APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel I Love You Pak Tua

I Love You Pak Tua

Viona jatuh cinta pada bosnya, Raka, pria berumur 47 tahun. Benih asmara itu tumbuh saat ia menyamar sebagai kekasih sewaan demi membahagiakan ayah Raka yang sedang sakit. Walau cintanya tak berbalas, ia tidak menyerah. Kendala besar muncul saat orang tua Viona menolak keras hubungan beda usia ini karena cemas akan masa depannya. Mereka lalu menjodohkannya dengan Revan, sahabat dekatnya. Kini, Viona harus memilih: terus mengejar Raka atau pasrah pada perjodohan.
Bab
Bagikan

Bab 3

Raka memandang pintu lift berharap akan segera dibuka, agar ia bisa dengan cepat membawa Viona keluar dari lift tersebut.

Sepuluh menit kemudian, pintu lift terbuka dan para pekerja keamanan juga orang yang bertugas memperbaiki lift masih ada di depan pintu.

"Tuan, cepatlah keluar, lift ini belum sepenuhnya jadi!" perintah petugas keamanan.

"Bawa semua berkas-berkas itu dan juga barang milik Viona! Ingat ini yang pertama dan terakhir kalinya ada lift yang rusak seperti ini!" Raka memperingatkan mereka sambil membopong tubuh Viona dan membawanya ke ruangannya.

Sesampainya di ruangan, Raka menidurkannya Viona di sofa dan memerintah petugas keamanan untuk memanggil dokter.

Sambil menunggu dokter datang, Raka berusaha menyadarkan Viona dengan mengoleskan minyak kayu putih dihidung sekretarisnya itu.

Tok, tok, tok.

"Masuk," perintah Raka yang mendengar pintu ruang kerjanya diketuk dari luar.

Cklek.

Pintu terbuka dan masuklah seorang dokter laki-laki menghampirinya.

"Dok cepat periksalah dia!" perintah Raka pada dokter.

"Memang Nona ini kenapa, Tuan?" tanya dokter sambil mengeluarkan alat medisnya.

Dia sesak nafas dan pingsan ketika kami terjebak dalam lift, Dok!" jelas Raka.

Baru saja Raka menjelaskan kejadian tadi pada dokter, Vionla sudah mulai membuka matanya.

"Nona apa yang Anda rasakan sekarang?" tanya dokter.

"Saya sesak nafas Dok, tapi sekarang sudah mulai lega!" jelas Viona.

"Apa Nona punya penyakit asma?"

"Iya Dok."

"Baiklah Nona, saya akan meresepkan obat asma untuk Anda dan jangan lupa bawa obat asmanya kemanapun Anda pergi, agar disaat asma Nona kambuh dapat segera teratasi," jelas dokter panjang lebar.

"Baik Dok!" jawab Viona menganggukkan kepalanya.

Setelah menuliskan resep untuk Viona dokter laki-laki tersebut segera berpamitan untuk kembali ke rumah sakit.

Usai mengantarkan dokter hingga lobby dan menyuruh pegawainya menebus obat Raka bergegas kembali ke ruang kerjanya, disana ia melihat Viona bersandar di sofa.

"Apa kau baik-baik saja?" tanya Raka sambil duduk di kursi kerjanya.

"Ya, Tuan!" jawab Viona tersenyum tipis.

"Jika kamu sudah tidak sesak nafas pulanglah dulu!" perintah Raka dengan memandang Viona.

"Nanti saja Pak, masih banyak yang harus saya kerjakan," tolak Viona.

"Kamu bisa mengerjakan besok. Jangan sampai kamu Sakit, karena nanti aku akan keteteran jika tidak ada kamu!"

"Baiklah, Pak!" Viona akhirnya menuruti apa yang diperintahkan oleh Raka.

Dengan segera Viona mengemasi barang barangnya, namun sebelum ia sempat berpamitan seorang karyawan wanita telah mengantarkan obat ke ruangan Raka.

"Pak, ini obatnya!"

"Berikan saja pada Viona!"

"Mbak, ini obatnya!"

Terima kasih," ucap Viona tersenyum menerima obat yang diberikan padanya.

"Sama-sama, Mbak!"

Setelah memberikannya pada Viona karyawan wanita tersebut berpamitan pada Raka dan Viona untuk kembali ke ruang kerjanya.

"Pak, saya pulang dulu!" pamit Viona.

"Ya, pulanglah!" jawab Raka menganggukkan kepalanya.

Viona keluar dari uang kerjanya pulang ke rumah.

Tidak lama, setelah Viona pulang ponsel Raka berbunyi dan ternyata yang menelponnya adalah salah satu asisten rumah tangga yang bekerja di rumahnya.

Raka begitu terkejut saat mendengar jika Hermawan dilarikan ke rumah sakit, karena penyakit jantungnya kambuh.

Tanpa mengatakan apapun lagi raga segera menutup ponselnya dan dengan cepat ia meninggalkan kantor menuju rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit, Raka segera menuju ruang IGD.

"Bibi, bagaimana keadaan Daddy?" tanya Raka setelah ia sampai di depan ruang IGD.

"Saya belum tau Den, karena Tuan masih ditangani di dalam," jawab asisten rumah tangga Raka.

"Semoga Daddy baik-baik saja, Bibi," ucap Raka dengan cemas.

"Aamiin."

Raka duduk di depan ruang IGD sedangkan asisten rumah tangga Raka kembali ke rumah untuk mengambil pakaian ganti Raka dan Hermawan.

Setelah dua jam lamanya dokter yang menangani Hermawan keluar dari ruang IGD. Melihat dokter keluar Raka segera menghampirinya.

"Dok, bagaimana keadaan Daddy saya?" tanya Raka dengan khawatir.

"Tuan Hermawan kritis, karena jantungnya sudah mengalami komplikasi."

"Ya Tuhan ... tolong sembuhkan Daddy saya, Dok," pinta Raka.

"Kami pasti akan melakukan yang terbaik untuk Tuan Hermawan. Sekarang kami akan memindahkannya ke ruang ICU agar mendapatkan perawatan secara intensif!"

"Baik, Dok," jawab Raka menganggukkan kepalanya.

Kalau begitu saya permisi."

"Silahkan, Dok!"

Setelah kepergian dokter. Dua suster telah mendorong tempat tidur Hermawan untuk dibawa ke ruang ICU.

"Tuan, mari ikut kami," ajak suster.

"Baik, Sus!"

Raka berjalan di samping tempat tidur Hermawan dengan terus memandang sang ayah yang tengah memejamkan mata dengan wajah yang sangat pucat.

Sesampainya di ruang ICU, Raka hanya boleh menunggu di depan ICU dan tidak boleh ikut masuk sebelum jam besuk tiba.

Raka yang sedang duduk menunggu sambil memejamkan matanya terkejut ketika seorang suster menepuk pundaknya.

"Ada apa Sus?" tanya Raka yang langsung membuka matanya.

"Tuan Hermawan ingin bertemu dan berbicara dengan Anda!"

"Baik, Sus!" jawab Raka dengan menganggukkan kepalanya kemudian ia berdiri dari duduknya.

Raka melangkah masuk diikuti oleh suster dari belakang. Ia duduk di samping Hermawan dengan begitu sedih.

"Raka," panggil Hermawan dengan lemah.

"Iya Dad, aku disini!" jawab Raka dengan memegang tangan Hermawan.

"Raka, lupakanlah Hafifa dan Risna yang sudah menghianatimu! Cobalah untuk membuka hati untuk wanita lain. Sampai kapan kamu akan hidup sendiri seperti ini? Sedangkan usiamu sudah tak lagi muda dan sepantasnya kamu memiliki anak, istri! Daddy mohon tolong carilah pendamping hidup, aku ingin disisa umurku ini memiliki seorang cucu dan menantu!" pinta Hermawan.

Setelah berkata demikian Hermawan memejamkan matanya sudah tidak sadarkan diri. Raka yang melihatnya pingsan, ia pun segera memanggil suster.

Tidak lama setelah Raka memanggil suster, beberapa dokter telah masuk ke dalam ruang ICU dan memeriksa keadaan Hermawan.

"Tuan sebaiknya anda keluar dulu biar dokter bisa menangani beliau," perintah suster.

"Baik Sus!"

Dengan gontai dan perasaan cemas Raka keluar dari ruang ICU.

Diluar ruangan Raka mondar-mandir menunggu kabar dari dokter dengan cemas, karena dari tadi dokter yang memeriksa Hermawan belum juga keluar.

Dua jam kemudian, pintu ruang ICU dibuka dan semua dokter keluar dari sana.

"Dok, bagaimana keadaan Daddy saya?" tanya Raka setelah melihat dokter keluar.

"Semuanya sudah stabil, tapi tolong jangan membebani pikiran beliau. Sebisa mungkin beliau dibuat rileks, agar tidak drop kembali!"

"Baik dok saya mengerti, sekarang apa saya boleh melihat Daddy saya?" tanya Raka dengan penuh harap.

"Biarkan beliau istirahat dulu, nanti kalau sudah dua jam Anda bisa menjenguknya!"

"Baik, Dok!"

"Sekarang kami permisi dulu, Tuan!" pamit dokter.

"Silahkan Dok!"

Setelah berpamitan dokter meninggalkan Raka seorang diri di depan ruang ICU.

Raka menyandarkan tubuhnya ditiang dengan bersedekap dada, sedangkan pikirannya melayang jauh entah kemana.

"Aku tidak mau terjadi apa-apa dengan Daddy. Aku harus menuruti apa yang diinginkannya, tapi aku harus mencari seorang istri dimana? Kekasih saja aku tidak punya?" gumam Raka yang terus berpikir bagaimana caranya mencari seorang wanita untuk menyenangkan hati Hermawan.

____

Bersambung….

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AKU MUNDUR, MAS!
9.1
Sejak tahun pertama, rumah tangga Syafitri dan Guntur tak pernah sepi dari konflik. Sikap Guntur kian memburuk akibat campur tangan serta provokasi dari keluarganya sendiri. Walau telah berusaha bertahan dengan kesabaran penuh, Fitri akhirnya berada di titik jenuh. Ia memilih menyerah dan mundur dari pernikahan yang menyiksa batin ini. Kini, mereka menempuh jalan masing-masing demi menemukan kebahagiaan baru secara terpisah.
Sampul Novel Cahaya Pelangi dari Surga
8.0
Penderitaan Rubby akibat kekejaman ibu tirinya mulai terobati sejak kehadiran Rain, sahabat setia yang mencintainya dengan tulus. Namun, saat perasaan mereka mulai berkembang, Rubby justru dipaksa menikahi Halilintar yang berniat buruk padanya. Di tengah ancaman tersebut, pesona Halilintar tetap berhasil memikat hati Rubby. Kini ia terjebak dilema besar, harus memilih antara kesetiaan Rain atau daya tarik Halilintar untuk sisa hidupnya.
Sampul Novel CEO LEBAY
8.3
Richard tewas usai kalah memperebutkan Claudia. Di akhirat, protesnya atas nasib buruk berbuah kesempatan hidup kedua dari Tuhan. Ia pun bangkit berkat doa tulus seorang gadis, lengkap dengan ingatan masa lalu yang luar biasa. Kini, Richard menguasai banyak bahasa, seni, serta lokasi harta karun. Sembari mengejar Claudia dengan kekayaan barunya, ia mulai bimbang apakah obsesi itu benar atau justru ada cinta lain yang jauh lebih tulus untuknya.
Sampul Novel Gairah Istri Kelima Juragan
9.3
Suami Malini lenyap tanpa jejak, meninggalkan tumpukan utang yang menjeratnya. Di tengah keputusasaan, Juragan Chandrakanta yang bergelimang harta datang menawarkan jalan keluar dengan menjadikannya istri kelima. Sempat menolak dan memilih kerja kasar, Malini akhirnya tak kuasa membendung pesona sang juragan. Lewat daya pikat dan mantra rahasia, ia takluk dalam semalam. Akankah Malini sepenuhnya menyerah pada gairah dan masuk ke lingkaran keluarga Chandrakanta?
Sampul Novel Laksana Senja
7.9
Kehidupan tenang Senja Mahesa sebagai pencinta drama Korea terusik sejak kepindahannya dari Bandung ke Tangerang. Di sekolah barunya, ia dikelilingi para pemuda tampan yang menyeretnya ke dalam berbagai konflik tak terduga. Situasi ini bahkan membuat sang ibu, Utari, merasa sangat cemas. Mampukah Senja bertahan menghadapi lika-liku kehidupan masa SMA yang penuh gejolak ini hingga hari kelulusannya tiba?
Sampul Novel Setelah Talak Tiga
8.1
Secara hukum dan agama, suami yang telah menjatuhkan talak tiga tidak bisa langsung kembali pada istrinya karena ikatan pernikahan mereka telah sepenuhnya putus. Agar pasangan ini dapat rujuk dan membina rumah tangga lagi, ada syarat mutlak yang harus dipenuhi. Sang mantan istri wajib menikah terlebih dahulu dengan laki-laki lain sebagai muhallil. Setelah pernikahan baru tersebut berakhir dengan perceraian, barulah mereka memiliki kesempatan untuk menikah kembali.