APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ibu cantik, Ayah licik

Ibu cantik, Ayah licik

Rencana pernikahan yang matang hancur seketika akibat konspirasi jahat ibu tiri dan saudara tirinya, memaksanya batal menikah demi alasan yang tidak masuk akal. Setelah bertahun-tahun pergi, ia akhirnya pulang ke kota asal. Berbekal keyakinan kokoh, ia siap melewati rintangan berat untuk merebut kembali segala hak dan harta miliknya yang telah dirampas secara tidak adil. Kini, saatnya ia menghadapi masa lalu demi menuntut keadilan.
Bab
Bagikan

Bab 3

Pagi hari mata hari telah bersinar, kini Valen telah rapi dengan pakaiannya sebelum pergi bekerja bersama dengan Karin mereka menaiki motor matic milik Karin. Valen sempat mendaftarkan Jonathan untuk sekolah karena usinya cukup untuk masuk sekolah.

Mereka berdua mengantar Jonathan ke sekolah tetapi Jonathan tidak ingin di tinggalkan oleh sang ibu, Valen berusaha membujuknya agar Jonathan mau ke sekolah.

"Sayang dengarkan ibu, kau harus sekolah nanti ibu akan menjemputmu," ucap Valen mengusap lembut kepala Jonathan.

"Aku ingin bersama ibu dan bisa melindungi ibu, jika ada orang jahat bagaiman nanti ibu akan melindungi diri sendiri," ucap Jonathan dengan melipat tangan di dada.

Valen sempat terkejut dengan ucapan Jonathan, anak sekecil ini sudah bisa berpikir dewasa tetapi Valen memakluminya karena memang Jonathan adalah anak yang pintar sewaktu ia masih tinggal di luar negeri. Kepintaran Jonathan sudah terlihat, Valen pun senang bisa memiliki Jonathan karena ia anak yang pintar dan juga bisa berpikir dewasa.

"Baiklah waktunya sudah masuk, kau harus belajar dengan giat agar kau bisa melindungi ibumu ini," ucapnya dengan mencubit hidungnya.

"Hentikan bu, baiklah aku akan belajar lalu menjadi orang sukses," mengusap hidungnya.

Lalu Valen dan Karin pun segera pergi ke ruko karena Valen akan menyewa ruko itu untuk menjual kue nanti, Valen sudah membayara sewa ruko, kini Valen dan Karin pun sedang membersihkan ruko itu karena sudah lama tidak di pakai

Lupakan menghabiskan waktu berjam-jam hingga jam pulang sekolah Jonathan pun tiba, lalu Karin yang akan menjemput Jonathan sedangkan Valen masih harus membersihkan ruko itu.

Karin pun sudah sampai di sekolah Jonathan lalu ia melihat Jonathan sudah keluar dari kelasnya, tetapi wajah Jonathan tidak seceria pagi tadi entah apa yang ia perbuat.

Karin tidak bertanya kepada Jonathan karena anak itu pasti akan menjawab seadanya saja, belum sempat menaiki motor lalu wali kelas Jonathan menghampirinya dan memberi tahu tenang Jonathan.

"Ibu Karin, ibu Valen dimana? Ada hal yang ingin saya katakan," ucap wali kelas, ia menoleh ke arah kanan dan kiri.

"Ibu Valen sedang membersihkan rumah bu, karena baru pindahan, hal apa yang ingin ibu katakan?"

Wali kelas Jonathan sepertinya ragu jadi ia meminta Karin agar Valen bisa datang ke sekolah besok pagi, Karin pun setuju lalu mereka segera pergi. Beberapa menit kemudian, motor Karin telah sampai di ruko lalu Jonathan turun dan berlari kecil menghampiri sang ibu yang sedang membersihkan roku itu.

"Valen, besok kau harus ke sekolah Nathan, wali kelas menitipkan pesan itu padaku," ucap Karin duduk, lalu menuangkan segelas air ke dalam gelas.

"Ke sekolah? Apa ada hal yang penting?" menatap bingung ke arah Karin, lalu Karin menggelengkan kepalanya."Nathan, apa kau melakukan sesuatu nak?"menatap Nathan.

Jonathan menggelengkan kepalanya pertanda ia pun tidak tahu, tidak terasa hari sudah semakin siang dan sudah waktunya untuk makan siang. Valen dan Karin beristirahat sejenak, lalu Karin akan membeli makan siang untuk mereka bertiga.

Di ruko Jonathan begitu jenuh menunggu pekerjaan ibunya yang tidak selesai sedaei tadi, lalu ia pun memutuskan untuk membeli eskrim karena di depan ruko ada toko eskrim yang begitu menggoda lidahnya.

"Bu, aku ingin eskrim itu," ucap Jonathan menujuk ke sebrang jalan.

"Sayang, Bibi Karin sedang membeli makan siang, apa kau bisa menunggu!" ucap Valen lembut.

Jonathan mendengus kesal karena Valen tidak membelikan eskrim itu, saat Valen lengah barulah Jonathan diam-diam keluar dari ruko itu dan berlari ke sebarang.

Begitu sampai di depan toko eskrim Jonathan menelan ludahnya kasar karena ada eskrim yang paling ia sukai, tetapi bagaimana caranya agar ia bisa membeli eskrim itu.

Di tempat berbeda, seorang pria tampan serta berkulit putih, rambut berpomade juga stelan jas mahal. Ia sedang menunggu klien, tetapi sampai sekarang belum juga datang dan membuatnya mendengus kesal.

"Ajo, sampai kapan kita akan disini hah! Merepotkan! Sudahlah aku akan keluar sebentar," ucapnya lalu melangkah keluar.

"Lukas, tunggu kau tidak bisa pergi begitu saja" ucap Ajo yang mengejar Lukas.

Lukas tidak perduli dengan ucapan Ajo lalu Lukas keluar dan ia melihat ada toko eskrim, dengan tersenyum manis di wajahnya ia menghampiri toko eskrim. Ajo yang melihat Lukas menuju toko eskrim pun segera menghampirinya, dan tidak sengaja Ajo menabrak anak kecil yang sedang berdiri itu.

"Aduh, sakit sekali," ucap anak kecil itu.

"Ah maafkan aku Dek, kau tidak terluka 'kan?"

Anak kecil itu mengangkat kepalanya dan menatap orang yang ada di hadapannya, Ajo begitu terkejut saat melihat wajah anak kecil itu.

'Kenapa mirip bos' batinnya.

"Apa yang kau lakukan Paman? Apa kau tidak mempunyai mata untuk melihat, aku ini anak kecil yang tidak bersalah," ucapnya datar.

"Yampun Dek, maafkan Paman ya, Paman tidak sengaja karena Paman sedang mengejar bos Paman," ucap Ajo dengan sedikit membungkukkan badanya.

Ajo sama sekali tidak pernah berpikir jika anak kecil yang ada di hadapannya saat ini akan pintar berbicara.

'Kenapa anak kecil ini pandai sekali bicaranya' batinya lagi.

Lalu Ajo pun mengikuti Lukas yang sudah lebih dulu masuk ke dalam toko eskrim, anak kecil itu pun masuk ia mengedarkan pandangannya karena banyak sekali pembeli yang berdatangan.

Lalu salah satu karyawan melihat anak kecil yang sedang melihat ke arah kiri dan kanannya, lalu ia pun menghampirinya dengan tatapan sinisnya.

"Jika kau tidak punya uang maka keluar saja, jangan sampai membuat malu orang tuamu," ucapnya sinis.

"Kau tenang saja Bibi, ibuku punya uang bahkan dia membuka toko di sebrang sana," tunjuknya.

Karyawan wanita itupun melipat tangan di dada dengan tatapan sinisnya ia menarik paksa anak itu, bukan Jonathan jika ia tidak cerdas ia pun berterima memanggil ayahnya.

Semua karyawan yang ada di sana pun menoleh ke arah anak kecil itu, lalu dia pemuda tampan itu menoleh lalu mereka berdua saling pandang.

"Ayah, Bibi ini sangat jahat kepadaku," ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

"Ayah? Ajo yang di maksud anak kecil itu siapa?" menatap dengan rasa takut.

Ajo pun heran kenapa anak kecil itu memanggil Lukas atau siapapun itu dengan sebutan Ayah, bukankah ia bersama ibunya? Lalu dimana ibunya, atau dia... Ah sudahlah, tidak perlu di pikirkan lagi.

Anak kecil itu masih saja memanggil ayah kepada kedua pria tampan itu, Lukas tidak tega melihat karyawan wanita yang mencekam kuat tangan anak kecil itu. Dia pun melangkahkan kakinya menghampiri anak kecil itu.

Anak kecil itu tersenyum bahagia lalu ia pun memeluknya dengan erat seolah ia anak kandungnya, karyawan wanita itu terkejut lalu raut wajahnya pucat serta keringat dingin di pelipisnya mulai bercucuran.

"Ayah tolong aku, Bibi ini sangat menakutkan sekali. Bahkan pergelangan tanganku sampai merah," ucapnya lalu melihat pergelangan tangannya.

Pria itu pun menatap tajam ke arah karyawan wanita itu, karyawan wanita itu tidak berani menatapnya dan menundukkan kepalanya. Pria itu pun meminta Manager untuk memecatnya, mendengar hal itupun karyawan wanita itu memohon ampun dan bertekuk lutut kepada anak kecil itu.

"Adik, maafkan Bibi tolong maafkan kesalahan Bibi. Ini salah Bibi yang tidak berhati-hati,"

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Menantu, Bukan Pembantu
9.2
Pernikahan atas dasar cinta yang kuat dengan Reza, pria dari kalangan terpandang, awalnya terasa indah bagi Fera. Namun, impian indahnya lenyap seketika saat kenyataan pahit mulai menerpa. Fera kini harus menghadapi tekanan luar biasa dari keluarga sang suami yang mengubah total jalan hidupnya. Di tengah badai cobaan yang terus menguji ketabahan, mampukah ia bertahan sebagai menantu di keluarga tersebut, atau justru memilih menyerah pada takdir barunya?
Sampul Novel Anything For You
9.7
Samantha terjebak di antara dua pilihan sulit saat pertunangan Andre berada di ujung tanduk, padahal pria itu sangat mencintainya. Di sisi lain, hadir Yansen, dokter setia yang merawat Samantha dan berjanji untuk selalu mendampinginya tanpa syarat. Kini, Samantha harus menghadapi dilema emosional yang rumit demi menentukan pria mana yang berhak memiliki hatinya. Siapakah yang akan memenangkan komitmen ini?
Sampul Novel Cinta Terlarang, Murka Sang Wali
9.3
Sepuluh tahun memendam rasa pada sang wali, Bima Wijaya, cintaku berujung pahit saat kuungkapkan di usia delapan belas. Bima murka, merobek lukisan berhargaku, dan membawa tunangannya, Clara, ke rumah. Sosok pelindungku kini menjadi pemberi luka terdalam. Demi mengobati hati yang hancur, aku memilih pergi ke Jakarta. Bersama Ayah, aku siap memulai lembaran hidup baru sebagai mahasiswi di Universitas Indonesia.
Sampul Novel Kado Dari Masa Lalu
8.5
Di hari ulang tahunnya yang ke-35, kehidupan Declan Montereau yang mapan mendadak gempar. Pebisnis sukses yang selalu skeptis pada komitmen ini dikejutkan oleh kedatangan Elio, balita empat tahun bermata abu-abu yang mengaku sebagai anaknya. Menghadapi kemiripan fisik yang mustahil dibantah, Declan terpaksa menelusuri kembali masa lalunya demi mengungkap identitas wanita yang tega menyembunyikan rahasia besar ini lalu pergi begitu saja.
Sampul Novel Menghidupkan Kembali Cinta yang Hilang
8.8
Cinta tulus Regina pada Malvin berbalas kepedihan. Di tahun kedua pernikahan, saat tengah mengandung, Malvin justru meminta cerai demi cinta pertamanya. Regina bahkan diabaikan saat bersimbah darah akibat kecelakaan tragis. Setelah berhasil bangkit dari kematian dan meraih kesuksesan, Regina siap memulai hidup baru dengan pria lain. Namun, melihat kebahagiaan itu, Malvin didera cemburu hingga nekat mengacaukan pernikahan Regina dan memohonnya kembali di altar.
Sampul Novel Ranjang Kakak Ipar
8.4
Maora menghadapi situasi pelik setelah Haidar Alvaro, pria masa lalunya, sah menjadi suami kakaknya, Laura. Keadaan kian menyiksa saat Haidar memaksanya tinggal bersama. Kini, Maora terjebak di antara tuntutan untuk setia pada sang kakak dan godaan hasrat terlarang yang kembali membara. Haruskah ia mengorbankan keluarganya demi perasaan lama, atau sanggupkah ia bertahan menahan penderitaan batin ini?