APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suamiku Meminta Restu Untuk Menikahi Wanita Yang Menyakitiku

Suamiku Meminta Restu Untuk Menikahi Wanita Yang Menyakitiku

Citra terpaksa menggantikan kakak tirinya, Maya, yang kabur saat pernikahan dengan Bagas yang difabel. Setelah empat tahun hidup harmonis, Maya kembali. Demi mengincar harta, ayah Citra menuntut perceraian. Bagas pun secara tak terduga memohon izin untuk berpoligami. Terluka dalam, Citra mengalah dan memilih pergi. Namun, di balik kerelaannya, Citra telah merancang sebuah rencana besar yang siap menghancurkan keserakahan mereka semua.
Bab
Bagikan

Bab 2

Suara ketukan di pintu depan terdengar pelan namun pasti.

Citra yang baru saja selesai membereskan meja makan menoleh cepat. Jarum jam menunjukkan pukul sembilan malam. Siapa yang datang malam-malam begini?

Ia mengusap tangannya dengan lap, lalu berjalan ke pintu. Ketika membukanya, dunia seolah berhenti berputar.

"Maya?" bisiknya, nyaris tak percaya.

Wanita di hadapannya berdiri angkuh dengan rambut panjang yang tertata sempurna dan gaun hitam selutut. Bibir merahnya melengkung membentuk senyum tipis yang asing. Mata itu-mata yang dulunya penuh semangat dan keceriaan-kini tajam seperti belati.

"Hai, Adikku sayang." Maya melangkah masuk tanpa diundang. "Kamu terlihat... dewasa."

Citra mundur pelan. Hatinya berdebar. "Kamu... ke mana saja selama ini?"

"Ke tempat yang jauh dari tekanan keluarga, dari lelaki cacat yang dipaksa menikah denganku, dan dari rumah penuh sandiwara ini," jawab Maya enteng.

Citra mengepal tangannya. Sakit hati mendengar kata "cacat" yang dilontarkan Maya tanpa rasa bersalah.

"Aku mencintai Bagas," katanya lirih. "Kamu tidak bisa datang dan merusak semuanya."

Maya terkekeh. "Cinta? Jangan bercanda, Citra. Kamu itu hanya boneka. Dipaksa menikah karena Ayah takut kehilangan harta. Tapi sekarang aku kembali. Dan aku akan mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi milikku."

Sebelum Citra sempat menjawab, langkah kaki berat terdengar dari arah lorong. Bagas muncul, bertongkat seperti biasa. Wajahnya kaku, dingin, namun matanya melebar saat melihat siapa yang berdiri di ruang tamunya.

"...Maya?" ucapnya pelan.

Maya menoleh dengan senyum yang dibuat-buat. "Lama tak bertemu, Bagas."

Bagas menatap Citra, lalu kembali ke Maya. Tak satu kata pun keluar dari mulutnya. Namun dalam diamnya, ada badai yang mulai terbentuk.

Makan Malam Penuh Ketegangan

Malam itu, entah bagaimana, Maya tetap tinggal. Citra memaksa dirinya tetap tenang, memasak makan malam untuk tiga orang. Ruang makan yang biasanya menjadi tempat nyaman berubah menjadi arena ketegangan.

"Aku dengar kamu sudah sukses sekarang," kata Maya sambil menyuap daging ke mulutnya.

Bagas mengangguk singkat. "Usaha restoranku cukup stabil."

"Oh, bagus," jawab Maya santai. "Kita bisa bekerja sama, kamu tahu? Aku punya koneksi di Singapura. Bisa bantu ekspansi internasional."

Citra menatap Maya tajam. "Kita?"

Maya menoleh. "Tentu. Aku kan calon istri Bagas."

Sendok di tangan Citra jatuh, membentur piring. Ia memandang Bagas, mengharapkan sanggahan. Namun Bagas hanya menatap makanannya.

Citra berdiri. "Maaf, aku tidak lapar."

Ia meninggalkan meja, berjalan cepat menuju kamar. Di balik pintu, ia menangis diam-diam.

Desakan Ayah

Keesokan harinya, telepon berdering. Citra melihat nama Ayah di layar dan menarik napas panjang sebelum mengangkatnya.

"Citra, bagaimana keadaan Maya? Sudah bertemu, kan?"

"Iya, dia datang tadi malam."

"Bagus. Sekarang waktunya kamu mundur. Ini bukan lagi soal cinta atau perasaan. Ini bisnis."

"Ayah... aku istri sah Bagas. Kami sudah menikah empat tahun. Aku mencintainya."

"Dan kamu pikir cinta bisa membayar utang-utang kita? Maya bisa membuka jalan ke investor internasional. Keluarga Wirawan lebih suka Maya. Kamu hanya pengganti sementara."

Citra menahan isak. "Aku bukan barang. Aku tidak bisa dibuang begitu saja."

"Tapi kamu akan melakukannya. Karena kamu anakku."

Klik. Telepon ditutup. Citra terdiam. Tangannya gemetar, namun matanya mulai dipenuhi tekad.

Permintaan Bagas

Malam ketiga setelah Maya datang, Bagas mengetuk pintu kamar Citra.

"Boleh bicara?"

Citra membalikkan tubuh dari jendela. "Tentu."

Bagas duduk di tepi ranjang. Suaranya pelan namun pasti. "Aku akan menikahi Maya. Tapi aku ingin tetap bertanggung jawab atas hidupmu."

Citra menatapnya dengan tatapan kosong. "Kamu akan menceraikanku?"

"Jika kamu mengizinkan," kata Bagas, menunduk. "Aku tahu ini tidak adil. Tapi aku... aku punya alasan."

Citra menggigit bibirnya. "Aku tidak mau jadi beban. Tapi aku bukan boneka, Bagas."

"Bukan." Bagas mengangkat kepalanya. "Kamu perempuan paling kuat yang pernah aku kenal."

Citra menghela napas. "Lakukan apa yang kamu mau. Tapi aku tidak akan menunggu."

Kejutan di Balik Diam

Tiga hari kemudian, Citra diam-diam meninggalkan rumah. Ia membawa dua koper, satu tas jinjing, dan satu niat: memulai hidup baru.

Yang tidak diketahui siapa pun, sebelum pergi, ia sudah mengajukan permohonan cerai dan mencairkan sebagian saham milik bersama mereka di restoran.

Ia tidak mengambil semuanya-hanya bagiannya.

Dan ia juga telah menyimpan dokumen: bukti surat kabur Maya, kontrak pernikahan yang diajukan tergesa-gesa, dan rekaman suara ayahnya yang memaksa. Semua ia simpan rapi. Jika mereka berniat mempermainkannya, ia siap menyerang balik.

Lima Bulan Kemudian

Citra kini tinggal di sebuah kota kecil di tepi pantai. Ia membuka toko bunga sederhana, bernama "Matahari Pagi".

Ia tersenyum setiap kali menyusun bunga mawar atau lili. Pelanggannya menyukai ketelatenan dan ketulusannya.

Namun di balik senyum itu, Citra menyimpan luka.

Setiap malam, ia masih memikirkan Bagas.

Satu hari, seorang pria paruh baya datang ke tokonya. Wajahnya asing, tapi sikapnya ramah.

"Bu Citra?" tanyanya.

"Ya, saya sendiri."

"Saya dari firma hukum Wirawan. Ada sesuatu yang perlu kami sampaikan."

Surat dari Masa Lalu

Citra duduk terpaku di meja. Pria itu menyerahkan sepucuk surat, tertulis tangan, dengan cap keluarga Wirawan.

Citra,

Aku tidak tahu apakah ini akan sampai padamu, tapi aku harap kamu membacanya.

Aku tahu aku pengecut. Aku membiarkanmu pergi, karena kupikir aku melakukan hal benar. Tapi ternyata, aku kehilangan segalanya.

Maya hanya datang untuk warisan. Setelah mendapatkan separuh saham restoran, dia pergi lagi. Kali ini bersama pria kaya lain.

Ayahmu terkena stroke. Aku juga kehilangan sebagian kepercayaan publik. Tapi semua itu bukan apa-apa dibanding kehilanganmu.

Jika kamu bersedia, aku ingin memulai dari awal. Tapi jika tidak, setidaknya kamu tahu bahwa aku mencintaimu. Bukan Maya. Bukan siapa pun. Hanya kamu.

-Bagas

Tangis Citra pecah di sana.

Akhir atau Awal?

Hari berikutnya, ia berdiri di tepi pantai. Angin menerpa rambutnya. Di tangannya, surat itu masih tergenggam.

Ia bisa saja membuangnya. Melupakan semuanya. Tapi hatinya... belum selesai.

Perlahan, ia membuka ponselnya. Jemarinya menekan sebuah nomor yang sudah lama tidak ia hubungi.

"Bagas?"

Suara di seberang sana langsung menjawab, pelan tapi penuh harap. "Citra..."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aktor Idola Dan Author Barbar
8.4
Erick Adrian, aktor terkenal bergelimang harta dengan pacar seorang model, selalu resah akibat citranya di film dewasa. Nasibnya berubah total setelah berseteru dengan penulis bernama Kaemila. Akibat kecelakaan tragis yang membuat Kaemila lumpuh serta amnesia, Erick terpaksa menikahinya sebagai bentuk tanggung jawab. Akankah ingatan Kaemila kembali dan ia sanggup menerima sang aktor menjadi suaminya?
Sampul Novel Antara Dua Pilihan
8.2
Bagi Sabrina, jodoh sepenuhnya misteri Ilahi. Ia selalu konsisten mendoakan satu pria yang diimpikan jadi suaminya. Sayang, impian itu runtuh ketika sang ayah tiba-tiba menjodohkannya dengan Agam, sosok asing yang tak pernah ia ketahui. Kini, setelah terikat pernikahan yang dingin tanpa rasa cinta, Sabrina dihadapkan pada pilihan sulit. Mampukah ia melupakan sosok di masa lalunya dan belajar menerima serta mencintai Agam seutuhnya?
Sampul Novel Dibuang, Bangkit, Menang!
8.1
Tiga tahun mengabdi sebagai istri, Cindy justru diceraikan demi perempuan lain dan menjadi bahan cemoohan sekota. Namun, ia bangkit membuktikan bakat terpendamnya hingga mencapai kesuksesan luar biasa. Saat sang mantan menyesal dan memohon untuk rujuk, Cindy menolaknya dengan dingin. Di saat bersamaan, suami barunya yang tampan datang melindungi Cindy dan memperingatkan sang mantan agar tidak berani mengusik kehidupan mereka lagi.
Sampul Novel Perawan Tua Idola CEO
9.3
Demi menutupi kebohongan, Jingga Amelia nekat meminta fotografer ternama, Carlos Santana, menjadi pacar pura-puranya. Meski Carlos menawarkan pertemanan, Jingga curiga ada niat tersembunyi di balik ketampanan pria itu. Hubungan mereka justru makin dekat hingga Carlos mengajaknya berpacaran. Namun, saat penyakitnya kambuh, Jingga memilih pergi bersama Gin untuk mengakhiri segalanya. Kini setelah kembali, ia ragu apakah Carlos masih mau menerimanya.
Sampul Novel Satu Malam Dengan Adik Ipar
8.2
Rencana Rani merayakan tiga tahun pernikahan hancur karena Arman tidak kunjung pulang. Saat terjaga, ia justru terkejut mendapati adik iparnya, Rafka, ada di sisinya. Ketegangan pun menyelimuti mereka, terlebih setelah Rani membongkar pengkhianatan suaminya yang berselingkuh. Di tengah luka hati yang mendalam, Rani kini terjebak dalam dilema besar. Ia bimbang antara mempertahankan komitmen lamanya atau menyambut ketertarikan tak terduga pada Rafka yang selalu hadir mendampinginya.
Sampul Novel SUAMI TIGA RANJANG
8.5
Sebastian Narendra Gunawan, pebisnis mebel yang gemar balap mobil, telah hidup bersama dua istri rupawan. Namun, takdir mempertemukannya dengan seorang umbrella girl saat menjamu rekan bisnisnya. Pertemuan itu memicu obsesi baru dalam diri Sebastian untuk beristri tiga. Akankah kedua istrinya merelakan pernikahan ketiga ini, atau justru bersekutu menyusun rencana besar demi menghentikan ambisi sang suami mereka mereka?