APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hidden Tea

Hidden Tea

Kabar duka wafatnya sang ayah mengejutkan Putri Mahkota Manggalya saat ia menghadiri pesta di Negeri Suwarna. Akibat kekosongan takhta, Pangeran Rahagi yang baru berumur sepuluh tahun pun segera dinobatkan. Di tengah duka mendalam, sang Putri memilih mengasingkan diri demi memulihkan batinnya. Namun tanpa diduga, di bawah kepemimpinan raja bocah tersebut, Manggalya justru menjelma menjadi kerajaan agresif yang gencar melakukan ekspansi wilayah secara membabi buta.
Bab
Bagikan

Bab 2

Prabu Jayantaka termasyhur sebagai pemimpin yang bijak dari negeri Manggalya. Selama memerintah, dia berhasil membuat prestasi yang gemilang. Tidak hanya memperkuat pasukan untuk memperluas wilayah kekuasaan, ia juga membangun sistem irigasi yang membuat hasil panen lebih optimal sehingga rakyatnya hidup makmur.

Kemasyhuran sang Prabu semakin meningkat karena dia tengah mencari menantu untuk anak sulungnya, Putri Indurasmi. Ini merupakan kesempatan yang baik bagi negeri tetangga untuk menjalin hubungan yang lebih dekat dengan Manggalya melalui pernikahan. Jika berbesan dengan sang Prabu, mereka akan mendapatkan berbagai keuntungan dari Manggalya. Mulai dari kerjasama di bidang ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi hingga militer.

Para penguasa dari berbagai negeri berbondong-bondong mengirim utusan mereka untuk meminang sang Putri. Mulai dari duta besar hingga pangeran datang ke Manggalya. Beberapa dari mereka bahkan mengirimkan putra mahkota.

Salah satu putra mahkota yang datang langsung untuk melamar sang Putri ialah Pangeran Yaksa dari Negeri Bhujagamandala. Suatu negeri yang konon katanya pernah menjadi pengendali naga.

Dahulu negeri ini memiliki kekuatan militer yang hebat. Menurut cerita rakyat, mereka mempunyai pasukan elit angkatan udara yang bertempur menggunakan naga. Pasukan tersebut dinamai Pasukan Nagasakti. Kemana pun pasukan ini dikirim ke medan perang, mereka akan kembali dengan membawa kemenangan.

Sayangnya, semua cerita tentang kehebatan pasukan naga telah usai sudah. Kini Bhujagamandala hanyalah negeri kecil. Mereka berharap semoga putra mahkota yang dikirim ke Manggalya berjodoh dengan sang Putri. Jika pernikahan ini berhasil dilaksanakan maka rencana mereka untuk mengembalikan kejayaan masa lalu dapat dilakukan.

“Umumkan kedatanganku dan dia!” ucap Putri Indurasmi sambil mengelus kucing besar yang datang bersamanya.

“KANJENG GUSTI RADEN AJENG INDURASMI DAN WISESAPRABU TELAH TIBA!” Para penjaga langsung membukakan pintu untuk sang Putri.

Begitu mendengar bahwa putri datang bersama wisesaprabu, putra mahkota dari Bhujagamandala segera berlutut dan menundukkan pandangan.

Awalnya ia heran mengapa ‘wisesaprabu’ disebut setelah nama putri dan bukan sebaliknya. Jika sesuai tata krama, nama dari seorang yang lebih terhormat disebutkan lebih awal. Ia merasa penjaga yang salah melakukan pengumuman itu tidak kompeten dalam menjalankan tugasnya dan pantas mendapat hukuman karena tidak tahu tata krama. Namun, pemikiran ini segera ditepisnya sendiri. Mungkin saja Manggalya memiliki tata krama yang berbeda dari Bhujagamandala.

Senyum merekah tersungging di bibirnya. Pangeran tersebut masih mengira bahwa Putri Indurasmi datang bersama ayahnya. Ia akan menggunakan kesempatan ini dengan baik agar sang Prabu terkesima dengan dirinya dan menjadikannya menantu.

“Berdirilah Yuwaratu Ning Bhujagamandala. Anda tidak perlu berlutut untukku yang rendah ini,” ucap sang Putri, membuat lelaki itu terjaga dari pikirannya yang berkutat sejak tadi.

“Anda terlalu rendah hati, Putri.” Pangeran Yaksa merasa ada yang tidak beres. Jika putri datang bersama wisesaprabu, mengapa yang menyuruhnya berdiri adalah Putri Indurasmi dan bukan ayahnya, Prabu Jayantaka.

“Silahkan duduk Kanjeng Yuwaratu,” ucap putri.

Lelaki itu pun duduk sesuai dengan perkataan sang Putri kemudian ia mengedarkan pandangannya. Ia tidak dapat menemukan sang Prabu bersama mereka. Ia pun tidak bisa menahan rasa penasaran yang berkecamuk di dalam kepalanya. “Putri, tadi saya mendengar bahwa Anda datang bersama Wisesaprabu. Namun saya tidak melihat di mana beliau berada saat ini.”

“Wisesaprabu? Dia ada di sini.” Pandangan putri tertuju ke harimau jantan yang sedang ia elus.

***

Ada ungkapan yang mengatakan bahwa tembok memiliki mulut dan telinga. Ia akan menyebarkan berita yang didengar melalui dedaunan yang terbang terbawa angin.

Sebuah berita acapkali menjadi perbincangan hangat manakala Putri Indurasmi menemui para utusan yang datang untuk meminangnya. Kalimat yang menjadi pembuka perbincangan pun selalu sama. ‘Bagaimana kabar burung yuanyang hari ini?’

Seorang dayang pengantar makanan mengembalikan sisa kudapan yang disajikan untuk Putri Indurasmi saat bertemu Putra Mahkota Bhujagamandala. Begitu ia sampai di dapur istana, beberapa dayang langsung menghampirinya. Mereka ingin tahu apakah kali ini ada kabar gembira dari sang Putri.

“Bagaimana kabar burung yuanyang hari ini?” tanya salah satu dayang dari dapur istana.

Dayang itu langsung meletakkan nampan yang ia bawa, “Yuanyang berjalan di perahu masing-masing.”

“Lagi?” dayang dari dapur istana meremas kedua lengan dayang yang membawa sisa kudapan tadi.

Untuk kesekian kalinya, lelaki yang melamar Putri Indurasmi menarik kembali lamaran mereka. Di sepanjang hidupnya, Putri Indurasmi telah mendapat sebanyak dua ratus tiga puluh lima lamaran. Tidak satu pun ada yang berhasil melanjutkan ke tahap selanjutnya. Siklus mereka sama. Mengirim utusan → pertemuan calon mempelai → rencana pernikahan gagal.

Berbagai alasan mereka gunakan sebagai alibi. Beberapa dari mereka mengatakan bahwa mereka memiliki tubuh yang lemah sehingga tidak ingin membebani putri. Sebagian lainnya beralasan bahwa mereka merasa rendah diri dengan kecantikan sang Putri. Dan alasan yang paling banyak digunakan oleh pelamar ialah mereka takut dengan harimau yang dipelihara oleh putri.

Seperti bunga randa tapak yang terbang bebas mengikuti kemana sang bayu bertiup. Berita kandasnya rencana pernikahan putri menyebar luas ke pelosok negeri. Tidak ada kerumunan di suatu tempat, kecuali mereka membicarakan tentang putri.

***

Pernikahan merupakan ikatan suci yang bertujuan untuk mendapat kesejahteraan hidup dan kedamaian hati. Bagi keluarga bangsawan pernikahan merupakan strategi politik yang bertujuan untuk memperkuat diplomasi demi kepentingan bersama.

Pada zaman dahulu, merupakan hal yang lumrah apabila orang tua menikahkan anaknya pada usia dua belas tahun. Bahkan jika mereka melakukannya ketika sang anak masih berusia sepuluh tahun, hal itu bukanlah sesuatu di luar kelaziman, terutama untuk pihak perempuan.

Ada sebuah kepercayaan yang mengakar kuat di masyarakat. Jika datang seorang pria melamar anak perempuanmu, maka kamu wajib untuk menerima lamaran tersebut. Jika kamu menolaknya, maka anak perempuanmu itu akan sulit mendapat jodoh.

Rakyat Manggalya percaya bahwa yang terjadi dengan Putri Indurasmi saat ini merupakan buah karma yang ia dapat karena menolak lamaran dari Tumenggung Wipulopala satu dekade yang lalu. Saat itu sang Putri masih berusia tujuh tahun. Ketika ia dipertemukan dengan sang Tumenggung, gadis itu menangis kencang hingga terisak-isak. Putri mengatakan pada ayahnya bahwa ia takut dengan tumenggung dan tak mau menikah dengannya.

Sebagai seorang ayah, Prabu Jayantaka tak kuasa melihat putrinya menangis. Tidak perlu pikir panjang, seketika itu ia juga memutuskan untuk menolak lamaran sang Tumenggung. Baginya kebahagiaan putrinya lebih utama dibanding apa pun.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel A Thousand Tears of Sword
8.8
Di benua terkutuk yang penuh penindasan dan perdagangan manusia, dewa mengutus Dewi Kematian untuk menegakkan keadilan. Sialnya, sebuah insiden saat turun ke bumi melenyapkan seluruh kekuatannya. Ia justru bereinkarnasi sebagai gadis kecil bernama Hua Hua. Tanpa kekuatan dewa yang tersisa, mampukah ia menuntaskan misi sucinya untuk menyelamatkan mereka yang tertindas di tengah neraka dunia ini?
Sampul Novel Hot Love - Birahi Anak Yakuza
8.2
Kenzo, pewaris tunggal pemimpin Yakuza, menolak dijodohkan demi mengejar perempuan Rusia misterius yang ditemuinya di kafe. Penolakan ini memicu konflik besar hingga Kenzo tertembak, lalu diselamatkan oleh Alena, wanita yang ia cintai. Namun, hilangnya Alena membuat Kenzo frustrasi dan mengacau di Hong Kong hingga menyulut perang gangster. Saat melarikan diri bersama kakak angkatnya, Sakura, Kenzo tak tahu bahwa Alena sebenarnya adalah anak dari calon mertuanya sendiri.
Sampul Novel Istri Mafia, Tak Pantas untuk Pewaris
9.7
Divonis mandul membuatku dicampakkan oleh suamiku, seorang Wakil Bos Mafia. Ia tega membawa ibu pengganti dan memperlakukannya penuh kasih, mengkhianati pernikahan kami. Bahkan, ia membiarkanku terluka parah demi menyelamatkan wanita itu. Di dunia hitam, perceraian biasa tidak pernah ada. Demi menghancurkannya, aku merekayasa kematianku sendiri agar ia membusuk di tengah kehancuran takhta yang ia banggakan.
Sampul Novel Menceraikan Suamiku yang Kejam
8.7
Setelah teman masa kecil suaminya menabrak mati orang tuanya saat mabuk, Yulia berniat melapor ke polisi. Namun, sang suami justru menyekapnya di ruang bawah tanah yang gelap selama tiga tahun penuh siksaan. Setiap kali disiksa, pria itu selalu bertanya apakah Yulia masih menyimpan kebencian. Demi kebebasannya, Yulia akhirnya menyerah dan memohon ampun melalui telepon. Begitu berhasil keluar dari kegelapan tersebut, Yulia menolak suaminya dan meminta perceraian, keputusan yang justru membuat pria kejam itu kehilangan akal sehatnya.
Sampul Novel Sang Pendekar Naga Iblis
8.6
Pasca-kehancuran dunianya akibat ulah Dewa Naga, Sakya sang Naga Iblis bertekad merebut gelar Dewa Pedang di Dunia Mortal untuk membalas dendam. Sayangnya, perjalanan lintas dimensi membuat kondisi fisiknya melemah drastis hingga sangat rapuh. Di tengah keterbatasan tubuh yang tak lagi prima, mampukah ia bangkit menjadi pendekar pedang terkuat? Simak perjuangan epik Sakya dalam menuntaskan dendam membara sekaligus membuktikan takdirnya sebagai penguasa pedang sejati.
Sampul Novel Satu-PD176
9.5
Sinta dan putrinya terdesak oleh serangan musuh Leo, suaminya. Di tengah bahaya, pengawal dari Leo justru melarikan diri. Sinta mencoba menghubungi suaminya berkali-kali tanpa hasil, hingga Yosan sang kakak datang menyelamatkan. Ketika panggilan ke-99 akhirnya dijawab, Leo malah mengampuni si pengawal walau putri mereka telah tewas. Kecewa berat atas pengkhianatan ini, Sinta yang merupakan pengusaha senjata terbesar memilih bercerai dan memutus seluruh pasokan senjata untuk Leo.