APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hot Secret On The Rooftop

Hot Secret On The Rooftop

Angela mencium keanehan di kantor tantenya, khususnya misteri atap gedung dan asmara terlarang sang bos dingin, Tristan, bersama sekretarisnya, Tike. Sembari memikul tugas aneh dan menghadapi kelicikan Mark, Angela berjuang melindungi nama baik Yoke dari incaran lawan. Dilema pun memuncak ketika ia harus memilih setia pada janjinya menjauhi rekan kantor atau menyambut dekapan protektif Tom. Sanggupkah ia membongkar rahasia tersebut?
Bab
Bagikan

Bab 2

Angela melirik jam tangannya saat melangkah keluar dari taksi, menyadari bahwa waktu menunjukkan pukul tujuh lewat lima puluh lima menit. Ia berdiri sejenak di depan gedung bertingkat di daerah Thamrin, mencoba menenangkan diri sebelum masuk. Setelah menghela napas panjang, ia berjalan dengan percaya diri melewati pos keamanan, menunjukkan identitasnya kepada petugas.

"Selamat pagi, saya Angela, ada janji dengan Pak Faisal di lantai 6," katanya sambil tersenyum.

Petugas keamanan mengangguk dan membiarkannya lewat. Angela segera menuju lift, mengikuti arahan yang sudah diberikan Tante Yoke melalui pesan singkat. Perasaan cemas sempat melintas, mengingat betapa pentingnya kesempatan ini. Sesampainya di lantai 6, ia langsung disambut oleh suasana kantor yang sibuk.

Di meja resepsionis, seorang wanita cantik dengan blazer biru gelap menyambutnya dengan senyum profesional. "Selamat pagi, ada yang bisa dibantu?" tanyanya.

"Pagi, saya Angela, ingin bertemu dengan Pak Faisal, Manager HRD," jawab Angela, berusaha terdengar tenang.

"Sudah ada janji sebelumnya?" tanya resepsionis dengan nada yang lebih tajam.

Angela tersenyum gugup. "Belum, saya datang atas undangan Ibu Yoke Safitri, Kepala Cabang Kuningan. Beliau Tante saya," jelasnya.

Resepsionis itu menatapnya sejenak sebelum menjawab, "Baik, silakan duduk dulu ya. Saya akan panggil nanti." Angela merasa ada sesuatu yang ganjil dalam tatapan resepsionis itu, tapi ia memutuskan untuk tidak memikirkannya lebih lanjut dan duduk di sofa yang ditunjukkan.

Menunggu di sofa kulit berwarna kuning gading, Angela memperhatikan sekeliling. Dinding kaca di depannya dihiasi lukisan besar berpigura kayu keemasan yang mengapit nama perusahaan, Nirvala International Ltd. Di dinding sebelahnya, foto-foto pejabat dan karyawan serta berbagai piagam penghargaan tertata rapi. 'Lumayan elit kantor pusatnya,' gumam Angela dalam hati.

Dulu, ketika masih kecil dan remaja, ia dan sepupunya Dita sering dibawa Tante Yoke ke basecamp armada bus, mobil-mobil box, truk, dan motor-motor pengantar paket. Saat itu, Tante Yoke masih menjabat sebagai koordinator operasional. Memori itu membuat Angela tersenyum sedikit, mengingat betapa berbeda suasana di sini dibandingkan tempat itu.

"Mbak Angela," suara lembut resepsionis membuyarkan lamunannya. Angela segera bangkit dari sofa dan menghampiri resepsionis tersebut.

"Iya, Mbak."

"Silakan masuk, sudah ditunggu Pak Faisal. Mari saya antar ke ruangannya." ujar resepsionis dengan senyum yang masih terpajang.

Angela mengikuti langkah wanita cantik itu menyusuri lorong yang dipenuhi kubikel-kubikel karyawan yang sedang sibuk di depan komputer mereka masing-masing. Namun, mereka masih sempat melempar senyum yang Angela balas demi sopan santun. Di depan pintu kayu berwarna coklat gelap bertuliskan 'Manager HRD,' langkah sang resepsionis terhenti.

"Mbak Angela, silakan masuk ya. Saya akan kembali ke tempat saya," ujarnya, menyisakan senyum sebelum kembali ke meja resepsionis.

"Terima kasih, Mbak," balas Angela dengan senyuman. Ia lalu mengetuk pintu tiga kali dan membukanya ketika terdengar jawaban dari dalam. Hatinya sedikit berdegup kencang saat melangkah memasuki ruangan full AC itu.

Seorang lelaki berperawakan sedikit gemuk dan berkacamata, duduk di balik meja, menyambut kedatangan Angela dengan senyum tipis. "Selamat pagi, Mbak Angela. Silakan duduk," ujarnya dengan suara berat. "Bisa saya lihat berkas lamaran dan CV-nya?"

"Selamat pagi, Pak Faisal. Terima kasih." Angela menarik kursi dan duduk di hadapan lelaki yang usianya mungkin sama dengan Tante Yoke. Ia menyerahkan berkas yang diminta.

Pak Faisal menatap Angela sejenak sebelum berbicara lagi. "Benar kamu keponakannya Yoke Arsita?"

"Iya, Pak Faisal. Tante Yoke adalah adik kandung papa saya," jawab Angela berusaha tetap tenang walau detak jantungnya tak beraturan. Sejujurnya dia tetap merasa nervous.

Pak Faisal mengangguk pelan. "Oke, apakah beliau sudah menjelaskan tugasmu nanti?"

"Belum terperinci, Pak. Hanya garis besarnya saja," jawab Angela.

"Tugasmu nanti adalah membantu Mbak Tike, sekretaris Pak Tristan, Kepala Bagian Keuangan Divisi Operasional. Detailnya akan diarahkan oleh Mbak Tike," jelas Pak Faisal dengan nada serius. "Kedatanganmu ke sini bukan untuk tes atau wawancara, hanya formalitas karena rekomendasi dari karyawan senior. Jaga kepercayaan kami dengan kerja yang baik. Selamat bergabung, besok sudah bisa mulai bekerja. Sebelum pulang, temui Mbak Della, resepsionis tadi."

"Baik, Pak. Terima kasih banyak," ucap Angela seraya bangkit dari duduknya dan menjabat tangan Kepala Bagian HRD itu.

Saat berjalan kembali keluar dan melewati meja Della, Angela sedikit ragu untuk berbicara karena melihatnya sedang mengobrol dengan seseorang di depan mejanya. Seorang lelaki bertubuh tinggi besar yang berdiri membelakangi Angela berbalik mendengar langkah kakinya.

"Selamat pagi, Pak. Mbak Della. Mohon maaf mengganggu," sapa Angela ramah walau sedikit gugup dipindai oleh sepasang mata sipit yang dibingkai oleh kacamata.

"Oh iya, Mbak Angela, saya akan menjelaskan tentang..." ucapan Della terputus oleh suara berat milik lelaki paruh baya yang masih berdiri di hadapannya.

"Jadi ini keponakan Yoke yang akan bekerja dengan saya?" tukas lelaki berkemeja biru langit dengan nada mencurigakan, memindai Angela dari atas ke bawah.

"Benar, Pak Tristan. Namanya Angela," jawab Della, yang diamini Angela dengan anggukan dan senyum.

"Saya ditugaskan Pak Faisal untuk memberi pengarahan sebelum bekerja pada Bapak," tutur Angela sopan.

"Mumpung saya di sini, sebaiknya langsung saja saya bawa dia ke tempat saya," ujar Pak Tristan tegas.

"Tapi, Pak..." cicit Angela. "Pak Faisal bilang saya mulai besok."

"Kalau kamu niat kerja, ikuti saya!" perintah Pak Tristan tanpa memberikan ruang untuk debat.

 Angela berjalan sedikit berlari mengikuti langkah lebar bos barunya menuju lift. Ia sedikit heran ketika melihat Pak Tristan menekan tombol basement saat pintu lift tertutup. 'Kenapa ke basement? Itu artinya ke parkiran, dan keluar dari gedung ini,' batinnya bertanya.

"Maaf Pak Tristan, kita mau ke mana? Bukankah basement itu tempat parkir ya?" akhirnya Angela tak tahan juga untuk bertanya.

Lelaki tinggi besar yang berjalan cepat itu tiba-tiba menghentikan langkah. Sialnya, tubuh mungil Angela yang tak siap dengan itu jadi menabrak punggung Pak Tristan lumayan keras.

"Mm...maaf Pak! Bapak ngerem mendadak, saya ga siap," cicitnya dengan pandangan takut melihat sorot mata Pak Tristan yang lagi-lagi memindainya dengan tatapan killer.

Pak Tristan membuang nafas kasar. "Angela, perlu kamu tau ya, walaupun kamu keponakan Yoke, kalau kerjamu ga benar, saya bisa langsung pecat kamu. Paham?!"

"I...iya Pak, maaf, saya hanya bertanya." Angela masih berusaha membela diri.

"Kalau kerja sama saya itu jangan kebanyakan nanya, tapi ikuti aja apa yang saya bilang," ujar Pak Tristan yang sudah berjalan lagi mendekati sebuah mobil Fortuner hitam dan membuka pintunya. "Ayo masuk, tempat kita bukan di gedung ini, ngerti sekarang?"

"Iya Pak," sahut Angela sedikit berlari memutar dan bersiap masuk ke pintu belakang. Tapi lagi-lagi ia dikejutkan oleh suara Pak Tristan yang menggelegar bak halilintar ditengah hari yang panas.

"Siapa suruh kamu duduk di bangku belakang Angela? Kamu pikir saya driver pribadi kamu? Cepat pindah ke depan!"

"Oh, iya iya Pak Tristan, maaf," cicit Angela lagi. Benaknya menggerutui kebodohannya sendiri. Ia duduk di sebelah bosnya dan segera memasang safe belt sebelum kena semprot lagi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anakku Menjadi Saksi Mata Perselingkuhan Suamiku
9.1
Kebahagiaan rumah tangga Nayla hancur tanpa sisa ketika rahasia gelap suaminya terbongkar. Lewat ucapan polos Cahaya, anak perempuan mereka, perselingkuhan sang suami dengan Rosa akhirnya terkuak. Cerita jujur sang buah hati mengenai peristiwa di balik pintu kamar yang terkunci menjadi awal cobaan berat bagi Nayla. Di tengah kepedihan mendalam, ia kini dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan atau melepaskan. Mampukah Nayla melewati pengkhianatan menyakitkan ini?
Sampul Novel Antara Dua Pilihan
8.2
Bagi Sabrina, jodoh sepenuhnya misteri Ilahi. Ia selalu konsisten mendoakan satu pria yang diimpikan jadi suaminya. Sayang, impian itu runtuh ketika sang ayah tiba-tiba menjodohkannya dengan Agam, sosok asing yang tak pernah ia ketahui. Kini, setelah terikat pernikahan yang dingin tanpa rasa cinta, Sabrina dihadapkan pada pilihan sulit. Mampukah ia melupakan sosok di masa lalunya dan belajar menerima serta mencintai Agam seutuhnya?
Sampul Novel Dosa Terindah Bersama Sang Primadona
9.6
Demi menyembunyikan identitas aslinya, Lucy menyamar menjadi Rose, sang primadona klub malam yang selalu berhasil menjaga kehormatannya. Pesona Rose yang tak tersentuh membuat Rookie, seorang playboy ulung, penasaran dan bertekad untuk memikatnya. Namun, interaksi intens ini justru membongkar rahasia masa lalu mereka yang saling terikat. Kini, mereka harus memilih: menghidupkan kembali cinta lama yang belum usai atau berpisah demi jalan hidup masing-masing.
Sampul Novel Gairah Liar Binor Kesepian
8.8
Sita, perempuan polos dari pelosok Cianjur, menjalani kehidupan yang sangat tertutup pascapernikahan hasil perjodohan. Minimnya interaksi sosial membuatnya buta akan dunia luar dan edukasi seksual. Hal ini memicu kekecewaan pada diri Danu, suaminya, akibat sikap Sita yang terlampau pasif dalam hubungan intim. Ketidaktahuan Sita mengenai gairah ranjang ini pun disinyalir menjadi penyebab utama pasangan suami istri tersebut tidak kunjung dikaruniai keturunan hingga kini.
Sampul Novel Ia menenggelamkan aku, aku membakar dunianya.
9.7
Pasca-kecelakaan, Adrian mendirikan Nusantara Saga untuk memenjarakan dan memanipulasiku. Di balik itu, dia berselingkuh dengan Dahlia, merampas identitas virtualku, serta sengaja menghalangi kesembuhanku agar tetap bisa berkuasa. Setelah dipermalukan di depan umum dan dibuang ke air mancur sampai hampir mati, aku berhasil bangkit kembali. Kini, dengan kaki yang telah pulih sepenuhnya, aku siap masuk kembali ke dunianya untuk menghancurkan seluruh kerajaan yang telah dia bangun.
Sampul Novel ISTRI SIMPANAN CEO
8.0
Almaira, seorang wanita lajang nan menawan, nekat menjadi istri simpanan Daffa, CEO tambang yang kaya raya. Meski bergelimang harta, Daffa merasa hampa karena sang istri sah belum juga memberinya keturunan. Terdesak kebutuhan ekonomi, Almaira pun bersedia memenuhi hasrat pria itu. Namun kini, ia justru terjebak dalam dilema moral dan batin yang mendalam, mempertanyakan kebahagiaan hidupnya yang hanya dianggap sebagai pemuas nafsu suami orang.