APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Investigar Contigo : Bos Besar Mafia Russia yang Terbunuh

Investigar Contigo : Bos Besar Mafia Russia yang Terbunuh

Detektif Olivia Lyora Kim sibuk mengungkap kasus kriminal di area industri Seoul. Ia tidak sendiri, melainkan ditemani rekan kerjanya, Aiden Junior Lee. Namun, setelah setahun berpartner, Olivia merasakan keanehan. Sikap Aiden mendadak berubah menjadi sangat manis padanya. Perubahan perilaku yang tidak biasa ini membuat Olivia bertanya-tanya, apakah sang mitra kerja mulai jatuh cinta kepadanya di tengah-tengah proses penyelidikan mereka?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Pelayan!" Ucap Opsir Junior memanggil pelayan kantin tersebut.

"Silahkan ini menunya. Boleh di lihat-lihat dahulu." Ucap si pelayan.

"Kau mau pesan apa Detektif?" Tanya Opsir Junior.

"Aku sepertinya ingin Milkshake Oreo untuk minumanku, dan kwetiau goreng untuk makananku. Lalu kalau Opsir Jun ingin pesan apa?" Tanyaku sambil menulis pesanan.

"Se-sepertinya aku ingin memesan apa yang Detektif pesan saja." Jawab Opsir Junior dengan agak gugup.

"Kau serius Opsir Jun? Ada apa denganmu? Apa kau tidak enak badan? Pipimu terlihat memerah. Coba mendekat, apakah suhu badanmu panas?" Tanyaku sambil memegang jidat Opsir Junior untuk memastikan apakah dia sakit atau tidak.

Saat aku memegang jidat Opsir Junior, dia hanya menunduk.

"A-aku tidak sakit Detektif. A-aku hanya u-ughh sepertinya udara disini panas! Bisakah kau kencangkan lagi sedikit AC-nya pelayan?" Tanya opsir Junior kepada pelayan.

"Iya bisa Tuan, maaf jika udara disini membuatmu kepanasan." Jawab si pelayan.

"Oke kerja bagus. Pesan satu minuman untukmu pelayan sebagai tanda terima kasihku." Ucap Opsir Junior dengan gelagat yang aneh.

"Tidak usah Tuan. Saya tidak berhak menerimanya. Toh ini juga sudah menjadi tugas saya sebagai pelayan." Ucap si pelayan.

"Tidak apa, tidak apa. Tidak usah merasa begitu." Ucap Opsir Junior.

"Jadi, kita akan pesan dua Milkshake Oreo, lalu dua kwetiau goreng, dan kau pelayan ingin pesan apa? Tidak usah merasa tidak enak hati, opsir Jun sedang berbaik hati hari ini. Silahkan." Ucapku sambil menyodorkan menu kepada si pelayan.

"Sa-saya... Saya akan pesan satu Vanilla Latte Coffee saja Tuan, Nyonya. Terima kasih atas kemurahan hati kalian. Semoga hari kalian menjadi hari yang baik." Ucap si pelayan seraya berterima kasih sambil membungkukan badannya.

"Oke satu Vanilla Latte Coffee sebagai tambahannya sudah ditulis. Ini silahkan, oh iya pelayan. Bisakah agak cepat untuk makanannya? Aku merasa sangat lapar sekarang. Hehehe." Ucapku pada si pelayan.

"Oke baik Nyonya. Akan saya katakan kepada koki kantin." Jawab si pelayan.

"Terima kasih." Jawabku.

Si pelayan pun pergi ke bagian dapur untuk memberikan pesanan kepada koki di dapur dan melanjutkan pekerjaannya.

"Opsir Junior Lee. Bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?" Ucapku pada opsir Junior.

"Silahkan Detektif. Akan aku jawab apapun pertanyaanmu!" Jawab opsir Junior.

"Hari ini kau kelihatan aneh. Sejak tadi saat kita beradu pandang, ketika itu juga kau menjadi gugup. Lalu kau bilang udara disini panas? Menurutku ini sudah sangat sejuk opsir Jun. Katakan padaku, ada apa denganmu? Apa kau menyembunyikan sesuatu dariku?" Tanyaku seraya menginterogasi opsir Junior yang memang sejak tadi kelihatan aneh.

"Hah? Menyembunyikan apa? Aku tidak menyembunyikan apapun darimu Detektif. Maafkan aku karena menyuruh pelayan tadi untuk menaikkan suhu AC-nya. Biar ku panggil lagi si pelayan tadi untuk tidak melakukannya!" Ucap opsir Junior.

"Aaahhh tidak usah, tidak usah! Tuh benar saja kau malah semakin aneh! Hanya karena sang pelayan tadi menuruti kemauan mu agar dia menaikan suhu AC-nya saja kau sampai mentraktir dia minuman segala. Ada apa dengan matamu? Dia itu laki-laki! Apa jangan-jangan.... Kau tidak suka dengan perempuan ya opsir? Jujur saja padaku opsir Jun! Demi apapun, aku tidak akan memberi tahu tentang rahasiamu ini pada siapapun." Ucapku dengan tatapan penuh rasa ingin tau.

"Dengarkan aku dulu Detektif Olivia yang cantik! Ya, wajar saja aku mentraktir dia. Karena dia bekerja dengan rajin melayaniku sebagai pembeli. Lagi pula tidak masalah berbaik hati sedikit kepada orang lain. Jangan berbicara ngawur Detektif Oliv! A-aku punya seseorang yang aku sukai, dan dia perempuan! Perempuan yang sangaaaattt cantik!" Jawab opsir Junior seraya meyakinkan ku.

"Oh, benarkah? Siapa? Siapa dia? Beritahu aku! Beritahu aku opsir Jun! Apakah dia seseorang disekitar kita? Apakah aku mengenalnya? Tolonglah jawab, jawab, jawab, jawab akuuuu." Ucapku memohon dengan rasa keingintahuan yang tinggi.

"Nanti suatu saat akan ku beritahu." Jawab opsir Junior singkat.

"Suatu saat itu kapan? Aku ingin sekarang. Kau tidak akan menuruti kemauanku hah? Apa kau ingin dihukum?" Ucapku sedikit mengancam karena terlalu penasaran.

"Eeehh.. Di-dia orang disekitar kita. Dan kau mengenalnya. Jelas sangat-sangat mengenalnya." Ucap opsir Junior serius.

"A-aku mengenalnya?" Tanyaku singkat dan heran.

"Heem." Jawab opsir Junior singkat dengan tatapan yang serius.

"Sangat, sangat mengenalnya?" Tanyaku lagi.

"Yap. Sangat mengenalnya." Jawab opsir Junior yang mulai mendekatkan pandangannya kearah ku.

"Ta-tapi s-siapa?" Ucapku heran sambil berfikir kira-kira siapa orang yang opsir Junior maksud itu.

"Hah sudahlah jangan difikirkan. Diriku sendiripun merasa tidak mungkin untuk mengungkapkan rasa ini padanya. Aku merasa sangat tidak pantas. Selain cantik dan mandiri, dia juga hebat dalam hal apapun. Berbeda jauh denganku bukan?" Ucap opsir Junior dengan raut wajah yang terlihat mulai murung.

"Hei! Dengarkan aku opsir Jun! Sehebat apapun wanita, mereka juga punya sisi lemah tersendiri. Juga punya rasa ingin dimengerti, dimanjakan, dan diperlakukan seperti ratu. Daaan, semua hal itu hanya para prialah yang bisa memberikan itu semua pada kami. Bukan berarti setiap pria bisa melakukannya, akan tetapi hanya satu pria yang tepat. Satu pria terhebat yang bisa melakukannya. Pria yang tidak akan menyakiti, pria yang setia, dan akan selalu menjaga perasaan kami sebagai wanitanya. Jadi, jangan menyerah! Tidak apa-apa kalau opsir Jun belum siap untuk mengungkapkannya sekarang. Namun, saat kamu membicarakan wanita itu, dari tatapanmu saja aku sudah tau kamu sangat menyukainya. Aku yakin dia akan menyukaimu juga opsir!" Jawabku menyemangati opsir Junior.

"Oh ya? Menurut Detektif Oliv dia akan menyukaiku juga?" Tanya opsir Junior.

"Iya menurutku begitu. Karena menurutku itu suatu hal yang manis. Disukai oleh seorang pria dengan sungguh-sungguh, sudah pasti pria itu takkan menyakitiku. Itu menurut pandanganku. Hehehe." Ucapku pada opsir Junior.

"Baiklah Detektif! Aku akan mengungkapkannya suatu saat!" Jawab opsir Junior.

"Baguslah. Oh, aku baru ingat! Ponsel tadi apakah ada di dalam tasmu opsir Jun?" Tanyaku.

"Iya ada padaku Detektif! Aku masukkan ke dalam kantung plastik barang bukti lalu ku simpan dalam tasku. Nah, ini dia." Ucap opsir Junior sambil mengambil barang bukti tersebut dari tasnya.

"Jangan lupa pakai sarung tanganmu!" Ucapku mengingatkan opsir Junior.

"Baik. Ah sial! Ponsel ini menyala, tapi sandinya terkunci! Dengar-dengar dari Kapten King, Detektif Olivia ini ahli kalau soal teknologi. Bisa tolong kamu tembus kode sandinya?" Ucap opsir Junior padaku.

"Oke mari kita lihat, apakah aku masih bisa menggunakan keahlianku yang itu?" Ucapku sambil mulai mengotak-atik ponsel tersebut yang aku sendiri yakin bahwa ponsel tersebut memiliki petunjuk tentang apa yang terjadi disana.

Setelah beberapa menit megotak-atik ponsel tersebut akhirnya kode sandi ponsel tersebut terpecahkan.

G02 - HYE - E58

Itulah kode sandinya!

"Kau sangat hebat Detektif! Kata sandinya sudah kamu pecahkan, sekarang kita bisa serahkan ponsel ini kepada Alex sang Dewa Digital kami, siapa tahu dia bisa menyelamatkan beberapa informasi dari ponsel ini!" Ucap opsir Junior padaku.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ayah Si Preman Sekolah
9.0
Aku tidak pernah menyangka akan berakhir di atas meja, berhadapan langsung dengan ayah dari preman sekolah yang kerap menggangguku. Pria matang itu tampak terpelajar namun memancarkan aura berbahaya khas mafia yang tak bisa disembunyikan. Ketika ketegangan intim di antara kami memuncak, langkah kaki sang putra tiba-tiba terdengar mendekat. Demi menyembunyikan keberadaanku, pria itu memaksaku berlindung di bawah meja sebelum dia dengan tenang mulai membuka ikat pinggangnya sendiri.
Sampul Novel Black Eagle
9.0
Hidup Fattan yang hampa berubah total setelah mengagumi ambisi Cantika. Gadis pintar itu terancam kehilangan beasiswanya akibat masalah sang kakak. Meski awalnya saling membenci, benih cinta perlahan tumbuh di antara keduanya. Sayang, sebuah konspirasi jahat menghancurkan hubungan mereka dan menyisakan dendam di diri Cantika. Dalang konflik ini pun menyeret paksa sepasang kekasih tersebut ke dalam kejamnya dunia mafia yang penuh bahaya.
Sampul Novel Cinta di Tengah Bahaya
9.2
Saat hamil lagi, sang istri menyerahkan seluruh tabungannya demi mendukung janji Arif Ravindra untuk berubah. Namun, ia justru mendapati kenyataan bahwa suaminya adalah bos mafia kaya raya yang memalsukan kemiskinan. Atas saran sahabat kecilnya, Lina Candra, Arif memilih menguji kesetiaan istrinya sekali lagi sebelum mengungkap identitas aslinya. Mengetahui cintanya selama ini hanya dijadikan bahan ujian dan dipenuhi kebohongan, sang istri memutuskan untuk pergi dan menolak hubungan tersebut.
Sampul Novel Istri Pelunas Hutang Mafia
8.0
Aurora terpaksa menikahi Lucian Moretti, seorang mafia kejam, demi melunasi utang sang paman. Siapa sangka, Lucian rupanya telah lama memendam cinta padanya. Di saat asmara mulai bersemi, rahasia masa lalu mendadak terbongkar dan menguji hubungan mereka. Situasi kian rumit ketika musuh mengintai dan Aurora menyembunyikan penyakit mematikan dari suaminya. Lucian kini harus bertaruh nyawa demi menyelamatkan wanita yang sangat dicintainya itu.
Sampul Novel Kisah Cinta Naomi
9.0
Naomi Clara mengalami kemalangan besar setelah Adrian, sang suami, menjual dirinya demi bisnis hingga ia terperangkap dalam jaringan perdagangan manusia di Hongkong. Di sana, takdir mempertemukannya dengan Zhou Tian, seorang pemimpin mafia berdarah dingin. Hidup Naomi semakin rumit ketika seorang playboy ternama juga mulai menaruh hati padanya. Kini, ia terjebak dalam cinta segitiga berbahaya yang mengancam perasaan serta masa depannya.
Sampul Novel Mafia and Me
8.9
Aretha Anjanie mengalami kemalangan setelah dikhianati oleh selingkuhan kekasihnya. Demi melunasi utang judi dan membalas dendam, wanita itu dijual kepada Evans Colliettie, seorang mafia kejam. Aretha kemudian disekap di The Black Rose Kingdom. Di tempat tersebut, Evans menyodorkan dua pilihan sulit: menjadi budak selamanya atau bersedia memuaskan hasratnya di ranjang. Kini, Aretha terjebak dalam situasi mengerikan dan harus bertahan hidup di bawah kendali sang mafia.