakak Iparku
9.1
Kehidupan Deo runtuh setelah Freya memilih menikah dengan kakaknya sendiri. Saat terpuruk, takdir mempertemukannya dengan Veren, gadis putus asa yang hampir mengakhiri hidupnya karena patah hati. Akibat kesalahpahaman besar, mereka berdua justru terikat dalam pernikahan muda yang tak terduga. Di tengah komitmen baru ini, sanggupkah Deo dan Veren menyembuhkan luka masa lalu bersama dan menemukan kebahagiaan sejati dalam rumah tangga mereka?
Sampul Novel Plis Jangan Ganggu!
8.1
Menumpang di rumah Mbak Rusmi membuatku harus kuat mental menghadapi cacian pedas dari kakak kandungku sendiri. Aku dan suamiku, Rian, terpaksa bertahan di sana karena keterbatasan ekonomi yang membuat kami belum mampu membeli hunian pribadi. Seluruh harta orang tuaku habis demi membayar utang. Sementara itu, rumah milik mertua sudah dipastikan jatuh ke tangan Dion, adik bungsu Rian yang akan segera melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat.
Sampul Novel Stuck With Him
7.8
Hidup Yuga hancur seketika sejak Chessi hadir secara tiba-tiba. Kepergian sang ayah membuatnya tak berkutik saat sang ibu memaksanya menikahi gadis itu. Alih-alih membina rumah tangga yang harmonis, Yuga justru menjadikan pernikahan ini sebagai ajang pelampiasan dendam. Chessi terus berupaya memohon maaf, namun kebencian Yuga telah mendarah daging. Bagi Yuga, pintu maaf baru akan terbuka jika takdir bisa diputar ulang agar mereka tak saling mengenal.
Sampul Novel Teacher on Escape
8.2
Rencana pernikahan Vina hancur berantakan akibat dendam masa lalu ayahnya. Guru Matematika berumur 30 tahun yang patah hati ini memilih melarikan diri ke Batam demi menenangkan diri. Di sana, ia bersua dengan Luki, teman lamanya yang juga tengah terluka karena dikhianati sang kekasih. Pertemuan di Jembatan Barelang dalam kondisi mabuk melahirkan ucapan nekat dari Vina yang mengubah jalan hidup mereka. Akankah pelarian ini berujung penyesalan atau justru menjadi awal takdir baru bagi keduanya?