APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel I Love You Pak Tua

I Love You Pak Tua

Viona jatuh cinta pada bosnya, Raka, pria berumur 47 tahun. Benih asmara itu tumbuh saat ia menyamar sebagai kekasih sewaan demi membahagiakan ayah Raka yang sedang sakit. Walau cintanya tak berbalas, ia tidak menyerah. Kendala besar muncul saat orang tua Viona menolak keras hubungan beda usia ini karena cemas akan masa depannya. Mereka lalu menjodohkannya dengan Revan, sahabat dekatnya. Kini, Viona harus memilih: terus mengejar Raka atau pasrah pada perjodohan.
Bab
Bagikan

Bab 2

Duk

Tiba-tiba saja Raka mengerem mendadak dan itu membuat Viona terperosok ke depan sehingga keningnya terbentur.

"Aduh, sakit tau, Pak! Kenapa sih harus mengerem mendadak?" Viona mengusap-usap keningnya yang terasa sakit akibat terbentur.

"Coba lihatlah di depan kita itu!" ucap Raka dengan memandang lurus ke depan tanpa melihat Viona.

"Ya Allah … ada kecelakaan. Aduh serem banget itu darahnya kemana-mana!" Viona menutup mulutnya bergidik ngeri melihat darah yang berceceran dimana-mana.

"Kalau takut jangan dilihat!" ucap Raka, yang melihat Viona ketakutan melihat kecelakaan beruntun tepat di depan mobilnya.

"Iya Pak, tapi bisakah kita mundur dan melewati jalan lain saja?" tanya Viona memandang ke arah Raka.

"Lihatlah kebelakang! Apa ada celah untuk kita bisa mundur?" Raka melirik sebentar Viona kemudian ia kembali melihat depan.

Viona menoleh ke belakang melihat deretan mobil yang tengah berhenti.

"Ah, sampai kapan kita harus terjebak di sini? Bisa-bisa kita terlambat sampai proyek!"

"Sudah diamlah dan kalau kamu takut, jangan melihat depan!"

"Iya, Pak!"

Viona menundukkan kepalanya mengambil ponsel dan memainkannya.

Sudah satu jam mereka terjebak macet akibat kecelakaan beruntun di depan mobil Raka.

"Pak, sudah selesai belum?" tanya Viona memandang Raka.

"Belum!"

"Ah, lama sekali," keluh Viona mencebikkan bibirnya kembali memainkan ponselnya.

Raka hanya terdiam menyandarkan kepalanya di kursi mendengar keluhan Viona.

"Pak, kalau kita terjebak di sini sampai jam makan siang, nanti kita bisa terlambat. Belum lagi kita harus meninjau proyek!" ucap Viona berhenti memainkan ponselnya, saat mengingat jadwal meeting nanti siang.

"Tenang saja semua bisa diatasi," jawab Raka dengan santainya.

Dua jam setelah itu, evakuasi kecelakaan beruntun selesai dan semua mobil mulai berjalan normal.

Dengan sedikit menambah kecepatan mobilnya Raka meluncur ke lokasi proyek.

Sesampainya disana, ia disambut oleh manajer proyek pembangunan taman bermain.

Cukup lama Raka meninjau proyek tersebut dan ia begitu puas dengan apa yang dikerjakan oleh bawahannya.

Kini jam makan siang telah tiba dan mereka masih ada di proyek pembangunan taman bermain.

"Maaf Pak, ini sudah jam makan siang kita harus segera ke Cafe xxx sebelum mereka datang," ucap Viona memperingatkan Raka.

"Ya!"

Raka dan Viona meninggalkan lokasi proyek pembangunan taman bermain menuju mobilnya diantar oleh manajer proyek.

Sesampainya di parkiran mereka berdua segera masuk ke dalam mobil. Dengan perlahan Raka mulai menjalankan mobilnya meninggalkan lokasi proyek tersebut.

Sesampainya di jalan yang cukup senggang, Raka melajukan mobil sportnya dengan kecepatan penuh agar cepat sampai dan tidak terlambat.

"Ya Allah Pak, jangan ngebut-ngebut, nanti kita bisa kecelakaan!" Viona ketakutan saat Raka melajukan mobilnya dengan kencang.

"jangan takut, semua akan baik-baik saja," jawab Raka, tanpa mengurangi kecepatan mobilnya.

"Ya Tuhan ... Pak, aku tidak mau mati sebelum menikah. Pelankan mobilnya!" ucap Viona dengan begitu ketakutan.

"Kalau takut pejamkan saja matamu, kita sudah tidak banyak waktu dan mereka pasti sudah datang!"

Viona menganggukkan kepalanya, kemudian menutup matanya dengan kedua tangannya.

Raka semakin menambah kecepatan mobilnya sehingga mobil sportnya itu melaju dengan sangat kencang.

Tidak sampai sepuluh menit mereka sudah ada di parkiran Cafe xxx.

"Buka matamu!"

Dengan pelan Viona melepaskan tangannya yang menutupi wajahnya dan membuka pelan matanya.

"Lain kali kalau naik mobil jangan seperti ini Pak, saya takut, untung jantung saya nggak Cepot!"

"Jangan banyak bicara, ayo turun!" Raka membuka pintu mobilnya kemudian ia keluar.

Viona mengambil berkas-berkas untuk meeting dan laptop serta tasnya, setelah itu barulah ia keluar dari mobil berjalan mengikuti Raka dari belakang.

Sesampainya di dalam Cafe, Raka menghampiri klien-nya yang sudah menunggu bersama sekretarisnya.

"Maaf, Tuan Chen, kami terlambat!" ucap Raka menyalami Chen, klien-nya.

"Tidak masalah, Tuan, kami paham bagaimana kota Jakarta ini!" jawab Chen tersenyum.

"Terima kasih atas pengertiannya!"

"Sama-sama, Tuan. Mari silahkan duduk, Tuan, Nona!" Chen menyuruh Viona dan Raka untuk duduk.

"Terima kasih, Tuan!" jawab Viona dan Raka bersamaan.

Mereka semua duduk dengan santai, setelah memesan minuman Raka mulai meeting-nya.

Hampir tiga jam mereka meeting dan akhirnya semua itu selesai.

"Baiklah Tuan, kami permisi dulu," pamit Chen.

"Silahkan Tuan, terima kasih sudah menyetujui kerjasama kita ini. Semoga semuanya berjalan lancar," ucap Raka dengan menyalami Chen juga sekretarisnya.

"Sama-sama, Tuan, Mari!"

Raka tersenyum menganggukkan kepalanya, setelah itu Chen dan sekretarisnya pergi meninggalkan Cafe tersebut.

Kini hanya tinggal Raka dan Viona saja yang ada di sana.

Krek, krek, krek.

Viona memegang perutnya yang sudah keroncong sambil menggigit bibir bawahnya berharap Raka tidak mendengar.

"Apa kamu lapar?" tanya Raka memandang Viona saat ia mendengar perut sekretarisnya itu berbunyi.

Viona nyengir menganggukkan kepalanya dengan begitu malu.

"Pilihlah makanan yang kamu suka. Sekalian kita makan siang di sini!"

"Baik pak," Viona menganggukkan kepalanya tersenyum.

Setelah memesan makanan kesukaannya masing-masing Raka hanya terdiam dan sibuk dengan ponselnya begitu pula dengan Viona yang sedang sibuk dengan teman-teman di sosial media.

Tidak butuh waktu lama pesanan mereka sudah disajikan dan kini mereka makan dengan diam tanpa adanya pembicaraan apapun.

"Huh, akhirnya kenyang juga!" gumam Viona yang masih bisa didengar oleh Raka.

"Kalau sudah selesai sana bayar di kasir!" perintah Raka.

"Masak saya yang membayar semuanya? Ini kan mahal, pak!" protes Viona.

"Nih!" Raka memberikan kartu kredit miliknya pada Viona.

"Baiklah pak, saya akan membayarnya!" Viona segera mengambil kartu kredit dari tangan Raka dan melangkah menuju kasir.

Usai membayar makanan mereka berdua kembali ke kantor.

Ketika mereka berada dalam lift kantor tiba-tiba saja lift macet dan itu membuat Viona panik apalagi disana hanya ada dirinya dan Raka.

"Pak, kok ini macet? Aduh, bagaimana ini?"

"Jangan panik!" jawab Raka sambil memencet tombol darurat yang ada di lift.

Satu jam sudah mereka terjebak dalam lift sedangkan diluar lift berusaha memperbaiki kerusakan dan mencoba membuka pintu lift.

Kini Viona terduduk di lift dengan keringat bercucuran dan nafasnya mulai sesak karena disana sangat pengap.

Raka yang melihat Viona sesak nafas dan terduduk lemas segera membawanya ke dalam dekapannya.

"Pak, nafas saya sesak," lirih Viona dengan napas yang sudah tidak beraturan.

"Kamu harus tenang jangan panik, semua akan baik-baik saja!"

"Saya tidak kuat pak. Nafas saya sesak sekali."

"Bertahanlah!" ucap Raka mengambil satu berkas yang sudah terlepas dari tangan Viona kemudian ia gunakan untuk mengipasi Viona yang berkeringat dingin.

Viona yang tidak tahan dengan sesak nafasnya akhirnya ia tidak sadarkan diri dalam dekapan Raka.

"Ya Tuhan, dia pingsan! Kenapa mereka ini lama sekali membuka lift ini?!" gerutu Raka.

____

Bersambung...

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ayahku, Penjahat Terbesarku
8.1
Zayden Alaric Veyra, bos kartel Raven sekaligus pebisnis ulung, tak pernah menduga hatinya yang dingin akan terpikat oleh Kaela Seraphine saat mereka bertemu di sebuah pesta. Di balik pesonanya, Kaela memendam misi rahasia untuk melenyapkan sosok Raven. Ketika takdir menjebak keduanya dalam sebuah misi penuh mara bahaya, benih cinta mulai tumbuh. Kini, mereka harus memilih antara mengikuti kata hati atau saling membunuh demi tuntutan dunia hitam yang kejam.
Sampul Novel Biarkan Aku Pergi, Suami CEO-ku yang Sombong
9.1
Demi menyelamatkan bisnis keluarganya, Averie rela mengorbankan segalanya untuk menikah dengan Brayden, meskipun suaminya itu mencintai wanita lain. Saat kejayaan diraih Brayden di Grup Fowler, tragedi justru menimpa Averie yang kehilangan bayinya dan hampir kehilangan nyawa di laut. Trauma berat ini mendorong Averie menuntut perceraian demi menata hidupnya kembali. Namun, Brayden yang kini dipenuhi penyesalan menolak melepaskan Averie dan bersikeras mereka ditakdirkan bersama selamanya.
Sampul Novel CANDU CINTA CEO AROGAN
9.7
Erlan Levin, CEO sukses asal Jakarta, selalu menolak tekanan keluarganya untuk segera membina rumah tangga. Namun, takdirnya berubah drastis setelah ia kedapatan berada di kamar yang sama dengan seorang gadis asing. Demi menutupi rasa malu, Erlan terpaksa menikahi perempuan yang justru sangat disukai oleh keluarganya tersebut. Kini, sang istri harus berjuang keras meluluhkan hati dingin Erlan. Akankah pernikahan paksa ini menumbuhkan cinta, atau ia hanya akan diabaikan selamanya?
Sampul Novel Dalam Pelukan Sang Miliarder
9.7
Demi menyelamatkan panti jompo tempat tinggalnya dari rencana penggusuran, Raissa nekat menemui Arkhan Alvaro, seorang miliarder dingin dan kejam. Namun, Arkhan justru mengajukan syarat tak terduga: panti tersebut akan aman jika Raissa bersedia menjadi miliknya sepenuhnya. Kini, Raissa terjebak dalam dilema besar antara kehormatan diri dan pengorbanan. Hubungan yang diawali dengan paksaan ini pun mulai memicu badai emosi yang mendalam di antara keduanya.
Sampul Novel Forced Marriage
9.2
Pertemuan pertama membuat CEO sukses Joan Arkan Rivenno terpikat pada aktris cantik Liza Nathalia Hope hingga berujung perjodohan. Namun, Liza menolak karena menganggap Joan sebatas kakak dan dirinya telah memiliki kekasih. Penolakan itu justru memicu obsesi Joan yang kian tak terkendali. Akibat tindakan nekat Joan di suatu malam, Liza hamil dan terpaksa menjalani pernikahan tanpa cinta yang dipenuhi kebencian.
Sampul Novel Istriku Janda Kaya
8.4
Ditinggalkan begitu saja oleh sang istri karena masalah keuangan membuat hidup Dimas hancur. Di tengah keputusasaan itu, takdir mempertemukannya dengan Luna di sebuah kelab malam. Luna menawarkan sebuah pernikahan kontrak yang diikat oleh tiga syarat khusus. Namun, saat Dimas baru saja mulai menata kembali lembaran hidup barunya, sang mantan istri tiba-tiba datang kembali untuk mengusik. Akankah masa lalunya ini mampu merusak rumah tangga baru yang ia bangun bersama Luna?