APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel I Stuck On You

I Stuck On You

Nadya Ivanka, seorang penulis amatir yang sedang terluka, terpikat oleh pesona Ethan Sullivan di Bali. Pria asal Australia yang tampan ini ternyata bukan orang biasa, melainkan bos media besar sekaligus pemilik resor mewah. Nadya yang dihantui trauma masa lalu mencoba bertahan, sementara Ethan yang dingin justru terobsesi dengan kesederhanaan Nadya. Di tengah bayang-bayang luka lama yang menyelimuti mereka berdua, mampukah cinta baru ini menyatukan hati mereka?
Bab
Bagikan

Bab 3

Getaran hp di dalam saku mengalihkan perhatian Ethan yang tampak serius membaca tulisan yang ada di dalam buku tebal dengan cover berwarna biru muda. Ethan mengambil h0p itu dan melihat siapa yang meneleponnya. Ternyata Panji yang meneleponnya. Seulas senyum tersungging di bibirnya yang merah. Pesannya pasti sudah dibaca Panji. Ethan segera menjawab panggilan dari Panji.

“Halo.”

“Ethan are you sure you want to come here?”

“Yeah, while I’m in Jakarta I want to drop by to see you and your family.”

“Oh God Man.” Terdengar Panji tidak mempercayai kalau Ethan akan menemuinya.

“I’m on my way to your parents café.” Kata Ethan yang membuat Panji semakin tidak percaya.

“Oh wait are you serious…bagaimana dengan ayahmu, pasti ayahmu mengirim pengawal untuk mengawalmu.”

“Yah dia selalu seperti itu setiap aku keluar rumah, tapi tenanglah aku bisa mengatasinya.”

“Seperti waktu kuliah dulu kamu selalu bilang seperti itu kalau mau kabur.” Panji tertawa.

“Yeah you’re right.” Ethan ikut tertawa, lalu ia menambahkan, “Oh ya aku juga mau memberikan bukuku padamu.”

“Buku?” Tanya Panji bingung.

“Dulu aku janji akan memberikan buku hasil karyaku.”

“Oh My God kamu melakukannya…maksudku kamu sudah menulis buku?” Tanya Panji tidak percaya mengingat temannya itu sibuk karena menduduki jabatan sebagai Direktur dan pastinya tidak ada waktu untuk menulis sebuah buku Filosofi. 

“Sudah dan sudah jadi, sekarang bukunya ada di tanganku.” Ethan tersenyum bangga, ia tahu temannya pasti akan terkejut.

“Wow, you make it! Awesome! Aku sudah tidak sabar untuk membacanya.”

Panji tidak bisa menutupi kekagumannya. Ethan memang pintar tidak diragukan lagi dan Panji percaya kalau Ethan bisa menulis buku sementara ia menjalankan bisnis ayahnya.

“Nanti aku telepon lagi kalau sudah tiba di cafe.”

“Ok, aku akan memberitahu kedua orang tuaku kalau kamu akan datang, mereka pasti akan sangat senang.”

“Ok, tapi jangan merepotkan kedua orang tuamu.”

“Tenang saja.” Kata Panji, ia tahu maksud Ethan, Ethan tidak mau penyambutan meriah karena ia tidak mau terekspos oleh siapapun.  

“See you later.” Kata Panji kemudian.

“See you.”

Ethan menutup teleponnya dan tersenyum bahagia. Sungguh menyenangkan akan bertemu lagi dengan teman dekatnya waktu kuliah. Sudah lama ia tidak bertemu dengan temannya itu, hanya melalui hp untuk berkomunikasi. Panji Mahardika, teman dekatnya waktu kuliah di Queensland University of Technology, mereka bertemu karena mengambil jurusan yang sama di bidang bisnis dan manajemen. Panji juga tahu ia mengambil jurusan lain yaitu jurusan Filsafat. Panji selalu mendukungnya untuk menulis buku Filosofi karena temannya tahu ia sangat suka menulis buku Filosofi. Selain itu Panji suka menemaninya kabur dari para pengawal ayahnya, dan berkat Panji juga ia bisa berbahasa Indonesia dengan fasih.

Sungguh hidupnya tidak bebas, waktu kuliah ia selalu diawasi oleh ayahnya. Beruntung ia bertemu dengan Panji orang Indonesia yang sangat baik dan pengertian. Beginilah kalau menjadi penerus satu satunya dari pemilik beberapa perusahaan terbesar di Australia. Ethan tahu kelak ia akan menggantikan posisi ayahnya, dan untuk membuktikan kalau ia pantas menjadi penerus Komisaris Besar yang sekarang dijabat oleh ayahnya, ia ditunjuk menjadi Direktur sebuah perusahaan surat kabar Greetline News, setelah 2 setengah tahun ia menjalankan tugasnya dengan sangat baik sebagai General Manager di perusahaan itu.

Selama satu tahun menjalankan perusahaan surat kabar Greetline News ia berhasil membuat saham perusahaan itu meningkat dan membuat ayahnya bangga padanya, dan selama tiga tahun perusahaan surat kabar itu semakin meningkat sehingga ayahnya dan seluruh Dewan Komisaris tercengang. Namun ayahnya belum puas sehingga ia ditunjuk lagi menjadi Direktur sebuah resort, kini ia menduduki dua jabatan. Sebenarnya tidak masalah baginya selama ia masih meneruskan hobinya menulis buku Filosofi.

Ayahnya sangat sayang padanya sehingga terlalu berlebihan untuk melindunginya dari dunia luar, namun ayahnya lupa kalau ia sudah dewasa dan bisa jaga diri. Ethan menghela napas mengingat perubahan sikap ayahnya yang menjadi protektif kepadanya, namun dengan cepat ia menggeleng seolah tidak ingin mengingat kejadian penyebab kematian ibunya yang menyebabkan ayahnya menjadi seperti itu. Ethan menarik napasnya menenangkan diri. Suatu hari ayahnya pasti akan percaya padanya kalau ia bisa jaga diri. Ethan menutup buku dan memakai kaca mata hitamnya yang ditaruh di samping kursi mobil.

Nadya memarkirkan motornya di depan cafe, ia membuka helmnya sambil menarik napas bersiap diri.

“Nadya”

Suara yang sangat dikenalnya dan yang dulu membuat hatinya sakit seketika mendatangkan kemarahannya yang tiba tiba muncul. Kenapa begitu cepat bertemu orang itu. Pikir Nadya sebal. Nadya menaruh helmnya di stang motor lalu berpaling ke arah suara itu. Dimas Erlambang berdiri dengan santai dan wajah tampannya tampak terkejut.

“Kamu ikut reunian juga?”

Nadya memincingkan mata di balik kacamatanya. “Aku rasa kamu tahu aku akan ikut.”

“Sungguh aku tidak tahu, Mita tidak bilang padaku kalau kamu mau datang ke reunian.”

“Jangan pura pura deh.” Kata Nadya marah.

Baiklah Nadya tahu emosinya muncul lagi tapi ia tidak perduli. Melihat Dimas kejadian pahit setahun lalu terlintas di benaknya sehingga emosinya tidak bisa direndam, namun kali ini ia tidak akan membiarkan Dimas mempermalukannya lagi di tempat umum, untung saja di tempat parkir ini tidak ada orang.

“Kamu tidak berubah sedikit pun.” Kata Dimas mengabaikan nada marah itu, ia melihat Nadya masih sama seperti dulu, rambut di kuncir, memakai kacamata bulat, dan tidak berdandan.

“Terserah suka suka aku!” Nadya semakin marah mendengar ucapan Dimas.

Dimas tidak berhak menilainya apalagi penampilannya karena Dimas bukan siapa siapa lagi baginya. Nadya melihat pandangan menilai dari mata Dimas padanya seperti dulu.

“Kok kamu sinis gitu sih.”

“Aku sinis gara gara kamu! Apa kamu lupa kamu menyakitiku dan membuatku menderita.”

“Kamu menderita karena kamu bodoh.” Kata Dimas cuek. “Kamu kan tahu aku bilang kita hanya temenan saja.”

Apa! Apa dia bilang…bodoh? Dasar laki laki! Seenaknya bilang seperti itu tanpa ada penyesalan. Nadya seolah kembali ke setahun yang lalu ketika Dimas memutuskan berpisah dengannya dengan santai tanpa penyesalan seperti yang ia tunjukkan sekarang. Tapi dulu dan sekarang lain. Dulu ia diam saja seolah ada yang membungkamnya, tapi sekarang ia bisa bertindak sesuai yang ia inginkan terhadap laki laki itu.

“Bagiku kamu masih laki laki kurang ajar.” Nadya berhenti sebentar. Rasa tidak suka terlihat di raut wajah Dimas mendengar ucapannya tentang dirinya.

“Kamu pikir kamu laki laki berharga?” Kedua mata Nadya memincing. ”Kamu salah, aku menganggapmu laki laki pengecut yang suka mempermainkan perempuan, bilang saja kalau mau putus denganku tidak usah bawa tunanganmu untuk menemanimu mengatakannya padaku.” Nadya mengaitkan kedua tangannya di depan dada. “Salahku tidak bertanya apa kamu menyukaiku atau tidak dan hanya menerima semua perlakuan manismu.”

“Yah kamu memang bodoh, aku sudah tahu sejak kamu mengirim pesan untuk mengajakku berkencan.”

“Jika sudah tahu kenapa dilanjutkan sampai satu tahun…satu tahun kamu berpura pura menyukaiku.”

Dimas mengedikkan bahu. “Aku tidak berpura pura, waktu itu aku sedikit menyukaimu dan aku memutuskan untuk melanjutkannya, tapi aku bertemu Larissa dan rasa sukaku padamu hilang, Nad.”

Apa dia bilang sedikit menyukaiku? Tidak seperti itu yang aku dengar dulu. Pikir Nadya kesal. Ia tidak mau mendengar omong kosong dari Dimas lagi. Dengan cepat Nadya maju ke depan mendekati Dimas berdiri, amarahnya terpancar dari kedua mata coklatnya lalu ia menginjak kaki Dimas dengan keras.

“Rasakan ini!”

Dimas langsung menjerit kesakitan. Nadya tersenyum sinis melihat Dimas mengaduh kesakitan akibat injakannya. Itu pembalasan setahun yang lalu karena mempermainkan hati perempuan, masih baik aku menginjak kakimu daripada meninju mukamu. Pikir Nadya marah. Nadya melangkah pergi tidak perduli dan meninggalkan Dimas yang masih mengaduh kesakitan.

Nadya tidak tahu jika ada yang menonton pertunjukan drama antara dirinya dan Dimas. Ethan berdiri di samping mobilnya, ia menaikkan sebelah alisnya melihat kejadian langka yang belum pernah dilihatnya. Perempuan itu sangat berani pada mantan pacarnya di tempat umum. Tiba tiba seulas senyum tersungging di bibirnya melihat tindakan yang dilakukan perempuan itu terhadap mantan pacarnya, lalu ia memanggil pengawalnya yang dari tadi berdiri di belakangnya dan berbicara bahasa Inggris dengan cepat ke pengawalnya kalau ia tidak perlu dikawal masuk cafe. Pengawal itu menggangguk mengerti dan masuk lagi ke dalam mobil bergabung dengan pengawal yang lain. Sambil memegang buku Ethan berjalan menuju cafe dengan santai dan mengeluarkan hp dari kantong celana untuk menelepon temannya kalau ia sudah tiba di cafe.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Gadis Simpanan
9.2
Carl Davidson gemar menjahili Samantha Walker sejak kecil dengan menaruhnya di meja tinggi hingga menangis. Kebiasaan unik ini bertahan hingga Carl sukses menjadi miliuner otomotif. Kini, ia tidak hanya mendudukkan Samantha di meja, tapi juga membawanya ke ranjang. Di tengah stigma buruk masyarakat yang melabelinya sebagai gadis simpanan, mampukah Samantha mempertahankan kehormatannya dan bersanding dengan Carl di pelaminan?
Sampul Novel Cinta Kita Sudah Sampai Ujung
8.5
Vanesa akhirnya menyadari pernikahan kontrak lima tahunnya dengan Steven adalah kebohongan besar setelah mengetahui anak yang diasuhnya merupakan anak kandung suaminya dengan wanita lain. Saat sang madu membawa surat cerai di tengah kabar kehamilannya, Vanesa memilih pergi dan mengembalikan anak itu. Mengabaikan masa lalu, ia bangkit menjadi wanita mandiri yang kaya raya. Penyesalan pun datang dari keluarga pencela hingga Steven yang mabuk dan menolak meresmikan perceraian mereka.
Sampul Novel Dendam Seorang Adik
8.6
Kematian tragis Danisa meninggalkan luka batin yang mendalam bagi Amara. Mengetahui sang kakak mengakhiri hidup akibat dikhianati keluarga Pramudya, Amara bersumpah menuntut balas. Berbekal pesona memikat, ia menyusup ke lingkaran mereka untuk menghancurkan reputasi serta kekayaan mantan suami, mertua, hingga ipar kakaknya. Namun, saat rencana penghancuran ini berjalan, muncul perasaan tak terduga yang mengancam misi utamanya. Mampukah Amara tetap menjaga hatinya agar tetap dingin?
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Dunia dokterku hancur saat merawat Evelyn Santoso, pasien VIP yang menangisi tunangannya. Pria di foto itu adalah Bima, suamiku, yang ternyata bernama asli Brama Wijaya, seorang taipan kejam. Saat Brama datang, ia sama sekali tidak mengenaliku. Ia memeluk Evelyn dan membisikkan janji manis yang dulu sering ia katakan padaku. Melalui tatapan matanya yang sangat dingin, Brama menegaskan bahwa pernikahan kami hanyalah sebuah aib rahasia yang harus segera ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel Kehancuran Reputasi Raelynn Harper
8.4
Kyle Blackwood kabur dari pernikahan, menghancurkan reputasi Raelynn Harper. Demi membalas rasa sakit hati, Raelynn nekat mengancam kakak Kyle, Tristan Blackwood, seorang direktur hiburan yang sangat berkuasa. Namun, rencana itu berbalik arah. Tristan yang kaya raya justru memanfaatkan celah ini untuk memaksa Raelynn menikahinya. Kini, Raelynn terjebak dalam pernikahan penuh ambisi dengan Tristan, sosok yang siap menghancurkan harga dirinya.
Sampul Novel Madu Cinta Sang Ceo
8.9
CEO dingin Raja Adiwijaya harus menikahi gadis culun bernama Putri Cantika demi melunasi utang budi pada mendiang ayah Putri. Di tengah tumbuhnya rasa cinta di antara mereka, Tiara yang merupakan cinta pertama Raja mendadak kembali. Terjebak masa lalu, Raja berniat menduakan Putri meski ditentang keras. Terperangkap antara obsesi dan komitmen, Raja memaksa Putri bertahan. Akankah Putri bersedia dimadu dalam pernikahan ini?