APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel I Love You, Om

I Love You, Om

Pasca ditinggal pergi sang ayah tanpa kejelasan, hidup Vina berubah. Mahasiswi ini dititipkan untuk magang di perusahaan milik sahabat ayahnya. Selama tinggal bersama, kedekatan yang terjalin justru memicu perasaan yang tidak biasa. Vina jatuh cinta pada pria berumur 29 tahun itu. Di tengah badai emosi dan perbedaan usia, ia kini dihadapkan pada pilihan sulit: akankah ia tetap bertahan memperjuangkan cintanya, atau memilih melangkah pergi?
Bab
Bagikan

Bab 2

Di rumah megah milik Vina, Gadis itu berlari masuk ke dalam, berteriak memanggil papanya.

"Pa! Pa. Aku keterima!!" ucap Vina, berlari masuk ke dalam kamar papanya, dia tidak melihat siapapun di sana.

"Pa! Papa di mana? Vina ingin bertemu dengan papa... Pa! Kaluarlah."

"Papa di mana? Padahal Vina mau bicara jika Vina diterima magang, pa!!" lanjut Vina semakin khawatir, dia mencari di setiap ruangan kamar papanya itu.

Di setiap sudut ruangan di rumahnya tidak ada siapapun, Vina membuka lemari papanya. Seketika tubuhnya lemas, tersungkur ke lantai dengan tangan memegang pintu lemarinya, "Pa.. Kenapa papa pergi meninggalkan Vina sendiri? Kenapa pa?" Vina menundukkan kepalanya dengan ke dua telapak tangan menempel di lantai, menahan tubuhnya.

"Vina sudah janji akan menjadi anak yang baik. Tapi kenapa Papa pergi meninggalkan Vina.. Vina tinggal dengan siapa, pa? Vina hanya punya papa... " Gadis kecil itu mulai menangis tersedu-sedu.

Hiks.. Hikss.

"Pa!! ..." ucap Vina lirih, tubuhnya semakin lemas seakan lunglai tanpa tulang, ia terjatuh terbaring di lantai, dengan ke adaan tak sadarkan diri.

------------

Vina yang baru tersadar, ia memutar matanya dengan pandangan mata sedikit menyipit melihat kamar yang begitu luas , bernuansa serba putih dan hiasan berwarna emas, dan renda putih melingkar di ranjangnya, kamarnya sangat megah, bahkan lebih besar dari kamarnya.

"Aku di mana?" ucap Vina, menarik tubuhnya, bersandar di kepala ranjang dengan ukiran klasik yang sangat unik.

"Kamu sudah sadar?" ucap lembut seorang wanita membuat Vina mengerutkan keningnya.

"Apa aku di surga? Kenapa ada suara yang mirip dengan mamaku;" gumamnya. Tanpa menatap ke samping.

"Vina!! Kamu sudah sadar?" tanya wanita itu, duduk sembari tangan kanan memegang lengan Vina, membuat Vina tersadar dari lamunannya.

Vina menoleh, seketika mengerutkan dahinya semakin ke dalam, "Eh... Kamu siapa?" tanya Vina, mengernyit tak kenal. "Bukanya aku tadi sudah di surga?" lanjutnya, menarik bibirnya sinis.

"Haha.." wanita itu tertawa. "Apa yang kamu katakan?" lanjutnya.

"Kita sekarang ada di rumah suami aku. Jadi jangan kira kamu sudah meninggal!!" ucap Wanita cantik dengan balutan gaun putih selutut miliknya.

Dia sangat cantik, wajahnya begitu bersih. Sangat beruntung laki-laki yang mendapatkan bidadari seperti dia.

"Kamu sangat cantik, seperti peri surga!!" ucap Vina, dia mencoba menyentuh wajah wanita di depannya dengan samar-samar penuh keraguan.

"Istri siapa?" tanya Vina lirih. Wajahnya mengernyit.

Apa papa menikah lagi? Tapi kenapa dia tidak bilang?

"Apa papa aku menikah lagi? Tapi ini bukan rumahku?" gumam Vina penuh yanda tanya di otaknya, menarik tangannya lagi.

"Dia istri aku, kamu sekarang di rumah aku!!" suara berat serak seorang laki-laki membuat dunia pembicaraan mereka teralih, semua menatap ke sumber suara.

"Om Alex?" ucap Vina terkejut, ke dua alisnya tertaut.

"Jadi om sudah menikah? Dan ini istri om?" tanyanya.

"Iya!! Kami baru menikah." ucap Alex berdiri di samping istrinya, dia mengusap lembut rambut panjang terurai istrinya. Wanita cantik itu mengangkat kepalanya, menatap wajah Alex.

"Oo.."

"Oya, mulai sekarang kamu tinggal di sini, lagian aku tidak mau jika kamu tinggal sendiri di rumah kamu itu!!" ucap istri Alex.

Ternyata Om Alex sudah menikah, aku kira dia masih muda. Hah... Wajah tuanya di balut dengan wajah tampan membuat wajahnya yang tua tak terlihat.

"Vina!" panggil Istri Alex, menepuk lembut bahu Vina.

"Eh.. Iya, tante!" Vina tersenyum ramah. "Oya, nama tante siapa?" lanjutnya.

"Berlina Melinda Carlos" ucap jelas Istri Alex. "Carlos adalah marga keluarga aku,"

"Jadi tante anak dari pendiri perusahaan carlos di bidang perfileman itu?" tanya Vina antusias.

"Iya!! Memangnya kamu mau jadi artis?"

Vina menunduk, menguntupkan bibirnya. "Maunya iya, tante. Tapi sekarang semua sia-sia aku harus menjadi seorang pengusaha juga sana seperti papaku!!" gumamnya lirih.

"Oo.. Ya sudah!!" wanita itu mengusap lembut rambut Vina seperti anaknya sendiri. Meski umur dia hanya berjarak beberapa tahun darinya

"Oya, kamu jadi tinggal di sini?" tanya Berlina.

Vina hanya diam, menimang-nimang penawaran yang Berlina dan Alex. Sebelum membuat keputusan.

"Kamu gak mau tinggal di sini?" tanya istri Alex. Menyentuh pundak kiri Vina.

"Tapi.. Aku gak mau tinggal di sini tante. Takutnya merepotkan kalian. Lebih baik aku cari ayah aku!!" ucap Vina beranjak berdiri, mencoba melangkahkan kakinya pergi. Dengan sigap Alex menghalangi jalan Vina, dia berdiri di depannya. Dia mencoba meraih lengan tangan Vina.

"Ikut aku sekarang!! Ada yang ingin aku katakan padamu," ucap Alex.

Hembusan napas Vina tak bisa terkontrol saat melihat ke dua mata om Alex mampu membiusnya.

Sial perasaan apa ini.. Aku gak mau jadi yang ke dua. Jangan sampai aku suka dengannya. Gumam Vina menggelengkan-gelengkan kepalanya.

Vina berjalan mencari di mana Alex berada, langkahnya terhenti pandangannya tertuju pada om Alex yang duduk sendiri di ruang keluarga.

"Ini dari papa kamu," kata Alex tanpa menatap ke belakang, seakan dia sudah sadar jika Vina datang mendekatinya, dia mengulurkan secarik kertas untuk Vina.

"Mulai sekarang kamu tinggal di sini," lanjutnya.

Ke dua tangan Vina gemetar seketika, tubuhnya terasa kaku setiap dia menggerakkan tangannya membuka secarik kertas yang membuat jantungnya berdegup sangat kencang, perasaan cemas mulai menyelimuti hatinya.

"Lihatlah surat Ini," Alex memberikan secarik kertas pada Vina, tanpa menoleh ke arahnya.

"Apa ini, om?" tanya.

"Baca saja!"

Vina menghela napasnya, dengan ke dua tangan yang masih bergetar, dia membuka secarik kertas itu.

Vina maafkan papa, papa harus pergi meninggalkan kamu. Papa tersandung masalah korupsi Negara. Ada orang yang fitnah papa. Dan sekarang papa ingin pergi menyelesaikan masalah ini secepatnya. Dan aku harap kamu mengerti papa, sekarang aku titipkan kamu pada om Alex, dia yang akan menjaga kamu. Kamu ikutlah kemana dia pergi, aku percayakan kamu padanya.

Papa sayang kamu.

Tunuh Vina lemas seketika, ke dua kakinya gemetar, dengan bibir ikut gemetar ketakutan. Wajah cantiknya terlihat pucat pasi.

"Om... Apa ini mimpi," tanya Vina dengan wajah kosong.

Alex yang sadar jika Vina ketakutan, dia beranjak berdiri memeluk tubuh Vina sangat erat. Mengusap punggung dan kepala belakangnya.

"Kamu tinggalah sama om, dan tante."

Vina merembak, sesegukan.

Deg!

Jantungnya berdetak saat sentuhan lembut jemari tangan laki-laki itu menyentuh kepalanya, baru kali ini Vina merasakan kembali rasa nyaman berada di pelukannya.

Jantungnya seketika tersentuh, dia mengusap ke dua air matanya dengan punggung tangannya. "Tapi om kenapa begitu baik denganku?" ucapnya, membalas pelukan hangat laki-laki itu.

Alex melepaskan pelukannya, memegang ke dua bahu Vina, lalu mengeluarkan sapu tangan di saku celananya.

"Usap air mata, mu. Setelah itu baru bertanya lagi," wajahnya kembali datar, selesai memberikan sapu tangan dia kembali duduk di sofa dengan kaki kanan di tekut di atas kaki kirinya.

Vina hanya diam menatap sapu tangan itu, dia mencium harum parfum wanginya menyeruak masuk dalam penciumannya, terasa sangat jelas di sapu tangan Alex.

Entah kenapa aku merasa nyaman berada di sampingnya? Siapa dia?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Di Balik Penyakit, Ada Cinta yang Mekar
8.5
Keputusan untuk menyembuhkan penyakit stenosis kongenital di rumah sakit diambil demi masa depan bersama Alex Simina. Namun, situasi menjadi canggung saat dokter yang menangani prosedur medis tersebut ternyata adalah teman dekat Alex sendiri. Sang protagonis harus menghadapi rencana perawatan medis tidak biasa yang memicu rasa malu, di mana terapi kesembuhannya menuntut kontak fisik yang sangat intim secara intens, mulai dari sentuhan hingga ciuman yang tidak dapat dihindari demi memulihkan kondisinya.
Sampul Novel HARLEIN
9.8
Sebagai pewaris takhta Kerajaan Fortania, Harlein meyakini cinta tak mengenal kasta. Namun, Anggara Mahesa justru mundur karena merasa status sosial mereka terlalu timpang. Saat Anggara memilih menjauh demi kebaikan bersama, sang putri menuntut perjuangan yang seimbang. Kini, Harlein mulai lelah mengemis perhatian di tengah penolakan yang ada. Sanggupkah ia mempertahankan perasaannya ketika sang kekasih justru memilih untuk menyerah?
Sampul Novel Ipar Tercinta
8.1
Wasiat terakhir sang kakak sebelum mengembuskan napas terakhir menjungkirbalikkan dunia Diraya Paramitha. Di usianya yang masih sangat muda, Dira dituntut mengemban tanggung jawab besar sebagai ibu sambung bagi keponakannya sekaligus istri baru bagi Wira Dharmawan. Pernikahan mendadak ini menguji kedewasaannya. Akankah benih cinta yang tulus tumbuh di antara mereka seiring waktu, ataukah hubungan ini selamanya bertahan hanya demi menunaikan kewajiban terhadap sang anak?
Sampul Novel Makmum Kedua Suamiku Sahabat Baik ku
8.4
Kehidupan Aisyah hancur seketika saat sang suami meminta restu untuk menikahi sahabat karibnya. Demi mempertahankan rumah tangga, ia rela dimadu meski hatinya sangat terluka. Sayangnya, keputusan itu justru membawanya pada penderitaan baru. Suaminya berubah menjadi dingin, kasar, dan enggan memberikan kasih sayang. Di tengah cercaan dan ketidakadilan yang terus menerpa, sanggupkah Aisyah bertahan dalam pernikahan poligami ini?
Sampul Novel Sonia ( Pasangan Jiwa )
8.8
Satu malam intim bersama Hendra menjadi kenangan yang terus membelenggu hidup Sonia. Ketika pria itu tampaknya sudah melupakan segalanya, Sonia justru terjebak dalam rasa rindu yang mendalam selama bertahun-tahun. Meski sadar bahwa perasaan tulusnya tidak terbalas, ia memilih tetap setia menanti dalam sepi tanpa pernah mencari pengganti. Di tengah ketidakpastian ini, mampukah Sonia memenangkan hati Hendra, atau ia ditakdirkan selamanya hidup dalam kesendirian?
Sampul Novel Tahanan di Pelukanmu
8.5
Nicole, mahasiswi berusia 18 tahun, dijebak oleh saudaranya sendiri hingga masuk ke kamar milik Bruno Leone. Akibat malam itu, miliarder dingin yang baru dikhianati tersebut dipaksa ayahnya untuk menikahi Nicole. Bruno yang murka mengira Nicole adalah penipu dan berniat menyiksa hidupnya demi balas dendam. Namun, kebencian itu perlahan terkikis menjadi cinta. Mampukah Nicole memaafkan penderitaan dari Bruno saat sang suami mulai jatuh hati padanya?