APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel I Hate Birthday Party

I Hate Birthday Party

“Aku ingin mencoba seperti apa layanan dari pelacur yang sudah kubayar 3 kali lipat,” ujar pemuda tampan itu dengan ekspresi datar tanpa emosi. Gadis yang menjadi sasaran pembicara hanya berjalan mendekatinya mengelus kejantanan pemuda itu dari luar celana dan menciumi bagian bawah perutnya. Dia berusaha untuk membuat kejantanan pemuda itu mengeras dengan mempermainkan bagian kepalanya. Tapi ternyata tidak ada yang berubah. Tidak ada tanda-tanda benda itu akan bangkit. “Hah! Seperti inikah sentuhan pelacur mahal itu? Aku bahkan tidak bergairah sama sekali!” maki pemuda itu. Tatapannya tajam menatap gadis di hadapannya. Umur mereka hampir sama hanya berbeda beberapa bulan saja. Mereka bahkan berada di sekolah yang sama. “Hentikan permainanmu! Aku muak berada disini!” Dia mendorong tubuh kecil gadis itu dan keluar dari kamar hotel yang sudah di bayar mahal. “Kalau kamu tidak mau tidur denganku, kenapa kamu harus membayarku sebanyak itu?” gumam gadis itu dengan suara pelan. Ekspresinya menampakkan kesedihan yang mendalam. Rasa hancur dari kehidupannya jelas terlihat dari sana. Dia bahkan seperti boneka yang tidak layak hidup lagi. *** “Aku akan mengeluarkanmu dari sana! Tunggu dan lihat saja apa yang akan kulakukan padamu, Tiara!”
Bab
Bagikan

Bab 1

“Ahhhhh … Sebentar lagi …” Desahan dari seorang pria berumur akhir 30-an terdengar di kamar hotel mewah itu.

Tubuhnya bergerak maju mundur dengan cepat di atas seorang gadis muda yang sedang membuka kedua kakinya lebar-lebar. Hanya desahan pelan yang bisa dia keluarkan. Tanda merah sudah memenuhi tubuh bagian atasnya terutama leher dan di dekat buah dadanya.

“Ahh, mendesahlah lagi Baby!!!” perintah pria tua itu.

“Akhhh … Lebih kerashh Dadhh …” Gadis itu menurut. Tangannya meremas seprei di bawahnya erat-erat.

Tidak lama, desahan panjang terdengar. Rasa hangat terasa di bagian dalam gadis itu. Semuanya selesai dan mereka sudah menghabiskan 3 putaran malam ini.

Pria itu membuang bekas kondom ke tempat sampah dan segera memakai bajunya lagi.

“Kau selalu hebat seperti biasanya, bocah!” ucapnya sambil menyeringai senang.

Sedangkan gadis yang sudah digempur habis-habisan hanya bisa tergeletak lemas dengan tubuh telanjang yang tidak ditutup sekalipun dengan selimut.

“Ini bayaranmu malam ini! Kalau kau butuh bantuan, kau boleh menelponku kapan saja,” ujarnya sebelum memberi kecupan ringan di dahi gadis itu dan pergi meninggalkannya dengan uang cash berjuta-juta di samping tubuhnya.

Gadis itu menyeringai tipis sebelum terdengar kekehan pelan tapi kedengarannya seperti tangisan tak terdengar dari gadis itu. Dia sedang meratapi nasibnya yang semakin buruk saja rasanya. Badannya sakit semua tapi dia tetap berusaha untuk duduk, mengambil uang bayarannya dan mulai membersihkan dirinya sendiri.

Di pagi hari, dia harus pergi ke sekolah. Seragam sekolahnya dia kancingkan sampai menutupi lehernya yang berbercak-bercak merah. Hari ini dia memakai stoking hitam dibalik rok pendek sekolahnya.

Tiara Kehl. Nama yang cantik, bukan? Sayangnya kehidupannya tidak secantik namanya. Dia seorang pelacur di usianya yang masih begitu belia. Dan semua orang di sekolahnya sudah tahu itu. Tiara tidak bisa tidak menerimanya, karena itu semua memang fakta. Kenapa dia harus repot-repot mengurusi mereka yang berbicara tentang kebenaran dari kehidupannya. Dan anehnya, pihak sekolah tidak menendang keluar Tiara seolah mereka akan tetap menutup mata kalau tidak ada foto tidak senonoh yang tersebar.

Dan Tiara tidak akan keluar dari sekolah kalau ia tidak ditendang duluan. Alasannya karena dia sudah berjanji untuk lulus SMA pada adik tercintanya. Padahal, adiknya tidak tahu seberapa banyak hal yang sudah dikorbankan kakaknya.

Rasa sakit saat membayangkan adiknya tahu apa pekerjaan yang diambil Tiara untuk membiayai hidup mereka. Tiara mungkin akan memutuskan bunuh diri kalau keluarganya sampai tahu dia menjadi pelacur. Dia tidak bisa membayangkan betapa kecewanya adiknya saat itu terbongkar.

Tapi tidak ada pilihan lagi yang bisa diambil Tiara sampai akhirnya dia mengambil jalan ini. Memangnya siapa yang mau mempekerjakan seorang anak SMA dengan gaji UMR? Ahh, bahkan dengan gaji UMR saja dia tidak bisa membiayai keluarganya. Semuanya akan habis dalams atu hari saja. Belum lagi biaya sekolah swasta adiknya yang mengharuskan dia masuk asrama. Lalu membayar hutang ayahnya dan membayar biaya rumah sakit. Semua tidak cukup dengan uang 3 juta.

Kaki ramping itu mulai memasuki kawasan sekolahnya. Ejekan dan makian dia dengar bahkan jauh sebelum dia memasuki kawasan sekolah.

“Ihh jijik banget harus satu sekolah sama pelacur!” gumaman datang dari sepenjuru sekolah yang melihat kedatangan Tiara.

“Kenapa sih sekolah tidak menendang cewek menjijikkan ini?”

“Gak tau, sampah masyarakat ini membuatku mau muntah!”

“Gak tau malu banget sih! Tubuhnya sudah kotor kayak gitu masih mau sekolah! Menjijikan!”

Tiara menghela nafas panjang. Dia menulikan telinganya dan terus berjalan menuju kelasnya. Dia sudah terbiasa dengan ini.

“Tiara cantik!!!!” Suara heboh datang saat Tiara baru saja mendudukkan pantatnya di bankunya paling ujung. Seorang pemuda tampan hiperaktif datang memasuki kelas Tiara dan segera menduduki tempat duduk kosong di samping Tiara. Bibirnya tersenyum lebar dengan mata berbinar cerah menatap Tiara. Namun mata itu berubah sendi saat melihat bercak merah yang sedikit terlihat dari leher Tiara.

Tiara tidak memperdulikan pemuda itu dan memilih menatap keluar kelas. Dia heran kenapa pemuda itu selalu mengganggunya seperti ini padahal pemuda lain hanya akan mengejek dan menghina tubuhnya. Tapi pemuda ini? Berapa kalipun Tiara mengusirnya, dia tetap mengikutinya.

“Menjauhlah!” gumam Tiara tanpa mau menatap pemuda iu, tapi dia cukup yakin banyak dari mereka yang menatap Tiara tajam penuh dendam. Karena siapa dia sampai pemuda paling tampan di sekolah mengejar-ngejar pelacur sepertinya?

Pemuda itu mengerucutkan bibirnya sebelum melirik meja yang penuh dengan kata-kata kasar membuat pemuda itu mendongak menatap penghuni kelas.

“Siapa yang mencoret-coret bangku, Tiara? Ini sudah termasuk merusak properti sekolah! Siapa yang coret-coret?!” Dia berteriak memarahi penghuni kelas Tiara. Dan mereka hanya bisa diam sambil berbisik-bisik pelan.

“Aku akan mengganti mejanya,” putus pemuda itu.

“Jangan pedulikan aku dan pergilah dari hadapanku,” ucap Tiara lagi bersamaan dengan suara bel masuk yang berdentang kencang.

“Baiklah, aku akan kembali lagi nanti, sampai jumpa Cantik!” Pemuda itu melambaikan tangannya dan pergi keluar kelas.

Detik selanjutnya, para gadis yang mengagumi pemuda itu mendatanginya dengan wajah garang.

“Jadi sekarang kamu menggoda Daniel?!” bentak gadis bernama Lisa yang berada satu kelas dengannya.

“Aku tidak menggoda siapapun,” jawab Tiara dengan datar tanpa emosi.

“Hah! Sejak kapan pelacur mengaku tidak menggoda siapa-siapa?! Kita semua tahu kalau kamu mengincar pria beruang banyak. Dan Daniel adalah anak dari pengusaha terkaya!”

Tiara mengepalkan tangannya. Dihina seperti ini rasanya sakit sekali. Tapi karena sudah terbiasa mendengarnya, Tiara bisa mengendalikan emosinya.

“Aku tidak menggodanya. Dan kalau perlu, tolong suruh dia untuk menjauh dariku. Itu akan membuat kalian tenang, bukan?” balas Tiara lagi.

“Brengsek! Pelacur ini tidak tau diri!” umpat Lisa.

Saat gadis itu hendak mengangkat tangan dan menampar Tiara, dia segera berkata, “Jangan repot-repot memukulku atau tangan kalian mungkin akan ikut kotor.” Suara yang keluar benar-benar dingin dan tajam. Ekspresinya bahkan tidak berubah sejak awal dia masuk ke kelas.

“Ihh, menjijikkan,” balas temannya yang lain.

“Seharusnya aku menyuruh pembunuh bayaran saja untuk membunuhnya!” umpat Lisa sebelum berbalik dan kembali ke tempat duduknya.

‘Itu mungkin lebih baik untukku,’ balas Tiara di dalam hati.

***

“Darimana saja kamu?” Seorang pemuda tampan keturunan Eropa bertanya saat temannya datang dengan wajah tertekuk.

Daniel yang baru datang menatap teman-temannya lesa. Kakinya melangkah memasuki ruangan khusus yang mereka ciptakan untuk nongkrong bersama. Letak tempat itu berada di belakang sekolah dekat gudang. Ini tempat untuk anak-anak kaya seperti mereka. Ada tiga pemuda dan dua gadis. Mereka berpasangan satu sama lain, kecuali Daniel yang masih sendiri.

“Mungkin dia habis mengganggu pelacur itu lagi,” balas pemuda lain yang duduk dengan buku di hadapannya.

“Jaga mulutmu, Damian!” Daniel segera menungkas perkataan kasar temannya. Dia menatap tidak suka temannya.

“Apa yang salah, Daniel? Bukankah itu memang fakta?” heran pemuda yang pertama kali menyapa.

“Dia bukan wanita yang seperti itu, Kevin!” bantah Daniel lagi.

“Kenapa kau begitu yakin, Daniel?” Teman-temannya mengerutkan kening melihat sikap Daniel yang seperti terobsesi pada gadis itu.

“Karena–” Daniel menghentikan perkataannya. Tangannya mengepal di kedua sisi tubuhnya.

“Kau berubah, Daniel. Kenapa dia begitu penting bagimu?” Seorang gadis yang sedang dirangkul Kevin bertanya.

“Dia penting bagiku, kalian hanya tidak mengerti posisinya saat ini,” ujar Daniel sebelum dia memutuskan untuk keluar ruangan meninggalkan teman-temannya.

“Kenapa dia harus menyukai gadis sialan itu?” umpat Kevin.

“Dia jadi jarang nongkrong sama kita,” balas Damian.

“Aku harus memberi gadis itu pelajaran! Lihat saja!”

~2 Be Con~

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Untuk Kakak Iparku
9.1
Kinan mengambil langkah nekat dengan menjadi istri kedua Yuan, kakak iparnya, demi membongkar rahasia mendiang suaminya. Keputusan ini akhirnya mengungkap alasan mengapa mendiang suaminya dahulu selalu mengabaikan dirinya dan jarang pulang ke rumah. Di tengah pencarian jawabannya, Kinan justru menemukan cinta sejati pada diri Yuan. Kini, ia bertekad untuk memiliki anak demi menuntaskan rasa penasarannya, mempertaruhkan segalanya demi satu tujuan besar.
Sampul Novel Dendam Istri Muda
8.7
Duka Lita atas wafatnya sang anak kian perih saat tahu pelakunya adalah Jenni, pengasuh yang dahulu ia bantu. Liciknya, Jenni memanfaatkan momen ini untuk memikat Khalid hingga sukses menjadi istri muda. Di balik aksi itu, tersimpan dendam lama yang ingin Jenni tuntaskan. Kini, di tengah kehancuran rumah tangganya setelah sepuluh tahun bersama, Lita harus melawan musuh dalam selimut. Sanggupkah pernikahan Lita dan Khalid bertahan dari badai pengkhianatan ini?
Sampul Novel Diminta Menjadi Madu
9.7
Kecewa pada suaminya, Ningroem kerap mencurahkan isi hati kepada Ratna, tetangganya. Merasa iba dengan perjuangan hidup Ningroem, Ratna justru memintanya menjadi istri kedua Dani, suaminya. Walau awalnya enggan, Ningroem akhirnya menerima tawaran itu. Saat Ningroem mengandung, persaingan batin mulai membara di antara kedua istri demi merebut hati Dani. Namun setelah kematian Ratna, Dani yang enggan beristri satu berniat menikah lagi. Menolak dimadu kembali, Ningroem pun memilih menjanda.
Sampul Novel Hot Game
9.5
Menyasar pembaca usia 21 tahun ke atas, kisah romansa modern ini menyajikan dinamika hubungan yang sangat intens dan penuh gairah. Alur ceritanya berfokus pada eksplorasi mendalam terhadap sisi emosional sekaligus fisik dari para karakter utamanya. Anda akan diajak menyelami konflik percintaan yang matang dan provokatif. Setiap interaksi di dalamnya dirancang khusus untuk audiens dewasa yang mendambakan sebuah kisah cinta berani dan penuh warna.
Sampul Novel Istriku Mengkhianatiku Dengan Pria Lain
8.4
Pernikahan Zevan yang tampak sempurna selama dua tahun hancur seketika saat perselingkuhan istrinya, Clara, terbongkar. Di tengah amarah dan rasa sakit yang mendalam, ia meluapkan emosinya di dalam kamar yang gelap. Namun saat pagi tiba, Zevan terkejut karena sosok di ranjangnya bukanlah Clara, melainkan Amanda, sang pelayan baru. Kini ia terjebak di antara pengkhianatan sang istri dan kesalahan fatalnya sendiri. Haruskah ia menuntut balas, atau menghadapi kerumitan ini?
Sampul Novel MENJADI ISTRI DADAKAN CEO AROGAN
8.2
Lavendra hancur setelah tahu pernikahannya dengan Daza, CEO yang sangat angkuh, cuma kedok demi harta warisan kakeknya. Kepedihan itu kian perih karena sang suami masih mencintai Lora, kekasihnya. Sempat berniat berjuang demi mewujudkan rumah tangga yang bahagia, usaha Lavendra sia-sia. Kehadiran Lora yang terus mengusik ditambah sikap dingin Daza membuat batinnya lelah. Kini, ia terjebak dalam keputusasaan dan meratapi kenaifannya yang mendambakan cinta sejati.