APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel I Stuck On You

I Stuck On You

Nadya Ivanka, seorang penulis amatir yang sedang terluka, terpikat oleh pesona Ethan Sullivan di Bali. Pria asal Australia yang tampan ini ternyata bukan orang biasa, melainkan bos media besar sekaligus pemilik resor mewah. Nadya yang dihantui trauma masa lalu mencoba bertahan, sementara Ethan yang dingin justru terobsesi dengan kesederhanaan Nadya. Di tengah bayang-bayang luka lama yang menyelimuti mereka berdua, mampukah cinta baru ini menyatukan hati mereka?
Bab
Bagikan

Bab 2

Masa kini

“Namaku Nadya Ivanka, aku bersumpah tidak akan tertipu lagi dengan makhluk yang bernama laki laki.”

Klik. Berkali kali Nadya menonton video yang ia buat di hpnya setahun yang lalu hanya untuk memberikan semangat kepada dirinya kalau semuanya akan baik baik saja. Terkadang rasa lelah karena disakiti itu menghinggapi hari harinya yang terus berjalan dan sudah setahun penderitaan itu berlalu.

Nadya menaruh hpnya di atas kasur sambil melamun ke masa lalu saat ia mengenal laki laki itu, namun dengan cepat Nadya menggelengkan kepalanya berkali kali dan berkata dalam hati ia tidak akan pernah mengingat hal itu lagi. Nadya kembali mengambil hpnya sambil membetulkan kaca mata minus yang bertengger di matanya, ia beringsut berdiri dari tempat tidur dan berjalan ke arah meja yang di atasnya ditaruh laptop kesayangannya. Laptop itu tertutup rapat, ia berbicara kepada laptop itu seolah laptop itu makhluk hidup.

“Istirahatlah dengan tenang Vixie aku pergi dulu sebentar.” Kata Nadya sambil menepuk nepuk laptop hitam itu dengan sayang. Nadya memberi nama pada laptopnya karena hanya laptop itu yang selalu setia menemaninya setiap saat.

Nadya mengambil tas selempang coklat di samping laptop itu dan menyilangkannya ke bahu. Sebelum keluar kamar ia melangkah dulu ke arah cermin untuk melihat penampilannya. Sweeter hoodie warna cream bergambar beruang dan jeans hitam melekat di tubuhnya dengan rapi. Ia mengangguk puas dengan penampilannya lalu melangkah pergi.

Hari ini ada acara reuni grup penulis komik dan ia sudah siap untuk bertemu laki laki itu lagi. Meskipun ia sudah bukan penulis komik sama halnya beberapa temannya yang lain tapi ia tetap menghadiri reuni grup penulis komik karena sebagian besar teman temannya masih menjadi penulis komik termasuk laki laki itu, di samping itu ia juga rindu dengan teman temannya. Karena kejadian pahit yang dialami Nadya bersama laki laki itu, Nadya memutuskan keluar dari penulis komik dan beralih ke novel.

Tiba tiba hp Nadya berdering. “Halo.”

“Nad, kamu masih dimana semua sudah kumpul?”

“Ini mau berangkat.”

“Ok cepetan yah.”

“Iya.”

Sambil menghela napas Nadya memutuskan sambungan telepon dari temannya, Mita Maharani. Nadya berlari cepat ke arah rak sepatu dan memakai sepatu sneaker putihnya. Ia keluar dan mengunci pintu rumah lalu berlari menuju motor scoopy coklat yang sudah di parkir di halaman rumah.

Rumahnya sedang sepi kedua orang tuanya berlibur ke Surabaya kecuali Nadya. Bukan Nadya tidak mau tapi karena jadwal deadline novelnya yang harus rampung minggu ini dan ia tidak mau membuang waktu untuk packing dan sebagainya, cukup untuk reunian saja ia sediakan waktunya itupun tidak akan lama. Nadya sudah memberitahu pada Mita kalau ia hanya punya waktu dua jam.

Dengan cepat Nadya menghidupkan motor dan keluar dari halaman rumahnya. Perumahan ini juga sedang sepi karena sudah masuk libur akhir tahun, hampir semua tetangganya liburan. Tapi Nadya tidak memikirkan tetangganya. Pikiran akan bertemu lagi dengan laki laki yang banyak memberikan penderitaan padanya bercokol di benaknya sejak tadi malam ketika Mita memberitahu kalau Dimas Erlambang akan datang ke acara reunian.

Dimas Erlambang. Pemilik nama itu dulu selalu membuat hatinya berbunga bunga sehingga hatinya dipenuhi rasa kebahagiaan. Tapi sekarang mendengar nama itu di telinganya dengan cepat emosinya tersulut sehingga menimbulkan kemarahan. Nadya tidak ada niat untuk membalas dendam, ia hanya ingin meninju wajah yang tampan itu dan memberitahu bahwa perbuatannya membuatnya menderita seperti yang ingin ia lakukan dulu kepada laki laki itu.

Dulu Nadya menahan amarahnya, ia seolah kerbau yang dicocok hidungnya. Kata kata yang tidak baik dilontarkan laki laki itu bagaikan pedang yang menghunus jantungnya sehingga membuat Nadya terkejut dan tidak menyangka kalau laki laki itu bisa melontarkan kata kata seperti itu. Yah cinta memang buta. Tidak. Ini bukan cinta, Nadya tahu ini bukan cinta. Nadya menggertakkan giginya, sorot matanya berubah tajam, ia memacu motornya dengan kencang.

Di perjalanan ke tempat reunian yang diadakan di cafe milik orang tua Mita, emosi Nadya terus muncul menguasai akal pikirannya. Gimana tidak, setelah putus darinya Dimas dikabarkan bertunangan dengan perempuan yang ia lihat di bioskop bersama Dimas. Oh bukan hanya itu, komiknya berhasil menjadi Top Trending yang selalu dicari semua orang dan berkat hal itu Dimas membangun kantor sendiri dengan label namanya sendiri. Sampai sekarang Dimas terkenal dengan komikus cerdik.

Cerdik? Huh! Orang orang tidak tahu seperti apa Dimas Erlambang aslinya, laki laki yang tidak segan melontarkan kata kata yang tidak baik kepada perempuan karena keegoisannya dan mempermainkan perempuan seolah perempuan itu gampangan, dan Dimas dengan mudahnya melakukan perbuatan jahat untuk menyakiti hati perempuan. Mata Nadya memincing tajam seraya menghentikan motornya tepat ketika lampu lalu lintas berubah merah.

Sambil menunggu lampu berubah hijau Nadya menarik napas menenangkan diri. Ia harus tenang, ia tidak mau emosinya mengganggu konsentrasinya dalam mengendarai motor, bisa bisa terjadi sesuatu yang akan disesalinya. Nadya buru buru menggeleng menghilangkan pikiran buruk yang terbayang di benaknya. Ia tidak akan membiarkan laki laki itu mempengaruhi dirinya lagi sehingga menimbulkan amarah yang membutakannya seperti dulu.

Lampu yang terpancar dari layar lebar yang dipasang di sepertiga lalu lintas itu mengalihkan perhatian Nadya. Layar lebar itu biasa menampilkan iklan dan sekarang iklan itu menayangkan resort mewah dengan pemandangan pantai yang indah dan pastinya mahal. Pikir Nadya. Mungkin resort itu akan menjadi salah satu pilihannya untuk berlibur dan bersantai setelah novelnya selesai. Tiba tiba matanya terbelalak terpesona melihat pemilik resort itu ditampilkan terakhir. Director of The Blue Pearl Island Resort Bali, Ethan Sullivan. Laki laki itu sangat tampan, matanya biru sebiru langit, hidungnya mancung sempurna, rahang dan dagunya brewokan, tapi tidak menghilangkan ketampanannya sebaliknya brewok itu mempertajam ketampanannya seakan menunjukkan seseorang yang sukses dan mapan, oh satu lagi bibirnya merah. Laki laki yang sempurna. Namun bukan itu yang membuat Nadya tiba tiba terpesona tetapi kedua mata itu yang menatap sangat dalam sehingga bisa menghipnotis siapa pun termasuk Nadya.

Tiba tiba jantung Nadya berdegup kencang hanya karena menatap kedua mata itu dan menimbulkan khayalan yang di luar dugaannya namun dengan cepat Nadya memukul helmnya seakan menghilangkan khayalan itu. Nadya mulai mengoceh sendiri.

“Sadarlah Nad, dia itu orang asing, kamu paling bodoh dalam pelajaran bahasa Inggris, dan dia pastinya orang kaya, sangat jauh darimu yang hanya seorang penulis junior.”

Nadya menghela napas seolah hal itu menyadarkannya kalau laki laki itu di luar jangkauannya, lagi pula ia tidak mengenal laki laki itu begitu juga sebaliknya. Namun aneh kenapa begitu cepat ia mengkhayal laki laki asing itu. Apa hanya ia sendiri yang mengalami hal itu atau setiap perempuan yang melihat laki laki asing tampan itu. Tentu saja semua perempuan mengkhayalkan yang sama seperti dirinya apalagi laki laki itu mempunyai harta dan posisi yang tinggi. Pikir Nadya. Tapi Nadya tidak pernah mengalami hal seperti barusan dengan laki laki manapun, bahkan dengan Dimas.

Nadya menatap laki laki asing itu lagi, seketika jantungnya kembali berdetak, dan khayalan itu kembali muncul dalam pikirannya. Sejenak ia melupakan amarah dalam dirinya karena Dimas, dan merasakan kebahagian dalam dirinya hanya melihat laki laki asing itu. Tiba tiba iklan itu berubah digantikan dengan iklan yang lain sehingga menyadarkan Nadya. Ya ampun, Nad, apa yang kamu lakukan, hanya melihat laki laki asing tampan itu kamu sudah lupa diri, apa kamu tidak kapok dengan kejadian pahit yang dialami dengan Dimas. Peringat Nadya pada dirinya sendiri sambil memukul helmnya lagi.

“Turunkan pandanganmu…fokus…fokus…fokus.” Kata Nadya mengingatkan dirinya sendiri. “Jangan sampai kamu melanggar janjimu.” Peringat dirinya lagi.

Nadya memaksakan pandangannya kembali ke arah jalan dan bersamaan dengan itu lampu lalu lintas berubah hijau. Untuk saat ini hadapi dulu laki laki kurang ajar itu. Amarahnya kembali muncul mengingat sebentar lagi ia akan bertemu dengan mantannya. Tatapan Nadya berubah tajam, ia memacu motornya dengan kencang.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Gadis Simpanan
9.2
Carl Davidson gemar menjahili Samantha Walker sejak kecil dengan menaruhnya di meja tinggi hingga menangis. Kebiasaan unik ini bertahan hingga Carl sukses menjadi miliuner otomotif. Kini, ia tidak hanya mendudukkan Samantha di meja, tapi juga membawanya ke ranjang. Di tengah stigma buruk masyarakat yang melabelinya sebagai gadis simpanan, mampukah Samantha mempertahankan kehormatannya dan bersanding dengan Carl di pelaminan?
Sampul Novel Cinta Kita Sudah Sampai Ujung
8.5
Vanesa akhirnya menyadari pernikahan kontrak lima tahunnya dengan Steven adalah kebohongan besar setelah mengetahui anak yang diasuhnya merupakan anak kandung suaminya dengan wanita lain. Saat sang madu membawa surat cerai di tengah kabar kehamilannya, Vanesa memilih pergi dan mengembalikan anak itu. Mengabaikan masa lalu, ia bangkit menjadi wanita mandiri yang kaya raya. Penyesalan pun datang dari keluarga pencela hingga Steven yang mabuk dan menolak meresmikan perceraian mereka.
Sampul Novel Dendam Seorang Adik
8.6
Kematian tragis Danisa meninggalkan luka batin yang mendalam bagi Amara. Mengetahui sang kakak mengakhiri hidup akibat dikhianati keluarga Pramudya, Amara bersumpah menuntut balas. Berbekal pesona memikat, ia menyusup ke lingkaran mereka untuk menghancurkan reputasi serta kekayaan mantan suami, mertua, hingga ipar kakaknya. Namun, saat rencana penghancuran ini berjalan, muncul perasaan tak terduga yang mengancam misi utamanya. Mampukah Amara tetap menjaga hatinya agar tetap dingin?
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Dunia dokterku hancur saat merawat Evelyn Santoso, pasien VIP yang menangisi tunangannya. Pria di foto itu adalah Bima, suamiku, yang ternyata bernama asli Brama Wijaya, seorang taipan kejam. Saat Brama datang, ia sama sekali tidak mengenaliku. Ia memeluk Evelyn dan membisikkan janji manis yang dulu sering ia katakan padaku. Melalui tatapan matanya yang sangat dingin, Brama menegaskan bahwa pernikahan kami hanyalah sebuah aib rahasia yang harus segera ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel Kehancuran Reputasi Raelynn Harper
8.4
Kyle Blackwood kabur dari pernikahan, menghancurkan reputasi Raelynn Harper. Demi membalas rasa sakit hati, Raelynn nekat mengancam kakak Kyle, Tristan Blackwood, seorang direktur hiburan yang sangat berkuasa. Namun, rencana itu berbalik arah. Tristan yang kaya raya justru memanfaatkan celah ini untuk memaksa Raelynn menikahinya. Kini, Raelynn terjebak dalam pernikahan penuh ambisi dengan Tristan, sosok yang siap menghancurkan harga dirinya.
Sampul Novel Madu Cinta Sang Ceo
8.9
CEO dingin Raja Adiwijaya harus menikahi gadis culun bernama Putri Cantika demi melunasi utang budi pada mendiang ayah Putri. Di tengah tumbuhnya rasa cinta di antara mereka, Tiara yang merupakan cinta pertama Raja mendadak kembali. Terjebak masa lalu, Raja berniat menduakan Putri meski ditentang keras. Terperangkap antara obsesi dan komitmen, Raja memaksa Putri bertahan. Akankah Putri bersedia dimadu dalam pernikahan ini?