APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel I Hate Birthday Party

I Hate Birthday Party

Di sebuah kamar hotel mewah, seorang pemuda tampan melontarkan hinaan pedas pada gadis yang telah ia bayar tiga kali lipat. Dengan dingin, ia mempermainkan kepercayaan Tiara—menyentuhnya, menciumnya, namun justru menolaknya saat tubuhnya tak merespons. Rasa malu dan patah hati itu menghancurkan Tiara yang sudah hidup bagai boneka tak layak. Ia hanya bisa bergumam lirih, bertanya mengapa harus dibayar semahal itu jika akhirnya ditolak. Namun di balik tragedi itu, sebuah janji menggema penuh ancaman: "Aku akan mengeluarkanmu dari sana! Tunggu dan lihat saja apa yang akan kulakukan padamu, Tiara!" Sebuah awal dari kisah gelap yang penuh amarah, dendam, dan hasrat yang tak terduga.
Bab
Bagikan

Bab 1

“Ahhhhh … Sebentar lagi …” Desahan dari seorang pria berumur akhir 30-an terdengar di kamar hotel mewah itu.

Tubuhnya bergerak maju mundur dengan cepat di atas seorang gadis muda yang sedang membuka kedua kakinya lebar-lebar. Hanya desahan pelan yang bisa dia keluarkan. Tanda merah sudah memenuhi tubuh bagian atasnya terutama leher dan di dekat buah dadanya.

“Ahh, mendesahlah lagi Baby!!!” perintah pria tua itu.

“Akhhh … Lebih kerashh Dadhh …” Gadis itu menurut. Tangannya meremas seprei di bawahnya erat-erat.

Tidak lama, desahan panjang terdengar. Rasa hangat terasa di bagian dalam gadis itu. Semuanya selesai dan mereka sudah menghabiskan 3 putaran malam ini.

Pria itu membuang bekas kondom ke tempat sampah dan segera memakai bajunya lagi.

“Kau selalu hebat seperti biasanya, bocah!” ucapnya sambil menyeringai senang.

Sedangkan gadis yang sudah digempur habis-habisan hanya bisa tergeletak lemas dengan tubuh telanjang yang tidak ditutup sekalipun dengan selimut.

“Ini bayaranmu malam ini! Kalau kau butuh bantuan, kau boleh menelponku kapan saja,” ujarnya sebelum memberi kecupan ringan di dahi gadis itu dan pergi meninggalkannya dengan uang cash berjuta-juta di samping tubuhnya.

Gadis itu menyeringai tipis sebelum terdengar kekehan pelan tapi kedengarannya seperti tangisan tak terdengar dari gadis itu. Dia sedang meratapi nasibnya yang semakin buruk saja rasanya. Badannya sakit semua tapi dia tetap berusaha untuk duduk, mengambil uang bayarannya dan mulai membersihkan dirinya sendiri.

Di pagi hari, dia harus pergi ke sekolah. Seragam sekolahnya dia kancingkan sampai menutupi lehernya yang berbercak-bercak merah. Hari ini dia memakai stoking hitam dibalik rok pendek sekolahnya.

Tiara Kehl. Nama yang cantik, bukan? Sayangnya kehidupannya tidak secantik namanya. Dia seorang pelacur di usianya yang masih begitu belia. Dan semua orang di sekolahnya sudah tahu itu. Tiara tidak bisa tidak menerimanya, karena itu semua memang fakta. Kenapa dia harus repot-repot mengurusi mereka yang berbicara tentang kebenaran dari kehidupannya. Dan anehnya, pihak sekolah tidak menendang keluar Tiara seolah mereka akan tetap menutup mata kalau tidak ada foto tidak senonoh yang tersebar.

Dan Tiara tidak akan keluar dari sekolah kalau ia tidak ditendang duluan. Alasannya karena dia sudah berjanji untuk lulus SMA pada adik tercintanya. Padahal, adiknya tidak tahu seberapa banyak hal yang sudah dikorbankan kakaknya.

Rasa sakit saat membayangkan adiknya tahu apa pekerjaan yang diambil Tiara untuk membiayai hidup mereka. Tiara mungkin akan memutuskan bunuh diri kalau keluarganya sampai tahu dia menjadi pelacur. Dia tidak bisa membayangkan betapa kecewanya adiknya saat itu terbongkar.

Tapi tidak ada pilihan lagi yang bisa diambil Tiara sampai akhirnya dia mengambil jalan ini. Memangnya siapa yang mau mempekerjakan seorang anak SMA dengan gaji UMR? Ahh, bahkan dengan gaji UMR saja dia tidak bisa membiayai keluarganya. Semuanya akan habis dalams atu hari saja. Belum lagi biaya sekolah swasta adiknya yang mengharuskan dia masuk asrama. Lalu membayar hutang ayahnya dan membayar biaya rumah sakit. Semua tidak cukup dengan uang 3 juta.

Kaki ramping itu mulai memasuki kawasan sekolahnya. Ejekan dan makian dia dengar bahkan jauh sebelum dia memasuki kawasan sekolah.

“Ihh jijik banget harus satu sekolah sama pelacur!” gumaman datang dari sepenjuru sekolah yang melihat kedatangan Tiara.

“Kenapa sih sekolah tidak menendang cewek menjijikkan ini?”

“Gak tau, sampah masyarakat ini membuatku mau muntah!”

“Gak tau malu banget sih! Tubuhnya sudah kotor kayak gitu masih mau sekolah! Menjijikan!”

Tiara menghela nafas panjang. Dia menulikan telinganya dan terus berjalan menuju kelasnya. Dia sudah terbiasa dengan ini.

“Tiara cantik!!!!” Suara heboh datang saat Tiara baru saja mendudukkan pantatnya di bankunya paling ujung. Seorang pemuda tampan hiperaktif datang memasuki kelas Tiara dan segera menduduki tempat duduk kosong di samping Tiara. Bibirnya tersenyum lebar dengan mata berbinar cerah menatap Tiara. Namun mata itu berubah sendi saat melihat bercak merah yang sedikit terlihat dari leher Tiara.

Tiara tidak memperdulikan pemuda itu dan memilih menatap keluar kelas. Dia heran kenapa pemuda itu selalu mengganggunya seperti ini padahal pemuda lain hanya akan mengejek dan menghina tubuhnya. Tapi pemuda ini? Berapa kalipun Tiara mengusirnya, dia tetap mengikutinya.

“Menjauhlah!” gumam Tiara tanpa mau menatap pemuda iu, tapi dia cukup yakin banyak dari mereka yang menatap Tiara tajam penuh dendam. Karena siapa dia sampai pemuda paling tampan di sekolah mengejar-ngejar pelacur sepertinya?

Pemuda itu mengerucutkan bibirnya sebelum melirik meja yang penuh dengan kata-kata kasar membuat pemuda itu mendongak menatap penghuni kelas.

“Siapa yang mencoret-coret bangku, Tiara? Ini sudah termasuk merusak properti sekolah! Siapa yang coret-coret?!” Dia berteriak memarahi penghuni kelas Tiara. Dan mereka hanya bisa diam sambil berbisik-bisik pelan.

“Aku akan mengganti mejanya,” putus pemuda itu.

“Jangan pedulikan aku dan pergilah dari hadapanku,” ucap Tiara lagi bersamaan dengan suara bel masuk yang berdentang kencang.

“Baiklah, aku akan kembali lagi nanti, sampai jumpa Cantik!” Pemuda itu melambaikan tangannya dan pergi keluar kelas.

Detik selanjutnya, para gadis yang mengagumi pemuda itu mendatanginya dengan wajah garang.

“Jadi sekarang kamu menggoda Daniel?!” bentak gadis bernama Lisa yang berada satu kelas dengannya.

“Aku tidak menggoda siapapun,” jawab Tiara dengan datar tanpa emosi.

“Hah! Sejak kapan pelacur mengaku tidak menggoda siapa-siapa?! Kita semua tahu kalau kamu mengincar pria beruang banyak. Dan Daniel adalah anak dari pengusaha terkaya!”

Tiara mengepalkan tangannya. Dihina seperti ini rasanya sakit sekali. Tapi karena sudah terbiasa mendengarnya, Tiara bisa mengendalikan emosinya.

“Aku tidak menggodanya. Dan kalau perlu, tolong suruh dia untuk menjauh dariku. Itu akan membuat kalian tenang, bukan?” balas Tiara lagi.

“Brengsek! Pelacur ini tidak tau diri!” umpat Lisa.

Saat gadis itu hendak mengangkat tangan dan menampar Tiara, dia segera berkata, “Jangan repot-repot memukulku atau tangan kalian mungkin akan ikut kotor.” Suara yang keluar benar-benar dingin dan tajam. Ekspresinya bahkan tidak berubah sejak awal dia masuk ke kelas.

“Ihh, menjijikkan,” balas temannya yang lain.

“Seharusnya aku menyuruh pembunuh bayaran saja untuk membunuhnya!” umpat Lisa sebelum berbalik dan kembali ke tempat duduknya.

‘Itu mungkin lebih baik untukku,’ balas Tiara di dalam hati.

***

“Darimana saja kamu?” Seorang pemuda tampan keturunan Eropa bertanya saat temannya datang dengan wajah tertekuk.

Daniel yang baru datang menatap teman-temannya lesa. Kakinya melangkah memasuki ruangan khusus yang mereka ciptakan untuk nongkrong bersama. Letak tempat itu berada di belakang sekolah dekat gudang. Ini tempat untuk anak-anak kaya seperti mereka. Ada tiga pemuda dan dua gadis. Mereka berpasangan satu sama lain, kecuali Daniel yang masih sendiri.

“Mungkin dia habis mengganggu pelacur itu lagi,” balas pemuda lain yang duduk dengan buku di hadapannya.

“Jaga mulutmu, Damian!” Daniel segera menungkas perkataan kasar temannya. Dia menatap tidak suka temannya.

“Apa yang salah, Daniel? Bukankah itu memang fakta?” heran pemuda yang pertama kali menyapa.

“Dia bukan wanita yang seperti itu, Kevin!” bantah Daniel lagi.

“Kenapa kau begitu yakin, Daniel?” Teman-temannya mengerutkan kening melihat sikap Daniel yang seperti terobsesi pada gadis itu.

“Karena–” Daniel menghentikan perkataannya. Tangannya mengepal di kedua sisi tubuhnya.

“Kau berubah, Daniel. Kenapa dia begitu penting bagimu?” Seorang gadis yang sedang dirangkul Kevin bertanya.

“Dia penting bagiku, kalian hanya tidak mengerti posisinya saat ini,” ujar Daniel sebelum dia memutuskan untuk keluar ruangan meninggalkan teman-temannya.

“Kenapa dia harus menyukai gadis sialan itu?” umpat Kevin.

“Dia jadi jarang nongkrong sama kita,” balas Damian.

“Aku harus memberi gadis itu pelajaran! Lihat saja!”

~2 Be Con~

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Benih Sang Kakak Ipar
9.7
Demi mengatasi masalah keuangan, Gavin memboyong istrinya, Aura, untuk menetap di kediaman sang kakak. Namun, keputusan ini justru menjerumuskan Aura ke dalam pusaran obsesi Adrian Mahendra. Sebagai konglomerat berhati dingin yang sangat berpengaruh, Adrian diam-diam mendamba adik iparnya tersebut. Lewat pengaruh dan taktik liciknya, Adrian mulai menyudutkan Aura, memaksanya goyah di antara komitmen pernikahan dan jerat pesona sang ipar yang kian sulit dihindari.
Sampul Novel Cincin Kawin Berukir Nama Lain
8.6
Tujuh tahun lamanya aku dipaksa menjadi penulis bayangan untuk Zara, adik angkatku, demi menuruti keinginan suamiku, Permadi. Puncak pengkhianatan terjadi saat Permadi merebut penghargaan milikku demi Zara yang sedang mengandung. Kenyataan pahit terungkap ketika aku menemukan nama Zara terukir di cincin kawinku. Sadar hanya dimanfaatkan, aku memalsukan kematian dalam kecelakaan pesawat untuk membalas dendam. Kini, aku siap menghancurkan mereka lewat bukti plagiarisme Zara.
Sampul Novel Kalung Pengkhianatan, Selma Pemenangnya
9.0
Delapan tahun pengabdianku sia-sia karena Zaki selalu mengutamakan Selma, adik angkatnya, hingga rencana pernikahan kami batal dua belas kali. Puncaknya, dia meninggalkanku di altar, dan Selma memakai kalung cinta kami. Aku pun pergi ke Bali untuk bangkit dan sukses menjadi arsitek. Kini, saat aku telah berhasil, Zaki kembali muncul dalam hidupku. Namun, dia datang bukan sebagai kekasih, melainkan pelamar kerja di perusahaan yang kupimpin.
Sampul Novel Kau Curangi Aku
8.4
Maya hancur saat tahu pacarnya berselingkuh dengan Miya, kembaran sendiri. Namun, ia segera beralih menyelidiki rahasia kelam harta keluarga yang diincar sindikat kriminal. Ternyata, adiknya hanya diperalat dalam rencana licik ini. Kini Maya harus bergerak cepat mengungkap otak kejahatan serta motif tersembunyi di balik konspirasi yang mengancam keselamatan seluruh keluarganya.
Sampul Novel Kisah Panas Terapis Laktasi Pria
8.7
Dalam novel Kisah Panas Terapis Laktasi Pria, sebuah sesi terapi medis berubah menjadi momen yang sangat intim. Di atas ranjang luas, seorang pasien wanita harus menanggalkan pakaian atasnya demi menjalani prosedur laktasi. Di bawah instruksi dan sentuhan langsung dari sang terapis pria asing, ketegangan sensoris pun memuncak. Sentuhan fisik yang intens tersebut akhirnya membuat tubuh sang wanita gemetar hingga mengeluarkan cairan laktasi, menguji batas profesionalisme mereka.
Sampul Novel Lebih Baik Kejam daripada Penuh Kasih Sayang
8.9
Shanon mengambil keputusan mengejutkan untuk mengaktifkan proses pelepasan program sistem demi bisa pulang dalam waktu setengah bulan. Meskipun sistem mempertanyakan alasannya pergi meninggalkan suami yang menyayanginya serta putra yang selalu membelanya, Shanon tetap bergeming. Kisah fantasi modern ini menyoroti keraguan Shanon saat menatap televisi ketika kata keluarga diucapkan, mengungkap konflik batin mendalam di balik kehidupan domestik yang terlihat sempurna.