APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel I am always waiting for you (I'm fine 2)

I am always waiting for you (I'm fine 2)

Kepergian Ara Valeria tanpa kabar demi mengobati HIV yang dideritanya membuat Aldy Fathee, CEO arogan Fathee Grup, tumbuh menjadi sosok yang kian kejam. Takdir kembali mempertemukan mereka dalam sebuah proyek besar saat Aldy telah bertunangan dengan Melly. Meski Aldy mencoba mendekat, Ara kini bersikap sangat dingin. Setelah kecelakaan menimpa Ara, Aldy bertekad membongkar rahasia di balik sikap dinginnya itu. Akankah cinta mereka bersatu kembali?
Bab
Bagikan

Bab 1

Setelah kepergian Ara Valeria Atmaja dari kehidupan Aldy Fathee, sejak saat itu dunia seakan berubah.

Sifat Aldy yang tak terlalu dingin kini sangat dingin, tak tersentuh. Tak ada yang berani melawannya, atau pun memaksanya dalam berkehendak.

Hidup Aldy layaknya mayat hidup, ia tak ada semangat dalam menjalaninya. Yang ia lakukan berangkat bekerja di pagi hari, meeting jika ada jadwal, makan jika perutnya lapar, dan pulang ketika jam pulang. Tak ada hal istimewa dalam hidupnya.

Seprti saat ini, Aldy sedang membaca email masuk. Hingga suara pintu terketuk oleh orang diluar sana.

Aldy mendongakkan kepalanya. "Masuk," katanya singkat.

"Selamat pagi pak," ucap salah satu karyawan, sambil membawa secangkir kopi yang Aldy minta.

"Hmm," jawab Aldy dengan gumaman.

Sang ob pun mengerti, ia sudah biasa mendengar menjawab singkat seperti itu dari bosnya.

Aldy menyandarkan punggungnya, ia mengeluarkan sebuah foto dan DVD dari laci mejanya. Aldy menatap foto wanita itu dengan pandangan yang tak bisa di artikan. "Kau dimana?"

Aldy memejamkan matanya, ia menghidupkan DVD, yang menggambarkan seorang wanita cantik yang tersenyum hangat ke arahnya.

"Hai Kak.

Kalo Kakak udan nontonton Vidio ini itu artinya Ara udah pergi. Ara pergi jauh Kak, Ara juga gak tau kapan Ara kembali, tapi, Ara janji akan kembali, entah itu dalam keadaan bernafas, atau terkulai lemas.

Saat itu tiba, Ara mau melihat Kakak bahagia, bersama wanita yang jauh lebih sempurna dari Ara, memiliki anak yang akan memanggil Ara Tante.

Dan jika sebaliknya, Ara mau Kakak, datang kepemakaman Ara, dengan pasangan Kakak.

Ara sayang sama Kakak. Ara tau Kakak akan beranggapan Ara bohong karna ninggalin Kakak, tapi ini juga nyakitin Ara Kak.

Bohong kalo Ara gak sedih ninggalin Kakak, bohong kalo Ara bisa hidup nyaman tanpa Kakak, semuanya bohong, tapi semua ini Ara lakukan demi Kakak, demi masa depan Kakak.

Ara harap Kakak mengerti dengan keputusan Ara. Ara gak mau jadi wanita egois hanya demi kebahagiaan Ara Kak. Kakak berhak bahagia, Kakak berhak hidup nyaman dengan wanita yang lebih sempurna dari Ara.

Terima kasih sudah mau menjadi teman kecil, Guru, pendengar, pelindung, dan kekasih Ara.

Ara mencintai Kakak, I love you sayang."

Aldy men push vidio Ara, ia menutup matanya. Perasaannya tetap sakit ketika menonton DVD itu, tapi kenapa DVD itu seakan menyuruhnya untuk menontonnya disetiap harinya.

Aldi bangkit dari duduknya, sebelum pergi ia meminum kopinya. "Kau lihat Ara? Kakak, meminum kopi. Apa kau tak mau kembali untuk melarang kakak? Kau jahat, meninggalkan kakak, dengan perasaan yang belum tuntas," ucap Aldy lalu melemparkan gelas ke lantai dengan sangat keras, lalu pergi meninggalkan ruangan.

Aldy pergi menuju apartemennya yang dulu. Tempat dimana dirinya dan Ara bercanda, dan mendengarkan tangisan Ara.

Lebay, silahkan beri nilai Aldy seperti itu. Aldy tak peduli dengan penilaian orang, yang ia butuhkan Ara-nya kembali.

Aldy berjalan kearah kasurnya, dimana Ara pernah berbaring disana, dan dirinya yang dirawat Ara ketika sakit.

Meskipun kenangan itu sudah sembilan tahun lamanya, Aldy tetap tak bisa melupakan kejadian dirinya dan Ara.

Lamuanan Aldy terhenti ketika suara telepon berbunyi.

"Apa?" tanya Aldy memotong pembicaraan Alfa yang mengoceh.

"Ada meeting hari ini. Lo dimana kak?" tanya Alfa berteriak.

"Apartemen," jawab Aldy singkat.

"Udahlah kak, lo gak inget sama permintaan Ara. Lo harus bahagia kak, lo harus terus jalanin hidup lo, layaknya."

Aldy langsung memotong pembicaraan Alfa. "Gue balik," ucapnya lalu mematikan ponselnya sepihak.

Aldy yakini. Alfa pasti sudah mengumpatinya karena mematikan ponsel sebelum ucapannya selsai. Aldy tak perduli hal itu, ia tak suka ada orang yang menyuruhnya melupakan Ara. Ia lebih baik membujang seumur hidup, dari pada membuka hati kepada wanita lain.

Sesampainya di kantor, Aldy sudah di tunggu oleh beberapa karyawan, dan Alfa disana. "Siang," sapa Aldy kepada semuanya. Jangan lupakan wajah datar layaknya tembok selalu Aldy tampakkan.

Melihat hal itu, Alfa hanya bernafas panjang. Sembilan tahun sudah berlalu, tapi kenapa Aldy seakan baru kemarin kehilangan Ara. Meskipun tak seburuk dulu, tapi. Sudahlah, cinta memang bisa mengubah segalanya dengan singkat.

Tiga puluh menit berlalu, Aldy kembali ruangannya yang sudah dibersihkan oleh ob. Ia kembali menyalakan laptopnya, untuk meneruskan pekerjaannya yang tertunda.

Tiba-tiba seorang pria masuk kedalam ruangannya, tanpa salam atau pun mengetuk pintu. Pria itu Alfa yang membawa berkas yang harus Aldy tanda tangani.

"Lo masih mencintai Ara kan?" tanya Alfa sambil menyandarkan punggungnya di kursi depan Aldy.

"Hmm," jawab Aldy.

"Kalo Ara tau lo kayak gini, Ara bisa benci lo kak, Ara mau lo bahagia."

"Pergi," usir Aldy.

"Kak, gue gak mau lo kayak gini terus. Lo tau kayak apa?" tanya Alfa memberi jeda.

"Stop Alfa, pergi!" usir Aldy dengan nada penuh penekanan.

"Lo kayak mayat hidup kak. Gue tau, gue gak pernah ngerasain hal kayak lo, tapi tolong berdamai dengan perasaan lo."

Aldy menggebrak meja. Ia bangun dari duduknya, sambil menunjuk pintu keluar. "PERGI!"

Lagi-lagi Alfa diusir karena menasehati Aldy. Namun, ia tak akan pernah lelah, ia tak mau melihat kakak, satu-satunya menjalani hidup sia-sia.

Aldy pulang kerumah. Seperti biasa ia langsung menuju kamar, jika keponakan pertamanya tak menyapanya.

"Om Aldy," teriak Abel (putri pertama Alfa) dia memang selalu menyapa Aldy ketika pulang dari kantor.

Aldy menghentikan langkahnya lalu menatap Abel. "Apa?"

"Om, jangan kayak gitu mukanya, udah kayak baju gak disetrika setaun aja," jawab Abel, supaya Aldy tertawa.

"Ada apa?" tanya Aldy lagi.

"Om Abel nyuruh temen Abel Dateng, terus Abel beli eskrim, mama papa, gak tau kemana jadi Abel," ucapan Abel terhenti, ketika ia melihat uang dua ratus ribu didepannya.

Abel mengambilnya, lalu memeluk Aldy dengan erat. "Om emang paling ngerti deh om. Semoga Tante Ara cepet kembali ya om."

Setelah Abel melepaskan pelukannya, Aldy mencekal tangan Abel, menatap mata Abel penuh intimidasi. "Siapa Tante Ara?"

"Kata papa, Tante Ara itu mataharinya om, dan om adalah es batunya Tante Ara," jawab Abel jujur.

Abel mengalihkan pandangannya kearah pintu utama, ia mendengar temannya meneriaki namanya. Pasti penjual eskrim itu sudah meminta bayaran.

"Dah om," Abel mengayunkan tangannya sebagai tanda pergi.

Senyuman di bibir Aldy terbit. "Semoga Abel."

Aldy langsung pergi kekamarnya. Membuka pakaiannya, dan pergi menuju kamar mandi. Setelah selesai, ia menggunakan pakaiannya. Hanya kaos dan celana selutut.

Aldy mengambil laptopnya, melihat sosial media Ara yang tetap tak aktif. Aldy juga mencarinya di sesial media yang baru, dengan bentuk tulisan dari berbagai negara. Namun, nihil. Sepertinya Ara memang merahasiakan keberadaannya dari Aldy.

Segala cara Aldy lakukan untuk mencari Ara, tapi tetap tak dapat ditemukan. Hampir lima orang di setiap negara Aldy cari tau tentang penduduk yang bernama Ara Valeria Atmaja.

Aldy menutup laptopnya, lalu keluar kamar menuju balkon. Menatap bintang yang sangat indah itu.

"Kamu dimana sayang?" Aldy menutup matanya, tak terasa air matanya jatuh begitu saja.

Hal itu dapat dilihat oleh mamanya, yang sedang menguping. Elva menghampiri putra sulungnya, duduk disamping Aldy dengan teh hangat yang ia bawa.

"Minumlah," printah Elva.

Aldy melihat kearah mamanya. "Kenapa belum tidur ma?"

"Seorang ibu mana yang bisa tidur jika anaknya sedang bersedih seperti ini?" Elva mengelus punggung Aldy.

"Sudahlah nak, lupakan dia. Apa kau tak pernah berpikir, jika dia memiliki pria lain? Atau mungkin dia sudah menikah? Ini sudah sembilan tahun Aldy, kau harus tau itu."

Aldy selalu menutup telinga tentang hal itu. "Sudahlah ma, ini urusan Aldy. Lebih baik mama istirahat."

"Kau selalu mengusir mama jika mama berkata seperti itu," jawab Elva dongkol.

"Aku tak mengusir mama," bela Aldy.

"Dasar pria dingin, ucapanmu tadi mengusir mama, meskipun secara halus." Elva bangun dari duduknya dan pergi begitu saja meninggalkan Aldy.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cintaku Tersesat di CEO Gila
9.5
Ziana Hauwel terjebak dalam jerat obsesi Andreas Johnson, seorang CEO yang bertekad terus mengikatnya. Walau tersiksa oleh sikap posesif sang miliarder, Zia tak kuasa menolak hasrat dan ketertarikan mendalam pada pria tersebut. Di balik keputusasaan menghadapi kegilaan Andreas, hati Zia perlahan mulai goyah. Akankah jalinan asmara yang penuh gairah membara ini berujung pada akhir bahagia, atau justru membawa kehancuran bagi keduanya? Ikuti kisah cinta dewasa yang sangat emosional ini.
Sampul Novel Dendam Cinta Sang Miliarder
9.4
Sagara Tyson Murphy dirundung duka mendalam setelah kematian tragis tunangannya, Janessa. Ia meluapkan kemarahannya pada Aluna Jaylee Morris, sosok yang dituding bertanggung jawab atas kecelakaan maut tersebut. Tak rela melihat Luna hidup bebas, Saga memaksanya menikah demi membalas dendam secara langsung. Demi melindungi orang-orang tercinta, Luna rela menanggung segala siksaan Saga. Namun, akankah kebencian Saga goyah saat tabir kebenaran perlahan mulai tersingkap?
Sampul Novel En-PD181
7.9
Karier saya sebagai agen papan atas terancam hancur karena ulah Lucas. Model pendatang baru yang sombong itu menuntut pemecatan saya hanya demi masalah jaket, bahkan memamerkan kedekatannya dengan pemilik perusahaan saat pesta. Namun, dia salah mencari lawan. Tanpa ragu, saya langsung menghubungi pria terkaya di negeri ini untuk menarik diri dari proyek film besarnya. Kini, investasi mereka berada di ujung tanduk akibat keangkuhan Lucas.
Sampul Novel P. S. I LOVE YOU
8.5
Kehidupan Cyra Alesha, mahasiswi berumur dua puluh tahun yang bekerja paruh waktu di kota besar, berubah drastis akibat kesalahpahaman dengan Felix Domil. CEO muda yang kejam sekaligus pewaris tunggal tersebut tega menyiksa dan menginjak harga diri Cyra. Di tengah penderitaan itu, Cyra justru terpikat oleh pesona sang miliarder. Kini, ia dihadapkan pada pilihan sulit: terus bertahan menghadapi kekejaman Felix atau memilih berontak untuk membebaskan dirinya.
Sampul Novel PERNIKAHAN SYDEN ADIBA DI LAHORE PAKISTAN
9.3
Demi menyelidiki rahasia yang disembunyikan Adiba, orang tuanya memanggilnya pulang ke Pakistan. Dengan berat hati, ia harus meninggalkan Rusia dan berpisah dari Syden. Syden sendiri adalah mantan idola kampus di Filipina yang kini sukses menjadi miliarder di Rusia. Meski ketulusan Syden mampu mengobati luka masa lalu Adiba, perbedaan latar belakang menjadi penghalang restu keluarga. Kini, Syden harus berjuang keras demi meluluhkan hati keluarga Adiba di Lahore.
Sampul Novel Pewaris Yang Disingkirkan
8.5
Jack, pemuda 28 tahun, harus bertahan menghadapi kemiskinan dan cemoohan di sudut kota. Siapa sangka, ia sebenarnya adalah putra mahkota dari dinasti kaya raya yang sengaja dibuang. Demi merebut kembali hak serta warisannya yang telah dirampas, ia harus menempuh jalan berliku penuh perjuangan. Beruntung, pertemuan dengan Laura menjadi momen penting yang mengubah arah hidupnya. Mampukah Jack menegakkan keadilan dan mengklaim takdirnya?