APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel IDENTITAS LAIN NYONYA BRUNO

IDENTITAS LAIN NYONYA BRUNO

Kehilangan calon bayinya akibat racun dari Bernard Benson, sang kakak ipar, meninggalkan luka mendalam bagi Nana. Kini, ia juga harus menghadapi kenyataan bahwa suaminya, Bruno, masih terbaring koma setelah kecelakaan yang didalangi musuh yang sama. Di negeri asing tanpa kerabat, Nana berjuang sendirian demi merawat sang suami sekaligus menyelamatkan nyawa mereka dari ancaman maut. Sanggupkah ia bertahan melawan kekejaman Bernard, atau terpaksa melepas Bruno ke pelukan rival cintanya?
Bab
Bagikan

Bab 1

Bruno mengerjapkan mata kebingungan, saat selusin petugas kepolisian menggeledah kamar yang ditempatinya.

Dia membuka selimut yang menutupi tubuhnya lalu berdecak kesal. Baru sadar kalau tak ada sehelai benangpun yang melekat disana.

“Cepat bangun, ikut kami ke kantor polisi!” kata seorang petugas. Netra Bruno melihat petugas lainnya yang menunjukan kantung plastic tranparan, berisikan satu kilogram serbuk ganja.

Bahkan di kantung yang lain ada bong juga pemantik api yang masih mengeluarkan asap. Benda itu didekatkan ke wajah Bruno,”apa ini milikmu?”

Dia langsung terbatuk berulangkali, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.

Seorang petugas melemparkan baju ke tubuh Bruno,”pakai ini cepat. Ikuti kami ke kantor!”

“Dimana Brenda?” dia celingukan ke setiap sudut ruangan.

“Siapa Brenda? Kami hanya menemukan kamu sendirian di kamar ini, setelah menerima laporan dari unit sebelah.”

“Fuck! Aku tadi bersama seorang gadis. Dia teman kuliahku.”

“Jadi kamu seorang mahasiswa. Apa jadinya Negara ini kalau punya pemuda macam kamu?”

“Hiash, damn!” umpat Bruno dalam hati. Bagaimana bisa seseorang lenyap begitu saja tanpa ada yang tahu. Apalagi gadis itu telah melewatkan malam yang panas dengannya selama berjam-jam di apartemen yang disewanya.

Bruno baru tersadar dari kesurupan saat tangannya sudah terborgol dan punggungnya di dorong menuju lift ke bawah.

Tuduhan sebagai pemakai dan pengedar narkoba, melekat di tubuh Bruno. Dia tidak bisa mengelak saat semua bukti-bukti mengarah padanya.

Meskipun dia bersikukuh bersama Brenda malam itu, tapi tak ada satu bukti pun yang mengendus keberadaan sang gadis.

Bruno betul-betul sangat putus asa. Dia hendak menghubungi sang ayah, namun ponselnya dirampas sebagai barang bukti.

Terpaksa dia menginap di penjara. Ke esokan harinya, Bruno dipindahkan ke penjara pusat. Dengan dalih tidak adanya keluarga yang menjemput.

Dia berteriak dengan marah sambil menyebutkan nomor HP sang ayah juga Bernard. Tapi pihak kepolisian hanya mengangguk tanpa berusaha menghubungi nomor-nomor tersebut.

Bruno merasakan keanehan tapi mau berkata apa. Kemalangan yang dia alami seolah sudah settingan seseorang. “Brenda!” geramnya ketika sang petugas menutup pintu jeruji.

“Barang baru nieh, cantik sekali.” Kata salah satu tahanan yang dia lewati. “Hai cantik boleh kenalan dong.” Godanya.

Wajah Bruno yang imut dan tampan bak oppa Korea, menarik minat tawanan yang ada disana. Para lelaki yang sudah lama tidak menyentuh wanita itu, mulai menyusun rencana kotor di benaknya. Apalagi saat melihat bibir tipis Bruno yang berwarna pink. Air liur langsung menetes dari bibir-bibir tebal mereka.

Tibalah saat makan di sore hari. Semua tahanan berkumpul di sebuah ruangan yang luas dengan kursi dan satu meja panjang.

Antrian makanan bertambah panjang saat kedatangan para tawanan dari sel sebelah. Bruno dengan sabar menunggu saat para tahanan mulai menggeser antriannya semakin ke belakang.

Walau perutnya terasa pedih, semalaman tidak makan. Apa mau dikata, dirinya orang baru yang masih lemah.

Bruno tidak suka olah fisik, jadi tubuhnya kelihatan ringkih dengan tulang-tulang menonjol di beberapa bagian. Sasaran yang empuk bagi mereka yang beringas, membutuhkan penyaluran hasrat biologisnya.

Para tahanan disini, merupakan residivis puluhan tahun. Dengan level kejahatan yang sadis, bagi orang awam.

“Mengapa aku berada disini? Seharusnya aku di adili dulu sebelum mengirimku kesini?” keluhnya pelan.

“Hei pendatang baru. Tidak boleh mengeluh!” seseorang menabraknya dari belakang. Makanan di tangan Bruno langsung jatuh berantakan.

Tawa pun menggelegar di seantero ruang penjara. “Ambil makananmu, jangan buang-buang makanan. Tidak baik!” kata laki-laki yang menabraknya tadi.

Bruno mendongak. Pria ini tak lebih kurus darinya. Tapi mengapa dia ditakuti semua orang.

“Apa melotot!” sebuah tamparan dilayangkan ke muka Bruno, hingga dia terjengkang. Kembali tawa riuh rendah terdengar, mentertawakan kebodohannya.

Bruno menangis. Air mata meleleh di pipinya. Apalagi saat mereka mengatainya sebagai ‘banci’.

“Banci apartemen elit,” kata mereka. “Beri dia pelajaran, Jack!” kata salah seorang.

Laki-laki yang menabrak Bruno tadi mengangguk. Dengan sekali gerakan dia menyeret Bruno menjauh dari tempat makan.

Jack membawa Bruno ke bagian belakang gedung, tepatnya di kamar mandi.

“Akhirnya kita hanya berdua saja cantik. Puaskan aku.” Tawa jack, menunjukan gigi-giginya yang menghitam. Bruno hampir muntah melihatnya. Apalagi bau mulut Jack yang sangat busuk.

“Plak! Kamu jijik padaku, heh!” membenturkan kepala Bruno ke tembok.

Bruno merasa pusing, kesadaran hampir lepas dari dirinya. Saat Jack hendak melakukan aksinya, dia mencoba menjaga kesadaran dengan menendang dan memukul ke segala arah.

Satu cakaran mengenai muka Jack. Dia marah lalu mematahkan tangan yang telah melukainya. Jeritan Bruno menyayat hati saat jemari-jemarinya terasa patah.

Tanpa belas kasihan, Jack menjambak rambut Bruno. Menindih tubuhnya,”masih punya tenaga untuk melawan.” Dia meludahi muka Bruno.

“Lepaskan aku, brengsek!” teriaknya. Itu adalah perlawanan terakhir dari Bruno sebelum dia pingsan di lantai yang basah.

Jack tampak senang. Dia mengelus wajah mulus Bruno. “Kamu tampak semakin cantik kalau patuh seperti ini.”

Jack melucuti baju Bruno sebelum membuka bajunya sendiri. Dengan penuh semangat dia menelungkupkan tubuh Bruno. “Lepaskan dia!” bentakan terdengar saat Jack hendak menindih tubuh Bruno.

Pria ganas itu langsung menoleh. Matanya membeliak sempurna melihat sosok di belakangnya.

“Aku bilang, lepaskan dia!” disusul dengan tendangan. Tubuh Jack langsung melayang seratus meter dari tempat semula.

Pria itu menghampiri Jack. Meludahi wajahnya,”manusia menjijikan. Lalu dia memakaikan pakaian Bruno. Memanggulnya di pundak sebelum membawanya ke sel bagian ujung. Tempat hukuman bagi para tahanan pembangkang, seperti dirinya.

Sang penolong membaringkan tubuh Bruno di kasur. Dia duduk menunggu di kursi kayu sambil melihat keluar jeruji. Pandangan matanya jauh ke atas langit yang mulai memerah. Rupanya matahari mulai tenggelam di ujung langit.

Sudah tiga jam lamanya, dia melihati tubuh yang tak berdaya itu. “Mengapa dia belum sadar juga? Apa benturan di kepalanya terlalu keras?”

Pria itu mendekati Bruno. Memegang dahinya sebentar. “Masih dingin.”

Lalu dia menoleh ke jari jemari Bruno yang tampak bengkok. Dia pun menarik jemari itu dengan bunyi kretekan yang keras. “Ouch. Apa yang kamu lakukan padaku!” teriak Bruno sambil menatap horror.

“Hahaha. Akhirnya kamu sadar juga.”

“Siapa kamu?” tanya Bruno. Laki-laki itu hanya tersenyum sinis padanya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Di Ranjang Majikanku
8.3
Binar baru memulai pekerjaannya sebagai asisten rumah tangga di kediaman keluarga kaya raya. Namun, ia justru tidak sengaja menyaksikan sang tuan sedang memuaskan diri di kamar. Ketegangan meningkat saat Binar kembali tertangkap basah menguping pertengkaran sang majikan dengan istrinya. Kemarahan pria itu memicu serangkaian kebetulan yang tak terduga. Binar pun kini semakin terjerat dalam pusaran hubungan terlarang yang melibatkan dirinya dan sang majikan.
Sampul Novel Kebahagiaan setelah Badai
8.2
Tiga tahun pernikahan Rachel Sonya hancur seketika setelah mendengar rahasia kelam suaminya, Zack Gundam. Zack ternyata dengan sengaja merancang insiden yang melukai lengan Rachel hingga terancam nekrosis dan kehilangan kemampuan melukisnya. Semua sabotase kejam itu dilakukan demi melambungkan nama Selvia sebagai pelukis jenius yang baru. Menyadari pria yang dianggapnya penyelamat hidup ternyata adalah dalang di balik penderitaannya, Rachel memutuskan untuk pergi dan meninggalkan semua kepalsuan cinta tersebut.
Sampul Novel ORINAKA (The Perfect Bodyguard)
9.3
Tiga tahun Naka setia mengawal keluarga konglomerat Anindito Asmoro. Namun, ketenangannya terusik oleh Orin, putri bungsu Anindito yang menjabat CEO tetapi memiliki gaya hidup liar. Akibat insiden tidak sengaja saat Orin mendatangi rumah Naka dalam keadaan mabuk berat, Anindito menuntut tanggung jawab. Demi melindungi kehormatan sang putri, Naka diminta menikahi Orin. Akankah Naka yang berusia lebih muda bersedia? Di balik itu, ada rahasia besar yang disembunyikan sang bodyguard.
Sampul Novel Pelangi di Ujung Senja
9.5
Hubungan asmara Reza dan Arini dipenuhi rintangan dan jauh dari kata sempurna. Sebagai sosok pertama yang mengisi hati Arini, Reza menuntut sebuah pengorbanan besar darinya. Arini dipaksa belajar merelakan demi cinta yang terasa semu. Situasi kian rumit karena masa lalu Reza bersama Maya terus membayangi mereka. Kini, Arini harus memilih: terus bertahan untuk menjadi pelabuhan terakhir Reza, atau menyerah dan hanya menjadi penonton yang menyaksikan akhir kisah mereka.
Sampul Novel Pengantin Bos Mafia
8.2
Dipilih sebagai tunangan Alexander sang pewaris mafia, Alana menghadapi kenyataan pahit saat Alexander terpikat oleh keliaran Kiara, putri pedagang senjata. Demi meredam pemberontakan Kiara yang menolak menjadi selir, Alexander meminta Alana menyerahkan gelar istrinya. Di tengah rusaknya gaun pengantin yang terkena darah, Alana mengambil keputusan ekstrem. Menolak tersingkir, ia bertekad merebut posisi yang lebih tinggi: jika tidak bisa menjadi istri sang pewaris, maka ia akan menjadi wanita dari sang Bos Mafia sendiri.
Sampul Novel Reuni & Perselingkuhan Liar
8.4
Acara reuni sekolah membawa babak baru dalam hidup Selina saat ia bersua kembali dengan Duke, mantan pacarnya. Pertemuan itu menyalakan lagi percik asmara masa lalu yang berisiko. Walau Selina berusaha menepisnya, Duke gencar mendekat dan merayunya. Duke bahkan tanpa ragu memintanya menceraikan sang suami agar mereka bisa membina rumah tangga bersama. Selina pun kini berada di persimpangan jalan, bimbang antara menjaga janji suci pernikahan atau menyerah pada hasrat lama.