APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hot Love - Gairah cinta sesama wanita

Hot Love - Gairah cinta sesama wanita

Pasca suaminya tewas dalam kecelakaan pesawat di New York, Kara, mantan karyuki yang mendadak kaya, dicurigai Carlos dari FBI sebagai otak teror tersebut. Di tengah penyelidikan, Kara menjalin asmara sesama jenis dengan Rose, sang notaris, dan mengaku telah menyabotase pesawat demi dendam. Demi menyelamatkannya, Rose meminta bantuan pengacara andal bernama Rebeca. Namun, Rebeca malah ikut terpikat pada Kara. Mampukah ia melindungi wanita yang dicintainya dari ancaman hukuman mati?
Bab
Bagikan

Bab 1

Kara merasa kesepian di rumah besarnya setelah Veron Scott, suami konglomeratnya meninggal dalam kecelakaan pesawat di Amerika Serikat.

Pesawat yang membawa orang terkaya di Amerika itu meledak dan hancur lebur saat menabrak salah satu menara kembar di negara adidaya itu. Suami Kara dan wanita-wanita penghibur kelas atas yang dibookingnya tewas seketika dalam kecelakaan tragis itu.

Pengacara dan notaris Veron langsung menghubungi Kara dan mengurus pemindahan asset dan kekayaan sang konglomerat kepada Kara.

Kini Kara berubah menjadi salah satu konglomerat wanita di Amerika.

-----

Kehilangan Veron, suami tercintanya membuatnya frustasi dan merasa kesepian. Meskipun dia dikenal sebagai si tua hidung belang, namun baginya Veron merupakan pria terbaik dibanding dengan konglomerat-konglomerat lain yang pernah tidur dengannya.

Sikap romantis dan humoris Veron lah yang membuatnya jatuh cinta. Walau sebenarnya dia sangat membencinya karena perilaku seks yang menyimpang dari konglomerat tua itu.

Kara harus bisa menerima kenyataan bahwa Veron telah pergi untuk selamanya.

-----

Kesepian Kara

Di rumah mewah yang begitu luas peninggalan Veron, Kara tinggal seorang diri. Tak ada pembantu, tak ada satpam atau pegawai lainnya.

Robot-robot canggih telah menggantikan keberadaan mereka sejak setahun sebelum kecelakaan pesawat itu.

Veron membayar perusahaan teknologi Jepang untuk membuatkan robot-robot mirip manusia. Dia menggunakan robot-robot itu menggantikan pembantu, satpam dan pegawai lain di rumah mewahnya.

Veron ingin hidup bersama dengan Kara dan robot-robot pintar itu.

Sepeninggalnya , Kara menjadi kesepian. Tidak ada seorang pun yang menemani selain robot-robot yang tidak memiliki rasa itu.

-----

Hari berganti hari, bulan pun telah berganti. Kara harus dapat melupakan Veron, suami uniknya.

"Akhhh ... " Kara mengeluh saat dirinya bergairah untuk melakukan hubungan intim dengan suaminya.

"Veron sudah pergi. Untuk selamanya."

Terlihat Kara sangat tidak nyaman berbaring di ranjang mewahnya. Tubuhnnya bergeser ke kanan dan ke kiri.

"Akhhh ..." keluhnya lagi.

Kara melepaskan baju tidurnya, melemparkannya ke lantai. Dia mencoba berbaring dengan kepala bersandar di bantal besarnya. Sebuah novel di tangannya.

"Akhhh .." dia mengeluh lagi. Melemparkan novel itu ke samping dia berbaring. Kara merasa gerah meskipun pendingin ruangan kamarnya disetting di angka paling kecil.

Kara membuka bra berendanya. Melemparnya jauh sampai ke pintu kamar luas itu.

Gadis Jepang itu mengambil novelnya lagi dan membacanya dengan posisi tubuh tengkurap. Kara membaca novel romance kesukaannya. Bercerita tentang pria simpanan istri orang kaya.

"Sepertinya novel ini persis dengan kisahku." renung Kara sambil terus membaca bab demi bab. Novel itu merupakan novel seri, ada sekitar lima jilid buku yang belum di bacanya tertumpuk rapi di samping lampu tidurnya.

Sesekali betisnya terangkat ditekuknya hingga hampir menyentuh pantat seksinya. Sesuatu mengalir bergelora saat tiba di paragraf adegan panas yang dengan serius dia baca.

"Hmm ..."

Angan Kara melambung ke awan, dia memposisikan dirinya menjadi wanita kaya itu yang mulai mendapat rangsangan dari pria simpanannya.

"Oh ..."

Kara turut merasakan apa yang dirasakan oleh karakter wanita dalam novel itu. Kara menahan nafas, detak jantungnya berdetak lebih kencang. Dan beberapa saat kemudian ...

"Akhh ... " Kara membalikkan tubuhnya. Gadis Jepang itu sedikit mengangkat kepalanya mencari bantal lain untuk di susun di atas bantalnya.

Kara melanjutkan kembali membaca paragraf berikutnya. "Hmm ... waow ..." gumamnya saat karakter wanita dalam novel itu kini berada di posisi atas menindih pria simpanannya.

Kara sangat menghayati apa yang sedang dibacanya.

Tiba-tiba ....

"Au au au ...!" robot anjing kecil milik Veron datang dan melompat ke atas ranjangnya. Dan langsung naik ke tubuhnya. Robot pintar itu mirip sekali dengan binatang anjing peliharaan. Ekornya bergoyang-goyang dan hidungnya mengendus-endus perut Kara. Sesekali naik ke payudaranya.

"Niko ... geli, Niko!" teriak Kara kepada robot anjing kecil lucu itu.

"Au au au!" gonggongnya.

"Ok, ok ... kamu sekarang hanya tinggal denganku. Tuanmu, Veron sudah tidak ada." kata Kara.

"Au .. au .. au!" robot anjing kecil itu seolah ingin berbicara dengannya.

"Iya .. Veron sudah tidak ada di sini. Sekarang kamu hanya denganmu." kata Kara. Diapun meletakkan novelnya dan mengelus leher belakang robot anjing kecil itu.

"Auuu." Niko tertidur diantara kedua payudara Kara. Dia memeluk robot anjing kecil itu.

Sesekali robot anjing kecil itu menjilati payudaranya. "Niko, geli Niko."

"Don't do that." larang Kara.

Robot anjing kecil itu berhenti menjilatinya. Dia patuh sekali apa perintah Veron maupun Kara.

"Niko sayang ... Veron sudah tidak ada. Kini tinggal kita berdua." hibur Kara.

"Au .. au .. au .." robot anjing kecil itu seolah tahu apa yang dikatakan Kara.

Dia pun bangun dan menjilati bibir Kara. "Au .. au ..."

"Niko ... Niko .... Pintar sekali kamu."

"Au .. au ..." Niko pun turun dan tidur di samping Kara.

-----

Kara mengambil novelnya dan melanjutkan membaca. Niko, robot anjing kecil itu diam, tertidur dan tidak mengganggunya lagi.

Kara terlihat serius membaca novelnya, sesekali dia menekuk kedua kakinya dan merapatkan pahanya. Kara terus melanjutkan membaca novel itu. Saat dia merenggangkan pahanya, 'bibir vertikalnya' nampak lebih jelas, celana putih suteranya mulai basah. Dia kembali merapatkan kedua pahanya.

Adegan-adegan panas dalam novel itu membuatnya bergairah. Kara merasakan sesuatu membasahi selangkangannya. "Oh, basah." gumam Kara saat meraba celana dalamnya.

Dia pun meletakkan novelnya. Kedua tangannya sibuk melepas celana dalam sutera tipisnya.

"Hmm .. aku lepas saja. Disini juga tidak ada siapa-siapa." gumam Kara.

Dia kembali mengambil novel romance nya. Dan melanjutkan membacanya dengan wajah sedikit tegang.

Beberapa saat kemudian kedua paha putih mulus Kara bergerak merapat dan membuka. "Hmm ... waow ..." gumam Kara menghayati apa yang dibacanya.

"Yes, begitu ... ikat saja tangannya." komentar kara.

Niko, robot anjing kecil Veron masih tertidur di samping tubuh Kara. Robot anjing kecil itu sudah mulai tenang dan tak mengganggunya lagi.

Kedua paha Kara merenggang dia menggeser tubuhnya sedikit naik. Kedua mata gadis Jepang itu fokus kepada bacaannya. Tangan kirinya kini memegang buku itu, tangan kanannya mencari-cari selimut tetapi tidak dapat diraihnya. Karena jatuh jauh di pinggir ranjang besar itu. Niko, robot anjing kecil telah menggigit dan menariknya ke bawah.

Kebiasaan Niko, saat pagi hari dia membangunkan Veron dan Kara dengan menggigit dan menarik selimut mereka. Dan biasanya Niko langsung meloncat dan menjilati wajah Veron untuk membangunkannya. Namun saat Veron sudah tidak ada, Niko hanya menggigit dan menarik selimut Kara. Robot anjing pintar itu tahu bahwa Veron tidak ada di kamar mewah itu.

Kara mengambil bantal dan memakainya sebagai penyangga buku novelnya. Dia melanjutkan membaca dengan lebih serius. "Oghhh .. mantab."

"Yes, cepat masukkan ..." gumam Kara lirih.

"Yes ... ohh ... " Kara sangat menghayati peran karakter tokoh wanita dalam bacaannya.

Kara menggigit bibir bawahnya dia merasakan kenikmatan yang dialami oleh tokoh wanita dalam novel itu. Kara memegang novel itu dengan tangan kanan. Tangan kirinya turun dan mencengkeram sprei. "Oghh ... " Nafas Kara sedikit memburu ...

Kara merasakan sesuatu bergerak-gerak seperti ada yang menjilati 'bibir vertikal' daerah kewanitaannya. Namun dia mengabaikannya.

"Oghh ... kedua matanya terus fokus melanjutkan kalimat-kalimat berikutnya."

"Akhhh ... eahhh" gumam Kara berisik.

Kara terkejut saat sesuatu mencoba menelusup ke menerobos 'bibir vertikanya' yang sedikit terbuka.

"Oh!" Kara meletakkan novelnya. Dan saat dia membuka bantal itu, Niko sedang ayik menjilati vaginanya.

"Astaga! Niko???" kedua mata Kara melotot ke arah robot anjing kecil itu.

Kara tersenyum membiarkannya melakukannya. Kara pun menikmati jilatan-jilanan lidah Niko, robot anjing pintar di daerah kewanitaannya.

Kara mengambil bantal dan novelnya mengembalikan ke tempat semula. Dia melanjutkan membaca novelnya. Niko, robot anjing kecil itu terus merangsangnya. Kara pun membiarkannya.

"Hmm ... Niko, tahu saja apa yang aku butuhkan saat ini."

Lamjut Kara sambil membaca.

------

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Be Your Pet
9.2
Erick, pemuda berusia dua puluh tahun, terpaksa mengambil langkah ekstrem demi melunasi biaya rumah sakit ibunya. Ia bersedia menjadi 'peliharaan' bagi Jason, seorang pria penyuka sesama jenis yang sangat dominan dengan kecenderungan BDSM. Kini, hidup Erick dipenuhi kekerasan, makian, serta penghinaan. Sanggupkah Erick bertahan melewati hubungan dewasa yang sangat ekstrem ini demi menyelamatkan sang ibu?
Sampul Novel Beyond the Song
9.0
Aku menyembunyikan identitas asliku sebagai monster di balik rupa manusia. Namun, ketenanganku terusik saat lagu mematikan Siren memicu beruntunnya kasus bunuh diri misterius. Situasi kian rumit ketika Kenneth, seorang pemburu, hadir dan membawaku masuk ke dunia supernatural yang penuh ancaman. Demi melindungi orang terdekat, aku harus turun tangan walau penyamaranku terancam terbongkar. Ironisnya, aku justru terpikat pada Kenneth, pria yang ditakdirkan untuk memburuku.
Sampul Novel Cinta Sang Ladyboy
8.4
Pesona Vanya sebagai ladyboy cantik kerap membuat wanita tulen merasa tersaingi. Di sebuah klub malam, ia jatuh hati pada Ricardo Esteban, meski ragu karena identitasnya. Daya tarik Vanya saat menari juga memicu obsesi dari miliarder New York, Peter Hallmark, dan bos mafia Italia, Don Salvatore. Namun, di balik profesinya sebagai MUA, ia justru terperangkap dalam sindikat perdagangan manusia. Sanggupkah Vanya bertahan dan meraih cinta sejati di tengah penderitaan ini?
Sampul Novel Destination Reveange
8.3
Demi membalas dendam pada keluarga angkatnya, Jiang Shiqi memutuskan kembali ke Kekaisaran Ming. Namun, jalannya terhalang oleh Xuan Ming, seorang pangeran kejam tanpa belas kasih yang terobsesi memilikinya. Meski dipaksa tunduk, Shiqi keras kepala menolak perasaan sang pangeran. Saat malam pernikahan mereka yang dingin tiba, Shiqi justru menuntut perceraian dan berjanji akan pergi sejauh mungkin dari kehidupan pria keji itu untuk selamanya.
Sampul Novel Different Body
8.0
Bagaimana jika saat terbangun Anda berada di tubuh bergender lain? Kejadian aneh ini menimpa Aurora Nadine Rachellina tanpa peringatan. Begitu terjaga, jiwanya telah berpindah ke raga seorang pria. Transformasi mendadak ini bukan sekadar perubahan fisik biasa, melainkan awal dari berbagai persoalan rumit dan besar yang harus segera ia selesaikan dalam kehidupan barunya yang membingungkan.
Sampul Novel Istri yang Dianggap Sempurna
9.6
Kegagalan dua kali pernikahan menyadarkan Keyyan Munir bahwa modal ketampanan fisik saja tidak cukup tanpa kestabilan finansial. Di tengah keputusasaan itu, ia jatuh cinta dan menikahi Shabilal Haq, atau Shabby. Namun, Keyyan tidak mengetahui bahwa sang istri yang tampil sebagai wanita cantik tersebut sebenarnya lahir dengan organ ganda. Akankah pernikahan mereka tetap bertahan saat rahasia biologis Shabby yang selama ini disimpan rapat akhirnya terungkap di hadapan Keyyan?