APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ibu cantik, Ayah licik

Ibu cantik, Ayah licik

Rencana pernikahan yang matang hancur seketika akibat konspirasi jahat ibu tiri dan saudara tirinya, memaksanya batal menikah demi alasan yang tidak masuk akal. Setelah bertahun-tahun pergi, ia akhirnya pulang ke kota asal. Berbekal keyakinan kokoh, ia siap melewati rintangan berat untuk merebut kembali segala hak dan harta miliknya yang telah dirampas secara tidak adil. Kini, saatnya ia menghadapi masa lalu demi menuntut keadilan.
Bab
Bagikan

Bab 2

Lima tahun kemudian, di bandara seorang gadis cantik menyeret koper miliknya dan tak lupa juga ada pangeran kecil yang sangat tampan, mereka berdua keluar dari bandara dan ia menunggu seseorang akan menjemputnya.

Dia menatap sekelilingnya karena sudah lama ia tidak pulang ke kampung halamannya, dan sudah banyak berubah semenjak ia memutuskan pergi dari kota yang begitu banyak kenangannya. Menarik napas dalam, kali ini ia datang ke kota ini untuk membuka toko kue.

Tetapi tujuannya bukan itu saja, ia datang kembali karena ada sesuatu yang harus ia rebut kembali. Karena ibu dan dan saudara tirinya telah merebut semua darinya.

"Bu, apa kita akan tinggal di rumah Paman Yosua,?" ucap anak kecil itu.

"Tidak sayang, ibu akan menyewa rumah karena ibu harus bekerja,"

Tak lama mobil mewah pun sampai di bandara lalu para pengawal pun keluar dan menundukkan kepalanya memberi hormat kepada majikannya.

Seorang pria tampan dengan stelan jas mahal keluar dari mobil mewah, lalu anak kecil itupun menujuk ke arah seseorang itu dan membuat dia menoleh dan tersenyum.

"Ibu, itu Paman Yosua,"

"Iya sayang,"

Yosua pun menghampiri mereka berdua lalu ia pun berjongkok menghampiri anak kecil itu lalu mencubit hidungnya. Membuatnya mendengus kesal lalu melipat tangan di dadanya, Yosua hanya tersenyum melihat tingkah lucunya.

"Hai tampan, apa kabarmu?" mencubit hidungnya.

"Paman hentikan, aku bukan bayi," mendengus kesal.

Yosua menganggukkan kepalanya lalu ia pun menatap gadis yang ada di hadapannya, gadis yang berhasil mencuri hatinya tetapi gadis itu tidak terlalu perduli dengan perasaannya. Karena saat itu yang ia pikirkan bagaimana caranya merebut kembali apa yang menjadi milikinya.

Mereka bertiga pun masuk ke dalam mobil, di dalam mobil gadis itu sempat memijat pelipisnya mungkin kepalanya terasa pusing sedangkan anak kecil itu menatap sang ibu dan menyentuh lengannya.

"Ibu apa kau pusing, aku akan memijatmu," ujarnya lalu berdiri untuk memijat pelipisnya.

"Sayang, ibu tidak apa- apa lebih baik kau duduk saja,"

Tidak terasa mobil mewah itu sudah sampai di kediaman Yosua, rumahnya begitu besar sampai mulut Jonathan pun mengangga.

Mereka keluar dari dalam mobil lalu kepala pelayan pun datang menghampiri mereka, dan wanita paruh baya itu segera keluar dengan tatapan sinisnya ia menatap ibu dan anak itu.

"Untuk apa kau membawa wanita yang tidak jelas seperti itu, di tambah lagi anak yang tidak tahu dimana ayah kandungnya. Membuatku muak saja," melipat tangan di dada.

"Mama, dia gadis baik- baik jadi jangan berpikir seperti itu,"

Wanita paruh baya itu menyuruh pelayan untuk mengusirnya, tetapi pelayan itu bingung ibu atu anak yang harus ia turuti. Melihat pelayan diam saja wanita paruh baya itu segera menarik paksa koper itu dan melemparnya.

Membuat sang anak melotot melihat sikap sang ibu yang paling ia hormati, sedangkan gadis dan anak itu segera mengambil koper miliknya. Ia sadar diri jika dirinya mempunyai anak sebelum menikah, karena itu semua perbuatan saudara tirinya bahkan calon suaminya pun di rebut olehnya.

"Cukup Bibi, aku dan anakku tidak akan tinggal disini." ujarnya, lalu menarik tangan anaknya."Dan untukmu Yosua, terima kasih selama ini kau telah membantuku tetapi maafkan aku sepertinya aku dan anakku akan pergi,"

Dia pun melangkahkan kakinya meninggalkan kediaman Yosua, lalu Yosua memanggilnya tetapi ia tidak perduli karena tujuan ia bukan itu. Dia pun menaiki taksi entah kemana tujuannya saat ini.

"Valen tunggu,"

Kini Valen dan Jonathan sudah sampai di pertigaan, ia tidak tahu harus kemana saat ini lalu Valen pun mencari kontrakan rumah. Saat ia melangkahkan kakinya ponsel pintar miliknya berdering lalu dengan tersenyum ia segera menjawab panggilan itu.

Beberapa menit kemudian, Valen sudah selesai dan ia mengajak Jonathan pergi ke rumah temannya. Tak lama berjalan, Valen pun bertemu dengan sahabat lamanya lalu mengajaknya untuk tinggal bersama.

"Astaga Valen, kini kau jauh berbeda dengan yang dulu,"

"Sudahlah kau jangan mengingat yang dulu, Valen yang dulu telah lama mati,"

Karin adalah sahabat valen dari kecil, sampai saat ini pertemanan mereka pun masih terjalin. Lalu Jonathan menatap ke arah Karin, baru saja Karin ingin mencubit pipinya dengan cepat Jonathan menepisnya.

Membuat Karin terkejut melihat anak Valen seperti itu, Valen mencoba menasehatinya tetapi anak itu malah bersikap dingin membuat Valen pun berpikir siapa ayah kandungnya.

"Nathan, kau tidak boleh seperti itu kepada Bibi Karin,"

"Aku tidak suka, ada orang lain menyentuh wajahku," ucapnya dingin.

Karin pun tersenyum melihat sikap Jonathan seperti orang dewasa saja, lalu Valen menyuruh Jonathan untuk ke kamarnya. Setelah menaruh barang miliknya di kamar sebelah Karin, dan Karin pun mulai penasaran siapa ayah dari anak itu.

Valen tidak tahu siapa orang itu karena saat itu Valen tidak sadar karena pengaruh obat dan membuatnya tidak begitu jelas wajah dari pria itu.

Sore pun tiba kini Valen dan Karin sedang berbelanja untuk kebutuhan Valen dan juga Jonathan. Awalnya Valen menolak karena ia belum bekerja, tetapi Karin memaksanya karena kebutuhan Jonathan lebih besar di bandingkan dirinya dan juga Valen.

Setelah selesai mereka bertiga pun segera kembali ke rumahnya, lalu Valen dan juga Karin menyusun barang yang sudah di belinya sedangkan Jonathan duduk manis sambil memakan eskrimnya.

Hingga malam pun tiba mereka pun makan malam bersama selesai dengan acara makan malam lalu Valen mengajak Jonathan dan Valen pun menceritakannts sekarang saja.

"Nathan, Ibu besok akan pergi bekerja, jadi kau bersama Bibi Karin ya!!"

Sejenak Jonathan berpikir mendengar ucapan Valen, lalu Jonathan pun menganggukkan kepalanya dan membuat Valen tersenyum mendengarnya. Mereka pun segera masuk ke dalam kamar masing-masing lalu Jonathan pun mulai bertanya lagi dimana ayah kandungnya dan membuat Valen terdiam.

Bukannya Valen tidak mau memberi tahu dimana keberadaan ayahnya, dia sendiri tidak tahu wajah dari pria itu. Jadi Valen hanya mengatakan jika ayahnya sudah meninggal saja.

"Bu sebenarnya ayah itu seperti apa? Aku bahkan tidak tahu wajah ayah, bahkan foto pun tidak ada," ucapnya menatap Valen.

"Sayang, hari sudah malam dan besok kau harus bangun pagi," mengalihkan pembicaraan.

Jonathan mendengus kesal mendengar ucapan Valen lalu ia pun membalikkan badannya karena kesal, Valen menarik napasnya dalam ia bahkan tidak tega melihat Jonathan seperti itu.

"Ayahmu sangat baik, tetapi sayangnya dia sudah meninggal," ucap Valen asal.

Mendengar hal itu Jonathan langsung membalikkan lagi badannya menghadap Valen, dan menggenggam tangan Valen agar ia merasa lebih baik lagi.

"Maafkan aku Bu, karena selalu menanyakan dimana keberadaan ayah. Mulai sekarang aku tidak akan bertanya tentang ayah lagi, bu."

"Iya sayang, ibu mengerti lebih baik sekarang kau tidur saja ya,"

Jonathan pun menganggukkan kepalanya lalu mereka berdua pun mulai memejakan matanya bersiap menuju mimpi indah, tetapi tidak dengan Jonathan ia justru membuka kembali matanya menatap wajah sang ibu.

'Bu, aku berjanji jika suatu saat nanti aku bertemu dengan ayah, maka akan ku buat ia berlutut dan memohon kepadamu. Percayalah bu, kau pasti bahagia' batin Jonathan.

Setelah menatap wajah sang ibu lalu ia pun memejakan kembali matanya menuju mimpi indah.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendam Sang Komposer Hebat
8.2
Lima tahun pernikahan palsuku runtuh saat tahu Sagara hanya menjadikanku tameng demi melindungi Fiona. Adik tirinya itu mencuri karya laguku dan memfitnahku dengan kehamilan palsu. Sagara justru memaki dan membuangku di bukit demi cinta mereka. Kini, duniaku hancur tapi dendamku membara. Usai menjadwalkan video pembongkar aib dan membuang ponsel, aku memalsukan kematian. Aku siap bangkit untuk menghancurkan hidup mereka tanpa sisa.
Sampul Novel Dilema Cinta Penuh Nikmat
9.8
Endah nekat mengabaikan statusnya sebagai tunangan orang lain demi semalam bersama Aslan, lelaki yang sangat dicintainya. Didorong hasrat mendalam, ia menyerahkan diri sepenuhnya pada pelukan hangat Aslan di dalam kamar. Walau masih sangat minim pengalaman, gairah Endah tetap berkobar saat membalas sentuhan mesra Aslan. Meski harus merasakan perih di tengah desah napas yang memburu, ia tetap memilih pasrah menikmati momen intim tersebut demi memuaskan dahaga cintanya.
Sampul Novel Jerat Cinta Chef Impoten
8.5
Di balik ketampanan dan kesempurnaan fisiknya, Bara, seorang pria berusia awal tiga puluhan, menyembunyikan rahasia besar tentang disfungsi ereksi yang mengancam harga dirinya. Namun, sebuah perubahan tak terduga pada kondisi Bara yang sebelumnya tidak berdaya berhasil mengejutkan Zoya. Akankah Bara mampu memulihkan aset masa depannya tersebut demi meraih kebahagiaan sejati? Simak perjuangan Bara melewati rintangan dan konflik asmara yang manis ini.
Sampul Novel Kau Menikahi Aku Dengan Benci
8.0
Saat Prakasa, suaminya yang bertugas, hilang tanpa kabar, Anjani dirundung duka. Namun, ia justru dipaksa menikah dengan Arjuna untuk menggantikan sang adik yang melarikan diri. Meski berprofesi sebagai dokter spesialis, Anjani tetap diremehkan keluarga Arjuna dan dituduh mengincar harta. Masalah kian pelik ketika Prakasa mendadak kembali. Anjani pun terjebak dalam rumitnya status hukum pernikahan, di tengah kebencian Arjuna yang perlahan terkikis menjadi cinta.
Sampul Novel Kehangatan selimut cinta
8.7
Sophia, seorang wanita berparas unik dengan gairah asmara membara, tiba-tiba dihadapkan pada situasi menegangkan. Saat hendak melangkah keluar dari kamarnya, sebuah tangan misterius mencengkeram bahunya dengan kasar dari belakang. Tubuhnya seketika terdorong hingga terbentur dinding di dekat pintu. Sophia yang terkejut hampir saja berteriak histeris, namun sebuah tangan lain langsung membungkam mulutnya dengan paksa. Pertemuan tak terduga yang penuh desakan ini memicu ketegangan yang begitu mendalam.
Sampul Novel Kehormatan Keluarga & Cinta Sejati
7.9
Alina terpaksa menikahi Aldric demi menyelamatkan kehormatan keluarganya dari gunjingan publik. Pernikahan tanpa cinta ini membuatnya menderita, sebab hatinya masih terpikat pada Damien yang dulu meninggalkannya. Alina sangat membenci Aldric, namun sang suami terus berusaha meruntuhkan sikap dinginnya. Keadaan kian pelik ketika Damien kembali dan berniat merebutnya lagi. Kini, Alina bimbang antara mempertahankan ikatan barunya atau pulang pada cinta pertamanya.