APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ipar adalah Maut Pernikahan

Ipar adalah Maut Pernikahan

Dian terjebak dalam hubungan terlarang bersama Raihan, pria yang terkunci dalam pernikahan dingin. Walau terus dirongrong rasa bersalah pada suaminya, Galih, serta Laras yang merupakan sahabatnya, ia tak berdaya untuk lepas. Niat Dian untuk menjauh justru memicu obsesi Raihan yang makin menjadi. Keadaan kian genting saat Laras tiba-tiba mendatangi kamar Dian. Kini, rahasia kelam ini mengancam menghancurkan nama baik, persahabatan, dan seluruh masa depan Dian.
Bab
Bagikan

Bab 3

Hari itu, rumah keluarga Wijaya terasa lebih sibuk dari biasanya. Laras sedang duduk di ruang tengah bersama Galih, yang akhirnya pulang lebih awal setelah berminggu-minggu sibuk di luar kota. Dian yang berdiri di dapur memandangi mereka dari kejauhan, hatinya bercampur aduk.

Kehadiran Galih seharusnya menjadi sesuatu yang menyenangkan baginya, namun yang ia rasakan justru tekanan luar biasa. Perasaan bersalah karena malam sebelumnya masih membekas.

"Dian, kamu nggak ke sini?" panggil Laras dari ruang tengah. "Aku bikin kopi favoritmu."

Dian menghela napas dalam-dalam sebelum menghampiri mereka, mencoba menutupi kegelisahannya. "Iya, Kak. Aku ambil sebentar."

Ketika Dian masuk ke ruang tengah, Galih menyapanya dengan senyum singkat. "Maaf aku jarang di rumah, Dian. Proyek di Surabaya kemarin cukup menyita waktu."

Dian memaksakan senyum. "Nggak apa-apa, Mas. Aku ngerti kok."

Namun, percakapan mereka terganggu saat Raihan muncul dari luar. Dengan gaya santai, ia masuk sambil membawa beberapa dokumen. "Galih, ini laporan yang kamu minta," katanya sambil menyerahkan berkas itu kepada adiknya.

Dian yang melihatnya langsung merasa tidak nyaman. Ia mencoba menghindari kontak mata dengan Raihan, namun tatapan pria itu terlalu sulit untuk diabaikan. Ada kehangatan yang hanya mereka berdua pahami, namun di depan keluarga, mereka harus berpura-pura seolah tak ada apa-apa.

"Kamu sudah makan, Dian?" tanya Raihan tiba-tiba, membuat suasana sedikit canggung.

Dian tersentak, tak menduga pertanyaan itu. "A-aah... belum, Mas. Aku baru mau ke dapur."

"Kamu harus jaga kesehatan. Jangan lupa makan, ya," ujar Raihan, senyumnya terlihat lembut namun sarat makna.

Galih yang tidak menyadari apa pun hanya mengangguk pelan. "Iya, betul kata Mas Raihan. Dian akhir-akhir ini kelihatan agak pucat."

Dian hanya tersenyum tipis sebelum bergegas kembali ke dapur. Namun langkahnya terhenti saat Laras memanggilnya lagi.

"Dian, kamu nggak lupa kan soal acara ulang tahun Mama minggu depan?" tanya Laras.

"Oh, iya, Kak. Aku ingat," jawab Dian singkat sebelum benar-benar berlalu dari ruangan itu.

***

Di dapur, Dian meremas meja dapur dengan gemetar. Keberadaan Raihan di dekatnya selalu membuatnya merasa di ambang kehancuran. Ia mencoba menenangkan dirinya, tapi ketukan pintu dapur membuat tubuhnya kaku.

Raihan masuk tanpa permisi, menutup pintu di belakangnya. "Dian, kita perlu bicara," katanya dengan nada rendah.

"Mas Raihan, jangan di sini!" bisik Dian panik. "Kalau ada yang lihat-"

"Nggak ada yang akan lihat," potong Raihan cepat. Ia mendekat hingga jarak mereka hanya beberapa inci. "Aku nggak bisa berhenti mikirin kamu sejak semalam. Aku tahu kamu juga ngerasain hal yang sama."

"Mas, aku mohon. Jangan begini," lirih Dian, matanya mulai berkaca-kaca. "Aku nggak mau semuanya jadi kacau."

Raihan memegang tangannya dengan lembut, mencoba meyakinkannya. "Dian, aku serius sama kamu. Aku tahu aku salah, tapi aku nggak bisa membohongi perasaanku."

Namun sebelum Raihan bisa melanjutkan, suara langkah kaki terdengar mendekat. Mereka segera berjauhan, mencoba terlihat seperti tak ada apa-apa.

Pintu dapur terbuka, memperlihatkan sosok Galih yang masuk dengan tatapan penasaran. "Kalian ngobrol apa di sini?" tanyanya, nada suaranya santai, namun cukup untuk membuat Dian merasa tercekik.

"Ah, aku cuma bilang sama Dian kalau dia harus makan," jawab Raihan cepat, berusaha tetap tenang. "Dia kelihatan agak lelah."

Galih mengangguk, tidak mencurigai apa pun. "Iya, aku juga bilang gitu tadi. Dian, kamu nggak apa-apa kan?"

Dian hanya mengangguk, senyumnya kaku. "Aku nggak apa-apa, Mas."

Namun di dalam hatinya, ia tahu bahwa semua ini adalah awal dari badai besar yang akan menghancurkan kehidupannya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 15 + (Lima Belas Tahun Ke Atas)
8.5
Kisah masa SMA di sekolah 15 menyuguhkan keseruan tiga sahabat yang penuh aksi konyol dan tawa. Setiap hari, mereka menghadapi berbagai peristiwa absurd yang mewarnai fase remaja. Menariknya, petualangan jenaka ini diadaptasi langsung dari kisah nyata sosok Vlomontleus. Melalui dinamika persahabatan yang tulus dan penuh kejutan, cerita ini menghadirkan potret kehidupan anak muda masa kini yang sangat nyata dan dekat dengan keseharian pembaca.
Sampul Novel (Bukan) Salah Jodoh
8.9
Hari pernikahan Nayra Alfarani hancur berantakan, membawanya masuk ke dalam ikatan pernikahan yang salah bersama Cakra Yudhistira. Cakra sendiri sangat yakin bahwa Nayra bukanlah takdirnya. Meski telah sah menjadi istri Cakra, perasaan Nayra sepenuhnya masih tertinggal untuk Ezhra. Di tengah keraguan dan penolakan satu sama lain, keduanya harus menghadapi konflik batin yang hebat saat dipaksa menjalani komitmen suci yang tidak pernah mereka inginkan.
Sampul Novel DINIKAHI KONGLOMERAT
9.3
Lamaran Ashraf, sang pewaris takhta kekayaan, membawa badai dalam hidup Sinta. Ia dituduh memakai guna-guna melalui teror gelap, sementara sepupunya terus menghina latar belakang sosialnya yang miskin. Di tengah tangis sang ibu yang meratapi nasib mereka, Sinta memilih tetap teguh berdiri. Berbekal keyakinan bahwa kehormatan sejati bersumber dari Tuhan, bukan materi, ia melangkah maju demi meraih restu tulus ibunya.
Sampul Novel Diperas Mafia Tengil
8.6
Nasib malang menimpa Rania. Usai gagal menikah, ia diceraikan karena tidak bisa memberi anak lelaki. Rencana mengundurkan diri sebagai asisten pribadi pun kacau saat bosnya yang seorang mafia, Radin, malah memerasnya. Anehnya, Radin justru melindungi Rania dan putrinya dari usikan sang mantan suami. Sikap kontradiktif ini membuat Rania bingung. Rupanya, Radin menyimpan rahasia besar masa lalu yang menjadi alasan di balik kebaikan tersebut.
Sampul Novel Diperbudak Nafsu
9.5
Mengusung genre romansa modern dewasa, kisah ini menyoroti perjalanan hidup penuh gairah dari seorang tokoh utama bernama Fahrizal. Cerita dimulai sejak ia berumur tiga belas tahun, saat bakat dan keahlian luar biasanya dalam hal intim mulai terlihat. Diwarnai deretan adegan eksplisit yang sensual, pembaca akan diajak menyaksikan bagaimana hasrat mendalam Fahrizal terus berkembang seiring berjalannya waktu melalui alur narasi yang berani.
Sampul Novel Dokter Ajaib Primadona Desa
9.4
Kehidupan Tirta Hadiraja berubah drastis setelah ia tidak sengaja memakan seekor ular putih. Masalah impotensi yang dideritanya lenyap, digantikan dengan keperkasaan luar biasa, kemampuan mata tembus pandang, serta daya ingat super. Sebagai pemilik klinik, Tirta memanfaatkan keahlian baru ini untuk mengembangkan kemampuannya ke tingkat yang luar biasa. Di saat kejayaannya mulai menanjak, ia justru dihadapkan pada perebutan hati dari seorang janda, primadona desa, hingga putri konglomerat yang bersaing ketat untuk menjadi istrinya.