APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel I Choose The Villain Crown Prince

I Choose The Villain Crown Prince

Seorang pembunuh bayaran terlahir kembali sebagai Athea Dominic, putri bangsawan klan Api yang dibenci. Usai tewas tragis akibat mencintai Pangeran Alexander di masa lalu, ia bangkit menjadi prajurit elite demi membalas dendam atas pembantaian keluarganya. Athea lalu bersekutu dengan Azrael, sosok misterius yang merupakan Putra Mahkota Klan Api. Bersama-sama, mereka berjuang merebut takhta dari pangeran kejam itu demi menuntut keadilan bagi klan mereka.
Bab
Bagikan

Bab 2

Dengan ingatan yang muncul bertahap di kepalanya, akhirnya Athea kecil berhasil membawa si anak laki-laki ke kamarnya. Ia langsung mencabut anak panah itu dengan sekuat tenaga sebelum akhirnya membiarkan anak laki-laki itu jatuh ke ranjangnya. Sejenak, jiwa dari abad 21-nya berdecak kagum melihat ornamen dan arsitektur bangunan ini. Terlebih ketika melihat perabotan yang didominasi warna perak dan emas.

Sangat mewah.

"Astaga, Archel! Sadarlah!" Athea kecil menampar dirinya sendiri.

Ia langsung bergegas mencari-cari kotak obat di seluruh laci almari. Setelah beberapa saat mencari, ia segera kembali ke ranjang. Ia mendaratkan tubuhnya di sisi ranjang, membiarkan si anak laki-laki dengan posisi terlungkup.

Tanpa pikir panjang, ia langsung menggunting baju si anak laki-laki, membiarkan punggung polos yang tampak dipenuhi darah itu terpampang nyata. Athea kecil buru-buru mengambil air untuk membersihkan luka bekas panah itu. Ia melakukannya dengan cepat sebelum darah si anak laki-laki semakin banyak yang keluar. Lantas, Athea kecil segera menaburkan obat bubuk pada lukanya, lalu membalutnya dengan kain kasa, melingkar sampai ke dada.

Bukan hal sulit, itu adalah sebagian dari pekerjaannya dulu di abad 21. Selesai mengobati luka si anak laki-laki, Athea kecil segera membaringkan anak itu ke ranjang dengan bertelanjang dada. Tidak benar-benar dalam telanjang dada karena sebagian dadanya tertutup lapisan kain kasa yang ia gunakan untuk menahan luka.

Setelah membereskan kotak obat dan membuang pakaian si anak laki-laki ke bak sampah, Athea kecil segera membersihkan diri karena tubuhnya sangat kotor. Namun, ia lupa membawa handuk. Walhasil, ia pun berjalan dengan tubuh polos keluar dari kamar mandi.

Lagipula, anak laki-laki itu masih tak sadarkan diri, pikirnya.

Athea dengan tubuh polos berdiri dengan sangat percaya diri di depan lemari pakaiannya yang sangat banyak. Tanpa berlama-lama, ia segera memilih satu setelan pakaian dress yang paling sederhana. Tidak ada celana di dalam sini, kecuali dalaman. Jadi, dengan sangat terpaksa ia harus menggunakan pakaian yang menurutnya sangat aneh.

Gadis kecil itu mulai memakai pakaiannya. Awalnya, tidak ada masalah, sampai tiba di mana Athea hendak menaikkan resleting di bagian punggungnya. Tangan mungilnya kesusahan menjangkau resleting yang tadi ia turunkan terlalu ke bawah sehingga sulit terjangkau.

Di saat ia kesulitan itu, tiba-tiba ia merasakan sebuah pergerakan dan sentuhan samar menerpa kulit punggungnya. Athea diam membeku ketika tatapannya refleks menghadap kaca di depannya. Bukan kaget dengan penampilan barunya yang tampak sangat feminim dan tubuh gadis kecil yang sangat cantik ini. Namun, karena kehadiran seorang anak laki-laki yang tampak membantunya menaikkan resleting dari belakang. Anak laki-laki yang lebih tinggi nyaris tiga puluh senti darinya.

Tatapan penuh keterkejutan Athea dan si anak laki-laki jatuh pada bayangan mereka. Kedua mata mereka berserobok untuk beberapa saat sebelum akhirnya kedua mata Athea terpejam erat dan gadis itu menarik napas panjang sebelum akhirnya mengeluarkan suara melengking yang memekakkan telinga.

"Aaa ...!!!"

Teriakannya itu membuat si anak laki-laki terkejut, lantas merasa waspada dan segera membungkam mulut Athea. Wajahnya tampak panik, seolah ada sesuatu yang sangat ia takuti di sini.

Athea yang mulutnya dibekap oleh telapak tangan si anak laki-laki lantas terpaksa diam. Ia berusaha menatap wajah anak itu dari ujung matanya. Ya, meski anak itu bertubuh sangat tinggi, sebenarnya menghindar dari cekalannya bukan hal sulit. Hanya saja, Athea kecil memilih diam karena mendengar suara langkah kaki mendekat dari arah luar pintu.

Si anak laki-laki berdecak, tatapannya tampak kesal ke arah pintu. Ia kembali menatap Athea.

"Bagus, kau membuat para penjaga datang kemari." Anak itu melepaskan bekapannya dari mulut Athea.

Athea menatap ke arah pintu dengan heran. "Penjaga?"

"Hah, bagaimana pun juga. Aku berterimakasih kau telah menyelamatkanku."

Athea menatap si anak laki-laki. Ia mengendikkan bahu acuh. "Tidak masalah, anak kecil. Ini impas. Kau membukakan tali yang mengikatku dan aku hanya membalas bantuanmu."

Kedua mata si anak laki-laki menyipit. "Aku empat tahun lebih tua darimu, anak bayi." Dia menegaskan dua kata terakhir untuk menyindir Athea.

Lantas Athea terkekeh. Dia wanita dewasa yang tidak perlu berdebat dengan anak kecil yang usianya entah sudah memasuki sepuluh tahun atau belum itu. Dia sudah tidak kekanakan.

"Baiklah, intinya kita impas. Kejadian barusan, harus kita lupakan, oke?"

"Baiklah."

Percakapan mereka terinterupsi oleh bunyi bunyi gagang pintu yang berusaha dibuka paksa dari luar. Terdengar pula gedoran setelahnya.

"Nona Athea, apakah Anda di dalam?"

Athea hendak berjalan mendekati pintu. Namun, langkahnya terhenti tatkala sebuah cekalan tangan menahan langkahnya. Anak laki-laki itu sengaja menghempas tubuh Athea agar mendekat padanya.

"Aku akan menjadikanmu ratuku, Nona Athea. Aku janji," ucap si anak laki-laki yang tiba-tiba mengecup bibir mungil Athea.

Kecupan itu hanya sekilas. Namun, tubuh Athea mematung beku sampai beberapa detik setelahnya. Wajah Athea bahkan sudah berubah memerah layaknya tomat bersamaan dengan kedua pipinya yang seperti terbakar.

Hei!

Seumur hidup sebagai Athea kecil atau pun Archel, ini adalah kali pertama baginya mendapatkan ciuman di bibir!

Anak laki-laki itu malah langsung beranjak setelah mencium Athea dan membuat wanita dewasa yang terjebak dalam tubuh anak kecil itu diam membatu.

"Aku akan mencuci spreimu dan kau alihkan perhatian prajurit itu, mengerti?"

Si anak laki-laki membawa sprei Athea yang terkena noda darahnya ke kamar mandi. Langkahnya begitu santai seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Bahkan, meski Athea belum benar-benar menguasai kesadarannya, anak laki-laki itu masih sempatnya mengecup pipi Athea ketika anak laki-laki itu menghentikan langkahnya sejenak.

Ia harus menundukkan wajah untuk menatap Athea yang bertubuh sangat mungil. Senyum culas juga muncul di wajahnya dan hei! Athea baru sadar jika anak laki-laki itu masih belum mengenakan baju atasan!

Namun, aneh juga jika anak itu hanya berusia hanya empat tahun di atasnya, tapi sudah memiliki tulang dan otot yang kokoh di tubuhnya. Hal itu membuat kening Athea mengernyit menamatkan bentuk tubuh si anak laki-laki yang hampir seperti anak remaja.

Si anak laki-laki yang mengikuti arah pandang sepasang mata lucu itu kembali tersenyum culas. Ia tahu apa yang dipikirkan otak kecil Athea meski wajahnya tampak polos.

"Aku jamin, tubuh ini akan jauh lebih menggoda nanti. Dan aku juga akan menunggu si papan tripleks ini, apakah juga mampu membuatku tergoda." Anak laki-laki itu menatap dada Athea dengan ejekan.

Setelah berceletuk demikian, si anak laki-laki pergi ke kamar mandi dan tak lupa mengunci pintunya. Athea baru tersadar, dan ia refleks menutup dadanya dengan telapak tangan.

"Anak sialan!"

Atensi Athea kembali terpusat pada pintu kamarnya yang masih digedor. Ia mendengkus sejenak seraya meruntuki dirinya sendiri.

"Jaga pikiranmu, Archel. Kau sudah nyaris tiga puluh tahun dan anak itu hanya bocah ingusan yang bahkan belum berusia sepuluh tahun. Kau bukan pedofil. Kau hanya pembunuh bayaran." Athea menggumamkan kalimat itu terus menerus.

Sampai ia membuka pintu dan mendapati beberapa prajurit di sana. Dengan tenang Athea berkata, "Kalian tahu, aku baik-baik saja. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tadi itu aku berteriak karena terkejut."

"Nona Athea, Anda telah melanggar hukuman dan Anda harus diberi pelajaran."

Loh?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel TABIB CANTIK DARI MASA DEPAN KESAYANGAN PANGERAN DARI MASA LALU
8.4
Ahli bedah plastik masa depan, Virgolin Asteria, diculik ke dimensi lain oleh sosok misterius. Di bawah ancaman maut, ia dipaksa menggunakan keahlian medisnya demi menyelamatkan sang Ratu. Namun, saat gerbang untuk pulang akhirnya terbuka, Virgolin justru dihadapkan pada dilema batin yang berat. Benih cinta telah tumbuh di hatinya untuk sang penculik, Pangeran Pisceso Helios. Kini, ia harus memilih antara kembali ke keluarganya atau menetap di dunia asing itu demi sang pujaan hati.
Sampul Novel BRIDE OF THE MAFIA
8.1
Vicenzo, bos mafia kejam yang menguasai Milan, mendadak lenyap setelah misinya gagal. Bertahun-tahun berlalu, ia kembali untuk mencari Jill, seniman tunanetra yang kehilangan penglihatan akibat peluru nyasarnya. Pertemuan tak terduga di kota kecil membawa mereka masuk dalam pusaran cinta sekaligus dendam. Sembari melindungi Jill dari incaran musuh lama, Vicenzo harus menghadapi masa lalunya demi penebusan, sementara Jill berjuang memaafkan pria tersebut.
Sampul Novel Dendam Seorang Pelacur
8.3
Felisha membuktikan ketangguhan seorang wanita yang terluka. Demi membalas kematian tragis orang tuanya, ia bersama adiknya, Shasya, nekat bergabung dengan agensi elite, The Angel. Menyamar sebagai wanita panggilan kelas atas, kakak beradik ini rela masuk ke dunia prostitusi demi melacak sang pembunuh. Di tengah bahaya yang mengancam nyawa, mereka mempertaruhkan segalanya untuk mengungkap kebenaran sekaligus menuntaskan dendam yang selama ini terpendam.
Sampul Novel Dokter Iblis Yang Tak Tertandingi
9.4
Wasiat terakhir sang guru setelah wafat membuat Zhao Erhu terkejut. Ia diutus turun gunung untuk mencari tujuh kakak seperguruan dengan misi yang tidak biasa. Demi menyelamatkan nyawa mereka dari bahaya besar yang mengancam, Erhu harus meniduri ketujuh wanita tersebut. Meski instruksi aneh ini terdengar sangat membingungkan bagi semua orang, sang guru menegaskan bahwa hubungan intim itu adalah satu-satunya jalan keluar untuk bertahan hidup.
Sampul Novel KUNYIT DARI SARANJANA
8.2
Lawen, pemuda Dayak Bakumpai, kini menjadi buronan paling dicari di kota gaib Saranjana. Tanpa tahu apa kesalahannya, ia terus diburu oleh Panglima tertinggi kerajaan. Ancaman bagi nyawanya kian nyata setelah Raja Saranjana menggelar sayembara besar. Siapa pun yang berhasil menangkap Lawen dijanjikan hadiah luar biasa, mulai dari separuh wilayah kekuasaan hingga takhta untuk menikahi sang putri raja. Lawen harus berjuang bertahan hidup di tengah kepungan seluruh isi kota.
Sampul Novel Negeri Ini Dikuasai Mafia
8.6
Kemiskinan masa lalu memicu dendam mendalam pada diri Basudo. Tumbuh dewasa, ia memilih jalan kegelapan demi membalas rasa sakitnya. Sebagai raja mafia yang haus kekuasaan dan kendali ekonomi, ia tak segan melenyapkan siapa pun yang menghalangi. Namun, kekejaman tanpa ampun ini melahirkan perlawanan baru. Defian dan Telma, dua sosok pemberani, kini muncul dan siap mempertaruhkan hidup mereka demi menghentikan dominasi kejam Basudo beserta kelompoknya.