APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suamiku Meminta Restu Untuk Menikahi Wanita Yang Menyakitiku

Suamiku Meminta Restu Untuk Menikahi Wanita Yang Menyakitiku

Citra terpaksa menggantikan kakak tirinya, Maya, yang kabur saat pernikahan dengan Bagas yang difabel. Setelah empat tahun hidup harmonis, Maya kembali. Demi mengincar harta, ayah Citra menuntut perceraian. Bagas pun secara tak terduga memohon izin untuk berpoligami. Terluka dalam, Citra mengalah dan memilih pergi. Namun, di balik kerelaannya, Citra telah merancang sebuah rencana besar yang siap menghancurkan keserakahan mereka semua.
Bab
Bagikan

Bab 3

Suara ombak di pantai kecil itu menjadi satu-satunya irama yang menemani detik demi detik hening di antara mereka. Citra masih berdiri dengan ponsel menempel di telinganya. Pipinya basah oleh air mata, dan angin laut mengibarkan ujung kerudungnya yang sudah kusut.

"Citra..." suara Bagas terdengar berat di ujung telepon. "Kamu di mana sekarang?"

Citra menggigit bibirnya. Ia ingin mematikan telepon. Ingin menghapus nomor itu lagi seperti ratusan kali sebelumnya. Tapi kali ini, ia tak bisa.

"Di kota kecil di pesisir selatan," jawabnya akhirnya, suara parau. "Aku buka toko bunga di sini."

Sejenak hening.

"Aku bisa ke sana?"

Citra terdiam lama sebelum menjawab pelan, "Aku tak tahu apakah itu ide yang bagus."

"Aku tidak akan memaksa. Tapi aku akan tetap datang."

Klik. Sambungan terputus.

Citra memandang layar kosong ponsel. Suara Bagas masih bergema di telinganya. Setelah sekian lama, nada itu tidak terdengar dingin. Tidak datar. Tapi penuh rasa bersalah dan... rindu?

Kedatangan yang Mengguncang

Dua hari kemudian, hujan turun deras membasahi atap toko bunga Citra. Ia sedang merangkai bunga anggrek putih ketika pintu terbuka dan lonceng kecil di atasnya berbunyi.

Seorang pria bertubuh tinggi berdiri di ambang pintu, mantel panjangnya basah, dan tongkat di tangan kanannya menjejak lantai kayu dengan suara berat.

Citra menghentikan gerakannya.

"Bagas..." ucapnya nyaris tak terdengar.

Pria itu hanya berdiri, memandangi wajah Citra. Sorot matanya begitu asing namun begitu familiar. Ada luka di sana, sama dalamnya seperti yang dimiliki Citra.

"Aku datang bukan untuk memaksamu kembali," katanya akhirnya. "Aku hanya ingin bertemu."

Citra memaksakan senyum. "Kamu basah kuyup. Duduklah sebentar."

Ia mengajaknya masuk ke ruang kecil di belakang toko. Disana, Citra menyeduhkan teh hangat dan menyodorkannya tanpa bicara.

Bagas meminumnya perlahan. Mereka duduk berhadapan, namun tidak saling menatap.

"Setelah kamu pergi, semuanya berubah," ujar Bagas pelan. "Restoran menurun, Maya menjual sahamnya diam-diam, dan Ayahmu..."

"Sudah kubilang sejak awal, Maya bukan wanita yang bisa dipercaya," potong Citra tajam.

Bagas mengangguk, menerima. "Dan aku terlalu bodoh untuk menyadarinya. Aku pikir aku berutang sesuatu padanya. Tapi ternyata aku... kehilangan segalanya."

"Kamu tidak kehilangan apapun," Citra bangkit. "Kamu hanya kembali ke titik awal. Dan aku... bukan bagian dari titik itu lagi."

Bagas menunduk. "Apa kamu bahagia di sini?"

Citra menatapnya lama, sebelum menjawab, "Tenang. Tapi bukan berarti sembuh."

Luka yang Tidak Sembuh

Bagas tidak langsung pergi hari itu. Ia menyewa kamar kecil di penginapan dekat pantai, dan selama tiga hari berturut-turut ia datang ke toko bunga hanya untuk duduk diam dan melihat Citra bekerja.

Warga kota kecil itu mulai berbisik. "Itu siapa?" tanya seorang pelanggan tua. "Suamimu?"

Citra hanya tersenyum. "Bukan. Mantan."

Hari keempat, Citra tak tahan lagi. Ia menghampiri Bagas saat toko mulai sepi.

"Kamu tidak bisa terus begini," katanya tegas.

"Aku tidak bisa pergi tanpa tahu kamu benar-benar baik-baik saja."

"Dan kamu pikir kamu bisa menebus semuanya hanya dengan duduk diam di toko bungaku?"

Bagas menatap Citra dalam-dalam. "Tidak. Tapi aku bisa mulai dari situ."

Citra terdiam.

"Kamu tidak harus mencintaiku lagi," lanjut Bagas. "Tapi izinkan aku mencintaimu, walau dari jauh."

Kilas Balik Cinta yang Hilang

Malam itu, Citra duduk di jendela kamar kosnya, memandangi lampu pelabuhan dari kejauhan. Ingatannya melayang ke malam-malam pertama pernikahan mereka.

Bagas yang dingin, kaku, selalu menjaga jarak. Tapi ia tidak pernah menyakitinya. Ia sopan. Bertanggung jawab.

Dan lama-kelamaan, dingin itu mencair. Ada teh hangat di pagi hari, selimut tambahan di malam hari, dan sesekali pijatan ringan di kaki Bagas saat nyerinya kambuh.

Cinta itu tumbuh diam-diam. Perlahan. Tapi nyata.

Hingga Maya kembali, dan semuanya runtuh.

Citra memejamkan mata, menahan tangis.

Konfrontasi

Pagi hari, saat membuka toko, Citra dikejutkan oleh suara keras.

"Aku tahu kamu di sini!" suara itu-tajam dan penuh emosi.

Maya berdiri di depan toko, mengenakan pakaian mewah dan kaca mata hitam. Di belakangnya, mobil sport berhenti dengan sopir menunggu.

Citra menahan napas. "Maya?"

"Kamu pikir kamu bisa sembunyi di kota kecil ini? Aku tahu kamu mengambil sebagian saham itu!"

"Aku hanya mengambil bagianku."

Maya mendekat, wajahnya penuh amarah. "Kamu pikir kamu bisa menang? Bagas kembali padamu? Dia bukan milikmu! Dia milikku!"

"Kalau begitu kenapa kamu tinggalkan dia lagi?" serang Citra.

Maya menamparnya.

Bagas yang tiba-tiba muncul dari balik gang langsung berlari memisahkan mereka. "Cukup!" teriaknya.

Maya menatap Bagas, tangisnya meledak. "Aku mencintaimu, Bagas!"

Bagas menatap Maya dengan mata kosong. "Tidak. Kamu mencintai uangku. Kekuatanku. Kamu tak pernah mencintaiku."

Ia menggandeng tangan Citra dan membawanya masuk ke toko.

"Jangan pernah datang lagi," katanya dingin pada Maya.

Dan untuk pertama kalinya, Maya tak bisa membalas. Ia hanya berdiri, lalu pergi.

Menata Ulang

Hari-hari berikutnya, Citra dan Bagas mulai berbicara. Tentang masa lalu. Tentang rasa sakit. Tentang kesalahan.

"Mungkin aku terlalu banyak diam," kata Bagas suatu malam.

"Mungkin aku terlalu banyak berharap," balas Citra.

Mereka tertawa, kecil, getir.

Bagas membantu Citra merapikan toko, membangun ulang ruang belakang menjadi ruang konsultasi bunga untuk acara pernikahan dan pemakaman.

"Kita pasangan yang aneh," ujar Citra suatu siang sambil menyiram bunga.

"Tidak. Kita pasangan yang nyata," balas Bagas.

Pilihan

Satu sore, Bagas membawa Citra ke tepi pantai.

"Aku tidak tahu apakah kamu bisa memaafkanku," katanya sambil menatap matahari terbenam. "Tapi aku ingin menebus semuanya. Bukan dengan janji kosong. Tapi dengan tindakan."

Citra terdiam.

"Aku ingin menikah lagi," lanjut Bagas. "Tapi kali ini... karena cinta. Karena kamu."

Citra menatap wajah pria itu. Masih ada luka. Tapi juga ada harapan.

"Jika kamu mau... kita bisa mulai dari awal."

Citra tersenyum, mata berkaca-kaca.

"Bagas, kita tak bisa menghapus masa lalu. Tapi mungkin... kita bisa menulis bab baru."

Dan saat ombak menyapu kaki mereka, dua hati yang terluka saling menemukan kembali jalannya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel A MAN IN A TUXEDO
9.7
Psikiater muda bernama Auristela Indira menghadapi tantangan besar saat merawat Vincent Oliver. CEO penyiaran ini menderita Anterograde Amnesia akibat kecelakaan tragis. Demi tugasnya, Stela menyamar sebagai sekretaris sekaligus pengawal pribadi. Situasi rumit saat ia diminta menikahi Vincent, pria yang ingatannya hanya bertahan satu hari. Di sisi lain, misteri kecelakaan Vincent dan hilangnya sang calon tunangan sebelum pernikahan masih menjadi teka-teki besar.
Sampul Novel I am Your Boss
8.2
Dulu dicampakkan karena miskin, Andra bangkit hingga sukses mendirikan imperium bisnis raksasa dalam enam tahun. Kini ia menjadi bos kejam berhati dingin dengan aturan super ketat. Namun, pertahanan kokohnya mulai goyah saat bertemu seorang pelamar wanita baru. Kehadiran perempuan tersebut perlahan mengikis kebekuan hati sang miliarder, membangkitkan kembali secercah harapan akan cinta sejati yang sempat ia kubur dalam-dalam.
Sampul Novel Istri Mafia, Tak Pantas untuk Pewaris
9.7
Divonis mandul membuatku dicampakkan oleh suamiku, seorang Wakil Bos Mafia. Ia tega membawa ibu pengganti dan memperlakukannya penuh kasih, mengkhianati pernikahan kami. Bahkan, ia membiarkanku terluka parah demi menyelamatkan wanita itu. Di dunia hitam, perceraian biasa tidak pernah ada. Demi menghancurkannya, aku merekayasa kematianku sendiri agar ia membusuk di tengah kehancuran takhta yang ia banggakan.
Sampul Novel Kisah Cinta Naomi
9.0
Naomi Clara mengalami kemalangan besar setelah Adrian, sang suami, menjual dirinya demi bisnis hingga ia terperangkap dalam jaringan perdagangan manusia di Hongkong. Di sana, takdir mempertemukannya dengan Zhou Tian, seorang pemimpin mafia berdarah dingin. Hidup Naomi semakin rumit ketika seorang playboy ternama juga mulai menaruh hati padanya. Kini, ia terjebak dalam cinta segitiga berbahaya yang mengancam perasaan serta masa depannya.
Sampul Novel Kubeli Kesombongan, Gundik Suamiku
8.7
Kehidupan Keysa, istri seorang abdi negara yang juga dosen dan influencer, mendadak terusik. Ia harus menghadapi Risa, perempuan kaya raya yang diduga menjadi selingkuhan suaminya. Di hadapan Risa yang kerap memamerkan hartanya dengan sombong, Keysa tidak tinggal diam. Ia justru bangkit menjadi sosok yang jauh lebih tangguh. Mampukah Keysa membungkam kesombongan Risa dan memenangkan persaingan sengit ini? Ikuti kisah perjuangan emosional Keysa.
Sampul Novel Rantai Hasrat
9.3
Nicole Tristan hancur setelah dikhianati Oliver Maxton, cinta pertamanya yang memperlakukannya bagai mainan tidak berharga. Butuh waktu bertahun-tahun baginya untuk menyembuhkan luka batin tersebut. Namun, takdir mempertemukan mereka kembali secara tak terduga saat Oliver hadir sebagai calon suami adik tirinya. Di antara rasa benci dan cinta yang membingungkan, Nicole kini terjebak dilema. Akankah masa lalu ini berakhir damai atau justru merusak hidupnya lagi?