APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ibu cantik, Ayah licik

Ibu cantik, Ayah licik

Rencana pernikahan yang matang hancur seketika akibat konspirasi jahat ibu tiri dan saudara tirinya, memaksanya batal menikah demi alasan yang tidak masuk akal. Setelah bertahun-tahun pergi, ia akhirnya pulang ke kota asal. Berbekal keyakinan kokoh, ia siap melewati rintangan berat untuk merebut kembali segala hak dan harta miliknya yang telah dirampas secara tidak adil. Kini, saatnya ia menghadapi masa lalu demi menuntut keadilan.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Dasar anak tidak tahu diri, berani sekali kau tidur dengan pria lain besok adalah hari pernikahanmu! Sungguh memalukan!" ucap wanita paruh baya dengan luapan emosinya.

Gadis itu hanya diam membisu ia paham betul bagaimana adegan tadi malam yang begitu menjijikan, jika ia mengingatnya kembali tak lama datanglah seorang gadis yang seumuran dengannya lalu menghampirinya.

"Oh adik, ada apa denganmu? Lihatlah ada begitu banyak tanda di lehermu, kau tidur dimana semalam," ucapnya dengan menyibakkan rambut yang menutup lehernya.

Tentu saja wanita paruh baya itu murka lalu ia pun menamparnya dan menyuruhnya untuk pergi, karena dialah penyebab semua dari masalah ini.

"Ayah, kau percaya padaku 'kan jika aku di jebak oleh wanita tua itu dan juga rubah licik itu ayah, aku mohon percayalah!" memohon kepada sang ayah.

Tetapi bukan mendapatkan perlindungan ia justru mendapatkan perlakuan yang sama seperti di lakukan oleh ibu tirinya. Rasa panas di kedua pipinya begitu cepat menyebar, ia memegangi pipinya dengan menggeleng kecil karena sang ayah tidak mempercayainya.

"Enyah kau dari hadapanku, aku tidak sudi mempunyai anak sepertimu,"

"Ayah, percayalah padaku jika mereka menjebakku,"

Lalu sang kakak tiri menghampirinya dengan tersenyum tipis, karena satu langkah ia sudah dapatkan demi menyakiti anak kandungnya ia rela melakukan apapun.

"Adik sudahlah, bukti sudah di depan mata jadi kau jangan mengelak lagi,"

Dia pun mendorong kakak tirinya dan penuh emosi, ia memarahi sang kakak yang tidak bertanggung jawab atas kejadian semalam.

"Hentikan sandiwaramu, kau yang sudah menjebakku dengan mengajakku ke bar. Kau penyebabnya!" menujuk ke arah kakak tirinya.

Wanita paruh baya itu pun membela sang anaknya, ia mengatakan jika anaknya ada di kamarnya dan ia tidak pergi kemanpun. Sang ayah langsung percaya begitu saja tanpa mendengarkan penjelasan dari anaknya.

"Cukup Valen, kau yang berbohong! Kakakmu semalam ada di kamarnya ia bahkan menangis karena kau akan menikah," ucap pria paruh baya itu.

Valen menggelengkan kepalanya karena otak sang ayah sudah di cuci oleh kedua orang itu, jadi apa yang di katakan Valen pun tidak akan di percaya. Dengan senyum tipisnya ibu dan anak itu merasa puas karena bisa mengusirnya, tanpa harus mengotori tangannya.

Saat sedang berdebat lalu ada keluarga dari calon pria, karena ia akan membatalkan pernikahan mereka. Lalu akan di nikahkan dengan sang kakak.

"Valen, pernikahan ini di batalkan karena kau tidak bisa menjaga kesucianmu. Aku kecewa padaku Valen," ucap dengan santai tanpa ada rasa sedih di hatinya.

"Dipa, tolong jangan batalkan pernikahan ini, besok kita akan menikah," memegang lengan Dipa.

Dipa langsung menghempaskan tangan Valen hingga ia tersukur ke lantai, semua orang hanya menontonnya saja tidak ada yang mau membantu Valen bahkan mereka tidak memiliki rasa iba sedikitpun untuknya.

Mata Valen hanya bisa mengeluarkan bulir bening karena tidak ada satupun yang percaya kepadanya, bahkan calon tunangannya begitu tidak perduli dengan keadaannya saat ini.

Lalu kedua wanita paruh baya itu pun menceritakan tentang Valen dan membatalkan pernikahannya dan di gantikan oleh sang kakak, mendengar hal itu membuat Valen kesal dan geram lalu ia pun bangun dan ingin menampar Carla. Tetapi tangannya di tahan oleh calon tunangannya lalu di hempaskan lagi tangan Valen,

"Berani kau menyentuhnya, dia adalah calon istriku lebih baik kau segera menjauh," ucapnya dengan dingin.

"Bajingan seperti kau memang pantas bersama rubah licik ini, baiklah jika itu maumu. Aku akan memberikannya kepadamu rubah licik," dengan tersenyum miring.

Dipa pun menjambak rambut Valen dan membuatnya kesakitan, tetapi Valen tidak akan menyerah begitu saja karena terlalu sakit mendengarnya.

"Kau bilang aku bajingan hah! Lalu kau apa, kau bahkan tega mengkhianatiku,"

Wanita paruh baya itu segera melerainya, karena tidak akan ada habisnya jika terus membahas masalah itu. Lalu Valen di bawa keluar bersamaan dengan barang miliknya, lalu ia segera mengambil koper miliknya dan membukanya karena ada barang berharga baginya.

"Dimana foto ibuku, Carla!" ucap Valen dengan membongkar isi kopernya.

"Oh ini yang kau cari?" ucapnya dengan membawa bingkai foto itu."Baiklah, aku akan memberikannya kepadamu,"ucapnya dengan sengaja ia menjatuhkan bingkai foto itu.

Pecahan dari bingkai foto itu sukses membuat Valen semakin emosi, lalu ia pun bangun dari jatuhnya dan menjambak rambut Carla.

"Wanita licik, beraninya kau menjatuhkan bingkai foto ibuku, aku tidak akan memaafkanmu," ucapnya dengan menjambak rambut Carla.

"Lepaskan Valen, kau memang pantas mendapatkannya. Karena kau wanita tidak tahu diri,"

Saat Valen akan mencoba menampar Carla tetapi tangannya sudah di cekal oleh Dipa. Lagi dan lagi Dipa mendorong Valen hingga terjatuh, hanya tetesan air mata yang bisa ia lakukan dan menatap sinis ke arah Carla dan Dipa.

"Segera pergi dari hadapanku, jangan sampai kau merusak acara ku besok," ujar Dipa, lalu ia pun segera merangkul Carla.

Setelah masuk dan menutup pintu untuk Valen, mereka semua pun membahas acara pernikahan Dipa dan Carla. Berbeda dengan Valen, ia di luar rumah masih membereskan barang-barang miliknya dan juga foto sang ibu. Lalu Valen menyimpannya ke dalam koper dan pecahan bingkai itu ia tinggalkan begitu saja.

Valen tidak tahu harus kemana ia pergi, semua temannya menjauhinya karena ulah kedua ibu dan kakak tirinya. Menyusuri gelapnya malam, di tambah susana dingin yang membuatnya semakin bergegas untuk mencari tempat berteduh.

Di pinggir jalan ada ruko kecil, lalu Valen menghampirinya serta menyeret koper miliknya. Baru saja ia akan duduk, sudah ada beberapa orang yang menghampirinya dengan wajah yang begitu menakutkan baginya.

"Cantik sendirian nih, bagaimana jika kami menghangkatmu," ujarnya dengan senyum nakalnya.

"Tidak, kalian pergilah jangan mendekat," ucap Valen yang mulai panik.

Valen memundurkan langkah kakinya ia meninggalkan kopernya begitu saja, dan beberapa orang itu pun mengejarnya. Valen ketakutan lalu ia pun meminta tolong, tetapi percuma saja karena tidak akan ada yang menolongnya.

Para preman itu tertawa puas karena tidak ada orang yang akan mengganggu kesenangan mereka, Valen mencoba untuk lari tetapi tangannya di tahan oleh salah satu temannya, dan membawa Valen ke tempat ia berteduh lagi.

"Jangan lakukan ini aku mohon, lepaskan aku," ucapnya dengan isak tangis.

"Jangan menangis cantik, kita akan bermain sebentar saja jadi nikmatilah," ujarnya lalu ia pun menarik paksa pakaian Valen.

Valen mencoba untuk memohon tetapi tidak di perdulikan oleh preman itu, mereka tetap melakukan aksinya. Namun, belum sempat menariknya ada seseorang yang menarik kerah bajunya sehingga preman itu terkejut.

Sedangkan Valen segera menutupi bagian tubuhnya yang sedikit terbuka, seseorang itupun membuka jasnya lalu melemparkan ke arah Valen. Ia pun terkejut, lalu Valen pun segera memakainya.

Adu tenaga pun terjadi, lalu para preman itu pun melarikan diri karena mereka tidak mau menjadi sasaran empuk seseorang itu. Lalu seseorang itu menggulung kemeja putihnya, dan menghampiri Valen.

"Kau baik-baik saja?" ucapnya dengan berjongkok di hadapan Valen.

"Iya Terima kasih,"

Valen masih menundukkan kepalanya ia begitu malu untuk menatap seseorang itu, seseorang itu pun di bantu sang asistennya untuk mengumpulkan barang- barang milik Valen.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Dendam dan Penyesalan
8.3
Tiga tahun menikah, Selena harus menerima kenyataan bahwa Harvey tidak pernah mencintainya. Saat divonis kanker, ia mendapati suaminya menemani wanita lain. Selena memilih pergi membawa surat cerai, namun Harvey justru mengungkap bahwa pernikahan mereka hanyalah kedok balas dendam. Di tengah penderitaan sakit dan ayahnya yang koma akibat kecelakaan, Selena yang putus asa memilih melompat dari gedung untuk melunasi utang keluarganya. Harvey pun didera penyesalan hebat dan memohonnya kembali.
Sampul Novel Cinta Dania
9.4
Menikah dengan pria idaman adalah impian terbesar dalam hidup Dania. Namun, dunianya seketika runtuh saat Bella, tante yang mengasuhnya sejak kecil, mengajukan permohonan tak terduga. Dania diminta untuk menjadi istri dari suami tantenya sendiri. Kini, ia terjebak dalam pilihan sulit antara rasa utang budi dan kepedihan yang mendalam. Sanggupkah Dania mengorbankan perasaannya demi wanita yang telah membesarkannya? Ikuti perjuangan batin Dania dalam drama modern penuh dilema ini.
Sampul Novel Jangan Jatuh Cinta Pada Sugar Daddy
8.6
Demi mengatasi masalah keuangan, Anggita yang berumur 20 tahun nekat menggunakan aplikasi Sugar Baby. Walau awalnya diremehkan karena penampilan fisiknya, ia justru menarik perhatian Devano Abimanyu, seorang pengacara sukses. Devano bersedia menyokong hidup Anggita, namun dengan aturan yang sangat mengikat: dia memegang kendali atas segalanya, menawarkan kepuasan, dan melarang keras adanya cinta. Mampukah Anggita menjaga hatinya agar tidak melanggar batasan tersebut?
Sampul Novel PERMAINAN PENGGODA IMAN
8.7
Saat berlibur di sebuah pulau, Arga dan rekan kerjanya menerima tantangan ekstrem dari Dako untuk menguji kesetiaan pasangan masing-masing. Lewat permainan gila ini, mereka bebas merayu dan menggoda kekasih satu sama lain tanpa boleh ada rasa cemburu ataupun amarah. Aturan tersebut berlaku mutlak selama liburan berlangsung dan selesai saat mereka kembali. Dari sinilah dimulainya berbagai godaan dewasa yang mengancam komitmen serta loyalitas hubungan mereka.
Sampul Novel Pernikahan Kedua yang Dirahasiakan Suamiku
8.0
Siska, wanita karier yang sukses, telah mengabdi pada Roni dan melahirkan tiga anak. Namun, kesetiaan tersebut hancur saat ia mengetahui Roni, yang dikenal religius, diam-diam berpoligami tanpa restunya. Padahal, Siska dulu pernah menolak keras gagasan itu saat suaminya mengusulkannya. Kini, Siska menghadapi pilihan sulit bagi masa depannya: bertahan demi keutuhan keluarga atau melangkah pergi bersama anak-anaknya.
Sampul Novel Stempel Miskin untuk Keluargaku
8.4
Kembali ke rumah setelah empat tahun merantau, aku mendapati keluargaku menjadi bahan gunjingan dan dicap miskin oleh tetangga serta kerabat akibat jeratan utang. Namun, tidak ada yang tahu bahwa bapak sebenarnya memiliki sebidang tanah rahasia. Berbekal kejujuran dan keteguhan hati, aku kini bertekad penuh untuk memulihkan kehormatan keluarga kami serta membuktikan pada mereka yang telah meremehkan bahwa kami tidak layak dipandang sebelah mata.