APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel I'm Baby Doll

I'm Baby Doll

Model seksi Gea Mexalla terjebak dalam sisi gelap dunia hiburan, dipaksa melayani para sponsor demi ketenaran. Saat berniat keluar demi kariernya, ia malah diperkosa oleh manajer dan sponsornya sendiri. Di tengah keputusasaan, sosok Cale Vertoghen hadir menyelamatkannya. Namun, penyelamat tersebut adalah seorang CEO kejam yang sangat terobsesi pada Gea. Sanggupkah ia membebaskan diri dari jeratan para pria yang terus memangsanya?
Bab
Bagikan

Bab 1

"Akan kuberikan apa saja! Aku hanya ingin mencari uang sebagai model!"

Gea Mexalla, seorang gadis berusia 22 tahun mendongak ke arah lelaki yang di depannya.

Tuan Davidson Gerious menyeringai. Ia tampak sangat bahagia dengan pernyataan yang berasal dari perempuan yang tengah berlutut. Tampilannya sudah acak-acakan dan frustasi.

Mendadak, perempuan cantik dan menggairahkan itu datang menawarkan diri. Ingin bergabung ke perusahaan yang dipimpinnya.

"Kau akan memberikan apa pun kepadaku?" Tuan Davidson menarik janggut Gea.

Gadis itu mengangguk sembari menahan air matanya agar tak jatuh.

"Kalau begitu, tidurlah denganku. Supaya kelak, kau juga akan mau melayani para sponsormu."

"Kau tahu kan, kau tak punya apa pun di dunia permodelan. Tanpa backingan, kau hanyalah perempuan rendahan yang miskin."

"A-apakah... aku harus melakukannya?" Gea tampak bimbang. Ia menggigit bibir bawahnya sendiri. "A-aku... Aku bahkan..."

Davidson memberikan ulasan senyum yang culas. "Kenapa? Kau masih perawan?"

"Ba-bagaimana kau tahu itu?"

Davidson tertawa keras. Ia sudah sering melihat perempuan frustasi yang datang dan meminta-minta untuk menjadi model. Hanya modal tubuh cantik mereka.

Davidson biaya menolak mereka. Akan tetapi, untuk Gea Mexalla... Kasusnya berbeda.

Tubuhnya montok dan semok. Bahkan rasanya gairah Davidson meninggi hanya dengan melihat tubuhnya! Belum lagi dengan wajahnya yang oval nan cantik jelita. Lelaki mana yang tak ingin bercumbu dengannya? Tidak ada!

Dari sudut pandang Davidson selaku manager dan pemilik perusahaan, ia sudah memprediksi. Gea akan menjadi aset yang besar nan menguntungkan bagi Star Agency!

Tuan Davidson menyunggingkan senyumannya. Ia menganggukkan kepalanya. "Kau tak punya uang dan koneksi. Tampaknya kau juga bukan dari keluarga terpandang. Apa yang akan kau berikan kepadaku kalau bukan tubuhmu?"

Davidson merangkum wajah Gea. Berbisik dalam di telinganya, "Baby, tidurlah denganku. Maka kau akan tahu bagaimana rasanya melayani seorang pria."

Suaranya pun lebih direndahkan dibuat menggoda. "Kau akan tahu.... Nikmatnya bercinta."

"Ah, ya... Bukan hanya itu sayang! Aku juga akan memberikanmu pengalaman bagaimana cara menyenangkan pria."

"Maka dari itu, setelah kau tidur denganku, kau adalah aset bagi perusahaanku. Kau akan kulatih dengan diriku sendiri, agar kau bisa melayani para pria. Kau mengerti?"

Gea pun menelan ludahnya sendiri. Malam ini, tamat riwayatnya.

* * *

Malam harinya adalah peristiwa yang paling mengerikan pada Gea.

Tanpa berbasa-basi, lelaki jangkung bernama Davidson itu membawanya ke sebuah hotel dengan mobil mewahnya.

Gea menggigit bibirnya sepanjang perjalanan di hotel. Ia menggosok-gosok tangannya yang sudah berkeringat.

Ia takut.

Sedih sekali rasanya harus menjual tubuh hanya untuk masuk ke dunia agensi. Sayangnya, ia tak punya pilihan lain.

Ia harus segera mendapatkan uang dengan jalan sebagai model. Tubuhnya hanyalah satu-satunya hal yang bisa dijadikan andalan.

Gea hanyalah lulusan SMA. Ia tak punya apa pun lagi, kecuali tubuhnya yang sintal nan molek. Ia juga tak begitu pintar, hanya gadis miskin biasa.

Lelaki berusia 28 tahun itu menyentuh tangan Gea tatkala di mobil. Meremasnya penuh nafsu. "Tenang saja, Sayangku. Kau akan aman padaku."

Gea tersenyum tipis pada Davidson.

Begitu tiba di hotel, Davidson dan Gea check in di hotel.

Gea mengernyitkan alisnya tatkala gadis itu melihat tas yang tinggi di pundak Davidson. Apa yang dibawa lelaki itu?

"Tuan Manager Davidson, apa yang kau bawa di dalam tasmu itu?"

"Ah.... Ini?"

"Rahasia. Kau akan tahu itu." Ia kembali menyunggingkan bibirnya. Tersenyum misterius tak ingin memberitahu apa isinya.

Jantung Gea rasanya mau copot. Ia bahkan tak pernah berciuman sebelumnya. Dia adalah perempuan baik-baik yang lahir tak beruntung.

Hanya menjadi model saja, ia bisa sukses.

Sesampainya di kamar hotel, lekaki itu langsung memburu Gea. Ia membuat Gea terpentok di tembok. Lalu menciumi lehernya secara brutal. Tanpa membiarkan Gea bernapas sedikit pun. Habis-habisan.

Setelah puas menjejakkan tanda-tanda kemerahan di sepanjang leher jenjang Gea, ia membuka resleting tasnya...

Tak lain dan tak bukan.... Itu adalah.... Cambuk.

Gea mendelik. "Tu-tuan... Manager Davidson."

Gadis itu mundur perlahan-lahan. "Ka-kau tak akan menggunakan itu padaku, bukan?"

Davidson menyabetkan cambuk itu.

CEPLAK!!! Bunyinya nyaring dan sangat mengerikan.

Gea kembali mundur. Mundur, dan mundur. Sialnya, dia justru terjatuh di tempat tidur.

CEPLAK!!!

Ia mencambuk lagi ke udara.

Nada Davidson begitu rendah. "Kau tidak tahu betapa menyenangkannya melihat pasanganmu meronta dan meminta berhenti. Suara mereka yang menjerit, justru seperti candu bagiku..."

"Nikmatilah ini, Sayang! Nikmatilah sentuhan cambukku!! Karena ini berasal dariku!!!"

Napas Gea turun naik. Ia ketakutan. Sekujur tubuhnya bergetar hebat.

"Ja-jangan lakukan ini, Manager Davidson!"

"Jangan? Bukankah kau ingin menjadi model? Ini adalah salah satu jalan yang harus kau tempuh, Sayangku... Dengan tidur denganku dan juga para konglomerat itu, kau akan mendapatkan banyak uang dan sponsor! Jalanmu menjadi model akan mulus seperti jalan tol!"

"Jadi, lebarkan kakimu untuk para lelaki yang mendambamu itu, Gea!!"

CEPLAKKK!! Satu cambukan pertama pun mendarat di belakang tubuh Gea. Gea berteriak kesakitan. Air matanya sudah berada di pelupuk.

Sakit, sungguh... Sakit sekali.

Namun Davidson justru merasakan bahagia! Bagaikan dijejali endorfin yang luar biasa! Kenikmatan lenguhan teriakan Gea pun membuatnya kian tergila-gila!!

Ia terus mencambuk-mencambuk, dan mencambuk!!!

"Bagaimana? Apakah kau sudah lemas, Sayangku?"

"To-tolong... Ba-bagaimana jika... Jika ini menjadi bekas luka? Bukankah lebih baik Tuan Manager menyudahinya?"

Gea sudah merasakan luka lecet di beberapa bagian tubuhnya akibat cambuk berulang kali dari Davidson.

"Tenang saja, kau tak perlu khawatir. Aku tak akan mencambuk bagian yang terpampang kamera. Aku hanya mencambuk belakangmu itu saja, okay?"

Lelaki itu menyeringai. Ia sudah melihat bagian belakang tubuh Gea yang memerah.

Namun, ia tak berbelas kasih sedikit pun. Ia justru baru ke komponen utamanya.

Ia mencecap tiap inci tubuh gadis tersebut. Menggempur segala pertahanannya. Hingga gadis itu kesakitan. Tanpa henti.

Dalam jangka waktu tiga jam, Davidson baru melemas. Tidur di sebelah Gea setelah menuntaskan nafsu dirinya semata.

'Ini... Sakit sekali.' Gea merintih kesakitan. Ia meringkuk, menggigit seprainya. Menahan segala rasa sakit yang tercipta.

Gea merasakan bagian inti tubuhnya yang terasa pegal dan kesakitan. Belum lagi dengan darahnya yang menetes banyak. Lelaki bajingan si Davidson itu mengatakan kalau ini adalah darah keperawanannya.

Akan tetapi, apakah darah keperawanan memang sebanyak ini? Apakah memang seks begitu menyakitkan seperti ini?

Gea terus menangis. Ia sama sekali tak merasakan kenyamanan ketika berhubungan intim.

Yang tersisa dalam diri Gea hanyalah... Rasa sakit bersamaan dengan birunya bekas kissmark dari Davidson. 'Apakah... Kehidupan selalu tak adil seperti ini?'

Gea mengira kalau kehidupan tragisnya akan berakhir di malam itu saja. Selama beberapa waktu, Davidson mencumbuinya dengan sadis. Menggunakan cambuk, rantai, berbagai peralatan yang sangat mengerikan. Tak hanya itu, dia juga sarkas meminta dirinya agar dipuaskan.

Mau tak mau, Gea melakukan semua keinginan pria itu.

Gea terus menahan diri. Demi jalan sebagai seorang model.

"Ingat Sayangku. Kau harus tidur dengan beberapa sponsor. Setelah tiga bulan aku tidur denganmu, kau sudah tahu bagaimana caranya melayani pria kan?"

Gea yang lugu menganggukkan kepalanya.

Davidson pun menunjuk ke arah pria tua yang duduk tak jauh di antara mereka. "Lihat yang di sana. Dia adalah sponsor pertamamu. Tidurlah dengannya. Puaskan dia. Lalu kau akan mendapatkan uang darinya. Dia akan menjadi jalan koneksi dan relasi bagimu!" kata Davidson membara.

Meski merasa jijik, Gea terus melakukan profesi haram itu. Sebagai budak seks. Ia rela untuk dijamahi tubuhnya demi para sponsornya.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel A Whore Mate
9.1
Tinggal serumah, Layla menaruh curiga pada Zeline, mahasiswi Universitas Pembangunan yang kerap pergi tiap malam. Meski jarang masuk kelas, nilai akademis Zeline anehnya mengalahkan Alana. Misteri mulai tersingkap ketika Zeline mendanai pengobatan ayah Layla. Kebenaran mengejutkan akhirnya terbongkar saat Roger, pacar Alana, mengenali Zeline sebagai pemuas nafsu. Ketiganya ternyata berbagi atap dengan seorang pelacur.
Sampul Novel Belang si Janda Kembang
8.5
Pernikahan Amy dan Tesla yang berjalan lima tahun kini di ambang kehancuran karena belum hadirnya buah hati. Meski Amy telah mencoba berbagai pengobatan medis dan terapi spiritual, tekanan besar justru datang dari Dialin. Sang ibu mertua yang menuntut kehadiran cucu nekat menjodohkan Tesla dengan janda muda bernama Arem. Situasi ini memaksa Amy menghadapi pilihan pelik antara mengizinkan suaminya berpoligami atau mengakhiri rumah tangga mereka lewat perceraian.
Sampul Novel Gadis SMA Milik Mafia Kejam
9.8
Jimmy Alexander adalah mafia berusia 25 tahun yang tak kenal ampun dalam menjalankan bisnis ilegalnya. Namun, sebuah kecelakaan mengubah hidupnya saat ia bertemu seorang siswi SMA yang tulus menolongnya. Ketulusan itu memicu obsesi cinta dalam diri Jimmy yang kejam. Masalah besar muncul karena gadis impiannya ternyata sudah bertunangan dengan pria lain. Akankah sang mafia merelakan cintanya, atau justru melakukan segala cara demi memiliki gadis tersebut?
Sampul Novel Get Pregnant Please!
8.3
Nasib buruk terus membayangi Caca. Seorang peramal lalu menyarankannya untuk hamil agar takdirnya berubah. Masalahnya, sang suami misterius yang menikahinya setahun lalu tidak pernah pulang, meski Caca hidup bergelimang harta di rumah mewah. Mengira suaminya adalah lelaki tua berwajah buruk, Caca nekat pergi ke klub malam demi mencari pria tampan untuk menghamilinya. Siapa sangka, pria tampan yang menjadi targetnya malam itu ternyata adalah suaminya sendiri yang selama ini ia hindari.
Sampul Novel Harakat Cinta
8.9
Pertemuan tak sengaja di jalan raya menjadi awal takdir antara Jingga dan Langit. Jingga, seorang gadis tulus yang sering menjadi sasaran kemarahan sang ibu, akhirnya dipersunting oleh Langit, pemuda berhati mulia dari keluarga konglomerat. Namun, pernikahan mereka tidak berjalan mulus. Pasangan ini harus melewati berbagai rintangan hidup yang rumit dan penuh emosi demi mempertahankan ikatan cinta kuat yang telah mereka jalin bersama.
Sampul Novel PESONA ISTRI YANG TERSAKITI
8.3
Sambil meraba perutnya yang tengah mengandung, Lina memantapkan hati untuk angkat kaki dari kehidupan Dewa Hartono. Impian indahnya runtuh seketika saat memergoki bos DMC Company tersebut tidur tanpa busana bersama wanita lain. Meski jiwanya terguncang, ia mengemasi barang-barangnya dan meletakkan seluruh fasilitas mewah dari sang suami di atas meja. Lina memilih menyudahi statusnya sebagai istri dan pergi selamanya dari rumah megah itu dengan kepedihan yang mendalam.