APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Intermezzo ( Antologi Cerpen )

Intermezzo ( Antologi Cerpen )

Antologi cerita pendek ini mengisahkan bagaimana cinta dapat tumbuh dari situasi yang tak pernah disangka. Tanpa aba-aba dan tak mengenal waktu, perasaan kasih sayang bisa hadir mengetuk hati siapa saja. Lewat untaian kisah romansa modern, buku ini memperlihatkan keunikan momen saat dua insan saling jatuh hati, menegaskan bahwa cinta sejati kerap kali menampakkan dirinya di sela-sela keseharian yang tampak biasa saja.
Bab
Bagikan

Bab 3

Menikah adalah impian semua orang. Dan setiap wanita tentu memiliki pernikahan impian yang ingin dia wujudkan. Menjadi ratu sehari, dengan gaun mewah nan luxury tentu jadi salah satu keinginan besar yang ingin mereka jadikan kenyataan. 

Tapi berbeda denganku yang hanya menginginkan akad penuh khidmat di masjid serta acara tasyakuran sederhana saja di rumah. Dan tentu saja keinginanku itu tidak di setujui oleh keluargaku  dan keluarga calon suamiku. Pasalnya, Reza, lelaki yang akan menikah denganku itu adalah anak tunggal. Yup...orang tuanya ingin membuat pesta yang mewah untuk pernikahan anaknya. 

Lalu aku? Ya...aku hanya bisa menyetujuinya saja. Walau sebenarnya, aku sudah terlalu lelah sekarang karena mengurus semuanya. Mulai dari hunting gedung, fitting baju pengantin, menemui pengurus catering. dan lain-lain. 

Mereka menginginkan pernikahan mewah dan tak terlupakan tapi mereka malah meminta aku dan Reza mengurus semuanya sendiri. Aku akan sangat dengan senang hati jika mereka memakai jasa Wedding Organizer saja. Sumpah!

"Kamu kayaknya udah capek banget. Kita pulang aja dulu," ucap Reza yang tengah fokus menyetir.

Aku hanya bisa mengangguk mengiyakan, karena memang aku sudah capek. 

"Nggak mau makan dulu? Kamu dari siang belum makan loh.

Aku menggeleng cepat,"Nggak deh ntar di rumah aja."

"Aku beliin roti dulu buat ngeganjel perut, mau?" tanya Reza lagi. Dia memang sangat baik dan seperhatian itu. 

Aku kembali mengangguk sambil tersenyum kali ini. Aku senang dengan semua perhatiannya padaku, bahkan hingga hal terkecil sekalipun. Seperti saat ini. Teman-temanku bilang, aku beruntung karena memiliki Reza. Dan semoga saja, Reza juga merasa beruntung karena punya aku.

Setibanya di minimarket, Reza turun dari mobil. Sementara aku memilih tinggal di mobil karena memang kakiku sudah sangat pegal. 

Aku mengubah senderan jok depan tempatku duduk, agar aku bisa lebih nyaman. Tapi tiba-tiba mataku teralihkan dengan satu benda kecil yang tergeletak di bawah dasboard mobil tak jauh dari kakiku. 

Mataku membulat sempurna saat aku sadar benda kecil apa yang baru saja aku lihat. Sebuah testpack dengan dua garis merah tercetak jelas di sana.

Ini punya siapa? Kenapa bisa ada di mobil Reza? Pertanyaan pertama yang muncul di kepalaku.

***

Aku tiba di rumah dengan pikiran yang semakin semrawut. Niatnya ingin istirahat tapi pasca penemuanku aku pikiranku malah jadi tak tenang sekarang. Mobil Reza baru saja meluncur meninggalkan pekarangan rumahku, aku memang belum sempat menanyakan perihal testpack tadi padanya. Aku harus menjernihkan pikiranku lebih dulu sebelum aku bertanya detail padanya.

Langlahku berhenti persis di depan teras, saat melihat sahabatku yang sudah menghilang seminggu ini sekarang tiba-tiba saja sudah ada di rumahku. Menyambutku dengan mata sembab dan hidung yang merah. 

Sudah seminggu aku tidak mendengar kabar darinya, akhirnya dia muncul tapi dengan keadaan yang tampak tidak baik-baik saja. Tadinya aku ingin memarahinya karena terus mengabaikan chat dan teleponku, tapi melihat kondisinya, aku menjadi kasihan.

"Jenni, kamu kenapa?" Langkahku cepat menghampirinya dan berangsur memeluknya.

"Via... ." Tangisnya kembali pecah.

"Kamu kemana aja? Apa yang terjadi sampe kamu nggak ada kabar seminggu ini?" tanyaku runtun karena memang sangat penasaran. Aku melepas pelukanku dan menatap kedua matanya menuntut sebuah cerita jelas.

"A-aku hamil."

Rasanya bak petir di siang bolong, mendengar sahabatku yang belum menikah ini tiba-tiba saja hamil. Bahkan aku tak pernah mendengar dia dekat dengan laki-laki manapun.

Ahhh...pikiranku menjurus kembali pada testpack yang aku temukan di monil Reza. Mungkinkah? Tidak. Tidak. Aku tidak boleh berpikiran jelek dulu.

"Ceritain sama aku semuanya, Jen."

***

Aku memutuskan untuk membawa Jennie ke sebuah cafe yang tak jauh dari rumah. Di rumahku terlalu banyak orang, ada orang tuaku, saudara-saudaraku serta suami dan anak-anak mereka. Demi menghindari telinga lain mendengar cerita Jenni, akhirnya aku membawanya ke sini. Dan mungkin segelas capucinno bisa menenangkan sedikit pikirannya.

"Sekarang cerita, bagaimana kamu bisa seperti ini? Laki-laki brengsek mana yang ngelakuin itu sama kamu? Kasih tahu aku sekarang."

"Vi...aku bingung harus mulai ceritanya dari mana."

"Just tell me, Jen. Please!!"

Setelah cukup lama membuang waktu, akhirnya Jenni mulai menceritakan semuanya padaku. Aku yang sejak awal mencoba berpikir yang baik-baik saja, akhirnya buyar semua. Aku bahkan kehabisan kata-kata untuk merespon Jenni. Dugaan yang aku pikir salah tadi ternyata benar adanya. Cerita Jenni sungguh mengalahkan dahsyatnya petir di siang bolong. Laki-laki brengsek itu ternyata calon suamiku sendiri, Reza. But how?? 

"Jadi...testpack ini punya kamu?" tanyaku sambil meletakkan barang temuanku di atas meja dan mendorongnya agar lebih dekat ke arah Jenni.

Jenni mengangguk dengan raut muka bersalah. 

"Vi please...maafin aku. Aku khilaf. Aku beneran nyesel," ucap Jenni dengan raut wajah memelas. Aku tahu dia memang sedang menyesali perbuatan kejamnya padaku. Tapi itu tentu tak akan bisa menenangkanku.

"Aku nggak bermaksud nyakitin kamu dan bikin kamu kecewa kayak gini. Sumpah Vi. Aku beneran nyesel," sambungnya lagi kini dengan air mata mengalir. Apa aku peduli dengan tangisannya itu sekarang? No. Tidak sama sekali.

"Udah? Udah selesai bicaranya?" tanyaku setelah sebelumnya menghela nafas panjang, lantaran tak tahan mendengar cerita dan tangis penyesalannya. Sakit hati, kecewa, marah semua campur jadi satu. Bahkan saking sakitnya, air mataku tak mau mengalir sekarang.

"Maafin aku, Vi. Aku juga nggak tahu kalau akhirnya bakal kayak gini. Seandainya aku lebih bisa ngontrol perasaan aku dan nggak egois, semua pasti baik-baik aja."

Aku tersenyum pahit," Kata seandainya kamu itu, udah nggak berlaku lagi sekarang, Jen. It's too late. Dan nggak ada gunanya juga."

"Via, please maafin aku."

"Iya. Aku pasti maafin kamu. Aku pasti maafin sahabat aku yang dengan teganya tidur sama calon suami sahabatnya sendiri dengan alasan KHILAF itu. Aku pasti maafin. Tapi untuk sekarang kayaknya aku belum bisa."

"Vi... ."

"Aku nggak tahu udah berapa lama kalian berhubungan. Aku juga nggak peduli udah berapa kali kalian ngelakuin hal gila itu. Aku cuma mau kalian pergi sejauh-jauhnya dari hidup aku."

"Tapi Vi, Reza bakal marah besar sama aku, kalo sampe pernikahan kalian batal," ucap Jenni lagi  sok-sok'an peduli dengan rencana pernikahanku. Padahal dia sendiri yang menghancurkannya.

"Aku. Nggak. Peduli. Aku beneran nggak peduli sekarang. Sama nggak pedulinya kalian dengan perasaan aku, waktu kalian tidur bareng."

"..."

"Kalau kalian benar saling cinta, kalian berdua aja yang nikah. Itu kan yang kalian mau?"

"Nggak gitu, Vi. Itu benaran cinta semalam doank."

"Terserah! Yang pasti jangan pernah temuin aku lagi. Apa pun alasannya."

Aku pergi meninggalkan Jeni, sahabatku sejak SMP yang kini mengkhianatiku. Di balik semua rasa kecewa, rasanya aku lega telah melepaskan semua emosi ini. Termasuk aku lega melepaskan Reza yang ternyata tak sebaik yang aku pikir.

Huft...lebih baik sendiri daripada menghabiskan hidupku dengan orang seperti itu.

***

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Fatal
9.2
Esther harus membayar mahal kesalahan fatal di masa lalunya yang telah merenggut nyawa seseorang. Demi menebus dosa besar tersebut, ia terpaksa menjalani pernikahan penuh penderitaan bersama Felix. Sebagai kakak dari korban yang tewas, Felix diselimuti amarah dan bertekad menggunakan ikatan pernikahan ini sebagai alat balas dendam. Esther pun hanya bisa pasrah menerima segala siksaan dari suaminya di bawah bayang-bayang penyesalan mendalam.
Sampul Novel Hasrat Liar Istri Salihah
8.1
Lima tahun menikah, seorang istri salihah rupanya menyimpan rahasia besar. Di balik status pernikahan yang sudah berjalan lama, ia ternyata masih mempertahankan kesucian dirinya. Apa yang sebenarnya terjadi dalam kehidupan intim mereka? Kisah romansa dewasa ini mengupas tuntas gejolak hasrat yang terpendam, serta alasan mengejutkan di balik dinginnya hubungan suami istri yang telah mereka jalani selama bertahun-tahun.
Sampul Novel Istri Yang Tak Dirindukan
9.5
Lima tahun lamanya seorang istri setia menanti kepulangan suaminya yang merantau. Selama itu, ia hanya menerima nafkah ala kadarnya yang dititipkan melalui tetangga tanpa kabar pasti. Namun, penantian panjang itu berakhir tragis saat sang suami pulang membawa kejutan pahit. Bukannya melepas rindu, ia justru menjatuhkan talak demi wanita lain yang telah dinikahinya secara diam-diam hingga memiliki anak. Sebuah pengkhianatan yang menghancurkan hati.
Sampul Novel Moments And Memories
9.6
Evelina, siswi pintar dan menawan yang menutup rapat hatinya, dipertemukan kembali dengan Nox Cyril. Meski Nox adalah pemuda kaya yang trauma masa kecilnya belum sembuh, Evelina justru hilang ingatan tentangnya. Hubungan mereka kian rumit dengan kehadiran Lucas si model top, Frans sang ahli IT, serta Owen pewaris medis. Dapatkah ingatan masa lalu Evelina kembali? Akankah perasaan terpendam mereka terungkap di balik rahasia lama?
Sampul Novel Perawan Satu Milyar
9.0
Kehidupan Olivia jungkir balik setelah keluarganya tega menjual kesuciannya pada Arga senilai satu miliar rupiah. Pengusaha dingin itu tak cuma mengincar tubuh Olivia, tapi juga menuntut kendali mutlak atas seluruh aspek hidupnya. Tinggal di apartemen mewah justru membuat Olivia merasa terkurung dalam sangkar emas yang menyesakkan. Di bawah dominasi kuat sang miliarder, ia kini harus berjuang keras demi mempertahankan sisa harga diri dan kebebasannya agar tidak hancur.
Sampul Novel Pernah Sakit, Juga Melupakanmu
8.9
Khawatir dengan kondisi Ricky Mandos yang kritis akibat kecelakaan balap liar, Amanda Hilman rela mendonorkan 1000 cc darahnya di rumah sakit. Meski diminta pulang oleh saudara-saudaranya untuk beristirahat, rasa cemas membuat Amanda memutuskan kembali. Namun, langkahnya terhenti saat melihat perawat membuang seluruh kantong darah donornya ke tempat sampah. Kejutan pahit itu kian lengkap ketika terdengar suara tawa mengejek dari kamar sebelah yang merayakan keberhasilan mereka menipu Amanda kembali.