APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ibuku dijadikan pengasuh anak anak kakakku

Ibuku dijadikan pengasuh anak anak kakakku

Sungguh tega Sarah menyiksa ibu kandung kami sendiri. Bukannya merawat beliau dengan baik, kakakku itu malah menjadikannya pengasuh bagi kedua anaknya saat aku sedang berjuang di luar negeri. Namun, penderitaan ibu kini akan segera berakhir. Kepulanganku kali ini membawa misi menuntut keadilan. Aku tidak akan tinggal diam dan siap membalas setiap air mata serta perlakuan buruk yang telah Sarah lakukan kepada ibu tercinta.
Bab
Bagikan

Bab 2

IBUKU di JADIKAN PENGASUH ANAK ANAK KAKAKKU[2]

Brak!

Pintu kamar ibu dibuka dengan paksa.

Muncul sosok laki-laki yang kubenci, dia terlihat kaget, matanya melirik ke arah kak Sarah meminta penjelasan.

Kusunggingkan senyum sinis, ternyata ini yang membuat kak Sarah berulah...baiklah tunggu pembalasanku.

"Ternyata ini alasanmu berubah, kak, kau jadikan ibumu pengasuh dari anak laki-laki yang telah menyampakanmu begitu saja."

"Cih! Menjilat ludah sendiri rupanya." ujarku sinis.

"Tutup mulutmu, Sarah. Jika tidak tahu apa-apa lebih baik diam. Karna sebenarnya kehadiranmu tidak dibutuhkan di sini."

"Tapi uangku kalian butuhkan, bukan?" ungkapku penuh penekanan.

Wajah kak Sarah kali ini sudah merah padam. Mungkin tidak terima dengan yang ku katakan. Tapi memang itu benarkan.

"Wajar saja jika Sarah menikmati uangmu, Iren. Sebab Selama ini dia yang menjaga nenek tua itu, waktu kau sedang merantau. Bukankah kalian berdua Sama-sama menguntungkan?" sahut Toni. Dia adalah mantan suami kakaku Sarah. Mereka berdua bercerai 4 tahun lalu, pemicu perceraian mereka diakibatkan perselingkuhan Toni dengan janda muda desa sebelah.

Tidak tahu malu, beraninya sekarang dia menampakan wajah di depanku. Atau jangan jangan mereka sudah rujuk?. Ya, seprtinya begitu jika dilihat dari gerak-gerik mereka berdua.

"Ya! ya! ya! Kalian memang cocok, yang satu penjilat dan yang satu penghianat." Ejekku kepada mereka berdua.

"Lancang! Beraninya kau menghina kami, Iren. Gadis tengil sepertimu mudah untuk kami singkirkan. Jadi jangan macam-macam!" Toni berusaha mengancamku, tapi sayangnya aku tidak takut.

"Coba saja kalau bisa, justru kalian yang akan aku buat mendekam di penjara seumur hidup." Aku pun menantangnya. Dia pikir siapa bisa mengancamku.

"Ha ha ha! Lihat, Sarah, adikmu mulai gila karna terlalu lama merantau di negri orang." Tawa Toni menggelegar memenuhi seisi ruangan.

Rupanya dia meremehkanku. Kita lihat, aku atau mereka yang akan mengemis dan bertekuk lutut di bawah kaki ini.

Kusunggikan senyum penuh jijik ke arah mereka berdua. Ibu sedari tadi hanya menunduk diam. Entahlah apa saja yang sudah mereka lakukan kepada ibu. Sehingga membuat beliau begitu ketakutan.

Kak Sarah pun sama ikut tertawa bersama Toni, seolah aku ini sedang membuat lelucon di depan mereka.

"Sudahlah, Iren, jika kau masih ingin tinggal di sini bersama ibumu, maka jangan sekali kali ikut campur urusanku, apalagi membantah ucapanku." tekan kak Sarah ke arahku dengan mata melotot.

"Dan untuk ibu, segera mandikan anak-anakku, jangan buat aku dan mas Toni semakin murka, ibu akan tahu akibatnya!" Lanjutnya lagi, kali ini menyuruh ibu untuk mengurus anak-anaknya, gila! Dia benar-benar sudah gila.

"Gila kau Sarah, beliau ini ibumu, ibu kita, bukan pengasuh anakmu, harusnya kalian yang tahu diri. Dan lebih baik kalian pergi dari rumah ibu!. Biar aku yang merawatnya!." Kali ini aku harus lebih tegas, aku tidak mau ibu semakin di siksa oleh mereka.

Kak Sarah mencebikkan bibirnya ke samping. Dia dan Toni saling berpandangan saling melempar senyum licik.

"Beri tahu anak kesayanganmu itu, Bu, atau kalian pergi dari sini sekarang juga!" Kak Sarah berbicara penuh penekanan terhadap ibu.

Ibu yang sedang menunduk langsung mendongak dengan mata berkaca-kaca, sejurus kemudian dia bersimpuh di kaki kak Sarah .

"Ibu mohon, nduk jangan usir kami dari rumah ini, hanya ini satu-satunya kenangan ibu bersama almarhum bapakmu." Ibu memohon kepada kak Sarah, Tangisnya begitu pilu.

Aku sangat bingung dengan ini semua, sebenarnya apa yang terjadi, ini rumah ibu tapi kenapa kak Sarah yang seolah berkuasa.

"Bu, jangan seperti ini. Ibu tak pantas bersujud di kaki anak durhaka ini. Dan harusnya dia yang bersujud di kaki ibu." Aku mencoba membangunkan ibu, tapi ibu menolak.

"Baiklah jika jika ibu kekeh ingin tetap di sini, aku tak masalah, tapi ada satu syarat." kak Sarah memberi syarat kepada ibu.

"Apa, Nduk? Jika ibu bisa, ibu akan lakukan demi bisa tetap tinggal di rumah ini." wajah ibu begitu memelas, ah rasanya sakit sekali hatiku.

"Suruh Iren minta maaf kepadaku, dan bilang kepadanya untuk patuh dan tunduk dengan perintah kami." Kak Sarah berbicara dengan seringai licik.

Ibu menoleh ke arahku meminta persetujuan, matanya begitu menyiratkan kesedihan.

"Nduk, ibu mohon, kali ini saja turuti keinginan kakakmu." Ibu berbicara dengan menundukkan kepala.

"Aku tidak mau, Bu, ini salah! Sebenarnya apa yang terjadi?" tanyaku penuh penekanan.

"Nduk." mohon ibuku dengan mata berkaca-kaca. "Nanti kamu akan tau." lirihnya yang hampir tak terdengar.

Aku menggeleng pelan, memalingkan wajah dari pandangan ibu, aku tak kuasa menolak. Tapi aku pun bingung dengan ini semua, haruskah kuturuti mau ibu.

"Baiklah, aku minta maaf kak, aku tak akan mengulangi lagi. Tapi asal kau tau, kulakukan semua ini demi ibu." aku akhirnya pasrah dan menuruti kemauan ibu.

"Bagus." Kak Sarah tersenyum sinis ke arahku.

Setelah mengatakan itu, kak Sarah dan Toni keluar dari kamar ibu.

****

Setelah cukup tenang aku meminta ibu untuk menceritakan permasalah yang terjadi. Kenapa bisa kak Sarah menguasai rumah peninggalan ayah. Sebenarnya aku tak masalah jika rumah ini ingin dimilikinya, akan tetapi dia harus merawat dan menyayangi ibu. Tapi ini justru sebaliknya.

"Ibu bisa ceritakan kepada Iren tentang masalah yang sebenarnya? Kenapa bisa rumah peninggalan ayah dikuasai oleh mereka, Bu."

Ibu menghela nafas, menghembuskan secara perlahan, terlihat begitu berat beban yang di pikulnya. Kemudian beliau menatapku dengan pandangan nanar.

"Maaf kan ibu, Nduk, seharusnya kamu tidak perlu masuk ke dalam permasalahan ini. Ibu tidak ingin membuat hidupmu semakin susah." kali ini ibu menunduk, tak berani menatap mataku lagi.

"Ibu tidak boleh bicara macam-macam ya, sudah kewajiban Iren untuk membahagiakan ibu." Kurengkuh tubuh tuanya kedalam pelukanku. Sungguh dada ini begitu sesak.

"Begini, kalau ibu belum mau bercerita dengan Iren, aku tak masalah, yang penting ibu jawab jujur pertanyaan Iren kali ini." aku menjeda kalimat.

"Kemana uang yang Iren kirim selama ini untuk ibu, apakah kak Sarah memberikannya?"

"U-ang, nduk?" setelah mengatakan itu ibu terdiam dan sekan menerawang adegan setiap adegan yang pernah terjadi.

" Maksud mu uang tiga ratus ribu itu? Iya kakak mu selalu bilang kalau kamu mengirimkan uang untuk ibu sebesar tiga ratus ribu." jawab ibu sambil memandangku.

Aku yang mendengar pun hanya melongo dibuatnya. Sungguh kaget luar biasa, kenapa hanya tiga ratus ribu.

Dan ibu yang melihat ekspresi keterkejutan di wajah pun kembali bersuara, "Ma-af, Nduk bukan maksud ibu tidak bersyukur."

"Justru ibu kasihan denganmu, harus mengirimi ibu uang setiap bulan padahal kamu sendiri di sana sedang susah-" Ibu menggantung ucapanya, meraup udara yang menyesakan dadanya.

"Kata kakakmu Sarah, majikanmu di sana jahat dan kau jarang diberi makan?" kali ini tangannya membelai pipiku, seperti menelisik sesuatu. "Tapi-" beliau menjeda ucapnya.

Aku sungguh tidak menyangka kalau kak Sarah mampu membuat karangan cerita palsu untuk ibu, dan yang lebih mirisnya ibu percaya.

"Jadi selama ini ibu hanya diberi uang tiga ratus ribu oleh Kak Sarah?" tanyaku memastikan.

Ibu pun mengangguk meng-iyakan ucapanku. " Itu pun masih digunakan untuk keperluan rumah ini, Nduk, terkadang justru harus menombok bon di warung, makanya-" ibu berhenti sebelum menyelesaikan ucapannya.

Mataku menyipit, menelisik gerak-gerik ibu yang mencurigakan." Kak Sarah itu bohong, Bu, aku justru diperlakukan sangat baik oleh majikanku dulu, dan yang perlu ibu tahu, aku setiap bulan mengirim ibu uang 10 juta, separuh dari gajiku selama ini." ucapku yang tidak tahan, aku sungguh muak dengan kak Sarah, bisa-bisanya dia merampas hak ibu.

"Se-puluh juta, Nduk?" Ibuku bertanya dengan suara yang putus-putus, sepertinya beliau kaget dengan ucapanku. "Tapi kenapa kakak mu tidak jujur kepada ibu, Nduk?" anjut ibuku. Tubuhnya bergetar seperti ada sesuatu yang membuatnya begitu syok.

" Iya Bu, bahkan setahun lalu kak Sarah meminta uang tambahan untuk menyewa pembantu, agar ibu tidak terlalu lelah, tapi nyatanya dia bohong kepadaku." amarahku menggebu-gebu mengingat kelakuan kakakku itu.

"Ter-nyata ibu dibohongi, Nduk." suara ibu tercekat, dia berkata sambil memegangi dadanya dengan nafas yang terengah-engah. Aku yang khawatir pun lantas segera memegangi tubuh ibu yang seperti kejang. Dan tiba-tiba,,,

Bruk!

Tubuh ibu ambruk terkulai lemah di pembaringan, aku yang tidak siap pun sangat kaget. Apa yang terjadi kepada ibu kali ini. Ya Allah aku takut terjadi apa-apa.

"Bu, ibu bangun, Bu!" Kuletakkan tanganku di hidungnya, aku menarik nafas lega, setidaknya ibu masih bernafas. Aku harus segera membawa ibu ke rumah sakit.

Untuk kecurigaanku itu masalah nanti, yang penting saat ini adalah nyawa ibu. Aku akan selidiki ini setelah ibu sudah sehat

Yok jangan lupa like komennya readers sayang❤️

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DENDAM MERTUA MAFIA
8.2
Kebencian mendalam membuat Ratih Darmi tega menukar janji masa lalu ayahnya demi melenyapkan cucunya sendiri, Farid Abdullah. Bocah malang itu diculik oleh raja mafia kejam bernama Razzore untuk dieksekusi di dalam istana bawah tanah. Diandra Safaluna, sang ibu yang memiliki masa lalu kelam di dunia mafia, kini harus berjuang di tengah kehancuran jiwanya. Demi menyelamatkan Farid, Luna bersumpah akan menembus sarang monster tersebut walau harus mengorbankan nyawanya sendiri.
Sampul Novel HATRED
8.7
Akibat fitnah keji merekayasa video, seorang pemuda diusir dari rumah karena dituduh mencelakai dua saudaranya. Rasa kecewa mendalam ia rasakan lantaran keluarganya sendiri lebih memilih memercayai bukti palsu tersebut dibanding kata-katanya. Di tengah luka batin akibat dikhianati orang terdekat, ia terpaksa memulai lembaran baru di dunia luar. Mampukah ia bertahan dalam pengasingan ini? Akankah penyesalan kelak menghampiri keluarga yang mendepaknya? Ikuti kisah perjuangan sarat dendam ini.
Sampul Novel Hot Love - Birahi Anak Yakuza
8.2
Kenzo, pewaris tunggal pemimpin Yakuza, menolak dijodohkan demi mengejar perempuan Rusia misterius yang ditemuinya di kafe. Penolakan ini memicu konflik besar hingga Kenzo tertembak, lalu diselamatkan oleh Alena, wanita yang ia cintai. Namun, hilangnya Alena membuat Kenzo frustrasi dan mengacau di Hong Kong hingga menyulut perang gangster. Saat melarikan diri bersama kakak angkatnya, Sakura, Kenzo tak tahu bahwa Alena sebenarnya adalah anak dari calon mertuanya sendiri.
Sampul Novel Istri Kesayangan Tuan Mafia
9.5
Kepergian mendadak Reynand saat istrinya hamil berujung kepedihan. Setahun kemudian, sang bos mafia kembali dan mendapati kabar bahwa Keisha telah dipersunting oleh mantan kekasihnya. Didorong rasa murka, Reynand bersumpah membalas dendam pada Reza serta Bram, mertuanya sendiri. Di tengah terbongkarnya berbagai konspirasi masa lalu, ia bertekad melindungi sang istri dari ancaman siapa pun, termasuk dari pihak keluarganya sendiri.
Sampul Novel Kecanduan Istriku yang Bermuka Dua
9.7
Julien mengira Kelsey adalah perempuan lemah yang harus selalu ia lindungi. Namun, sang istri ternyata sangat tangguh dan gemar terlibat perkelahian, hingga Julien kewalahan mengurus berbagai laporan kekerasan akibat ulahnya. Walau lelah, Julien justru terobsesi dan tak bisa melepaskan perempuan itu. Konflik memuncak ketika Kelsey nekat melarikan diri bersama anak mereka. Mampukah obsesi Julien pada istrinya yang bermuka dua ini berujung pada akhir bahagia?
Sampul Novel KEMBALINYA RATU MAFIA
9.3
Sepeninggal Aderald Ibrahim, Diandra Safaluna menguasai seluruh warisannya. Hal ini memicu kemarahan ketiga anak Aderald yang kemudian berniat menghabisinya. Setelah diselamatkan oleh musuh mafianya, Luna menyamar sebagai Diana dan bekerja menjadi ART di kediaman suaminya, Sayudha. Di balik pengabdian dan cinta terpendamnya, ia merancang pembalasan dendam. Akankah Sayudha mengenali sosok istrinya yang kini berada sangat dekat?