APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ibu Mertuaku, Godaanku

Ibu Mertuaku, Godaanku

Kehidupan baru Nathan bersama sang istri, Elira Devina, di kota besar awalnya tampak sempurna. Namun, segalanya berubah sejak kehadiran Seraphine, ibu mertuanya yang berstatus janda dan sangat memikat. Ketegangan mulai menyelimuti rumah tangga mereka saat Nathan merasakan getaran terlarang dari interaksi yang tak disengaja. Di balik pernikahan yang terlihat bahagia, sebuah rahasia gelap perlahan tumbuh dan mengancam mereka ketika batas hubungan menantu dan mertua mulai terkikis.
Bab
Bagikan

Bab 2

Pagi itu, matahari pagi memancarkan sinarnya yang lembut melalui tirai jendela kamar mereka. Elira masih tertidur di sampingnya, dengan wajah damai yang seakan-akan menggambarkan kebahagiaan sempurna. Nathan memandangi istrinya dengan penuh kasih sayang, tetapi benaknya kembali terbayang oleh perasaan tak menyenangkan yang terus menghantuinya-Seraphine.

Setelah pertemuan malam sebelumnya, rasa tidak nyaman itu tak juga hilang. Di saat-saat seperti ini, Nathan merasa seperti ada dua dunia yang hidup berdampingan di dalam dirinya: satu dunia yang ia bangun bersama Elira, penuh dengan impian dan harapan, dan satu dunia lagi yang gelap, penuh dengan ketegangan yang datang dari sosok ibu mertuanya. Seraphine, entah bagaimana, mampu menyusup ke dalam kehidupan mereka, menjadi bayangan yang tak terhindarkan.

Nathan menyandarkan punggungnya ke sandaran tempat tidur, matanya tertuju pada siluet Elira yang masih terlelap. Ia merasa bersalah, seolah ada yang salah dengan dirinya sendiri. Mengapa ia bisa merasa terikat pada Seraphine dengan cara yang tidak seharusnya? Mengapa setiap sentuhan, setiap tatapan dari ibu mertuanya membuat tubuhnya merasa terperangkap dalam ketegangan yang memabukkan?

"Kenapa aku merasa seperti ini?" bisiknya pada dirinya sendiri.

Ia menghela napas, berusaha menenangkan dirinya. Sejak pertemuan pertama mereka, ia tahu bahwa ada sesuatu yang berbeda tentang Seraphine. Wanita itu terlalu memikat untuk dianggap biasa, dan Nathan tak bisa menepis perasaan aneh yang datang setiap kali mereka berbicara. Meskipun Seraphine selalu bersikap baik dan penuh perhatian, ada sisi gelap yang tidak bisa ia lupakan. Setiap kata yang diucapkan Seraphine terasa seperti sebuah petunjuk, sebuah sinyal yang menunjukkan bahwa ada lebih banyak hal yang tersembunyi di balik sikap ramahnya.

Setelah beberapa saat, Elira akhirnya terbangun, matanya berbinar melihat Nathan yang sedang duduk dengan tatapan kosong. "Pagi, sayang," ucap Elira lembut, tersenyum manis.

Nathan tersenyum kembali, meskipun senyumnya terasa kaku. "Pagi, Elira. Tidurmu nyenyak?"

Elira mengangguk, rambutnya yang panjang berantakan tergerai di atas bantal. "Iya, tidur yang sangat nyenyak. Kau terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu yang berat."

Nathan mencoba mengalihkan pikirannya. "Hanya memikirkan pekerjaan," jawabnya, meskipun ia tahu Elira bisa membaca ekspresinya dengan mudah. Ia merasa sedikit bersalah karena berbohong, tetapi apa lagi yang bisa ia katakan? Tidak mungkin ia menceritakan perasaan cemas dan bingungnya tentang Seraphine kepada Elira. Itu terlalu rumit, terlalu penuh dengan rasa takut dan keraguan.

Setelah sarapan, mereka bersiap untuk pergi bekerja. Elira mengecup pipinya dan berjalan menuju pintu, tetapi Nathan merasa sebuah ketegangan tak terucapkan. Seperti sebuah pertanda bahwa hari ini tidak akan berjalan seperti biasa.

Di tempat kerja, Nathan merasa dunia di sekelilingnya seperti berjalan tanpa ada yang benar-benar menyentuhnya. Ia memeriksa dokumen-dokumen penting, menjawab telepon, tetapi pikirannya kembali terarah pada Seraphine. Setiap kali ia memikirkan ibunya, sebuah pertanyaan terlintas di benaknya: Apakah ada sesuatu yang lebih dari sekadar hubungan ibu dan menantu antara mereka? Apakah ia hanya membayangkan segalanya atau apakah benar ada sesuatu yang tersembunyi?

Tengah hari, saat istirahat makan siang, Nathan menerima pesan singkat dari Elira.

"Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu malam ini. Tentang ibuku."

Pesan itu terasa seperti petir di siang bolong. Jantung Nathan berdegup kencang. Ia menatap layar ponselnya, menelan ludah. Apa yang akan Elira katakan? Apakah dia merasa ada yang tidak beres antara dirinya dan ibunya? Atau mungkin Elira mulai merasakan ketegangan yang ia rasakan sejak pertama kali bertemu dengan Seraphine?

Nathan merasa tubuhnya kaku, seperti ada sesuatu yang berat mengikatnya. Ia menatap rekan kerjanya yang sedang tertawa di meja sebelah, tetapi suasana hatinya gelap. Apa yang terjadi antara dirinya dan ibu mertuanya? Apa yang harus ia lakukan jika Elira benar-benar mengetahui apa yang terjadi?

Ketika jam pulang tiba, Nathan merasa cemas. Ia berjalan pulang dengan langkah yang lebih cepat dari biasanya, hatinya penuh dengan keraguan. Apa yang akan ia hadapi malam ini? Elira sudah menyiapkan makan malam yang sederhana, tetapi bagi Nathan, malam itu terasa sangat berbeda. Malam itu seperti pengadilan yang menunggu keputusan yang akan mengubah segalanya.

Sesampainya di rumah, Elira sudah duduk di meja makan, menunggu dengan tatapan lembut namun penuh arti. Ia tahu ada sesuatu yang mengganggu Nathan, meskipun Nathan mencoba untuk tidak menunjukkan kekhawatirannya. Elira selalu tahu, dan Nathan merasa semakin terperangkap dalam perasaan yang sulit ia jelaskan.

Elira membuka percakapan, suaranya pelan namun penuh ketegangan. "Nathan, aku tahu ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu. Aku bisa merasakannya. Mengenai ibuku, aku merasa seperti ada sesuatu yang tidak kamu katakan."

Mendengar kata-kata itu, Nathan merasa seperti seluruh tubuhnya diliputi oleh dingin yang menusuk. Ia menatap Elira, berusaha mencari kata-kata yang tepat. Tetapi sebelum ia sempat berbicara, Elira melanjutkan.

"Aku merasa... aku merasa ada sesuatu yang berbeda antara kamu dan ibuku. Aku tidak tahu apa, tapi aku bisa merasakannya. Ada ketegangan, Nathan. Apa yang sebenarnya terjadi?"

Kata-kata itu seperti pisau yang menusuk perasaan Nathan. Ia merasa terjebak di antara dua dunia-satu dunia yang penuh dengan cinta untuk Elira, dan satu lagi yang terperangkap dalam bayang-bayang Seraphine yang semakin mengganggu. Ia ingin mengatakan yang sebenarnya, ingin melepaskan semua perasaan yang terpendam, tetapi ia takut akan kehilangan segalanya.

"Elira...," Nathan memulai, tetapi suaranya serak. Ia merasa ada sesuatu yang besar yang harus ia katakan, tetapi kata-kata itu tertahan di tenggorokannya.

Bab ini berlanjut dengan ketegangan yang semakin meningkat, di mana Nathan mulai merasakan perasaan bersalah yang mendalam karena tidak bisa jujur pada istrinya. Seraphine masih menjadi bayangan yang menakutkan, dan semakin lama, perasaan tidak nyaman itu semakin menjadi kenyataan. Nathan terjebak di antara cinta dan ketakutan, antara apa yang seharusnya dan apa yang terjadi.

Cerita ini terus berkembang, dan semakin banyak rahasia yang terungkap, membuat Nathan semakin terperangkap dalam kehidupan yang tak pernah ia duga sebelumnya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Black Eagle
9.0
Hidup Fattan yang hampa berubah total setelah mengagumi ambisi Cantika. Gadis pintar itu terancam kehilangan beasiswanya akibat masalah sang kakak. Meski awalnya saling membenci, benih cinta perlahan tumbuh di antara keduanya. Sayang, sebuah konspirasi jahat menghancurkan hubungan mereka dan menyisakan dendam di diri Cantika. Dalang konflik ini pun menyeret paksa sepasang kekasih tersebut ke dalam kejamnya dunia mafia yang penuh bahaya.
Sampul Novel Dream come true
8.7
Zefanya mengira Andrew tulus mencintainya, namun sebuah salah paham fatal merenggut kehormatan dan impiannya akan keluarga yang hangat. Sepuluh tahun berlalu dalam penyesalan, Andrew hidup menderita di tengah kekayaannya yang melimpah. Ketika takdir mempertemukan mereka kembali, sosok Zefanya telah berubah sepenuhnya. Andrew pun mulai berjuang keras demi mendapatkan pengampunan, tetapi benarkah permohonan maaf saja cukup bagi dirinya?
Sampul Novel Guru Tampan Seorang Yakuza
8.1
Demi membalas dendam atas kematian orang tuanya yang tewas secara licik, Akeno Taoka menyamar. Anggota Yakuza dari klan Barakujaga ini menjadi guru SMA di Tatsuno demi mendekati Reina Akinara. Reina adalah putri dari Tuan Kudesai, pemimpin klan musuh yang jadi targetnya. Namun, di tengah misi rahasia tersebut, sebuah fakta mengejutkan tentang identitas asli Reina mendadak terungkap. Akankah dendam Akeno tetap membara, atau ia justru luluh oleh pesona targetnya?
Sampul Novel Hadiah yang Kusiapkan Untuk Suamiku
8.1
Di tengah acara kumpul bersama, pernikahan modern Jenny hancur seketika. Sambil mengupas udang untuk Jenny, suaminya, Charles Gunandi, diam-diam membahas kehamilan dua bulan selingkuhannya, Shinta, menggunakan bahasa Prancis. Charles berencana membesarkan anak itu di luar negeri sebagai ahli waris karena mengira Jenny membenci anak-anak. Jenny, yang sebenarnya paham bahasa Prancis, hanya bisa menangis dalam diam dan berbohong bahwa air matanya menetes akibat rasa pedas dari saus yang sebenarnya hanyalah kecap asin.
Sampul Novel Sekretaris Sang Presdir
8.0
Di tengah kepedihan akibat dikhianati kekasihnya, Pijar dipertemukan dengan Elang Bamantara. Hubungan mereka ternyata terikat oleh rahasia masa lalu, meski awalnya dimulai dari situasi yang buruk. Bagi Elang, takdir ini adalah keberuntungan besar, tetapi bagi Pijar, kehadiran sang presdir justru membawa petaka. Pijar tidak punya pilihan selain terus mendampingi Elang. Di bawah bayang-bayang luka lama yang belum sembuh, ia dipaksa bertahan di sisi pria itu.
Sampul Novel SENANDUNG CINTA
8.3
Perjuangan hebat seorang wanita tangguh dalam membuktikan diri lewat kekuatan cinta menjadi inti kisah ini. Lia kini telah memantapkan hatinya untuk menyatakan seluruh perasaan terdalam pada momen yang paling tepat. Penuh keyakinan, ia mulai merancang masa depan indah bersama Rangga. Takdir pun menuntun langkah keduanya menuju Jepang. Di Negeri Sakura inilah, sebuah janji suci pernikahan akan segera mengikat cinta sejati mereka untuk selamanya.