APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel I Fall Endlessly

I Fall Endlessly

Kasih sayang mendalam sebagai ibu memaksa Neva Zetrix mengesampingkan harga dirinya demi melindungi sang anak yang tak berdosa. Setiap hari, ia harus tunduk dan bersikap rendah hati di hadapan Brian Anderson yang sangat dominan. Neva terpaksa bertahan hidup di tengah tekanan batin yang begitu menyiksa. Hubungan yang penuh ketimpangan ini menuntut pengorbanan luar biasa dari Neva, yang rela melakukan apa saja demi keselamatan buah hatinya tercinta.
Bab
Bagikan

Bab 3

Tangisan pilu terus terdengar di sel tahanan bawah tanah milik Brian yang sudah menguarkan bau anyir karena darah yang menggenang seperti menyiram tempat itu.

Neva meratapi nasib Fira yang entah saat ini masih hidup atau tidak. Gadis malang itu telah terbaring tak berdaya di bawah kaki Albert.

Albert sendiri sudah tak sadarkan diri setelah disiksa habis-habisan oleh Brian dan anak buahnya karena tak ingin memberi tahu kode rahasia ruang persenjataan Albert meski diancam menggunakan Fira bersama mayat Doren yang mengeluarkan banyak darah dari kepalanya yang berlubang.

"Fira." Neva bergumam lirih menatap tubuh Fira yang terdapat banyak luka lebam. Mereka memperlakukan Fira seperti binatang. Bahkan binatang pun tak layak diperlakukan seperti itu. Ingin sekali Neva memeluk gadis malang itu dan memberinya perlindungan. Namun, jeruji besi itu menghalanginya. Ia hanya bisa menangis tersedu melihat penderitaan Fira yang seharusnya ada pada dirinya saat ini.

Kepulan asap seperti membantu membuat dadanya sesak. Setelah empat anak buah Brian puas melecehkan tubuh ringkih Fira, mereka kemudian menyulut rokok dan menikmatinya dengan tenang di tepi ruangan.

Neva jijik melihatnya. Mereka bukan lagi binatang, tapi iblis!

Bagaimana orang-orang yang disebut manusia itu bisa berbuat keji pada sesamanya?

Apa mereka pikir mereka lahir dari rahim seekor buaya? Bukankah mereka juga punya wanita yang dipanggil ibu? Apa mereka tidak punya saudara perempuan? Atau bahkan mereka tak punya anak dan istri?

Apa mereka tak berpikir seandainya wanita-wanita tercintanya dilecehkan sedemikian rupa seperti apa yang telah mereka lakukan pada Fira?

Neva tak habis pikir pada orang-orang berhati iblis seperti mereka.

Fira adalah pelayan pribadinya yang ayahnya ambil dari jalanan. Gadis malang itu bekerja sebagai pengemis. Albert merasa kasihan melihatnya lantaran usianya yang hanya terpaut satu tahun lebih tua dari Neva. Mengingatkannya pada gadis kecilnya yang hidup berkecukupan di mansion.

Albert memutuskan untuk membawa Fira ke rumahnya untuk teman bermain Neva. Albert juga menyekolahkannya hingga SMA. Neva menyukai Fira yang bisa menjaganya dan menjadi temannya hingga ia beranjak dewasa. Neva sudah menganggap Fira seperti kakaknya sendiri karena Neva adalah putri semata wayang Albert.

Sedangkan Doren, dulu saat pumuda itu berusia lima belas tahun dan ketahuan mencopet di jalanan, Albert datang menolongnya dari amukan masa dan membawanya ke mansion. Albert juga memberikan pendidikan pada Doren dan membiarkan Doren mengantar Neva ke mana pun gadis itu pergi. Albert begitu mempercayai Doren yang dulunya bekerja sebagai pencopet.

Namun, sekarang inilah balasannya.

Penghianatan Doren menghancurhan Albert dan keluarganya.

Sebuah dering ponsel memecah keheningan di ruangan itu.

Salah satu dari pria itu merogoh saku celananya dan menerima telepon yang baru saja masuk.

"Halo, Bos B."

"Bagaimana? Apakah mereka mau menyerah dan mengatakan apa kodenya?"

"Belum, Bos. Mereka masih memilih bungkam."

"Pastikan mereka tetap hidup sampai mau membuka mulut!" titah Brian agak geram.

"Saya mengerti." Pria yang berumur sekitar hampir tiga puluh tahun itu beranjak untuk melihat keadaan Albert. "Dia masih hidup, Bos."

"Bagaimana dengan putrinya?"

Pria itu berpindah berjongkok di hadapan Fira dan memeriksa keadaannya. "Dia juga masih hidup, Bos. Tapi nadinya berdenyut sangat lemah."

"Jangan biarkan mereka mati begitu saja!"

"Baik, Bos B. Saya mengerti."

Sambungan pun terputus. Pria itu memakai bajunya yang tersampir di kursi. "Kita tinggalkan mereka."

Pria-pria itu keluar meninggalkan ruangan dan dua orang pria lain yang baru masuk menghampiri sel tahanan. "Kalian semua, ikuti aku!" perintahnya dengan nada tegas.

Neva dan para pelayannya hanya pasrah mengikuti langkah pria itu. Mereka dipindahkan ke ruangan lain yang juga gelap dan pengap tapi lantainya lebih bersih daripada tempat yang berceceran darah tadi.

"Tunggu saja giliran kalian bersenang-senang dengan mereka tadi," kekehnya lantas menutup pintu.

Tangis Neva pecah dan tubuhnya merosot ke lantai. Para pelayannya ikut menangis sembari mencoba menenangkan Neva.

"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Neva di sela isakannya. Entah apa yang akan terjadi selanjutnya, hanya ada bayangan buruk dalam benak mereka.

"Hana," panggil Neva pelan.

Pelayan pribadi ibunya dulu itu menatap Neva sendu. Wanita itu sedari tadi hanya diam.

"Apa kamu tahu sesuatu? Siapa orang-orang tadi?" tanya Neva dengan suara parau.

Hana mendekati Neva, gadis yang sudah ia anggap sebagai putrinya sendiri ia peluk dengan hangat.

Neva semakin menangis saat membalas pelukan Hana. "Apa yang terjadi? Kenapa mereka menginginkan kode ruang persenjataan ayah?"

Wanita tiga puluh delapan tahun itu memilih bungkam dan mengusap rambut hitam milik Neva.

"Kau pasti tahu sesuatu, Hana. Katakan!" desak Neva kesal.

"Maafkan saya yang tidak tahu banyak, Nona." Hana melepaskan pelukannya pada Neva dan menggenggam jemari lembut majikannya. "Saya hanya tahu jika Tuan Albert dan Brian Anderson adalah musuh. Lebih tepatnya Brian yang memusuhi Tuan Albert sejak lama."

"Kenapa?"

"Saya tidak tahu, Nona. Mungkin ini sudah berlangsung selama lebih dari sepuluh tahun."

Neva menghela napasnya. "Apa yang akan terjadi pada kita?" tanya Neva frustrasi. "Bagaimana keadaan ayah dan Fira? Ini semua salahku."

"Nona ...."

"Kenapa juga aku hanya berdiam diri saat melihat Fira disiksa atas namaku?!" Neva mengusap wajahnya gusar. "Aku akan mengaku pada mereka."

"Nona." Hana kembali memeluk Neva. "Tuan Albert dan Fira menaruhkan hidup mereka untuk melindungi Anda. Kami semua juga ditugaskan untuk melindungi Anda. Anda tidak boleh membiarkan pengorbanan Tuan Albert dan Fira sia-sia, Nona."

"Hana, apa kamu ingin kalian semua menderita di sini? Jika aku mengaku, mungkin saja mereka mau bernegosiasi melepaskan kalian. Setidaknya, kita tidak boleh semuanya menjadi korban." Neva bersikeras. Ia melepaskan pelukan Hana dan langsung berdiri.

Hana segera menghentikannya. "Nona, apakah Anda percaya Brian adalah orang yang sebaik itu? Mengaku atau tidak, kita semua tidak akan dibebaskan. Tapi jika Anda mengaku, Anda akan menerima siksaan yang keji. Tidak peduli jika Anda benar-benar tidak tahu kode ruang penyimpanan senjata rahasia, mereka akan memaksa Anda untuk tahu." Hana meremas jemari Neva agar lebih tenang.

"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang? Orang-orang ayah sudah mati di mansion. Mereka tidak menyisakan satu laki-laki pun hidup di sana!" Neva menyugar rambutnya ke belakang dengan putus asa.

Semua orang menjadi diam.

"Hana, maafkan aku. Aku sudah memutuskan. Kita tidak boleh hanya berdiam diri dan menunggu kematian!"

"Nona!"

"Aku tidak ingin kalian mati di sini!" bentak Neva hilang kendali.

Semua pelayan langsung berlutut di hadapan Neva, termasuk Hana. Wanita paruh baya itu berkata, "Nona, kami mohon padamu."

"Maafkan aku, aku tidak bisa."

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tidak Butuh Belas Kasihanmu!
9.2
Pasca diceraikan karena melahirkan anak yang sakit-sakitan, Kania berjuang mati-matian demi Arka, putranya yang kini kritis di ICU. Di tengah perjuangan itu, mantan mertuanya justru terus merintangi pengobatan sang cucu. Namun, saat dunia terasa begitu kejam menghimpitnya, sebuah peristiwa tidak terduga terjadi dan memaksa Bagas menghadapi kenyataan pahit yang selama ini ia hindari. Kania pun membuktikan bahwa ia mampu berdiri tegak tanpa butuh belas kasihan.
Sampul Novel Balas Dendam Putri Konglomerat
8.2
Kehidupan Aluna hancur saat memergoki suaminya, Dian, mendampingi Ratnasari di rumah sakit ketika ia tengah berjuang menjalani program bayi tabung. Penderitaan Aluna memuncak saat ia dikurung dan dipaksa menggugurkan kandungannya lewat sabotase obat. Usai kehilangan bayinya dan diusir, identitas asli Aluna sebagai putri konglomerat media yang hilang akhirnya terungkap. Sang pewaris kini kembali untuk menuntut balas pada semua orang yang telah menghancurkan hidupnya.
Sampul Novel Melodi Curian, Cinta Dikhianati
8.2
Karya musik yang kutulis selama tiga tahun dicuri oleh tunanganku, Bima, dan adikku, Bianca. Pengkhianatan mereka direstui oleh orang tuaku sendiri demi ambisi keluarga. Bakatku diperas, perasaanku diabaikan, bahkan janin di rahimku dianggap alat untuk mengendalikanku. Di tengah kepura-puraan kasih sayang Bima, aku akhirnya memilih mengambil langkah drastis untuk mengakhiri semua penderitaan ini.
Sampul Novel My Husband Is My CEO
7.9
Aghata sangat terpukul saat kekasihnya memilih bertunangan dengan seorang pegawai biasa. Didorong obsesi besar, ia mencoba mendekat demi menegaskan bahwa pria itu hanya miliknya. Meski penolakan keras yang ia terima hingga membuatnya menangis pilu karena merasa dicampakkan demi wanita kelas bawah, Aghata tidak menyerah. Ketegangan pun memuncak ketika ia nekat menggoda kembali sang pujaan hati di tengah penolakan yang begitu dingin.
Sampul Novel Pelarian Manisnya dari Kekacauan
9.2
Kehidupan Adelia Putri sebagai istri idaman Baskara Wijoyo runtuh seketika setelah ia menyaksikan sang suami berselingkuh dengan Jovita, anak eks asisten rumah tangga mereka. Alih-alih mendapat keadilan, Adelia malah dicap terlalu sensitif dan dipaksa tinggal satu atap dengan Jovita. Puncaknya, Jovita mempermalukannya di sebuah pesta, memicu reaksi keras dari Adelia. Akibatnya, Baskara mengusirnya. Didampingi Alex, sahabatnya, Adelia kini menggugat cerai dan pergi selamanya.
Sampul Novel Pernikahan Piutang Berujung Cinta
9.1
Hidup Acasha hancur setelah memergoki kekasihnya berselingkuh di tengah jeratan utang miliaran rupiah sang ibu. Demi melunasi beban itu, ia terpaksa bekerja sebagai LC dan menjalani realita kelam hingga berulang kali menggugurkan kandungan. Titik balik muncul saat Lucas menawarkan bantuan pelunasan utang dengan satu syarat berat. Namun, di tengah perjuangan barunya, Deryl kembali hadir dan terkejut melihat perubahan drastis pada diri Aca yang kini telah sangat berbeda.