APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel I`m Holding You

I`m Holding You

Masa lalu Bima menyimpan rahasia kelam. Hubungan satu malam yang tak disengaja membuat Levina hamil tanpa tahu siapa pelakunya. Bertahun-tahun berlalu, Levina mendatangi klinik Bima demi mengobati putri kecil mereka, Anetta, yang mengidap penyakit langka. Bima sangat terkejut mengetahui anak itu adalah darah dagingnya, padahal ia sendiri sudah menikah empat tahun tanpa keturunan. Kini, ia bimbang untuk mengakui dosanya demi kesembuhan Anetta dan nasib pernikahannya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Bima tersenyum lebar ketika melihat sosok itu begitu cantik dengan dress batik sambil membawa buket mawar dan sebuah sebuah boneka panda. Hari ini hari bahagianya, akhirnya setelah berjuang dengan segala drama dan tetek-bengek lainnya, ia lulus juga dari kepaniteraan klinik. Lulus UKMPPD one shoot sehingga pada hari ini ia sudah sah menyandang gelar dokter di depan namanya.

Ya ... hari ini adalah hari di mana akhirnya Bima diambil sumpah dokternya, sebuah prosesi wajib setelah semua proses pendidikannya selesai. Proses yang men-sahkan dirinya menjadi seorang dokter.

"Congratulation dokter Bima Dirgantara Soebroto, akhirnya sah jadi dokter juga, Sayangku!" teriak sosok itu riang lalu memeluk Bima erat-erat.

Bima balas memeluk sosok itu, mendekap erat tubuh wanita yang sangat ia cintai itu. Rasanya lengkap sudah semuanya hari ini. Ia tersenyum sambil mencium puncak kepala Melinda.

"Terima kasih banyak ya, Sayang, terima kasih sudah sangat sabar dan pengertian menemani perjalanan aku selama ini," bisik Bima lirih, matanya berkaca-kaca. Ia sangat bahagia.

"Aku akan selalu setia mendampingi kamu, Sayang. Demi masa depan kita juga." balas sosok itu tersenyum.

Bima meraih tangan Melinda, mengecupnya penuh kasih, "Mel ... will you marry me?"

Astaga, Melinda tertegun matanya berkaca-kaca, ia sampai tidak bisa lagi berkata apapun, sangat teramat speechless dengan apa yang barusan ia dengar itu. Akhirnya Bima melamarnya juga! Ini saat yang jujur sangat ia tunggu-tunggu selama ini.

"Ka-kamu serius?" tanya Melinda terbata, air matanya menitik, mulutnya masih mengangga karena syok luar biasa.

"Sangat teramat serius Sayang, gimana? Mau kan? Kita nikah, ya? Mau ya? Please?" mohon Bima sambil menggenggam erat tangan Melinda.

"Yes, off course aku mau! Aku mau jadi isterimu!"

Bima tersenyum lebar, ia kemudian mendekap erat sosok yang ada di hadapannya, ia bahagia, kebahagiaannya benar-benar luar biasa hari ini. Rasanya perjuangannya selama ini sudah terbayar lunas. Perjuangan keringat dan darahnya tidak sia-sia.

"Bilang papa, sabtu malam aku kerumah, sama mama-papa buat lamar kamu!"

***

"Sudah benar-benar serius?" tanya Anita ketika malam itu mereka sedang makan malam bersama.

"Tentu sudah dong, Ma. Masa iya sih Bima mau main-main?" Bima mengaduk nasi di piringnya, ia sudah sangat serius dengan Melinda.

"Yaudah kalau begitu, sudah beneran yakin mau nikah sekarang? Habis ini kamu masih harus internship, kan?" Andi melirik putra tunggalnya itu, ia juga seorang dokter, tentu paham kewajiban apa lagi yang harus putranya itu lakukan selepas diambil sumpah dokternya.

"Siap Pah, makanya mau Bima lamar dulu sebelum kemudian Bima harus internship."

Andi mengangguk, tampaknya Bima sudah sangat-sangat serius. Ia hanya mengangguk sambil terus melanjutkan aktivitas makannya.

"Jangan lupa nabung buat lanjut spesialis, Bim. Sudah menentukan mau ambil spesialis apa?" Andi kembali melirik Bima ia sendiri memutuskan ambil spesialisasi penyakit dalam dulu, entah dengan putranya ini.

"Pediatric, Pa. Bima mau ambil pediatric." jawab Bima mantab.

Andi kembali mengangguk, ia sependapat dengan putranya itu. Apapun itu, Andi akan mendukung sepenuhnya keputusan putranya itu. Terlebih soal spesialisasi apa yang hendak anaknya ambil, semua keputusan berada penuh di tangan Bima.

"Nggak kepengen jadi ahli bedah?" Anita kini buka suara, ia satu-satunya yang tidak berprofesi dokter di rumah ini, dulu ia petugas administrasi di rumah sakit sebelum kemudian dinikahi oleh sosok Andi.

"Ah, ogah Ma, nanti aja jadi pediatric kalau ada sectio caesarea pasti juga bakal disuruh gabung sama obsgyn-nya kok," guman Bima menolak, ia tidak tertarik dengan bedah.

"Nanti papa bantu cari rekomendasi untuk daftar PPDS mu, Bim."

Sontak Bima tertawa, "Pa, masih lama ih, Bima aja belum dapat wahana internship, kenapa malah bahas PPDS sih? Lagian STR turun nanti Bima mau praktek dulu beberapa tahun, nabung buat biaya PPDS, Pa."

"Soal biaya PPDS, biar papa yang tangung, gajimu untuk menafkahi keluarga mu saja, Bim. Kamu anak papa satu-satunya!" desis Andi sambil tersenyum.

Bima meletakkan sendoknya, menatap sang ayah lekat-lekat, matanya memanas, ia begitu terharu dengan apa yang barusan papanya itu katakan.

"Terima kasih banyak, Pa. Harus dengan apa Bima membalas semua perjuangan dan pengorbanan papa untuk Bima?" tanya Bima dengan mata berkaca-kaca.

"Cukup jadilah dokter yang mementingkan sesamamu, Bim. Jadilah dokter yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan berpegang teguh pada sumpah yang tadi kau lafalkan."

Bima tersenyum, ia mengangguk mantab, sontak ia bangkit dan memeluk erat-erat sang papa, role model-nya untuk meraih gelar dokter selama ini.

"Pasti, Pa! Pasti akan Bima lakukan dan ingat-ingat betul semua pesan papa!"

***

Sementara itu gadis dengan perut menyembul itu tengah terisak di dalam dekapan sang mama. Ia bahkan harus rela cuti kuliah karena kehamilannya ini. Hamil tanpa suami, dan parahnya ia sama sekali tidak tahu laki-laki mana yang sudah menanamkan benih di rahimnya ini.

"Maafkan Levina ya, Ma. Harusnya Levina mendengar semua perkataan Mama dulu itu, harusnya Levina tidak pergi," desisnya dengan linangan air mata.

Ani hanya mengangguk sambil ikut terisak, ia sudah berfirasat dulu itu. Ia mati-matian melarang Levina, anak gadis satu-satunya itu pergi berangkat ke acara pesta ulang tahun seorang temannya, namun Levina bersikeras untuk berangkat!

Ia pulang esok paginya, dengan wajah pucat dan bau alkohol. Sebulan kemudian ia muntah-muntah hebat hingga pingsan. Betapa terkejutnya Ani ketika kemudian dokter yang memeriksa putrinya itu mengatakan bahwa putrinya itu positif hamil empat minggu!

Ia hancur sehancur-hancurnya mendengar vonis dokter itu. Sebagai ibu, ia gagal! Ia gagal menjaga peninggalan satu-satunya dari almarhum suaminya itu.

"Siapa yang melakukannya, Vin?" tanya Ani murka.

"Ma, Levina nggak tau, Ma. Levine mabuk berat dan begitu bangun Levina sudah dikamar hotel dan ...," Levina tidak melanjutkan kalimatnya, pikirannya kembali memutar peristiwa beberapa saat yang lalu, ketika ia sadar dan terjaga di sebuah kamar hotel dengan kondisi tanpa busana dan bercak darah itu sprei hotel itu.

Ia tidak tahu siapa laki-laki yang melakukan itu semua, ia sama sekali tidak sadar malam kemarin. Dan perbuatan itu membuahkan janin di rahimnya, janin tanpa ayah, janin yang ia tidak tahu siapa pemilik bibit yang bersarang di rahimnya ini.

"Maafkan Levina, Ma." sia-sia sudah sebenarnya semua permintaan maaf yang keluar dari mulut Levina, semua sudah terjadi bukan? Dan ia sudah tidak bisa menghindari semua ini lagi, janin itu hidup di dalam rahimnya!

Ani hanya mengangguk pelan, mau bagaimana lagi? Semua sudah terjadi dan ia tidak bisa melakukan apa-apa lagi kecuali membesarkan dan merawat cucunya itu bukan?

"Ma, gugurkan saja, Ma!" mohon Levina dengan mata berkaca-kaca.

"Setelah dosa yang sudah kamu lakukan, kamu mau melakukan dosa lagi, Vin?" desis Ani tidak percaya dengan aalpa yang tadi Vina mohon kepadanya.

"Tapi Levina nggak mau anak ini, Vina nggak mau hamil, Ma!" tangis Levina kembali meledak, dadanya terasa begitu sesak.

"Semua sudah terjadi, jadi tolong pertanggung jawabkan semua yang sudah kamu lakukan, Sayang!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CALON MERTUAKU
8.1
Indah tak mampu membendung rasa ingin tahunya pada Om Andi, duda kaya raya yang bergelimang kemewahan. Di balik pesona ketampanannya, pria tersebut menyimpan rahasia besar yang sangat misterius. Mampukah Indah membongkar kebenaran tersembunyi yang selama ini ditutupi oleh calon mertuanya itu? Simak kisah perjuangan Indah memecahkan teka-teki rumit ini, di mana ia harus berhadapan dengan badai asmara sekaligus misteri yang menyelimuti kehidupan sang miliarder.
Sampul Novel JERAT CINTA DETEKTIF TAMPAN
9.3
Tiga tahun menjadi asisten detektif Arsen dalam misi berbahaya, Leina diam-diam mencintainya. Namun, Arsen selalu menolak perasaan itu karena jurang usia dan ancaman musuh yang mengintai pekerjaan mereka. Meski terluka oleh sikap dingin sang detektif, Leina enggan menyerah. Bahaya kini mengancam saat para musuh mulai mengincar Leina untuk menjatuhkan Arsen. Akankah Arsen tetap menjauh demi melindunginya, atau justru menyerah pada cinta?
Sampul Novel Kehidupan Edo yang Menakjubkan
9.0
Kehidupan Edo yang Menakjubkan mengisahkan perjuangan emosional dalam sebuah keluarga modern. Kakak ipar dari sang protagonis sangat mendambakan kehadiran seorang anak untuk melengkapi hidupnya, namun impian tersebut belum juga terwujud karena kesulitan untuk hamil. Didorong oleh rasa kepedulian yang mendalam, sang protagonis merasa terpanggil dan sangat ingin mengulurkan bantuan demi mengatasi masalah pelik tersebut. Kisah romansa modern ini menyoroti konflik batin dan tekad untuk membantu.
Sampul Novel Kumpulan Cerita Dewasa Untuk 21+++
9.3
Buku ini menghadirkan rangkaian kisah cinta modern yang dikurasi khusus untuk pembaca dewasa. Menyajikan narasi berani dan eksplisit, antologi ini berfokus pada eksplorasi hubungan intim serta momen penuh gairah yang sangat intens. Karena kontennya yang sensual, karya ini sangat tidak dianjurkan bagi mereka yang masih di bawah umur. Pastikan usia Anda telah memenuhi syarat sebelum mulai membaca kumpulan cerita yang ditujukan khusus bagi audiens berusia 21 tahun ke atas ini.
Sampul Novel Not Seen
8.4
Demi balas budi, seorang pria menikahi wanita penolong nyawanya. Pernikahan ini terjadi akibat desakan sang ibu, yang justru membenci anak kandungnya sendiri dan memperlakukannya seperti orang asing berutang. Berharap meraih kebahagiaan di kota, wanita malang ini malah menemui kenyataan pahit. Alih-alih terbebas dari penderitaan masa lalu di desa, ia kini justru terjebak dalam kesepian mendalam dan dinginnya penolakan dari keluarga barunya.
Sampul Novel Wanita Kontrak
9.0
Setahun setengah Kana berpura-pura menjadi istri Ian demi menutupi jalinan asmara rahasia sang pria. Namun, setelah perceraian mereka, nasib buruk kembali menjeratnya. Kali ini, Lucas datang memaksa Kana menyetujui pernikahan kontrak baru selama tiga tahun, di mana ia hanya dijadikan pemuas nafsu. Saat Kana menderita dalam jeratan Lucas, Ian muncul kembali untuk menolongnya. Akankah Kana berhasil membebaskan diri dan mengakhiri takdirnya sebagai wanita kontrak?